Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Inverted

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Pada Materi Keragaman Komunikasi Di SMKN 2 Limboto Putri, Muthiah; Latief, Mukhlisulfatih; Yassin, Rochmad Mohammad Thohir; Muthia, Muthia
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 4, No 2: Juli 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v4i2.18922

Abstract

Berdasarkan observasi awal di kelas XI TKJ di SMKN 2 Limboto pada mata materi Keragaman Komunikasi belum memenuhi standar KKM yaitu 80. Jumlah siswa di kelas XI TKJ yaitu 29 orang siswa, dari 29 siswa tersebut, terdapat 10 isiswa (34,4%) yang mencapai ketuntasan dan 19 siswa (65,5%) lainnya belum mencapai ketuntasan. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata materi Keragaman Komunikasi di SMKN 2 Limboto biasanya mengingat fakta bahawa banyak materi Keragaman Komunikasi yang dinamis sehingga siswa memerlukan presepsi untuk mendapatkan kejelasan tentang materi yang mereka amati. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada materi Keragaman Komunikasi serta mengukur kelayakan juga kepraktisan media pembelajaran yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model Borg and Gall. Sebelum di uji cobakan pada pengguna (siswa), media pembelajaran telah di validasi oleh ahli media dan juga ahli materi. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian untuk mendapatkan data para ahli media, ahli materi dan siswa terhadap penggunaan media pembelajaran menggunakan angket. Hasil penelitian : (1) validasi ahli media tahap 1 mendapatkan skor 90 (94,7%), dan validasi ahli media tahap 2 mendapatkan skor 93 (97,8%), (2) hasil validasi ahli materi tahap 1 mendapatkan skor 101 (84,1%), dan validasi ahli materi tahap 2 mendapatkan skor 120 (97,5%). Setelah melakukan serangkaian validasi ahli media dan ahli materi kemudian media pembelajaran di uji cobakan kepada penggguna. Hasil dari uji coba media pembelajaran multimedia interaktif di kelas XI TKJ SMKN 2 Limboto memperoleh skor 1692 (89,76%). Dapat disimpulkan media pembelajaran layak digunakan sebagai alternatif guru ketika mengajarkan materi Keragaman Komunikasi.Kata kunci: Multimedia Interaktif, Kelayakan, Keragaman Komunikasi.
Model Cooperative Learning Menggunakan Teknik Jigsaw untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Ismail, Hamid; Bouty, Abd Aziz; Ashari, Sri Ayu; Hadjaratie, Lillyan; Suhada, Sitti; Muthia, Muthia; H, Haeriani
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 5, No 2: Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v5i2.32098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model Cooperative Learning dengan teknik Jigsaw dalam pembelajaran materi Usecase Diagram pada siswa SMK Negeri 5 Gorontalo, serta mengevaluasi kepraktisan dan efektivitas model tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap Usecase Diagram, yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest pada satu kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik Jigsaw dalam model Cooperative Learning memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa. Siswa menunjukkan peningkatan yang nyata dalam memahami elemen dan relasi pada Usecase Diagram, serta mengalami perkembangan dalam aspek keterampilan sosial, komunikasi, tanggung jawab, motivasi belajar, dan kemandirian. Hasil analisis kepraktisan menunjukkan bahwa model ini termasuk dalam kategori "sangat praktis" dengan skor rata-rata 3,843. Sementara itu, analisis N-Gain dan uji statistik menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan secara statistik antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Learning teknik Jigsaw efektif dan praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran di SMK, khususnya pada materi yang bersifat konseptual seperti Usecase Diagram. Model ini juga mendukung pencapaian tujuan pembelajaran abad ke-21 melalui peningkatan keterlibatan aktif, kolaborasi, dan hasil belajar siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Informatika Di SMP Katolik Santa Maria Gorontalo Utiah, Moh Hikam A.; Suhada, Sitti; Kadim, Ahmad Azhar; Novian, Dian; Dwinanto, Arif; Mas'ud, Huzaima; Muthia, Muthia
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 5, No 2: Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v5i2.31785

