Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Integrating phosphate-solubilizing fungi and moderate phosphorus application for sustainable corn production Prastowo, Sigit; Wulanjari, Distiana; Kurnianto, Agung Sih; Kusumawati, Ati; Widjayanthi, Lenny; Ibanah, Indah
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 2 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v53i2.62734

Abstract

Corn (Zea mays) is a vital staple crop and the second-largest agricultural commodity in Indonesia. However, productivity remains suboptimal, often due to nutrient imbalances, particularly in phosphate-rich soils where availability to plants is limited. This study aimed to assess the effects of reducing phosphate fertilizer by 50% in combination with bioagents Trichoderma harzianum, Metarhizium anisopliae, and arbuscular mycorrhizal fungi on key agronomic traits of corn. A randomized block design was employed to measure parameters including root volume, root-to-shoot ratio, leaf width, and seed sphericity. Results showed that applying 50% phosphate fertilizer alone yielded the highest root volume (70.00±18.19 mL) and root-to-shoot ratio (0.50±0.32), suggesting improved root development. In contrast, treatment with Metarhizium produced the widest leaves (10.14±0.30 cm) but showed the lowest values for root volume and root-to-shoot ratio. These findings highlight the potential of combining moderate phosphate input with beneficial bioagents to improve corn performance in marginal soils. The approach offers a cost-effective and environmentally sustainable alternative for managing nutrient imbalances. Further studies on long-term effects and economic feasibility are recommended to support wider adoption of these practices in sustainable agriculture. Keywords: maize; Metharizium; nutrient management; sustainable agriculture; Trichoderma
Pendampingan Petani untuk Mendorong Perubahan Menuju Praktek Pertanian Berkelanjutan Kusmiati, Ati; Ibanah, Indah; Widjayanthi, Lenny; Kurnianto, Agung Sih; Wulanjari, Distiana; Prastowo, Sigit; Wijayanto, Yagus
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 2 (2023): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i2.3629

Abstract

Saat ini umumnya petani menggunakan bahan kimiawi relatif berlebihan pada kegiatan budidaya pertanian pangan. Hal ini akan menimbulkan kerusakan lingkungan dan penurunan pendapatan petani dalam jangka panjang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pertanian berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan kondisi lingkungan sehingga keberlanjutan ekonomi dan ekologi tetap terjaga. Namun, butuh pendampingan untuk merubah perilaku petani dalam menggunakan bahan kimiawi menjadi bahan organik. Adapun tujuan pengabdian ini adalah untuk memotret praktek pertanian berkelanjutan yang telah dilakukan petani dan meningkatkan motivasi petani dalam menerapkan pertanian berkelanjutan. Sasaran pengabdian ini adalah Gapoktan Pontang Makmur Sejahtera Desa Pontang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan penyuluhan dan pendampingan selama bulan Juni sampai September 2023. Penyampaian materi disampaikan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan konsultasi. Petani menerapkan beberapa praktek pertanian berkelanjutan seperti penggunaan pupuk organik, rotasi tanaman, pengolahan lahan dan agroforestry. Hasil penyuluhan dan pendampingan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi petani dalam menerapkan berbagai praktek pertanian berkelanjutan.
KORELASI TINGKAT PENGHINDARAN RISIKO DENGAN ECONOMIC WELLBEING PETANI PADI Yanuarti, Rizky; Ibanah, Indah; Lutfiyah, Lenny; Mutmainah, Laily; Suwandari, Anik; Rokhani, Rokhani
Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia (JPSTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpsti.v1i2.166

