Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektifitas Dan Kepuasan Mahasiswa Terhadap Media E-learning Purwaningsih, Erwin; Sari, Sintia; Azizah, Intan Nur; Triaswati, Nurinda; Ardawati, Ela; Rahman, Cahya Rio Nur
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-Learning yang disebut juga sebagai system pembelajaran elektronik (Electrinic Learning) merupakan cara baru PBM. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke mahasiswa dengan menggunakan media internet, atau media jaringan computer lain.E-Learning juga merupakan system Pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung pembelajaran dalam mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun computer standalone. Dan E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer.Sehingga dengan E-Learning ini dapat mempermudah pembelajaran dan dapat mengakses materi pembelajaran , kuis, chat, forum, dan tugas secara online.
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Pendaftaran Di Puskesmas Segiri Kota Samarinda Menggunakan Fishbone Diagrams Purwaningsih, Erwin; Vega Monica, Aji Amelya; Syarmith Ananda, Ekie; Fasya, Faridah; Solichin, Muhammad; Agustina, Nadia; Noor Ibrahim, Sherly Mutiara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2636

Abstract

Manajemen Waktu adalah segenap kegiatan dan langkah mengatur serta mengelola waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga mampu membawa kearah tercapainya tujuan hidup yang telah ditetepkan oleh individu yang bersangkutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan serta mengidentifikasi penyebab waktu tunggu pelayanan pendaftaran. Metode penelitian kepada masyarakat ini menggunakan metode analisis deskriptif kemudian mengidentifikasi penyebab menggunakan fishbone diagrams. Hasil yang didaptakan bahwa rata-rata waktu pelayanan yaitu 22,1 menit sedangkan waktu minimal pelayanan waktu tunggu menurut Departeman Kesehatan yakni 10 menit sehingga Puskesmas Segiri masih belum optimal dalam melakukan pelayanan di pendaftaran. Namun setelah dilakukan identifikasi menggunakan diagram tulang ikan didapatkan hasil bahwa ada beberapa penyebab yang mempengaruhi waktu tunggu di pelayanan pendaftaran dari beberapa  aspek man, aspek method, aspek materials, aspek machine, aspek money, aspekenvironment. Berdasarkan enam aspek tersebut, terdapat dua aspek yang paling mempengaruhi waktu tunggu pelayanan yaitu aspek method yang dimana kurangnya promosi pada masyarakat mengenai kurangnya system pendaftaran online dan belum ada SOP Evaluasi waktu tunggu pasien di pelayanan pendaftaran. Serta aspek materials yang dimana masih banyak pasien yang tidak membawa dokumen persyaratan pendaftaran dengan lengkap.
Analisis Hambatan Dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Karang Asam Samarinda Risnawati, Risnawati; Purwaningsih, Erwin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3053

Abstract

Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menerapkan rekam medis elektronik (RME) sesuai dengan ketentuan paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023. Puskesmas Karang Asam Samarinda telah menerapkan rekam medis elektronik (RME) sejak Oktober 2023, tetapi hanya di poli lansia dan semua poli baru menerapkannya pada Desember 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kendala yang terkait dengan penerapan rekam medis elektronik berdasarkan faktor man, machine, method, dan money. Metode penelitian adalah analisis deskriptif. Diagram fishbone digunakan untuk mengidentifikasi masalah. Hasil analisis hambatan implementasi rekam medis elektronik di Puskesmas Karang Asam Samarinda ditemukan berdasarkan faktor man, yaitu tidak semua petugas siap untuk beralih ke rekam medis elektronik, tidak ada petugas teknologi informasi, dan tidak ada petugas rekam medis yang memiliki pendidikan RMIK. Faktor machine, yaitu jaringan internet yang lambat, komputer yang tidak memenuhi spesifikasi rekam medis elektronik, dan server yang kadang-kadang bermasalah. Faktor method, yaitu belum ada standar operasional prosedur untuk rekam medis elektronik. Faktor money, yaitu keterbatasan anggaran untuk penggunaan sistem rekam medis elektronik. Berdasarkan permasalah tersebut ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut, seperti menambah petugas rekam medis dan petugas IT dengan pendidikan yang sesuai; memberikan pelatihan kepada dokter, bidan, dan perawat yang menghadapi kesulitan menggunakan RME; melakukan perawatan dan memperbarui jaringan; memperbarui komputer dengan spesifikasi terbaru; dan membuat standar operasional prosedur (SOP) mengenai penerapan RME.
Evaluasi Pencatatan dan Pelaporan Arsip (Kegiatan Bulanan) Di UPTD Karang Asam Samarinda Indah Saputri, Windi; Purwaningsih, Erwin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3209

