Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN SISTEM PELAYANAN FARMASI SATU PINTU Partini Partini; Tri Murti Andayani; Satibi Satibi
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.293

Abstract

Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 15 ayat 3 menyebutkan bahwa pengelolaan alat kesehatan, sediaan farmasi, dan bahan habis pakai di rumah sakit harus dilakukan oleh instalasi farmasi sistem satu pintu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien IFRS dr. Soeradji Tirtonegoro dan Apotek Kimia Farma, tingkat keterjaringan pasien, lost of profit dan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pelaksanaan sistem pelayanan farmasi satu pintu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yang bersifat analitik, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan dari kuesioner yang diperoleh dari manajemen dan staf rumah sakit sebanyak 98 orang untuk kuesioner pelaksanaan sistem farmasi satu pintu. Pasien yang menebus obat di instalasi farmasi rumah sakit sebanyak 345 orang dan Apotek Kimia Farma sebanyak 385 orang untuk kuesioner kepuasan pasien, serta data kunjungan pasien dan penjualan yang ada di rumah sakit. Analisis yang digunakan untuk pelaksanaan sistem farmasi satu pintu adalah dengan menggunakan pengujian secara parsial dengan t-test yang selanjutnya dilakukan analisis regresi sedangkan untuk kepuasan pasien menggunakan SERVQUAL/analisis gap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kepuasan pasien di instalasi farmasi masih lebih tinggi daripada di Apotek Kimia Farma. Tingkat keterjaringan pasien rawat jalan di instalasi farmasi pada bulan Januari sampai dengan Maret 2014 rata-rata sebesar 21,08%, dan lost of profit di instalasi farmasi adalah Rp. 623.255.384,- per bulan atau sekitar 26,87% dari total penjualan di rumah sakit. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pelayanan farmasi satu pintu yaitu administrasi (p=0,008) dan service delivery (p=0,028). Kata kunci: pelayanan farmasi, satu pintu, IFRS
TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG DILAKUKAN OLEH SUAMI TERHADAP ISTRI Partini Partini
Dinamika Vol 25, No 13 (2019): Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.221 KB)

Abstract

AbstrakRumah tangga adalah sebuah susunan atau jaringan yang hidup yang merupakan alam pergaulan manusia yang sudah diperkecil yang ditunjukkan untuk mengekalkan keturunan yang kemudian nantinya akan terbentuk sebuah keluarga. Dia bukan sekedar tempat tinggal belaka. Tetapi rumah tangga sebagai lambang tempat yang aman, yang dapat menentramkan jiwa, sebagai tempat latihan yang cocok untuk menyesuaikan diri, sebagai benteng yang kuat dalam membina keluarga dan merupakan arena yang nyaman bagi orang yang menginginkan hidup bahagia, tentram dan sejahtera. Bentuk – bentuk tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dapat dibagi menjadi empat, yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan kekerasan penelantaran rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga yang berbentuk kekerasan fisik, kekerasan ini memiliki arti perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, atau luka berat,seperti : memukul,menampar, mencekik dan sebagainya. Dalam perkara putusan No. 302/Pid.Sus/2018/PN.Lm bahwa terdakwa melakukan kekerasan dalam bentuk fisik dayang mengkibatkan korban mengalami luka memar pada pipi kiri, pipi kiri bagian bawah, bibir atas dan bibir bawah, akibat persentuhan/ atau kekerasan benda tumpul berdasarkan hasil visum et Repertum nomor : VER/FD/98/RSBLUMAJANG.Kata kunci: kekerasan domestik, korban, kekerasan seksual AbstrackA household is a living structure or network which is a reduced realm of human intercourse which is shown to perpetuate offspring which will later form a family. He is not just a place to live. But the household as a symbol of a safe place, which can reassure the soul, as a suitable training place to adapt, as a strong fortress in fostering a family and is a comfortable arena for people who want a happy, peaceful and prosperous life. Forms of criminal acts of domestic violence can be divided into four, namely physical violence, psychological violence, sexual violence, and domestic neglect. Domestic violence in the form of physical violence, this violence has the meaning of actions that cause pain, or serious injuries, such as: hitting, slapping, strangling and so on. In the case of decision No. 302 / Pid.Sus / 2018 / PN.Lm that the defendant committed violence in the form of a woman's maid caused the victim to experience bruising on the left cheek, lower left cheek, upper lip and lower lip, due to contact / or blunt force based on the results of post mortem et Repertum number: VER / FD / 98 / RSBLUMAJANG.Keywords: domestic violence, victim, sexual violence
Stres Akademik Mahasiswa Ditinjau dari Motivasi Berprestasi, Kemampuan Adaptasi dan Dukungan Sosial pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Wenny Nabila Inayati; Nanik Prihartanti; Partini
Abdi Psikonomi Vol 3, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.vi.749