Abstract

Farmers' attitudes and perspectives towards risk will be reflected in their decision-making and will be related to risk aversion levels. Recognizing farmers' attitudes towards risk will be beneficial in providing innovative product development according to farmers' needs. The development of a farmer protection system against risks has been carried out by the Indonesian government in the form of Rice Farming Insurance (AUTP). This study aims to analyze risk aversion level (RAL) and measure its relationship to farmers' economic well-being which is illustrated by the income of rice farmers in Wuluhan, Jember Regency. Multiple price list designs were used to analyze RAL and Pearson analysis was employed to measure their correlation. The results showed that farmers tend to show a relatively high level of risk aversion, in which 36.923% of farmers prefer to insure their entire land (option A). Meanwhile, only 2.308% prefer not to insure their land (option F). Pearson correlation value is 0.69, it can be interpreted that an increase in income will be followed by an increase in the RAL value meaning that the level of risk aversion decreases. The research results are useful for policymakers, especially risk in the agricultural sector to determine innovation in optimizing the implementation of AUTP
Pemberdayaan Masyarakat Peternak Kambing Melalui Disemenasi Feed Additive Daun Gamal di Desa Klungkung, Kabupaten Jember Soliha Hani, Evita; Ridjal, Julian Adam; Utami, Ratih Apri; Ibanah, Indah; Yulianto, Roni; Widuri, Laily Ilman; Alfarisy, Fariz Kustiawan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5560

Abstract

ood security is a national issue including the production of quality ruminants. The main problem in this case is the low quality of animal feed and climate change factors that feed availability is inadequate. Feed additive technology is one of solution to produce feed with high nutritional. The aim of this activity is to empower the community to downstream technology through the introduce of gamal leaf feed additive technology. The location is located in Klungkung Village, Sukorambi District, Jember Regency. The first step carried out was socialization and training on making feed additives on gamal leaves to ensure the quality and availability of additive feed. The implementation used in this acitivy is community participation and training. To find out the achievements of this socialization activity, a pre-test and post-test were made regarding farmers' understanding of the gamal leaf feed additive. The results of this community service activity show an increase in knowledge regarding gamal leaf feed additive technology from 20% to 100%. The implementation of socialization and training on making feed additives from gamal leaves went well, community participation was very good as reflected in the presence of breeders until the end of the activity in a condition of constant numbers and active discussions.
INOVASI KREATIF BERBASIS DIGITAL MARKETING PADA UMKM KRUPUK RENGGINANG DI DESA TREBUNGAN KECAMATAN MANGARAN – SITUBONDO Supriono, Agus; Maulana, Edwin Tri; Ibanah, Indah; Yanuarti, Rizky; Maharani, Ariq Dewi
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minimnya kesadaran pelaku UMKM terhadap dampak yang didapatkan ketika menerapkan teknologi internet dan jejaring sosial dalam memasarkan produk, membuat pelaku UMKM di Desa Trebungan - Kecamatan Mangaran - Kabupaten Situbondo – Provinsi Jawa Timur, kesulitan membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon pelanggan. Hal ini membuat pelaku UMKM hanya mengandalkan pemasaran konvensional seperti metode pemasaran yang dilakukan dari mulut ke mulut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada badan usaha UMKM (2) Mengembangkan kewirausahaan pemanfaatan hasil pertanian di dusun Sokaan Utara. Metode melakukan operasi terdiri dari beberapa langkah, khususnya sebagai berikut: (1) observasi; (2) Implementasi; (3) Evaluasi. Dengan memberikan edukasi tentang usaha inovatif dengan pemasaran digital marketing dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, meningkatkan kapasitas usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan potensi desa. Kata Kunci : pelaku usaha, Rengginang, jejaring sosial, pemasaran online Abstract The lack of awareness of MSME actors about the impact that is obtained when applying internet technology and social networking in marketing products, makes it difficult for MSME actors in Trebungan Village - Mangaran District - Situbondo Regency - East Java Province to build relationships and trust with potential customers. This makes MSME actors only rely on marketing conventions such as word of mouth marketing methods. The objectives of this community service activity are (1) Providing knowledge and skills to MSME business entities (2) Entrepreneurship in the utilization of agricultural products in North Sokaan Hamlet. The method of carrying out the operation consists of several steps, in particular the following: (1) observation; (2) Implementation; (3) Evaluation. By providing education about innovative businesses with digital marketing, it can improve community skills, increase business capacity and increase community income by utilizing village potential. Keywords : business actors, Rengginang, social networking, digital marketing.
Identifikasi Sumber-Sumber Risiko Usaha Susu Perah CV. Indo Dairy Fresh Kabupaten Banyuwangi Zahrosa, Dimas Bastara; Wardana, Azizah Mulia; Hani, Evita Soliha; Ibanah, Indah; Sari, Sasmita
KUBIS Vol 5 No 02 (2025): November
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v5i02.4985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda dalam memulai usaha ternak domba di Kabupaten Jember, mengingat rendahnya regenerasi peternak muda yang menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor peternakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik biner untuk menguji pengaruh pengalaman, motivasi, dukungan keluarga, modal, dan media sosial terhadap minat berwirausaha ternak domba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat pemuda. Sementara itu, pengalaman, dukungan keluarga, modal, dan media sosial tidak memberikan pengaruh signifikan, bahkan beberapa menunjukkan kecenderungan negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa tantangan praktis di lapangan, preferensi keluarga terhadap pekerjaan non-agraris, serta paparan media sosial yang kurang mendukung dapat menurunkan minat berwirausaha di sektor peternakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan motivasi internal generasi muda melalui pembelajaran yang relevan, pengalaman praktik yang lebih konstruktif, serta peningkatan akses informasi dan dukungan permodalan agar minat berwirausaha ternak domba dapat berkembang.
Optimalisasi Produktivitas Kakao Rakyat melalui Penanganan Bahan Tanam PCC dan Penerapan GAP di Desa Wonorejo Rahman, Rena Yunita; Rosyady, Muhammad Ghufron; Ibanah, Indah; Savitri, Dyah Ayu
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6931