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pencatatan dan pelaporan arsip di UPTD Karang Asam Samarinda menggunakan Metode deskrptif kualitatif, informasi di kumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Observasi yaitu menunjukkan bahwa pencatatan dan pelaporan arsip belum optimal. Hal ini ditandai dengan tidak lengkapnya pencatatan arsip, pelaporan yang tidak rutin dan tepat waktu, serta sistem penyimpanan yang tidak tertata. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa pencatatan dan pelaporan arsip di UPTD Karang Asam Samarinda perlu ditingkatkan. Rekomendasi yang diberikan adalah sosialisasi tentang pentingnya pencatatan dan pelaporan arsip, penyediaan formulir standar, pembentukan tim pengelola arsip yang kompeten, dan pembangunan sistem penyimpanan arsip yang terpadu. Penelitian ini dapat diperluas dengan menggunakan metode kuantitatif dan meneliti aspek lain dari pengelolaan arsip, seperti pengarsipan dan penyusunan arsip.  
Analisis Pelaksanaan Program Promosi Kesehatan (Pkrs) Di Rumah Sakit Siaga Al Mumawwarah Samarinda Seruni, Nanda; Purwaningsih, Erwin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3432

Abstract

Peran PKRS sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan di mana sesuai dengan value penting dari kegiatan promosi kesehatan adalah membuat sasaran berdaya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Petugas promosi kesehatan akan menjadi elemen penting dalam kampanye gerakan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah. Tulisan ini menjelaskan tentang pelaksanaan program promosi kesehatan di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah. Jenis pengabdian ini kualitataif   deskriptif   dengan pedekatan   observasi   dan wawancara dengan petugas TIM PKRS. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat program promosi kesehatan belum berjalan dengan optimal dikarenakan masi kurangnya tenaga kesehatan khusus bagian PKRS sehingga petugas masi kurang kompeten, belum optimal dalam menjalankan SOP. Rekomendasi yang diberikan yaitu dengan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap program kerja PKRS secara rutin, melakukan penilaian dan reward/punishment terhadap hasil kerja, Melakukan Edukasi, penyuluhan terkait kesehatan kepada pasien dan masyarakat, pelatihan untuk petugas yang belum memiliki pengalaman kerja 2 tahun.
Analisis Pengisian Form INA-CBG’s Terhadap Pending Klaim BPJS Di Rumah Sakit Siaga AL Munawwarah Samarinda Heryani, Natasya; Purwaningsih, Erwin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3476

Abstract

Klaim BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) merupakan proses yang dilakukan oleh rumah sakit untuk mengajukan tagihan biaya perawatan pasien peserta BPJS kepada BPJS Kesehatan. Klaim BPJS dapat di kategorikan menjadi dua kategori, yaitu klaim sukses merupakan proses klaim yang berhasil dan dibayarkan dan pending klaim yang merupakan proses klaim tertunda. Metode penelitian ini yaitu metode deskripsi kualitatif yang dilakukan dengan wawancara dan observasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengisian form INA-CBG’s terhadap pending klaim BPJS di rumah sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda. Berdasarkan hasil observasi di lapangan didapatkan bahwa terjadi pending klaim BPJS yang disebabkan oleh pengisian form INA-CBG’s oleh dokter yang tidak lengkap. Berdasarkan hasil analisis menggunaka metode Fishbone hal tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa hal diantaranya yaitu kurangnya monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan pengisian form INA-CBG’s, Standar Prosedur Operasional yang masih belum berjalan dengan baik, terjadinya penumpukan pasien poli dengan berbagai konsidi dan tantangan, serta beban kerja dokter yang berlebih.
Tinjauan Aspek Security System di Ruang filling Rekam Medis di UPTD. Puskesmas Muara Wis Puspitasyari, Al Delia; Purwaningsih, Erwin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4092