Abstract

This research focuses on academic stress which is a complex problem for college student in implementing online learning activities during the Covid-19 pandemic. Based on literature review, achievement motivation, adaptability, and social support are thought to be factors that influence college students academic stress. The purpose of this study was to determine the relationship: (1) achievement motivation, adaptability, and social support with college student academic stress, (2) achievement motivation with college student academic stress, (3) adaptability with college student academic stress, (4) social support with college student academic stress. This study uses a correlational quantitative approach and the population is college students S1 Muhammadiyah University of Surakarta. The sampling technique is cluster random sampling. Analysis of the data obtained using multiple regression analysis techniques with the help of Statistical Package for Social Sciences (SPSS) program. The results of this study indicate that: (1) there is a significant relationship between achievement motivation, adaptibility and social support with college student academic stress (p=0,000 ? 0,01), (2) there is a negative and significant relationship between achievement motivation with college student academic stress (rx1y= -0,154, p=0,000 ? 0,01), (3) there is a negative and significant relationship between adaptability with college student academic stress (rx2y= -0,493, p=0,000 ? 0,01), (4) there is a negative and significant relationship between social support with college student academic stress (rx3y= -0,111, p=0,036 ? 0,05).
Dukungan Orang Tua saat Pembelajaran Daring pada Siswa MIN 6 Sukoharjo Faqih, Muhammad Jundi Al; Partini; Daliman; Sudinadji, M.B.; Mumpuni, Kistantia Elok
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 1, No. 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v1i4.30

Abstract

Belajar di rumah selama pandemi merupakan suatu aktivitas yang tidak bisa dihindari oleh anak-anak sekolah dari berbagai tingkatan sekolah, semua media pembelajaran menjadi terfokus pada sistem daring atau online sebagai penghubung antara pihak guru kepada murid dan wali murid. Orang tua menjadi terlibat aktif dalam proses belajar anak dalam memahami materi dan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran orang tua dalam memberikan pendampingan terhadap anak selama belajara di rumah (pembelajaran daring) selama pandemi. Responden dalam penelitian ini adalah orang tua (ibu) yang bekerja, berusia 30-43 tahun, dan memiliki 2-3 orang anak. Responden terdiri dari 4 orang wali murid dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 Sukoharjo, pengambilan data melalui wawancara langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa di masa pandemi orang tua (ibu) berperan aktif menggantikan sosok guru saat belajar dari rumah serta memastikan fasilitas penunjang seperti hp dan laptop selalu siap digunakan oleh anak. Interaksi antara orang tua (ibu) dan anak menghadirkan kedekatan fisik serta emosional dan komunikasi yang hangat, sehingga terbangun pemahaman anak tentang nilai dan norma hidup.
ESKATOLOGI ISLAM DALAM SYAIR IBARAT DAN KHABAR KIAMAT Islamic Eschatology in Syair Ibarat and Khabar Kiamat Novi Setyowati; Nuraini Isti Kusumah; Partini Partini; Puput Puji Lestari; Umi Amanah; Bani Sudardi; Roch Aris Hidayat
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.739 KB) | DOI: 10.18784/smart.v3i2.524

