Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluasi Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Pengidap Hiperkolesterolemia Di Puskesmas Kota Selatan Saputro, Prio Adi; Abdulkadir, Widy Susanti; Manno, Mohamad Reski; Taupik, Muhammad; Anggai, Rifka Anggraini
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i1.36623

Abstract

Hypercholesterolemia is a condition in which blood cholesterol levels exceed the normal range, representing a major public health concern. This condition is closely associated with cardiovascular diseases, which, according to the WHO (2018), are the leading cause of death worldwide. The increasing prevalence of high cholesterol in Indonesia is influenced by changes in diet and lifestyle. Medication adherence plays a crucial role in achieving therapeutic success and optimal health outcomes. This study aimed to determine the level of medication adherence among patients with hypercholesterolemia at Kota Selatan Public Health Center (Puskesmas). The study employed a quantitative descriptive design using a survey method. The population consisted of 61 patients, with 31 respondents selected as the sample. The instrument used was the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), and the data were analyzed using univariate analysis. The results showed that the level of medication adherence among patients was moderate, with 17 respondents (54,83%) categorized as adherent and 14 respondents (45,17%) as non-adherent. The highest adherence was observed among patients aged 24-44 years (100%), males (75%), those with a diploma or bachelor's education (86%), and those undergoing treatment for less than one year (67%). Overall, the level of medication adherence among patients with hypercholesterolemia at Kota Selatan Public Health Center was classified as moderate. Increased education and patient support are recommended, particularly for older adults, women, and those with education levels, to enhance treatmentt success.
Pelatihan pembuatan Jamu racikan Obat Batuk Berbasis Tanaman Lokal Di Desa Piloliyanga Kabupaten Boalemo Hasan, Hamsidar; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Anggai, Rifka Anggraini; Latif, Multiani S
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36578

Abstract

Penggunaan Coleus scutellarioides dalam meredakan batuk merupakan praktik tradisional yang didasarkan pada potensi efek ekspektoran atau antitusif dari senyawa- senyawa tertentu yang terkandung di dalamnya. Batuk seringkali merupakan respons tubuh terhadap iritasi atau inflamasi pada saluran pernapasan, dan senyawa yang mampu mengurangi peradangan atau mengencerkan dahak dapat membantu meredakan gejala ini. Secara tradisional, olahan daun, seperti rebusan, diyakini dapat memberikan efek melegakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan, memfasilitasi pengeluaran dahak, dan mengurangi frekuensi batuk. Kombinasi dengan bunga belimbing wuluh akan lebih meningkat efektifitas mukolitik dari ramuan tersebut. Pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan racikan obat batuk dari tanaman local yang terdiri dari daun miana dan bunga belimbing wuluh. Dosis penggunaan bahan didasarkan pada penelitian ramuan sebelumnya yang mempunyai efek maksimal pada konsentrasi 15 % untuk bunga belimbing wuluh dan 30 persen untuk daun miana. Metode pengabdiannya Adalah sosialisasi tentang tanaman local yang berpotensi mengobati batuk, kemudian mempratekkan secara langsung cara meracik ramuan tersebut. Pembagian kuisioner sebelum dan sesudah sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari Masyarakat setempat.Untuk aspek penilaian pengetahuan tentang tanaman local persentase peningkatannya sebesar 32 %, Pemahaman senyawa berkhasiat sebesar 27%, Pengetahuan Teknik peracikan sebesar 34% dan sanitasi serta keamanan pengolahan sebesar 26%. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terbukti pada saat evaluasi, hamper semua Masyarakat tahu tentang topik pengabdian dan cara pengolahan ramuan antibatuk.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu melalui Inovasi Cookies Fortifikasi Daun Kelor dan Tulang Ikan Lele sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Hunggaluwa Uno, Wiwit Zuriati; Djakaria, Aqymnastiar R.; Muis, Beby Triana A.Z.; Amran, Novriani; Anggai, Rifka Anggraini; Puluhulawa, Lisa Efriani; Menu, Yanti; Djamil, Cahniar
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 5, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v5i2.1613

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo, khususnya di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto. Rendahnya asupan zat gizi makro dan mikro, terutama protein dan kalsium, menjadi faktor risiko utama terjadinya stunting pada anak. Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posyandu melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi cookies fortifikasi berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan tulang ikan lele (Clarias gariepinus) sebagai upaya pencegahan stunting dengan memanfaatkan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan produksi, uji organoleptik, serta evaluasi peningkatan pengetahuan kader menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 42% setelah pelatihan, disertai kemampuan kader dalam memproduksi cookies fortifikasi secara mandiri. Uji organoleptik menunjukkan bahwa produk cookies memiliki karakteristik sensori yang baik dengan tingkat penerimaan sebesar 85% responden. Selain meningkatkan kapasitas kader Posyandu, kegiatan ini juga berpotensi mendorong pengembangan wirausaha pangan lokal bergizi di masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan kader Posyandu yang berkelanjutan dalam mendukung pencegahan stunting melalui inovasi pangan lokal dan edukasi gizi keluarga.Stunting is a chronic nutritional problem that remains a major public health challenge in Gorontalo Province, particularly in Hunggaluwa Village, Limboto District. Insufficient intake of macro- and micronutrients, especially protein and calcium, is a key risk factor for stunting in children. This Student Creativity Program in Community Service (PKM-PM) aimed to empower Posyandu cadres by improving their knowledge and skills in producing fortified cookies made from moringa leaves (Moringa oleifera) and catfish bones (Clarias gariepinus) as an effort to prevent stunting through the utilization of locally available, nutrient-rich food sources. The program methods included observation, socialization, training, production assistance, organoleptic testing, and evaluation of cadres’ knowledge improvement using pre-test and post-test assessments. The results demonstrated a 42% increase in cadres’ knowledge following the training, along with enhanced skills in independently producing fortified cookies. Organoleptic evaluation indicated that the developed cookies had favorable sensory characteristics, with an acceptance rate of 85% among respondents. In addition to strengthening the capacity of Posyandu cadres, this activity also has the potential to promote the development of community-based nutritious local food entrepreneurship. This program is expected to serve as a sustainable model for empowering Posyandu cadres in supporting stunting prevention through local food innovation and family nutrition education.