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat cepat saat ini telah menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Berbagai inovasi teknologi membuka peluang besar untuk mendukung proses pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Android. Di SMP Katolik Santa Maria, pembelajaran mata pelajaran informatika masih didominasi oleh metode tradisional seperti ceramah dan sesi tanya jawab. Pendekatan ini menyebabkan beberapa siswa kesulitan dalam memahami materi, sementara yang lainnya merasa jenuh dan kurang termotivasi untuk mengikuti pelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis Android yang digunakan pada mata pelajaran Informatika sebagai solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkaya bahan ajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa. Metode yang digunakan adalah model ADDIE. Berdasarkan hasil penilaian ahli materi memperoleh rata-rata persentase kelayakan sebesar 72,36%, masuk dalam kategori layak, dan hasil validasi oleh ahli media tingkat kelayakan sebesar 94%, yang dikategorikan sebagai sangat layak, sedangkan uji kepraktisan yang dilakukan terhadap 20 siswa memiliki tingkat kepraktisan yang baik dengan rata-rata persentase sebesar 77,3%
Pemanfaatan Articulate Storyline 3 Untuk Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Mobile Learning Mokodompit, Cahyadi Rahmansya; Novian, Dian; Kadim, Ahmad Azhar; Koniyo, Moh. Hidayat; Hadjaratie, Lillyan; Muthia, Muthia
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 5, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v5i1.28180

Abstract

Materi Analisis Data (AD) merupakan materi pelajaran Informatika di Kelas X. Berdasarkan hasil observasi pada kelas X SMK Negeri Model Gorontalo dengan jumlah siswa sebanyak 65 siswa yang terbagi ke dalam 4 program kejuruan yakni Teknik Jaringan Komputer (TJK), Agrobisnis Pengolahan Hasil Pangan (APHP), Agrobisnis Tanaman (ATA), dan Agrobisnis Ternak (AT) serta wawancara yang dilakukan dengan guru pengajar mata pelajaran Informatika Kelas X tanggal 14 - 15  November 2023, diperoleh masalah dimana siswa  masih kurang termotivasi dalam belajar serta kurang terlibat aktif dalam proses belajar mengajar yang mengakibatkan siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi-materi yang disampaikan oleh guru sehingga berdampak pada kurang optimalnya proses belajar mengajar yang dibuktikan dengan total rata-rata hasil belajar siswa yang jika dirata-ratakan masih tergolong rendah yakni hanya 75,75. Selain itu permasalahan lain yang dihadapi adalah keterbatasan waktu yang dimiliki guru dalam menyampaikan materi ke pada siswa. Penilitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif  berbasis mobile learning yang dirancang menggunakan Articulate Storyline 3 dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) serta mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dibuat berdasarkan hasil uji validitas. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif berbasis mobile learning dengan tingkat kelayakan berdasarkan hasil uji validasi ahli media dan materi yang mendapat nilai kelayakan rata-rata 97% dengan kategori “Sangat Layak” dan uji pengguna (siswa) mendapat nilai kelayakan 85,19% dengan kategori “Sangat Layak”. Kemudian untuk uji validitas dan reliabilitas untuk instrumen pengguna mendapatkan hasil yang valid dan sangat reliabel. Dengan demikian penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis mobile leraning layak digunakan dalam proses belajar mengajar dikelas X SMK Negeri Model Gorontalo.  
Rancang Bangun Game Edukasi Berbasis Android SMK Negeri 1 Suwawa Kelas X TKJ Mania, Nurpita Sukmaya; Latief, Mukhlisulfatih; Muthia, Muthia; Pakaya, Jemmy A.; Olii, Salahudin; Polin, Muchlis; Rijal, Bait Syaiful
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 5, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v5i1.26637

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk merancang game edukasi guna membantu siswa memahami jenis, fungsi, dan penggunaan alat ukur jaringan, sehingga memudahkan mereka mengenal berbagai jenis alat ukur jaringan komputer dan telekomunikasi. Tujuan ini juga mendukung capaian pembelajaran dalam materi DTJKT dan kurikulum merdeka belajar, serta memberikan solusi dari masalah yang di alami guru dan siswa dalam proses belajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Pada tahap penelitian, dilakukan pengumpulan data serta pengujian kelayakan dan kepraktisan game edukasi yang dibuat. Instrumen penelitian yang digunakan mencakup Validasi Ahli Materi, Ahli Media, dan Respon Pengguna, yang telah melewati proses validasi oleh expert judgement. Validasi dilakukan dengan 2 ahli materi, 2 Ahli Media dan 26 Respon Siswa. Hasil validasi dari ahli materi memperoleh skor 96% yang dikategorikan “Sangat Layak” untuk digunakan dalam media. Selanjutnya, hasil validasi ahli media 92% yang berkategori “Sangat Layak” untuk digunakan dikelas. Kemudian hasil respon siswa memperoleh skor 94% yang dikategorikan “Sangat Praktis” untuk digunakan oleh siswa dalam belajar.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Pada Materi Topologi Jaringan Di Sma Negeri 1 Marisa Latif, Mahmudin; Mulyanto, Arip; Suhada, Sitti; Abdillah, Tajuddin; Yusuf, Rampi; Muthia, Muthia; Polin, Muchlis; Hadjaratie, Lillyan
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 6, No 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v6i1.32611

