Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Granul Effervescent dari Kombinasi Ekstrak Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) dan Kunyit Kuning (Curcuma longa L.) Ni Made Dharma Shantini Suena; I Gede Made Suradnyana; Rr. Asih Juanita
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v7i1.1498

Abstract

Adanya radikal bebas di dalam tubuh manusia dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif. Radikal bebas dapat ditangkal dan diredam dengan pemberian antioksidan atau mengkonsumsi antioksidan. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kunyit (Curcuma longa L.) dan kunyit putih (Curcuma zedoaria) menunjukkan adanya efek antioksidan. Penelitian ini memformulasikan sediaan granul efervesen kombinasi ekstrak kunyit dan kunyit putih untuk dapat memberikan aktivitas antioksidan yang kuat, dengan menggunakan bahan pengikat berupa tween 80. Pengujian yang dilakukan meliputi pengamatan organoleptik, evaluasi pH, evaluasi daya alir dan evaluasi kadar air. Uji aktivitas antioksidan sediaan granul efervesen dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil uji sudut istirahat didapat rata-rata 25,02° dimana syarat sudut istirahat yang baik adalah 25°-40°. Pada pengukuran pH didapat hasil pH sediaan adalah 4,5. Hasil pengujian untuk kandungan lembab granul basa didapat rata-rata 5,49%, sedangkan granul asam didapat rata-rata 1,10%. Hasil ini belum memenuhi syarat untuk sediaan granul efervesen dimana syarat kelembaban adalah 0,4-0,7%. Evaluasi kelarutan mendapatkan hasil sebesar rata-rata 1,23±0,015 menit. Aktivitas antioksidan sediaan granul efervesen memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 adalah 13,056 ppm. Namun sediaan granul efervesen kombinasi kunyit dan kunyit putih belum memenuhi persyaratan mutu fisik yang baik dikarenakan masih memiliki kelembaban yang sangat tinggi.
Formulasi Spray Gel Minyak Atsiri Kayu Cendana (Santalum album L.): sebagai Salah Satu Kandidat Sediaan Anti Inflamasi Yeni Cendana; Ketut Agus Adrianta; Ni Made Dharma Shantini Suena
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v7i2.2272

Abstract

Secara empiris Cendana (Santalum album L.) digunakan sebagai antidepresan, antiinflamasi, antijamur, astringent, obat penenang, insektisida, dan antiseptik. Penggunaan tanaman obat dapat ditingkatkan kenyamanannya dengan memformulasikan dalam bentuk sediaan obat. Salah satu sediaan topikal yang cocok untuk inflamasi adalah spray gel. Sediaan spray ini lebih praktis dalam penggunaannya dan juga lebih aman sebab tingkat kontaminasi mikroorganisme lebih rendah karena penggunaannya yang disemprotkan tanpa kontak langsung dengan tangan seperti halnya sediaan topikal lainnya. Konsistensi gel yang memiliki daya lekat cukup tinggi membuat waktu kontak obat yang relatif lebih lama dibanding sediaan lainnya. Pada pembuatan spray gel dengan kandungan minyak atsiri diperlukan adanya emulsifying agent. Carbopol sebagai emulsifying agent yang dipilih dalam formulasi spray gel minyak atsiri cendana, akan dapat menstabilkan zat aktif berbentuk minyak dalam basis berair dengan cara menurunkan tegangan permukaan fase air dan fase minyak. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium murni dengan observasional eksperimental. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan skala pengamatan dan pengukuran. Pengamatan diakukan terhadap organoleptik dan homogenitas sediaan, serta pengukuran dilakukan terhadap pH, pola penyemprotan, daya sebar lekat dan stabilitas mekanik. Dilakukan analisis statistik terhadap data hasil uji bobot pola penyemprotan dan dilanjutkan dengan uji independent t-test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi spray gel minyak atsiri kayu cendana (Santalum album L.) dengan variasi carbopol 0,1% (F1) memiliki pola penyemprotan yang baik, dan dengan carbopol 0,3% (F2) memiliki daya lekat yang baik.
Evaluasi Mutu Fisik dan Uji Hedonik Krim Minyak Cendana (Santalum album L.) sebagai Antiinflamasi Ni Made Dharma Shantini Suena; Ni Luh Wayan Mudia Ariani; Ni Putu Udayana Antari
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v8i1.3425

