Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Diffusion: Journal of Systems and Information Technology

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN PENERIMA DANA BANTUAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HEARARCHY PROCESS-TOPSIS (Studi Kasus: Kantor Desa Bakti) Taufiqqullah Yadi, Nur Imam; Hadjaratie, Liliyan; Muthia, Muthia; Yusuf, Rampi
Diffusion: Journal of Systems and Information Technology Vol 5, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/diffusion.v5i2.31626

Abstract

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk penyaluran bantuan seperti PKH, BLT, dan Bantuan Sembako dapat dibangun dengan menentukan kriteria seperti pendapatan keluarga, jumlah tanggungan, kondisi sosial ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan pangan. Sistem informasi ini akan mengelola data calon penerima, memberi bobot pada tiap kriteria, dan menggunakan algoritma untuk menentukan siapa yang layak menerima bantuan. Dengan penerapan SPK, penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien, serta memudahkan pemerintah dalam memantau dan melaporkan hasil penyaluran bantuan tersebut ANALYTICAL HEARARCHY PROCESS-TOPSIS Penelitian ini mengembangkan SistemPendukung Keputusan (DSS) berbasis web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menentukan penerima dana bantuan di Desa Bakti, Kecamatan Pulubala. Metode AHP digunakan untuk menghitung bobot kriteria, sementara TOPSIS membantu dalam perankingan calon penerima berdasarkan solusi ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan akurasi, transparansi, dan efisiensi dalam proses penyaluran bantuan, serta mengurangi subjektivitas dalam pengambilan keputusan.1. Penelitian ini telah berhasil merancang Sistem Pendukung Keputusan (DSS) yang efektif untuk membantu penentuan kriteria penerimaan dana bantuan di Desa Bakti, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Sistem ini dirancang dengan mengintegrasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria secara objektif berdasarkan tingkat kepentingan masing-masing kriteria, seperti pendapatan, jumlah tanggungan, kondisi kesehatan, dan pekerjaan. Pendekatan ini memastikan setiap kriteria memiliki kontribusi yang proporsional terhadap proses seleksi, sehingga menghasilkan model pengambilan keputusan yang transparan dan sistematis. 2. Dengan menerapkan kombinasi metode AHP dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), sistem mampu melakukan proses perengkingan alternatif penerima dana bantuan secara akurat. AHP digunakan untuk menghitung bobot kriteria, yang kemudian diterapkan dalam metode TOPSIS untuk menentukan solusi ideal positif dan negatif. Proses ini menghasilkan peringkat alternatif berdasarkan kedekatan relatif dengan solusi ideal, sehingga membantu dalam identifikasi calon penerima bantuan yang paling layak secara objektif, transparan, dan efisien. Hasil ini mendukung pengambilan keputusan yang tepat sasaran serta meminimalkan bias dan subjektivitas.
Evaluasi Penerimaan Pengguna Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Menggunakan Model Task Technology Fit (TTF) Pada Dinas Komunikasi Informatika Dan Persandian Kota Gorontalo Bambang, Evani Haryanti; Pakaya, Nikmasari; Zakaria, Alfian; Muthia, Muthia; Suwandi, Ihsanulfuad
Diffusion: Journal of Systems and Information Technology Vol 4, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/diffusion.v4i2.24850

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) adalah terciptanya database kepegawaian mulai dari tingkat Kabupaten, Kota, Provinsi dan Departemen Dalam Negeri yang dapat menampung, mengolah, menyimpan, menemukan kembali dan mendistribusikan data pegawai. Namun dalam penerapannya Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) diketahui bahwa pengajuan berkas khususnya pada kenaikan pangkat masih sering terlambat pada batas waktu yang telah ditentukan. Kondisi ini menyebabkan terhambatnya proses penginputan data sehingga dengan permasalahan tersebut perlu diadakannya evaluasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh karakteristik tugas pegawai terhadap kesesuaian tugas teknologi SIMPEG, untuk mengetahui pengaruh karakteristik teknologi SIMPEG terhadap kesesuaian tugas teknologi SIMPEG, dan untuk mengetahui pengaruh kesesuaian tugas teknologi SIMPEG terhadap dampak kinerja organisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan Model Task Technology Fit (TTF) untuk mengukur penerimaan pengguna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa karakteristik tugas pegawai tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kesesuaian tugas teknologi SIMPEG, karakteristik teknologi SIMPEG terdapat pengaruh yang signifikan terhadap dampak tugas teknologi SIMPEG, ketersediaan tugas teknologi SIMPEG terdapat pengaruh yang signifikan terhadap dampak kinerja organisasi. Hasil analisis pencapaian responden mendapatkan nilai rata-rata yakni 89% pada kategori baik, sehingga penerimaan pengguna Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) pada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Gorontalo dinilai sudah baik.
IMPLEMENTASI METODE FORWARD CHAINING DALAM SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI KERUSAKAN JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) Mas’ud, Huzaima; Muthia, Muthia
Diffusion: Journal of Systems and Information Technology Vol 4, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/diffusion.v4i1.24627

Abstract

The implementation of forward chaining method in an expert system for detecting Local Area Network (LAN) damages is explored in this study. The forward chaining method, a reasoning strategy commonly employed in expert systems, is utilized to infer potential network failures based on observed symptoms and known network configurations. The expert system aims to aid users and network specialists in diagnosing LAN issues efficiently and accurately. Through the forward chaining mechanism, the system iteratively analyzes symptoms provided by users and matches them with predefined rules to deduce possible network damages. The system's effectiveness is evaluated based on its ability to accurately identify and diagnose LAN problems, thereby facilitating prompt troubleshooting and maintenance. The findings of this research contribute to the advancement of expert systems in the field of network diagnostics and maintenance, providing valuable insights into the practical application of forward chaining method in LAN damage detection.
Sistem Pakar Untuk Perencanaan Karir Dengan Algoritma Forward Chaining Berbasis Web Luid, Muh. Fachry J.K.; Bouty, Abd. Aziz; Padiku, Indhitya R.; Muthia, Muthia
Diffusion: Journal of Systems and Information Technology Vol 4, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/diffusion.v4i1.24073

Abstract

Perencanaan karir untuk siswa memegang peranan penting dalam mencapai tujuan karir yang mereka inginkan. Keterbatasan akses terhadap sumber daya dan informasi seringkali menjadi hambatan, menyebabkan kesulitan dalam memilih jalur yang sesuai dengan minat, keahlian dan tujuan mereka. Siswa juga menghadapi kendala kurangnya waktu bimbingan karir di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi sistem pakar perencanaan karir berbasis web dengan algoritma forward chaining. Hasil akhir penelitian ini adalah sebuah aplikasi sistem pakar bernama careerpath yang dikembangkan dengan metode agile. Aplikasi ini dapat memberikan pelayanan bimbingan karir yang biasanya dilakukan oleh siswa secara tatap muka dengan guru bimbingan konseling. Melalui penggunaan teknologi sistem pakar, careerpath diharapkan dapat memberikan rekomendasi karir yang relevan dan akurat serta memberikan kontribusi positif dalam membantu siswa mengambil keputusan dan mengidentifikasi pilihan karir yang sesuai dengan minat, bakat dan keahlian mereka.