Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PANGAN LOKAL SAGU DI KECAMATAN GAUNG ANAK SERKA Afiza, Yeni; Nurul, Hayatun; Novitasari, Rifni; Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2681

Abstract

Sagu merupakan salah satu komoditas pangan lokal komoditas alternatif yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pangan lokal karena memiliki beberapa keunggulan ketersediaannya sangat besar, rantai distribusinya pendek, kualitas gizinya baik serta tumbuh sesuai kondisi agroekologi setempat. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2023. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja pada daerah sentra produksi sagu yakni Desa Teluk Sungka dan Desa Teluk Pantaian Kecamatan Gaung Anak Serka dengan jumlah responden 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pangan lokal sagu adalah sangat baik dengan skor 447. Sago is one of the alternative local food commodities that has the potential to be developed as a local food ingredient because it has several advantages: very large availability, short distribution chain, good nutritional quality and grows according to local agroecological conditions. The research was conducted in January 2023. The determination of the research location was carried out deliberately in the sago production center areas, namely Teluk Sungka Village and Teluk Pantaian Village, Gaung Anak Serka District, with 100 respondents. The results showed that the public's perception of local sago food was very good with a score of 447.
Analisis Usaha Tani Cabai Merah di Desa Seberida Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu Danu Kusuma Wardoyo; Nina Sawitri; Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4223

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu komoditas utama yang menjadi bahan baku penting dalam industri pangan nasional. Seperti halnya jenis usaha lainnya, budidaya cabai merah juga memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Saat ini, tanaman cabai merah semakin diminati oleh para petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, pendapatan, keuntungan, tingkat efisiensi, serta risiko produksi dan harga dari usaha tani cabai merah di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode Simple Random Sampling, dengan alasan bahwa wilayah ini merupakan penghasil cabai merah dengan luas panen dan volume produksi terbesar. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 petani.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Total biaya rata-rata yang dikeluarkan sebesar Rp 23.325.050/0,23/MT atau Rp. 99.964.500,00/Ha/MT Sedangkan rata-rata total penerimaan dari usahatani cabai merah mencapai Rp.55.582.500/Grpn/MT atau 238.210.714,00/Ha/MT dan Keuntungan yang diperoleh adalah Rp. 32.257.450/0,23/MT atau Rp. 138.246.214,00/Ha/MT. (2) Tingkat efisiensi usahatani cabai merah per musim adalah 2.38, sehingga dinyatakan layak untuk dijalankan. (3) Risiko produksi pada usahatani cabai merah di Desa Seberida memiliki koefisien variasi (CV) sebesar 0,25. Nilai ini lebih kecil dari 0,5 yang menunjukkan bahwa risiko produksi yang dihadapi petani tergolong rendah. Red chili is one of the main commodities that is an important raw material in the national food industry. Like other types of businesses, red chili cultivation also has a fairly high level of risk. Currently, red chili plants are increasingly in demand by farmers. This study aims to analyze the amount of costs, income, profits, efficiency levels, and production and price risks of red chili farming in Seberida Village, Batang Gansal District, Indragiri Hulu Regency. This study uses observation, interview, and documentation methods. Data collection was carried out using the Simple Random Sampling method, on the grounds that this area is a producer of red chili with the largest harvest area and production volume. The number of samples in this study was 30 farmers. The results of the study showed that (1) The average total cost incurred is Rp. 23,325,050/0.23/MT or Rp. 99,964,500.00/Ha/MT. Meanwhile, the average total income from red chili farming reaches Rp. 55,582,500/Grpn/MT or 238,210,714.00/Ha/MT and the profit obtained is Rp. 32,257,450/0.23/MT or Rp. 138,246,214.00/Ha/MT. (2) The efficiency level of red chili farming per season is 2.38, so it is declared feasible to run. (3) The production risk in red chili farming in Seberida Village has a coefficient of variation (CV) of 0.25. This value is smaller than 0.5, which indicates that the production risk faced by farmers is relatively low.
Analisis Usaha Budidaya Sayuran Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT) pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Jaya Asri, Desa Petaling Jaya Kecamatan Batang Cenaku Adi Karno; Nina Sawitri; Partini Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/9pa7v450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar CPO Indonesia dengan Malaysia sebagai pesaing utama di pasar dunia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder untuk produk CPO kode HS 151110, dengan periode analisis 2014–2023 pada lima negara tujuan ekspor utama, yaitu India, Belanda, Italia, Spanyol, dan China. Analisis data dilakukan menggunakan metode pangsa pasar (Sij) serta konsentrasi pasar (CRn dan HHI) untuk menentukan karakteristik struktur pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa India merupakan pasar dominan bagi ekspor CPO Indonesia dan Malaysia sepanjang periode penelitian. Indonesia memiliki rata-rata pangsa pasar sebesar 64,03% dengan laju pertumbuhan 6,90% per tahun, sedangkan Malaysia memiliki rata-rata pangsa pasar 57,30% dengan pertumbuhan 3,57% per tahun. Di kawasan Eropa (Belanda, Italia, dan Spanyol) pangsa pasar ekspor CPO kedua negara menunjukkan tren fluktuatif namun cenderung menurun. Sementara itu, di pasar China, pangsa pasar ekspor CPO Indonesia dan Malaysia relatif kecil, yaitu kurang dari 0,1% terhadap total ekspor. Nilai rata-rata konsentrasi pasar menunjukkan bahwa struktur pasar CPO Indonesia dan Malaysia sangat terkonsentrasi dengan karakteristik oligopoli ketat, ditunjukkan oleh nilai CR5 Indonesia sebesar 82,50% dan Malaysia 85,46%, serta nilai HHI masing-masing sebesar 4.421,88 dan 3.802,53. This study aims to analyze the structure of the Indonesian CPO market with Malaysia as its main competitor in the global market. The method used was a literature study utilizing secondary data for CPO products with HS code 151110, with an analysis period of 2014–2023 in five major export destination countries, namely India, the Netherlands, Italy, Spain, and China. Data analysis was conducted using market share (Sij) and market concentration (CRn and HHI) methods to determine market structure characteristics. The results show that India was the dominant market for Indonesian and Malaysian CPO exports throughout the study period. Indonesia has an average market share of 64.03% with a growth rate of 6.90% per year, while Malaysia has an average market share of 57.30% with a growth rate of 3.57% per year. In Europe (the Netherlands, Italy, and Spain), the export market share of CPO from both countries showed fluctuating trends but tended to decline. Meanwhile, in the Chinese market, the market share of Indonesian and Malaysian CPO exports is relatively small, at less than 0.1% of total exports. The average market concentration value indicates that the CPO market structure in Indonesia and Malaysia is highly concentrated with characteristics of a tight oligopoly, as indicated by Indonesia's CR5 value of 82.50% and Malaysia's 85.46%, as well as HHI values of 4,421.88 and 3,802.53, respectively.
Analisis Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat (Studi Kasus Peternakan Erik Persada Ginting) Fuad Udiono; Partini Partini; Yuslizar
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/fdxmy638