Abstract

Inflammation is the body's defense response used to fight agents that cause cell damage in an organism. One source of natural ingredients whose content can be developed as an anti-inflammatory with low side effects is Sandalwood (Santalum album L.). The pharmaceutical preparation chosen for the development of Sandalwood oil as an anti-inflammatory is a cream, because of its several advantages, namely, it is more convenient, practical, easy to use, not sticky, and easy to wash with water so it is easy to clean. The purpose of this study was to determine the physical quality of sandalwood oil cream using two variant concentrations of surfactant sodium lauryl sulfate 1.5% (F1) and 2.5% (F2) as an emulsifying agent, as well as to determine consumer perceptions of sandalwood oil cream. In ensuring pharmaceutical quality, the preparations made must meet several physical parameters including organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, mechanical stability tests, dispersibility tests, and hedonic tests. To find out whether there is a significant difference between F1 and F2, statistical data processing of cream physical quality was performed using SPSS 20 with an unpaired T-test if the data were normally distributed, and if the data were not normally distributed, the Mann-Whitney test was performed. The results of the research that has been carried out show that overall the two cream formulas have good physical quality and are quite liked by the panelists. From the results of the organoleptic test, homogeneity test, and pH test, it is known that F1 and F2 have no difference, and the results of the dispersion test and hedonic test show that there is no significant difference between F1 and F2.
ANALYSIS OF PT. ARJUNA YOGA SAKTI PERFORMANCE BASED ON BALANCED SCORECARD METHOD Ni Made Dharma Shantini Suena; Achmad Fudholi; Satibi Satibi
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 2, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.57

Abstract

Balanced Scorecard (BSC) is a comprehensive and coherent framework to translate the vision and mission of a company into a unified set of performance measures. PT. Arjuna Yoga Sakti is one company which produces cosmetics in the form of pharmaceutical preparations of herbal ingredients. The aim of this research is to identify the performance of PT. Arjuna Yoga Sakti through the BSC performance measurement, using the four perspectives namely financial, customer, internal business processes, as well as the learning and growth. This research is a descriptive research according to the level of explanation of its qualitative and quantitative data. Ten indicators are measured based on the four perspectives of BSC, which are the research variables. Eight indicators examined through in-depth interviews with stakeholders in this case the company owner. Two other indicators, i.e. customer satisfaction and employee satisfaction, examined using a questionnaire with research subjects were 100 customers that are sampled by purposive sampling, and using all employees of the company (saturated sampling). The questionnaire previously tested its validity and reliability using item analysis and Cronbach Alpha in SPSS for Windows version 12th. The result of performance measurement of PT. Arjuna Yoga Sakti using the four BSC perspectives is pretty good. Productivity per employee per month which is pretty high (8.84 million/month) and job satisfaction of employees is pretty good (Likert scoring 3.61) supports the production of cosmetic products both in sufficient time to be able to satisfy the customer (Likert scoring 4.15) and also encourage the growing number of customers (customer growth 20%). This gives a pretty good profit (ROI 36%, ROE 45%; Total Assets Turnover rate 1.4 times) for the company to continue to improve its performance is supported by adequate information systems. Key word: PT. Arjuna Yoga Sakti, the company’s performance, Balanced Scorecard
SOSIALISASI CEK KLIK (KEMASAN, LABEL, IZIN EDAR, KADALUARSA) UNTUK MENDUKUNG PENGGUNAAN OBAT DENGAN AMAN DAN CERMAT DI ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 Ni Made Dharma Shantini Suena; Debby Juliadi; I Gede Made Suradnyana; Rr. Asih Juanita; Nyoman Budiartha Siada; Ni Putu Udayana Antari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i11.1853