Abstract

Wonorejo Village, Kencong District, Jember Regency, has great potential for developing smallholder cocoa. In 2020, the village received 3.5 hectares of cocoa seedlings from the Jember Regency Government. Plants have now begun to produce, but farmers face several obstacles, including difficulties in handling Primary Clonal Cocoa (PCC) planting materials and increasing Cocoa Pod Borer (CPB) attacks. Furthermore, most farmers do not fully understand the application of Good Agricultural Practices (GAP), resulting in plantation productivity not reaching its optimal potential. This Community Service Program (PkM) aims to increase farmers' capacity in implementing GAP and PCC management techniques to increase productivity and plant resistance to CPB attacks. Activities were carried out through several stages, including socialization of the prospects for developing smallholder cocoa, training and practice on pruning, fertilization, rorak making, and direct field assistance. The results of the activities show an increase in farmers' knowledge and skills in good cocoa cultivation, marked by improvements in PCC planting material handling techniques and more consistent application of GAP. The survival rate of cocoa seedlings after mentoring exceeded 80%, accompanied by a decrease in the intensity of CPB attacks, as observed in the field. Farmers responded very positively to this program, as the mentoring helped improve cultivation practices and increase yields. Overall, this program contributed to promoting Wonorejo Village as a central village and a pilot project for smallholder cocoa farming in Jember Regency. Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember memiliki potensi besar dalam pengembangan kakao rakyat. Pada tahun 2020, desa ini menerima bantuan bibit kakao seluas 3,5 ha dari Pemerintah Kabupaten Jember. Saat ini tanaman telah mulai berproduksi, namun petani menghadapi sejumlah kendala seperti kesulitan dalam penanganan bahan tanam Primary Clonal Cocoa (PCC) serta meningkatnya serangan Penggerek Buah Kakao (PBK). Selain itu, sebagian besar petani belum memahami secara utuh penerapan Good Agricultural Practices (GAP), sehingga produktivitas kebun belum mencapai potensi optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan GAP dan teknik pengelolaan PCC guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan tanaman terhadap serangan hama PBK. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi prospek pengembangan kakao rakyat, pelatihan dan praktik pemangkasan, pemupukan, pembuatan rorak, serta pendampingan langsung di lapangan.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya kakao yang baik, ditandai dengan perbaikan teknik penanganan bahan tanam PCC dan penerapan GAP secara lebih konsisten. Persentase hidup bibit kakao setelah pendampingan mencapai lebih dari 80%, disertai penurunan intensitas serangan PBK berdasarkan pengamatan lapangan. Respon petani terhadap kegiatan ini sangat positif karena pendampingan membantu memperbaiki praktik budidaya dan meningkatkan hasil panen. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam mendorong Desa Wonorejo menjadi Desa Sentral dan percontohan kakao rakyat di Kabupaten Jember.
KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK INVESTASI PENGEBUNAN JERUK KEPROK TEJAKULA DI WILAYAH KABUPATEN BANYUWANGI: Financial Feasibility of The Tejakula Tangerine Plantation Investment Project in Banyuwangi Regency Supriono, Agus; Faisal, Ahmad; Hidayati, Dwi Ratna; Ibanah, Indah; Magfiroh, Illia Seldon; Maharani, Ariq Dewi
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254960