Abstract

Proses pembelajaran Informatika selama ini masih menggunakan media seperti buku, komputer, LCD proyektor, dan PowerPoint. Akibatnya, beberapa siswa mengalami kesulitan memahami materi topologi jaringan karena penjelasan yang diberikan guru bersifat abstrak dan visualisasi yang ditampilkan hanya berupa gambar dua dimensi. Hal ini membuat siswa harus membayangkan bentuk topologi jaringan secara mandiri, sehingga menurunkan minat dan pemahaman mereka. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis augmented reality untuk materi topologi jaringan dan menguji kelayakannya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan model Four-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Tiga teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi dan wawancara untuk menganalisis kebutuhan, pengujian blackbox untuk memastikan fungsi aplikasi, serta angket untuk mengukur validitas dan kelayakan media. Validasi dilakukan oleh 1 ahli materi dan 2 ahli media, serta uji coba pada 32 siswa kelas XI Sains F SMA Negeri 1 Marisa. Hasilnya, media dinyatakan sangat valid dengan persentase penilaian ahli materi 92%, ahli media masing-masing 92% dan 84%, serta tanggapan siswa sebesar 89%. Dengan demikian, media pembelajaran ini layak diterapkan dalam proses pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran Tsts (Two Stay Two Stray) Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Materi Perkakas Teknologi Digital Di Sma Negeri 7 Prasetya Gorontalo Paramata, Fikri Khairuddin; Mulyanto, Arip; Muthia, Muthia; Rohandi, Manda; Kadim, Ahmad Azhar; Suwandi, Ihsanulfu’ad; Pakaja, Jemmy
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 6, No 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v6i1.32717

Abstract

Hasil observasi penelitian di kelas X SMA Negeri 7 Gorontalo, menunjukkan bahwa siswa masih kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran karena selama pembelajaran guru banyak memberikan ceramah sehingga interaksi dan komunikasi antar siswa maupun dengan guru masih belum terjalin selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran TSTS (Two Stay Two Stray),  kelas X-3 mata pelajaran Informatika, pada materi perkakas teknologi digital  di SMA Negeri 7 Prasetya Gorontalo. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dari 2 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan. yang terdiri dari 4 tahap, yaitu  perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan  refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan data hasil observasi keaktifan belajar siswa pada siklus I pertemuan 2 yaitu 48,43% dan siklus 2 pertemuan 2 yaitu 85,93%, selanjutnya dilakukan pengujian normalitas, homogenitas dan hasilnya memenuhi asumsi sehingga dapat dilanjutkan ke uji hipotesis dan terdapat perbedaan antara kedua siklus, dan dinyatakan memenuhi kriteria keberhasilan untuk digunakan dalam membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think And Pair Share Pada Mata Pelajaran Informatika Materi Sistem Bilangan Di SMK Negri 3 Gorontalo Pakaya, Amran Abd Azis; Bouty, Abd Aziz; Muthia, Muthia; Novian, Dian; Pakaya, Nikmasari; Ashari, Sri Ayu; H., Haeriani
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 6, No 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v6i1.33903

Abstract

Studi ini membahas masalah krusial mengenai kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, partisipasi yang cenderung pasif, serta hasil belajar yang masih konsisten berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 76. Sebagai solusi, desain belajar kooperatif Think Pair Share (TPS) diusulkan guna mengoptimalkan interaksi dan prestasi belajar siswa secara signifikan. Studi ini dimaksudkan guna menguji pengaruh implementasi model belajar Think-Pair-Share dalam mata kuliah informatika, memakai teknik eksperimen sejati melalui Pretest-Postest Control Group Design yang ketat. Temuan studi menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan dari model Think-Pair-Share pada hasil belajar siswa, khususnya dalam memahami topik Bit (digit biner) dan Heksadesimal. Kelompok kontrol, yang tidak memakai model TPS, mempunyai skor pretest rata-rata 41,67 dan skor posttest 49,17. Sebaliknya, kelompok eksperimen yang menerapkan model TPS menunjukkan peningkatan performa yang jauh lebih tinggi dengan skor pretest rata-rata 43,67 dan skor posttest mencapai 60,00. Hal ini membuktikan bahwa diskusi berpasangan mampu meningkatkan pemahaman konsep informatika
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis E-Modul Pada Mata Pelajaran Informatika untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kabila Deu, Muhammad Dimas Oktaviandy; Laliyo, Lukman A.R; Muthia, Muthia; Katili, Muhammad Rifai; Suhada, Sitti; Kadim, Ahmad Azhar; Padiku, Indhitya R.
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 6, No 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v6i1.26982