Abstract

Masyarakat dapat mengetahui keamanan dan mutu obat, serta kesesuaiannya dengan keluhan yang diderita, dengan cara mencermati dengan baik informasi obat sebelum digunakan. Cek KLIK merupakan Slogan yang dicetuskan oleh BPOM yang merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluarsa, dari obat maupun olahan pangan yang akan dikonsumsi. Namun sebagian masyarakat belum mengetahui dengan baik langkah-langkah Cek KLIK maupun pentingnya melakukan hal ini demi menjamin penggunaan obat dengan tepat dan aman. Pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi sediaan farmasi khususnya suplemen kesehatan demi menjaga imunitas dalam menghadapi pandemi. New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktifitas ekonomi sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi. New normal diberlakukan di Indonesia sejak awal Juni 2020. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang aman, cermat, dan bermutu di masa new normal pandemi COVID-19, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi Cek KLIK sediaan obat.
Efektivitas Sediaan Krim dari Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr.) sebagai Antiinflamasi I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani; Ni Nyoman Wahyu Udayani; Erna Cahyaningsih; Maria Daniela Tupa Hokor; Ni Made Dharma Shantini Suena
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v9i1.5257

Abstract

Inflammation is the mechanism of the body's defense by secreting inflammatory mediators, including bradykinin, prostaglandins, serotonin, and histamine, due to physical or chemical stimuli. Generally, inflammation initiates the body's response to the effect of damaged tissue, for example, in the wound healing process. In Usada Bali, dadap serep leaves were used for wound healing. The design of this study was a randomized control group pretest-posttest design. The anti-inflammatory test of dadap serep leave extract cream used four groups, including KN (negative control), KP (positive control), KF1 (Formula 1 group), and KF2 (Formula 2 group), with a total of 24 rats. Tukey’s analysis showed a significant difference between KN and KP, KF1, and KF2 with significant values (0.031; 0.000; 0.000), respectively. There are significant differences in KP with KF1 and KF2 with significant values (0.050 and 0.021), respectively. In KF1 with KF2, there is no significant difference with the sig value. 0.975. From the research, it can be concluded that the cream of ethanol extract of dadap serep leaves with a concentration of 20% could provide an anti-inflammatory effect in carrageenan-induced rat models.
Pelatihan Membuat Hand Sanitizer dan Obat Kumur Herbal kepada Siswa SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar I Gede Made Suradnyana Suradnyana; Ni Made Dharma Shantini Suena; Debby Juliadi
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.443 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1464

Abstract

The prolonged Covid-19 pandemic has caused a decrease in income and an increase in expenditure to maintain body immunity and implement health protocols. One of the affected community groups is students of SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar, so many students are in arrears of school fees. Efforts need to reduce family expenses, especially for health protocols and body immunity. One of the efforts is to provide training in making handsanitizer and mouthwash from herbs. The training aims to enable students to make handsanitizer and mouthwash as well as health drinks that can be used by themselves and their families. Thus students can reduce the burden on the family, especially spending on implementing health protocols. The training lasted for two days, taking place at SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar and was attended by 22 participants. The training was carried out in two stages, explanations and discussions regarding handsanitizers and mouthwashes which were held on May 24 2022, followed by practice on making preparations on May 28 2022. Before and after the training, tests were carried out to determine the participants' level of knowledge regarding handsanitizers and mouthwashes. The test results showed an increase in the average knowledge score from 68.9 to 97.3. It can be concluded that the provision of training is able to increase the knowledge of participants. Further training is needed regarding the business aspects of the product so as to increase family income.
Blush-On Compact Powder dengan Pewarna Alami dari Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga (Hylocereus Lemairei) Ni Made Dharma Shantini Suena; Rr. Asih Juanita; Ni Putu Udayana Antari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 5 (2023): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i5.2445

Abstract

Cosmetics are one of the women's basic needs, but several cosmetic products on the market use synthetic dyes such as Rhodamine B, which cause various risks dangerous to health. Natural dyes are non-toxic, renewable, and environmentally friendly, one of which is anthocyanins found in dragon fruit peel. Blush-on is a cosmetic containing a dye that women often use. This study aimed to determine that the dragon fruit peel ethanolic extract can be used as a natural dye in blush-on compact powder preparations with good physical quality. Blush-on was made with various concentrations of dragon fruit peel ethanol extract of 20% (F1), 25% (F2), and 30% (F3). The preparations were observed for organoleptic and homogeneity, pH value, friability, and hedonic test during four weeks of storage, with descriptive data analysis. The results showed that dragon fruit peel extract blush-on did not meet some of the physical quality test requirements for blush-on. It is because the color of the blush-on should be red. However, the color of the preparation is white to brownish, and the preparation is also fragile. The preparation meets the requirements of homogeneity and pH value according to the physiological pH of the skin. It remains stable for four weeks of storage. F1 is the most preferred by panelists based on a preference test for the preparation's shape, color, and odor. Dragon fruit peel extract blush-on has not yet fulfilled its function as a decorative cosmetic to give color to the skin
Studi literatur : Pengaruh penggunaan jenis pelarut terhadap kandungan metabolit sekunder Alkaloid, Flavonoid, Tannin dan Saponin ekstrak rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) Mayun Anak Agung Istri; Wahyu Udayani Ni Nyoman; Dharma Shantini Suena Ni Made; Manik Suka Dewi Yani Ni Komang
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 12 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v12i2.3100