Abstract

Eschatology is a doctrine of theology concerned with the end of the world or end times. It is futuristic, that is to say, a doctrine directed to the future. Islam has pillars that everyone must have or often referred to as the pillars of faith. One of which is the belief in things that will happen in the future, especially life after death. Discussion about life after death is included in eschatology. This study is intended to describe the content of classical Malay texts; Syair Ibarat and Khabar Kiamat. The study of this text is done by approaching the eschatological concepts contained in the text. The findings are that this poem contains eschatological concepts, namely (1) death, (2) barzakh (a period or state between death and resurrection), (3) kiamat (doomsday), (4) resurrection day, (5) mahsyar (6) heaven, and (7) hell. The study of the concept of eschatology in the classical Malay texts of Syair Ibarat and Khabar Kiamat is a means to convince human beings about life after death.
PENGGUNAAN OBAT HERBAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS DI MASA PANDEMI COVID-19 Sutaryono; Galuh Wening Kusuma; Partini
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : UNIVRSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 termasuk penyakit sindrom pernapasan akut yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Untuk menghindari penyakit tersebut diperlukan imunitas bagi tubuh, salah satunya penggunaan obat herbal. Oleh karena itu diperlukan kajian terkait pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap perilaku konsumsi obat herbal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel yang digunakan untuk mempersempit populasi adalah Purposive Sampling di mana teknik pengambilan sampel yang dibutuhkan adalah dengan metode Disproportional Stratified Random Sampling. Sampel yang digunakan adalah masyarakat dukuh Kalijaran, desa Bawak, kecamatan Cawas sebanyak 92 responden dari 123 responden yang memenuhi kriteria. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Kendalls tau_b. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan obat herbal dan terdapat hubungan sikap dengan perilaku penggunaan obat herbal di mana keduanya memiliki hubungan yang signifikan (p=0,000), sehingga perlu peningkatan pengetahuan terhadap pentingnya konsumsi obat herbal yang memenuhi ketentuan
PENGGUNAAN OBAT HERBAL UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS DI MASA PANDEMI COVID-19 Sutaryono; Galuh Wening Kusuma; Partini
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13 No 2 (2022): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v13i2.608

Abstract

Covid-19 termasuk penyakit sindrom pernapasan akut yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Untuk menghindari penyakit tersebut diperlukan imunitas bagi tubuh, salah satunya penggunaan obat herbal. Oleh karena itu diperlukan kajian terkait pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap perilaku konsumsi obat herbal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel yang digunakan untuk mempersempit populasi adalah Purposive Sampling di mana teknik pengambilan sampel yang dibutuhkan adalah dengan metode Disproportional Stratified Random Sampling. Sampel yang digunakan adalah masyarakat dukuh Kalijaran, desa Bawak, kecamatan Cawas sebanyak 92 responden dari 123 responden yang memenuhi kriteria. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Kendalls tau_b. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan obat herbal dan terdapat hubungan sikap dengan perilaku penggunaan obat herbal di mana keduanya memiliki hubungan yang signifikan (p=0,000), sehingga perlu peningkatan pengetahuan terhadap pentingnya konsumsi obat herbal yang memenuhi ketentuan
Tantangan Menjadi Penyuluh Kekinian di Era Disrupsi Partini; Sri Peni Wastutiningsih; Novendra Cahyo Nugroho; Siti Fatonah
Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/20202446998

