Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

DETERMINAN KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PDAM TIRTA KEUMUENENG LANGSA Dewi Puspita Sari
Jurnal Mahasiswa Akuntansi Samudra Vol 5 No 6 (2024)
Publisher : Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jmas.v5i6.10924

Abstract

This research aims to determine the effect of the use of information technology, human resource capacity and internal control systems on the timeliness of financial reports. The sample used was 48 respondents. The data analysis method used is multiple linear regression analysis, and hypothesis verification using the t test, F test, and coefficient of determination analysis. The results of multiple linear regression analysis obtained Y = 2.620 + 0.475X1 + 0.791X2 + 0.418X3. The result of the coefficient of determination (Adjusted R Square) is 0.664 or as a percentage it is 61.7%. This shows that the variable utilization of information technology, human resource capacity and internal control systems on the timeliness of financial reports is 61.7%, while the remaining 28.3% is influenced by other variables not examined in this research. The t test results were obtained by utilizing information technology, human resource capacity, and internal control systems on the timeliness of financial reports. The F test results obtained by the use of information technology, human resource capacity and internal control systems have a significant effect on the timeliness of financial reports.
Tinjauan Hukum Mengenai Pinjaman Online (Spinjam) Pada Aplikasi Shopee Dalam Perspektif Perikatan Islam Dewi Puspita Sari; Adi Nur Rohman; Rabiah Al Adawiah
Bhara Justisia Vol 2 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Law Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/gjn9eb12

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sektor keuangan, termasuk munculnya layanan pinjaman online (fintech lending). Salah satu platform yang menyediakan layanan pinjaman online adalah aplikasi Shopee, yaitu fitur Shopee Pinjam (SPinjam). Namun dalam perspektif perikatan Islam, konsep perjanjian pinjaman online perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah, yakni untuk menghindari adanya unsur riba, grarar, maysir, zulm, dharar dan haram dalam akad. Hasil dari penelitian ini adalah kedudukan hukum pinjaman online pada fitur Shopee Pinjam (SPinjam) merupakan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi yang telah terdaftar, memiliki izin, dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pinjaman online fitur SPinjam sudah memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana Pasal 1320 KUHPerdata. Pinjaman online fitur SPinjam apabila ditinjau dari perikatan Islam sudah sesuai dengan rukun dan syarat perikatan Islam. Namun pada pinjaman online fitur SPinjam terdapat bunga pinjaman. Kedudukan akad pada pinjaman online fitur SPinjam termasuk dalam akad qardh.  Pinjaman online  fitur SPinjam dalam  hukum  Islam  sudah memenuhi rukun dan syarat akad qardh, namun danya bunga pinjaman pada fitur SPinjam ini bertentangan dengan prinsip qardh yang melarang adanya riba. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus.
SMART LOVE: KAMPANYE HUBUNGAN SEHAT DAN PENCEGAHAN SEKS BEBAS DI LINGKUNGAN SMAN 4 BANJARMASIN Nastasya, Difa; Humairoh; Paul Joae Brett Nito; Malisa Ariani; Onieqie Ayu Dhea Manto; Desi Wulandari; Dewi Puspita Sari; Dwi Yani Safitri; Elin Renata; Ericca Dwi Salsabhilla; Fahria Rusali; Fathul Jannah; Fatmawati; Hayatun Latifah; Intan Audi Yusfanita; Intan Nur Aisyah; Sofhia Aulia Putri Azizah; sarinda
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi menuju dewasa yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini rasa ingin tahu tentang seksualitas meningkat, namun kurangnya literasi kesehatan membuat remaja rentan terpapar pornografi dan perilaku berisiko, sehingga pemberian edukasi sangat penting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman yang lebih baik kepada remaja tentang bahaya seks bebas dan dampaknya terhadap kesehatan. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah dan diskusi secara interaktif tentang bahaya seks dan dampaknya.  Pre-test dan post-tes diberikan untuk mengetahui pengetahuan siswa/i. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang di tununjukkan dengan  peningkatan sekor post-tes di banding pre-test. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa/i SMAN 4 Banjarmasin mengenai hubungan sehat dan pencegahaan seks bebas. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga menumbuhkan sikap tanggung jawab, empati, dan kesadaran akan pentingnya pergaulan sehat pada remaja.
Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) Pada PIK-R Dan Non PIK-R Dewi Puspita Sari; Eny Retna Ambarwati; Reni Tri Lestari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/j4kve389