Abstract

Sejak mulai tahun 2014, sejumlah petani jeruk Siam di Desa Temurejo yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi mulai mengganti tanaman jeruk Siamnya ke jeruk keprok Tejakula. Peralihan jenis komoditas ini mendukung kebijakan Direktoral Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Akan tetapi, perkembangan pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk keprok Tejakula yang diusahakan secara monokultur tersebut kurang maksimal dibandingkan dengan perkembangan pertumbuhan dan produksi jeruk keprok Tejakula di wilayah Provinsi Bali, yang merupakan daerah asal plasma nutfah jeruk keprok Tejakula ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur di wilayah Kabupaten Banyuwangi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha teridentifikasi layak. Selanjutnya, apabila terjadi penurunan jumlah produksi dan harga hingga 5%, serta kenaikan biaya operasional variabel hingga 5% (dimana faktor lainnya dianggap konstan), secara finansial proyek investasi juga masih teridentifikasi layak. Faktor penurunan jumlah produksi dan harga produksi, relatif lebih sensitif dalam memberikan respon (pengaruh) terhadap kondisi kelayakan finansialnya. Kata kunci: Jeruk Keprok Tejakula, Kelayakan Finansial, Monokultur, Investasi. Since 2014, Siam tangerine farmers in Temurejo Village, located in Banyuwangi Regency, have begun transitioning from Siam tangerine cultivation to Tejakula tangerine. This commodity shift aligns with agricultural policy set by the Directorate General of Horticulture, Ministry of Agriculture. However, the growth and yield performance of Tejakula tangerine cultivated in monoculture systems in Banyuwangi has been suboptimal compared to its development in Bali Province—the origin of the Tejakula tangerine germplasm. This study aims to assess the financial feasibility of a monoculture Tejakula tangerine plantation investment project in Banyuwangi Regency. The findings indicate that, financially, the investment is viable on a per-hectare basis. Furthermore, even under a scenario of a 5% decline in both yield and market price, coupled with a 5% increase in variable operational costs (assuming other factors remain constant), the project remains financially feasible. Among these variables, reductions in yield and price are relatively more sensitive in influencing the project's financial viability. Keywords: Tejakula Tangerine, Financial Feasibility, Monoculture, Investment.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN BUSINESS MODEL CANVAS AGROINDUSTRI COCOFIBER CV. SUMBER SARI KABUPATEN JEMBER Bahayyil, Fadhil; Apri Utami, Ratih; Soejono, Djoko; Ibanah, Indah
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.61-75

Abstract

Agroindustri CV. Sumber Sari merupakan agroindustri di Kabupaten Jember yang konsisten dari tahun 2000 mengolah sabut kelapa menjadi cocofiber. Banyaknya limbah kelapa yang ada di Kabupaten Jember dapat meningkatkan potensi CV. Sumber Sari untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk yang bernilai. Permasalahan pada CV. Sumber Sari antara lain adalah tenaga kerja tidak tetap, teknologi terbatas, cuaca dan belum adanya kontrak kemitraan dalam jangka panjang. Metode Hayami digunakan untuk mengukur besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan sabut kelapa menjadi cocofiber. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mengetahui 9 elemen kunci yang dapat mempermudah pebisnis dalam mendeteksi kondisi perusahaan serta untuk mengetahui keunggulan bersaing perusahaan. Hasil analisis pendekatan Business Model Canvas (BMC) pada agroindustri CV. Sumber Sari adalah harus memperbaiki beberapa blok dari BMC, diantaranya adalah (a) key partnerships, dengan menambah kemitraan (b) Key Resources, yaitu menggunakan teknologi produksi untuk pengeringan cocofiber dan membuat SOP untuk tenaga kerja.