Abstract

Dokumen rekam medis disimpan di rak tertutup di ruang filling. Tujuan penyimpanan rekam medis di rak tertutup adalah untuk menjaga keamanan dokumen dan mencegah kerusakan fisik oleh proses kimiawi maupun biologi serta mencegah pencurian data yang terkandung didalamnya. Beberapa masalah pada keamanan dan kerahasiaan termasuk pintu yang tidak terkunci, lemari peyimpanan rekam medis tidak terkunci, dan orang lain selain rekam medis yang masuk ke penyimpanan, orang yang makan dan minum di ruang penyimpanan dan tidak adanya insfrastruktur keselamatan. Metode pemecahan masalah yang digunakan yaitu menggunakan analisis fishbone, dilakukan pengambilan data dirperoleh dari hasil diskusi dan wawancara dengan petugas rekam medis. Berdasakan hasil observasi yang telah dilakukan pada bagian filling rekam medis didapati hasil bahwa penyimpanan rekam medis pada rak yang tertutup, namun masih menggunakan lemari berbahan kayu, belum adanya peringatan “Selain Petugas Rekam Medis Dilarang Masuk” pada bagian pintu ruang filling, dan pada ruang filling belum menggunakan AC dengan maksimal dikarenakan belum dilakukannya maintenance AC secara berkala. Adapun pemecahan masalah yaitu merencanakan kegiatan sosialisasi keamanan di ruang filling rekam medis, membuat SOP keaman ruang filling rekam medis, membuat tanda peringatan keamanan ruang filling rekam medis, merencanakan pengadaan APAR diruang filling rekam medis, merencanakan pengadaan fingerprint keamanan ruang filling rekam medis.
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KESELAMATAN PASIEN PADA PERAWAT DI RSUD INCHE ABDOEL MOEIS SAMARINDA Agustina, Nadia; Nurhasanah, Nurhasanah; Purwaningsih, Erwin
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 1 (2025): Edisi Januari - April 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i1.5234

Abstract

Karyawan dari berbagai kelompok profesional dan non-profesional bekerja di rumah sakit dan merawat pasien sepanjang waktu. Perawat merupakan salah satu profesi yang paling lama bekerja dalam pemberian layanan. Masalah beban kerja keperawatan mempunyai implikasi luas dan harus menjadi perhatian bagi organisasi perawatan kesehatan, khususnya profesi keperawatan. Kinerja buruk perawat dapat disebabkan dari beban kerja yang melebihi kemampuan perawat dan berdampak pada komunikasi yang buruk terhadap pasien, kurang baiknya komunikasi antara pasien dan staf perawat, yang dapat memengaruhi keadaan pasien dan dengan demikian kualitas layanan perawatan. Hal ini mengurangi keselamatan pasien dan dapat menyebabkan hasil yang buruk bagi pasien. Berdasarkan data RSUD Ince Abdul Moeis Samarinda, tercatat sebanyak 67 insiden keselamatan pasien pada tahun 2020, yang meliputi 67 insiden bukan cedera (KTC), 62 insiden hampir cedera (KNC), dan 62 insiden hampir cedera (KNC). Terjadi 97 kecelakaan. Ada 120 kejadian tidak diharapkan (KPC) dan 120 kejadian tidak diharapkan (AE). Oleh karena itu, Penelitian dilaksanakan untuk menganalisis pengaruh beban kerja perawat terhadap keselamatan pasien di RSUD Ince Abdul Moeis Samarinda, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi beban kerja perawat terhadap keselamatan pasien, dan memberikan serta menemukan solusi dari permasalahan yang terjadi. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan melihat pengaruh beban kerja terhadap keselamatan pasien pada perawat di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Metode kuantitatif pendekatan cross sectional digunakan dalam menguji hipotesis penelitian. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 118 responden. Alat ukur penelitian penelitian menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa berdasarkan hipotesis yang dibangun hipotesis ditolak, tidak adahubungan beban kerja terhadap keselamatan pasien pada perawat di RSUD Inche Abdoel Moeis. Kesimpulan dari Penelitian tidak adanya pengaruh signifikan antara beban kerja terhadap keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah I.A Moeis Samarinda.
Review Kebijakan Pemerintah Indonesia terkait Pandemi Air Borne Disease selama 10 Dekade Terakhir Purwaningsih, Erwin
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2022): June
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.74909