Abstract

Background: Adolescents are the future of a nation and ensuring their high capacity is crucial for country development. However, the phenomenon of early marriage is common and is one of the major adolescents’ concernsin Indonesia. Youth Information and Counselling Centre (PIK-R) is a container-managed preparation of family lifeprogram activitiesof, by and for youth to provide information and counseling about PKBR (Preparation of FamilyLife For Adolescents) and other support activities. From the results of a preliminary study in the Purwomartanivillage still many marriages at a young age and the high divorce rate that occurred in the region.Objective: To determine differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family life for adolescents at PIK-R and no PIK-R.Methode: This research uses study comparative design with cross sectional approach models. Respondents inthis research is adolescents aged 18-21 years of the total 78 respondents. There is 39 from PIK-R and 39 from noPIK-R. The instrument used in this research is the questionnaire. Bivariate analysis using Man Whitney test.Results: The level of adolescents knowledge about PKBR at PIK-R in good categories were 21 (55.26%), while atno PIK-R in good categories as much as 9 (23.68%). Man Whitney analysis with p-value 0.000 (<0.05).Conclution: There are significant differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family lifefor adolescents (PKBR) at PIK-R and no PIK-R.Key Words: Knowledge, adolecents, PKBR, PIK-R
Penanaman Cabai Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Mohamad Riyan Hidayat; Nia Anggraeni; Dimas Wicaksono; Muhammad Aksanul Fairuz; Prassetiyo Maulana Putra; Dewi Puspita Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris karena sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian nasional. Salah satu hasil pertanian yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia adalah cabai rawit. Cabai rawit banyak dicari oleh orang-orang Indonesia, terlebih mereka yang menyukai makanan pedas. Banyaknya permintaan ini tidak diimbangi dengan persediaan cabai rawit yang banyak. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya gagal panen. Hal ini pula yang menjadikan harga cabai rawit kian melambung tinggi di wilayah Indonesia, termasuk didalamnya Kabupaten Pekalongan. Merespon hal itu, mahasiswa KKN Universitas Pekalongan bersama ibu-ibu PKK Desa Sumurjomblangbogo melakukan penanaman cabai di Desa Sumurjomblangbogo. Desa Sumurjomblangbogo merupakan salah satu desa di Kabupaten Pekalongan dengan hamparan persawahan yang mendominasi wilayah desa tersebut. Sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani. Hal ini pula yang mendasari mahasiswa KKN untuk melakukan program penanaman cabai sebanyak 100 bibit cabai. Program ini dilaksanakan selama dua minggu terhitung sejak tanggal 5 - 18 Januari 2024. Program ini berjalan dengan lancar. Bibit cabai yang ditanam tumbuh dan berkembang secara baik. Diharapkan dengan adanya program ini mampu membantu warga Desa Sumurjomblangbogo dalam mendapatkan cabai rawat dalam harga lebih murah dibanding harga pasaran sehingga mampu meningkatkan ketahanan pangan.
Masalah Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dewi Puspita Sari; Yulia Fitriani; Maysan Oktavia; Yuni Sasera
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 2 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v2i3.111

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual. Remaja tidak mempunyai tempat yang jelas, yaitu bahwa mereka tidak termasuk golongan anak-anak tetapi tidak juga termasuk golongan dewasa.Memasuki masa remaja yang diawali dengan terjadinya kematangan seksual, maka remaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan penyesuaian untuk dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Dalam hal ini, kesehatan reproduksi sangat penting bagi remaja. Beberapa masalah kesehatan reproduksi remaja seperti aborsi, sex bebas, hiv/aids, sifilis, dan sindrom pra menstruasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui berbagai macam masalah kesehatan reproduksi pada remaja, faktor penyebab nya, dan bagaimana cara mengatasi nya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka. Hasil dari kajian ini didapatkan bahwa masa remaja merupakan periode penting di mana kesehatan reproduksi menjadi perhatian utama, yang dipengaruhi oleh faktor demografis, budaya dan lingkungan , psikologis, serta biologis. Adapun penanganan dalam masalah ini perlu pendekatan komprehensif, termasuk edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan perilaku beresiko, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR KONSTRUKSI ATAP KELAS XII TGB DI SMKN KUDU JOMBANG DEWI PUSPITA SARI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v2i1.17764