Abstract

Rimpang Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan salah satu tanaman berasal dari famili Zingiberaceae yang berkhasiat obat. Kunyit hitam memiliki kandungan fitokimia yang lebih tinggi dibandingkan kunyit lain. Kunyit hitam mengandung kurkumin, minyak atsiri, karbohidrat, protein, asam amino, steroid, glikosida, flavonoid, alkaloid, dan tannin. Penelitian ini menggunakan kajian literatur berupa jurnal dengan rentang waktu 2011-2022 serta buku digital. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis pelarut terhadap kandungan metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin ekstrak kunyit hitam yang didapatkan dari jurnal penelitian yang telah dipublikasikan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil penggunaan jenis pelarut mempengaruhi kandungan metabolit ekstrak kunyit hitam, adapun pelarut yang paling efektif dalam menarik metabolit skunder yaitu pelarut non polar metanol dan etanol. Rimpang Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan salah satu tanaman berasal dari famili Zingiberaceae yang berkhasiat obat. Kunyit hitam memiliki kandungan fitokimia yang lebih tinggi dibandingkan kunyit lain. Kunyit hitam mengandung kurkumin, minyak atsiri, karbohidrat, protein, asam amino, steroid, glikosida, flavonoid, alkaloid, dan tannin. Penelitian ini menggunakan kajian literatur berupa jurnal dengan rentang waktu 2011-2022 serta buku digital. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis pelarut terhadap kandungan metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin ekstrak kunyit hitam yang didapatkan dari jurnal penelitian yang telah dipublikasikan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil penggunaan jenis pelarut mempengaruhi kandungan metabolit ekstrak kunyit hitam, adapun pelarut yang paling efektif dalam menarik metabolit skunder yaitu pelarut non polar metanol dan etanol.
Cycling Test Body Butter Maserat Biji Coffea canephora Dengan Variasi Asam Stearat Ni Made Dharma Shantini Suena; Ni Kadek Putri Krismawati; I Gede Made Suradnyana
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i1.2704

Abstract

Maserat air biji kopi hijau (Coffea canephora) mengandung senyawa asam klorogenat yang berperan utama sebagai antioksidan sehingga baik untuk memelihara kesehatan kulit. Body butter merupakan sediaan krim dengan kandungan butter yang lebih tinggi dari sediaan semisolida yang lain, sehingga baik digunakan sebagai pelembab kulit. Fluktuasi suhu cenderung menyebabkan krim tidak stabil, akibat perubahan sifat fisika kimia emulgatornya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik body butter maserat air biji kopi hijau (Coffea canephora) dengan variasi kadar asam stearat sebelum dan sesudah cyling test. Body butter diformulasikan dengan variasi kadar asam stearat 2% (F1) dan 6,5% (F2). Uji stabilitas fisik body butter dilakukan menggunakan metode cycling test yaitu dengan meletakkan sediaan pada suhu 4°C±2°C selama 24 jam kemudian dipindahkan pada suhu 40°C±.2°C selama 24 jam (satu siklus). Perlakuan ini dilakukan sebanyak 6 siklus. Uji stabilitas fisik body butter dilakukan sebelum dan sesudah cycling test yang meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan sediaan body butter F1 dan F2 mengalami perubahan dari segi organolpetis, homogenitas dan pH. pH body butter kedua formula mengalami penurunan namun masih memenuhi syarat yang ditentukan yaitu 4,5 - 7,0. Hasil uji statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna daya sebar antara F1 sebelum dan sesudah cycling test. Sedangkan daya sebar F2 memiliki perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah cycling test. Dilihat dari uji daya lekat kedua formula menunjukkan nilai p 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara F1 dan F2 baik sebelum maupun sesudah cycling test dengan nilai p 0,05.