Abstract

Airborne disease merupakan penyakit yang ditularkan melalui udara, yang artinya seseorang dapat terkena penyakit tersebut hanya dengan bernapas. Dalam sejarahnya dunia dapat dikatakan rutin mengalami masalah kesehatan dengan media penyebaran udara ini, terhitung dalam 100 tahun terakhir setidaknya dunia mengalami beberapa kali pandemi, sebut saja Flu burung, SARS, Spanish Flu, Flu Babi dan Covid-19.  Tujuan: Mengidentifikasi kebijakan pemerintah Indonesia dalam upaya penyembuhan, menekan penularan, dan upaya penyelesaian pandemi yang terjadi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  analitik dengan desain non eksperimental (Cross Sectional). Sesuai dengan tujuan penelitian, subjek penelitian menggunakan data sekunder berupa data peta sebaran kasus Flu Burung pada laporan Kemenkes RI, kemudian laporan SARS, Spanish Flu dan Flu Babi pada laporan WHO dan CDC, serta peta sebaran Covid-19 pada  laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan komite penanganan Covid-19. Hasil: Jumlah kasus flu burung dengan angka tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan 55 kasus terkonfirmasi, (Kebijakan RI; SK Dirjen Peternakan No. 17/Kpts/PD.640/F/02.04). Pandemi SARS yang terjadi tahun 2002-2003 Indonesia memiliki 2 kasus SARS (Kebijakan RI: KEPMENKES Nomor 424/MENKES/SK/2003). Kasus Spanish Flu di Indoensia selama November 1918 terjadi pengingkatan angka kematian hingga 416.000 jiwa di Hindia Belanda (Pedoman kebijakan RI: buku dalam bahasa Jawa Honocoroko). Saat pandemi Flu Babi terjadi kasusnya hampir tidak ditemukan, tetapi Departemen Kesehatan menetapkan enam langkah untuk kesiapsiagaan. Pandemi Covid-19 sejak tahun 2020-Pertengahan Mei 2022 Indonesia tercatat memiliki 6,05 juta kasus dengan 157.000 kematian, (Kebijakan RI: penerapan skema jaring pengaman sosial). Kesimpulan: Berbagai standar dan pedoman yang telah disusun oleh pemerintah membutuhkan kerjasama berbagai pihak dari seluruh kalangan masyarakat yang berguna untuk penyelesaian kejadian pandemi agar lebih efektif dan efisien baik dari segi waktu, tenaga dan biaya. 
Kebijakan Terkait Krisis Kesehatan: Analisa Kebutuhan Tenaga Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 di Indonesia Purwaningsih, Erwin
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 2 (2023): June
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.80590

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu pilar pembangunan negara Indonesia. Pentingnya aspek kesehatan dalam kehidupan bernegara seringkali menghadapi banyak sekali tantangan dan hambatan, krisis kesehatan menjadi salah satu isu vital yang harus segera ditemukan solusi penyelesaiannya. Pada masa genting seperti pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia tidak terkecuali Indonesia, permasalahan terhadap kebutuhan tenaga kesehatan menjadi sangat vital selain permasalahan pembiayaan, informasi dan komunikasi, sarana prasarana, transportasi, stok alat dan bahan medis yang juga terbatas. Beragam solusi yang ditawarkan kiranya menjadi alternatif pemecahan masalah distribusi tenaga kesehatan ini, namun perlu diingat solusi sederhana, tetapi akurat dan dapat dengan cepat diaplikasikan yang harus dipilih menjadi pilihan utama. Tujuan : Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan menelaaah kebijakan terkait krisis kesehatan yang sedang dialami Indonesia yang berfokus pada analisa kebutuhan tenaga kesehatan selama pandemi Covid-19 di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  analitik dengan desain non eksperimental (Cross Sectional). Menggunakan analisa pustaka atau library research yang berasal dari beberapa sumber yaitu laporan BPS RI, Databoks, Lokadata, Pusara digital tenaga kesehatan dan sumber data dari artikel terkait. Hasil: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah tenaga kesehatan di Indonesia sebanyak 2.287.142 orang pada 2021. Dari jumlah tersebut daerah Jawa memiliki jumlah tenaga jauh lebih banyak dibandingakan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, hal ini dikaitkan dengan jumlah penduduk yang terpusat di pulau Jawa, gap tenaga kesehatan sangat jauh antara provinsi satu dengan lainnya di Indonesia. Saat ini ketersediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Indonesia berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Indonesia hanya memiliki rasio 4 per 1.000 penduduk untuk jumlah dokter, perawat dan bidan, sementara standar WHO adalah 4,4 per 1.000 penduduk. Sejumlah 2.087 tenaga kesehatan Indonesia telah gugur selama pandemi Covid-19 melanda tanah air. Setidaknya 751 dokter meninggal, 670 perawat, 298 bidan gugur dalam melaksanakan tugasnya diikuti dengan tenaga kesehatan lainnya. Rekomendasi kebijakan yang dapat diberikan antara lain, alokasi segera tenaga kesehatan dan non kesehatan diwilayah yang terbatas SDM, kesempatan bekerja lebih mudah pada tenaga vital seperti dokter spesialis, laboratorium, radiologi dst, kerjasama lintas sektor terkait seperti kemendikbud, kemenpupr, dst. Kesimpulan: Krisis kesehatan yang dialami Indonesia salah satunya yaitu aspek distribusi tenaga kesehatan, hal ini dikaitkan dengan populasi terpusat, kondisi geografis dan besarnya honor nakes yang menjadi beberapa faktor penyebab maldistribusi tersebut. Tugas, pokok dan fungsi pemerintah pusat dan daerah diuji dalam penyelesaian permasalahan ini. Solusi aplikatif dan solutif dari koordinasi berbagai pihak diharapkan segera menjadi alternatif dan menekan jurang maldistribusi nakes yang ada di Indonesia.