Abstract

Model problem based learning (PBL) merupakan suatu model yang mengharuskan siswa untuk berpikir tingkat tinggi untuk mengolah informasi yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, materi, dan pengaturan diri. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian One Shot Case Study. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design. Subyek penelitian adalah kelas XII TGB 2 SMKN Kudu Jombang dengan jumlah 32 siswa. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2016-2017. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu analisis kelayakan perangkat pembelajaran, analisis keterlaksanaan pembelajaran dan analisis hasil belajar dengan uji-t untuk menguji hipotesisnya. Berdasarkan hasil validasi silabus mendapatkan presentase 82,50%, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mendapatkan presentase 84,76%, handout mendapatkan presentase 89,52%, lembar soal belajar belajar siswa mendapatkan presentase 82,86%. Artinya, perangkat pembelajaran sudah memenuhi kriteria kelayakan. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada pertemuan I mendapatkan presentase 87,32%, sedangkan pada pertemuan II mendapatkan presentase 86,19% yang termasuk dalam kriteria sangat layak. Hasil belajar siswa memperoleh nilai rata-rata kelas 80,03%. Dari hasil perhitungan didapat thitung sebesar 3,377 dan ttabel sebesar 1,697. Hal ini berarti bahwa harga thitung > ttabel sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Maka, hipotesis berbunyi rata-rata hasil belajar Menggambar Konstruksi Atap siswa kelas XII setelah pelaksanaan model problem based learning lebih besar atau sama dengan 78 dapat diterima. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar siswa dan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Kelayakan, Hasil Belajar. Model of problem based learning (PBL) is a model which requires students to think a high degree to processes information that aims to develop skill problem solving , matter , and setting off. The purpose of this research is to know the worthiness of the device of learning, implemented an to learning, and learning outcomes the student with the problem with models based learning. This type of research is the study of One Shot Case Study. The design used in this study is the Pre- Experimental Design. Subject research was a class XII TGB 2 SMKN Kudu Jombang by the number of 32 students. Research was conducted in the first semester of the academic year 2016-2017. Technique data analysis in this research is analysis feasibility device learning, analysis to done an learning and an analysis of learn by uji-t to test hypotheses. Based on the results of validation syllabus get the percentage 82,50%, Learning Implementation Plan (RPP) get the percentage 84,76%, handout get the percentage 89,52%, sheets about student learning received the percentage 82,86%. It means, device learning enough to fulfill feasibility criteria. The result of the observation student learning activities at a meeting I get the percentage 87,32%, while at a meeting II get the percentage 86,19% are on the criteria very reasonable. Learning outcomes students obtain the value of an average class 80,03%. Calculations of the results obtained tcount worth 3,377 and ttabel worth 1,697. This means that the price of tcount > ttable so h0 received and ha rejected. So, hypothesis read the average study results drawing construction the roof a student of class XII after implementation model the problem based learning greater than or equal to 78 acceptable. Based on these results can be concluded that the implementation of model the problem based learning have had a positive impact of the student learning and study results students. Keywords: Model of Problem Based Learning, Feasibility,Learning Outcomes.
Strategi Pemasaran Digital Untuk UMKM Peyek Bayam Revan Aliyus Wibisono; Isna Inayati; Maisraoh; Dewi Puspita Sari
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MSMEs play a crucial role in the economy. One of the main challenges they face is how to compete in the increasingly advanced digital era. Various digital marketing strategies are now key for MSMEs to develop and expand their market reach. The Spinach Cracker MSME is a local food business with significant growth potential, primarily due to its unique product characteristics and the use of natural and traditional ingredients. However, the competitiveness of products such as spinach crackers is often limited to the local market due to limited promotion and market access. Therefore, an appropriate digital marketing strategy is needed to introduce the product to a wider audience, increase brand awareness, and drive sales more effectively. The research used descriptive qualitative research. Data collection techniques used were observation, documentation, and interviews. The results of this study indicate that the community has a desire to develop Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the implementation of digital marketing strategies to achieve sustainable business growth. Through digital marketing, MSMEs have the opportunity to expand their market reach, provided they receive training and mentoring gradually. UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah bagaimana mereka dapat bersaing di era digital yang semakin maju. Kini, berbagai strategi pemasaran digital menjadi kunci untuk memungkinkan UMKM mengembangkan dan memperluas jangkauan pasar mereka. UMKM Peyek Bayam merupakan salah satu bentuk usaha pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama karena karakteristik produknya yang unik dan berbasis bahan baku alami serta tradisional. Namun, daya saing produk seperti peyek bayam seringkali terbatas pada skala lokal akibat keterbatasan promosi dan akses pasar, oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran digital yang tepat untuk memperkenalkan produk kepada khalayak yang lebih luas, meningkatkan brand awareness, serta mendorong penjualan secara lebih efektif. Jenis pengabdian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil pengbadian ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk melakukan pengembangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan strategi pemasaran digital dalam meraih pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Melalui pemasaran digital, para pelaku UMKM memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar, selama maraca mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara bertahap.