Abstract

Perkembangan sektor pertanian saat ini dihadapkan dengan berbagai dilema terkait dengan revolusi teknologi 4.0, seperti disrupsi, perubahan iklim, pandemi Covid-19, bencana alam, kemiskinan dan kecukupan pangan nasional. Tantangan ini memerlukan respons dari berbagai pihak dan para pemangku kepentingan, khususnya penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di sektor ini. Berbagai permasalahan masih menyelimuti keberadaan penyuluh pertanian baik secara kualitas maupun kuantitas, mulai dari penguasaan dan akses pada teknologi informasi, kebijakan, pembiayaan, akses pasar serta dinamika kelembagaan yang terus mewarnai kinerja penyuluh pertanian. Berkembangnya digitalisasi pertanian diharapkan dapat membantu penyuluh pertanian bersikap lebih inovatif, adaptif, kolaboratif, dan profesional dalam menjalankan profesinya agar eksistensinya tidak tersisih dan terabaikan dari laju percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan penyuluh pertanian agile di Yogyakarta dan sekitarnya dalam menghadapi revolusi 4.0. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan konstruktivisme kritis. Informan dalam penelitian ini terdiri dari penyuluh pertanian dan petani. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak sembilan informan, dengan enam informan merupakan penyuluh pertanian dan tiga informan merupakan petani. Informan berasal dari dua kabupaten, yaitu Kabupaten Klaten dan Kabupaten Bantul. Setidaknya terdapat tiga tantangan penyuluh, yaitu: (1) Kurangnya kemampuan berkaitan dengan digitalisasi dan gawai, sebagian penyuluh tidak percaya diri; (2) Dukungan biaya operasional yang dirasa kurang dalam mendukung operasional Balai Penyuluh Pertanian; dan (3) Banyaknya aplikasi akibat digitalisasi yang justru memberikan administratif yang berdampak pada kinerja penyuluh. Penelitian ini menyimpulkan: (1) Penyuluh profesional dituntut dapat menyesuaikan diri dan perannya sesuai dengan perkembangan dan perubahan peradaban manusia yang selalu didukung oleh perkembangan teknologi digital; (2) Kunci utama sebagai penyuluh profesional adalah mengedepankan pendekatan yang humanis melalui pendekatan interpersonal. Dukungan anggaran dan kebijakan juga diperlukan dalam rangka mewujudkan penyuluh profesional di era kekinian.
Promosi Kesehatan Mental melalui Pelatihan Keterampilan Sosial pada Warga Pondok pesantren Hertinjung, Wisnu Sri; Partini; Lusi Nuryanti; Nisa Rahmah Nur Anganthi; Intan Pramesti Rochana; Mahasri Shobabiya
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i1.2818

Abstract

Social skills are an important aspect that needs to be developed for students because they are a protective factor in creating mental health. It's just that this is one aspect that is still underdeveloped in students. Social skills can be instilled in individuals in various ways, one of which is through training. This community service activity is in the form of Training for Trainers, which aims to increase the capacity of stakeholders to have higher social skills so that they can become role models for students. Participants involved in this activity were administrators, teachers, and caregivers of 30 students. The training lasted 2 meetings, each 3 hours. The training material includes adolescent dynamics, social skills, and the implementation of social skills through the FRESH values, which is an acronym for Friendly (friendly, likes to make friends), Respect (respect), Empathy (empathy or mutual understanding), Smile (smile or friendly to everyone), as well as Humble (humble and not feeling superior to others). The effectiveness of the training was measured using a questionnaire to determine improvements in FRESH implementation. Data were analyzed using central tendency statistics and described narratively. The results show that there has been an increase in the application of FRESH values among dormitory managers, teachers, and caregivers. This improvement is the key to continuous change towards more comfortable and harmonious conditions in Islamic boarding schools, considering that boarding school managers, teachers, and caretakers are the main role models for students while living in Islamic boarding schools. It can be concluded that social skills training through training for trainers has proven effective in improving the social skills of managers, teachers, and caregivers as role models to be imitated by students.
Pengelolaan Perkebunan Berkelanjutan yang Berkearifan Lokal di Lahan Basah Partini; Noer, Melinda; Suliansyah, Irfan; Devianto, Dodi
Jurnal Galung Tropika Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v13i3.1293

Abstract

Wetlands are essential in economic and ecological systems, especially in tropical regions. Economically, this land has the potential to be used for agriculture, fishery plantations, and animal husbandry. Ecologically, wetlands are ecosystems that are rich in biodiversity and function as carbon sinks, natural water filters, and providers of natural resources for surrounding communities. The management approach must involve not only modern technology but also local wisdom to realize sustainable plantations in wetlands. Local practices in wetland management that support sustainable plantations include local knowledge in choosing adaptive commodities, fire prevention, agroforestry systems, togetherness in society, rituals, traditions and community beliefs, cooperation in communities, and customary law. The wisdom values contained in this practice include respect for the environment, collaboration within the community, preservation of heritage and culture, adaptability and resistance to change, spiritual values, and respect for ancestors.