Abstract

Mata pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran yang terdapat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kabila. Pada mata pelajaran Informatika khususnya pada fase E terdapat elemen materi yaitu Berpikir Komputasional dan Literasi Digital. Dari hasil observasi ditemukan beberapa permasalahan dalam proses belajar mengajar pada pembelajaran Informatika, antara lain Minimnya penggunaan media pembelajaran berbasis digital di SMA Negeri 1 Kabila dalam proses pembelajaran yang digunakan guru. Kurangnya penggunaan media pembelajaran berbasis e-modul dapat mengakibatkan siswa kesulitan dalam memahami materi dan membuat materi menjadi monoton, sehingga mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggembangkan bahan ajar berbasis e-modul sebagai pelengkap sumber belajar bagi guru pada pembelajaran Informatika dan membantu proses pembelajaran agar lebih mudah. (2) Mengetahui kelayakan bahan ajar berbasis e modul pada proses pembelajaran Informatika. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development (RD) model pengembangan four-D (4D). Tahap pengembangan 4D yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (Pendiseminasian). Adapun hasil penelitian terhadap bahan ajar berbasis e-modul yaitu Ahli materi memperoleh nilai presentase 95,5% dengan kriteria sangat layak dan Ahli media memperoleh nilai presentase 93,5% dengan kriteria sangat layak. Penggunaan bahan ajar berbasis e modul yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai alternatif dalam proses belajar mengajar pada pembelajaran Informatika.
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Numbered Head Together Berbantuan QR-Code Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas X Pada Materi Dampak Sosial Informatika Mokoginta, Nevita Larasati; Latief, Mukhlisulfatih; Muthia, Muthia; Mulyanto, Arip; Dai, Roviana H.; Rijal, Bait Syaiful; Dangkua, Eka Vickraien
Inverted: Journal of Information Technology Education Vol 6, No 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/inverted.v6i1.26942

Abstract

Keaktifan belajar siswa pada saat proses pembelajaran sangat diperlukan, dimana siswa yang dikatakan aktif adalah siswa yang berpartisipasi, berinteraksi dan berkolaborasi baik dengan siswa lain maupun dengan guru. Dari hasil wawancara di SMA Negeri 6 Gorontalo Utara, adapun permasalahan yang peneliti temukan dalam penelitian ini adalah mengenai keaktifan belajar siswa yang kurang terhadap pembelajaran di kelas salah satunya dalam pembelajaran informatika yang diantaranya yaitu 1) siswa yang kurang aktif bertanya di dalam kelas, 2) siswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan guru karena tidak memperhatikan materi yang diberikan oleh guru, dan 3) guru belum menggunakan model pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) berbantuan QR-Code terhadap keaktifan belajar siswa kelas X SMA Negeri 6 Gorontalo Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen  dengan design nonequivalent control group design. Sampel penelitian ini kelas X-1 yang berjumlah 20 siswa dan kelas X-2 dengan jumlah 27 siswa sehinggah jumlah keseluruhan sampel adalah 47 sampel atau responden. Instrumen penelitian ini berupa lembar skala keaktifan belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji prasyarat uji Normalitas, uji Homogenitas dan pengujian hipotesis menggunakan Paired Tample T Test dan Independent Sampel T Test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil rata-rata uji-t nilai keaktifan setelah perlakuan (Posttest) yaitu 69.15% untuk kelas eksperimen dan 45.44% untuk kelas kontrol. Jadi, kesimpulannya bahwa model pembelajaran Cooperative Numbered Head Together Berbantuan QR-Code Berpengaruh Terhadap Keaktifan Belajar siswa kelas X-1 pada materi Dampak Sosial Informatika di SMA Negeri 6 Gorontalo Utara.