Strategi Pemasaran Digital Untuk UMKM Peyek Bayam Revan Aliyus Wibisono; Isna Inayati; Maisraoh; Dewi Puspita Sari
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MSMEs play a crucial role in the economy. One of the main challenges they face is how to compete in the increasingly advanced digital era. Various digital marketing strategies are now key for MSMEs to develop and expand their market reach. The Spinach Cracker MSME is a local food business with significant growth potential, primarily due to its unique product characteristics and the use of natural and traditional ingredients. However, the competitiveness of products such as spinach crackers is often limited to the local market due to limited promotion and market access. Therefore, an appropriate digital marketing strategy is needed to introduce the product to a wider audience, increase brand awareness, and drive sales more effectively. The research used descriptive qualitative research. Data collection techniques used were observation, documentation, and interviews. The results of this study indicate that the community has a desire to develop Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the implementation of digital marketing strategies to achieve sustainable business growth. Through digital marketing, MSMEs have the opportunity to expand their market reach, provided they receive training and mentoring gradually. UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah bagaimana mereka dapat bersaing di era digital yang semakin maju. Kini, berbagai strategi pemasaran digital menjadi kunci untuk memungkinkan UMKM mengembangkan dan memperluas jangkauan pasar mereka. UMKM Peyek Bayam merupakan salah satu bentuk usaha pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama karena karakteristik produknya yang unik dan berbasis bahan baku alami serta tradisional. Namun, daya saing produk seperti peyek bayam seringkali terbatas pada skala lokal akibat keterbatasan promosi dan akses pasar, oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran digital yang tepat untuk memperkenalkan produk kepada khalayak yang lebih luas, meningkatkan brand awareness, serta mendorong penjualan secara lebih efektif. Jenis pengabdian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil pengbadian ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk melakukan pengembangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan strategi pemasaran digital dalam meraih pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Melalui pemasaran digital, para pelaku UMKM memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar, selama maraca mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara bertahap.
Pemberdayaan Teknologi Tepat Guna Melalui Pelatihan Pembuatan Website M. Nahdi Masruri; Rosyidil Ikhrom; Maisraoh; Dewi Puspita Sari
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity was carried out to increase the digital capacity and expand the market reach of Langgeng Jaya Abadi's MSMEs through the application of appropriate technology in the form of website creation and management training. This activity was designed in several stages, including needs identification, outreach, technical training, mentoring, and evaluation. The training included account creation on a free platform, template selection, product content creation, and management of supporting features such as photo galleries, contact information, and social media integration. A participatory approach was used to ensure active participant involvement throughout the process. The results showed that after the training, all participants were able to create a simple Google Site-based website and began using it for promotions. Identified direct impacts included increased product visibility in online media, increased orders, more sophisticated product branding, and increased demand from outside previously difficult-to-reach areas. Furthermore, this activity also encouraged a shift in marketing patterns from conventional methods to technology-based strategies. The long-term implications of this program include building a strong foundation of digital literacy, opportunities for website integration with e-commerce, and broader market access. It is recommended that this program be replicated in other MSMEs, with adaptations to local needs and ongoing mentoring to ensure the results are maintained and further developed. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas digital dan memperluas jangkauan pasar UMKM Langgeng Jaya Abadi melalui penerapan teknologi tepat guna berupa pelatihan pembuatan dan pengelolaan website. Kegiatan ini dirancang dalam beberapa tahap antara lain identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, serta evaluasi. Pelatihan mencakup pembuatan akun pada platform gratis, pemilihan template, pengisian konten produk, dan pengelolaan fitur pendukung seperti galeri foto, informasi kontak, serta integrasi dengan media sosial. Pendekatan partisipatif digunakan untuk memastikan keterlibatan aktif peserta dalam seluruh proses. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pelatihan, seluruh peserta mampu membuat website sederhana berbasis Google Site dan mulai memanfaatkannya untuk promosi. Dampak langsung yang teridentifikasi antara lain peningkatan visibilitas produk di media daring, peningkatan pesanan, terbrandingnya produk dengan lebih rapih serta adanya permintaan dari luar wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong perubahan pola pemasaran dari metode konvensional ke strategi berbasis teknologi. Implikasi jangka panjang dari program ini adalah terbangunnya fondasi literasi digital yang kuat, peluang integrasi website dengan e-commerce, dan terbukanya akses pasar yang lebih luas. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi pada UMKM lainnya dengan adaptasi sesuai kebutuhan lokal, disertai pendampingan berkelanjutan agar hasil yang dicapai dapat dipertahankan dan dikembangkan.