Abstract

Ayam broiler kini menjadi salah satu komoditas unggas yang sangat baik untuk dikembangkan karna di dukung oleh karateristik produknya yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Perubahan harga jual sering terjadi selama usaha peternakan berjalan, hal ini disebabkan oleh penentuan harga jual yang didasari harga pasar. Kenaikan harga pakan juga kerap ditemui peternakan dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usha mulai dari komposisi biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan  peternakan ayam broiler pola kemitraan di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu. Pola kemitraan memberikan kemudahan dalam aspek produksi dan pemasaran melalui dukungan perusahaan inti. Studi dilakukan pada Peternakan Erik Pesada Ginting yang bermitra pada PT. Phokpan. Metode penelitian berupa studi kasus, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini layak dijalankan dengan nilai R/C ratio 1,129 dan BEP produksi 6.843,78 kg, BEP harga 14.371. Penerimaan per siklus sebesar Rp 1.080.000.000 dan pendapatan Rp 123.584.760. Risiko terbesar berasal dari fluktuasi harga pakan dan harga jual ayam broiler. Dari penelitian ini menunjukkan menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler tersebut cukup efisien dan menguntungkan. Peternak masih mendapatkan keuntungan, tetapi ada ruang untuk meningkatkan efisiensi atau mengurangi biaya agar keuntungan lebih tinggi. Broiler chickens are now one of the best poultry commodities to develop because they are supported by product characteristics that are acceptable to all levels of society. Changes in selling prices often occur during the livestock business, this is due to the determination of selling prices based on market prices. Increases in feed prices are also often encountered by livestock in running their businesses. This study aims to analyze the business starting from the composition of costs, revenues, income and feasibility of broiler chicken farming with a partnership pattern in Tanah Datar Village, Rengat Barat District, Indragiri Hulu Regency. The partnership pattern provides convenience in terms of production and marketing through the support of the core company. The study was conducted at Erik Pesada Ginting Farm which is a partner of PT. Phokpan. The research method is in the form of case studies, observations, interviews, and documentation. The results of the study indicate that this business is feasible to run with an R/C ratio of 1.129 and a BEP production of 6,843.78 kg, BEP price of 14,371. The income per cycle is Rp 1,080,000,000 and the income is Rp 123,584,760. The biggest risk comes from fluctuations in feed prices and broiler chicken selling prices. This study shows that the broiler chicken farming business is quite efficient and profitable. Farmers still make a profit, but there is room to improve efficiency or reduce costs for higher profits