Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Case Study of the Role of Health Education in Raising Public Awareness of the Importance of Preventing Infectious Diseases Yunita Kristina; Eni Efanti; Fauziah Botutihe; Ari Pebru Nurlaily; Putri Erlyn
Miracle Journal Get Press Vol 1 No 4 (2024): November, 2024
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v1i4.67

Abstract

One of the main factors leading to the high incidence of infectious diseases is the low knowledge and preventive behaviour among the community (Alodokter, 2018; Hellosehat Kemenkes, 2022). This study aims to examine the role of health education in increasing public awareness of the importance of infectious disease prevention, and to analyse the effectiveness of educational methods used in various health programmes. This research uses a case study method with a qualitative approach. Case studies were chosen because they allow researchers to explore in depth the phenomenon of the role of health education in increasing community awareness of the importance of preventing infectious diseases (Ismadi, 2023). The focus of this study was to holistically understand health education interventions in a particular community and their impact on behaviour change and community awareness From the results shown in Table 1, the attitudes of subjects I and II before being given health counselling related to infectious diseases were in the less category with a percentage of 60%. Table 2 shows that after being given health counselling to improve family attitudes in preventing infectious diseases in adolescents. Subject I where the pre-test results were 60% and post-test results were 90%. The importance of health education in preventive interventions, which has a tangible impact on behaviour change and reduced risk of disease transmission.
The Role of Information and Communication Technology in Increasing Awareness and Practice of Healthy Nutrition in the Community Yoanita Hijriyati; Agnes Ratna Saputri; Putri Erlyn; Ni Nyoman Murti; Rufidah Maulina
Miracle Journal Get Press Vol 1 No 4 (2024): November, 2024
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v1i4.70

Abstract

Nutritional problems remain a serious challenge in global public health, including in Indonesia. Malnutrition and unbalanced nutritional consumption often contribute to various health problems, such as stunting in children, obesity, and non-communicable diseases such as diabetes and hypertension.The Internet, social media, health apps, and other digital tools provide opportunities to inform the public about the importance of proper nutrition and offer practical strategies for adopting healthy eating patterns.This study aims to explore the role of ICT in improving community nutrition awareness and practices, and to analyze how the use of technology can support nutrition interventions more effectively.This study uses a quantitative approach. The qualitative approach was used to gain a deeper understanding of the experiences, perceptions, and barriers experienced by the community and health workers in using ICT for nutrition education.The sample of this study included 10 respondents for the quantitative part, which were divided into 5 treatment groups and 5 control groups. The study was conducted at the Batang Kuranji Health Center which was implemented in June 2024. The results in both groups before the provision of educational media tended to be lower in the control group (infographics) and the treatment group (web), with a comparison of poor attitude results of 60%-40%. Community attitudes towards the use of IT in improving nutrition practices showed varied responses.
Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Daun Mint (Mentha spp.) pada Mencit yang Diinduksi Diabetes Melitus Setiawan, Rifqi Bagus; Erlyn, Putri; Oktariza, Rury Tiara; Fitriani, Nyayu
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 6, No 1 (2025): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i1.10538

Abstract

Daun Mentha spp. merupakan jenis tanaman herbal yang memiliki potensi sebagai antidiabetik karena memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun Mentha spp. terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit model DM. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pre-post control group design. Hewan uji yang digunakan dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok yang diberikan glibenklamid 0,013 mg/KgBB mencit (kontrol positif), aquadest (kontrol negatif), ekstrak daun Mentha spp. 14 mg/20 g mencit, ekstrak daun Mentha spp. 28 mg/20 g mencit, ekstrak daun Mentha spp. 42 mg/20g mencit. Analisis data menggunakan uji T-berpasangan dan Post Hoc. Hasil uji T-berpasangan menunjukkan pada kelompok glibenklamid dan ketiga ekstrak terjadi penurunan bermakna sedangkan pada aquadest terjadi peningkatan bermakna kadar glukosa darah puasa sebelum dan sesudah perlakuan (p<0,05) dan hasil uji Post Hoc didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara ketiga ekstrak daun Mentha spp. dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa (p>0,05). Sehingga ketiga ekstrak daun ini efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa pada mencit diabetes.
ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN FORMALIN DALAM MIE BASAH YANG DI JUAL DI PASAR TRADISIONAL WILAYAH PLAJU PALEMBANG Yanti Rosita; Putri Erlyn; Rahma Noora
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Formalin sudah d larang dalam makanan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88, tetapi kenyataannya masih banyak makanan termasuk mie basah yang mengandung formalin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis kandungan formalin pada mie basah yang dijual pedagang di pasar tradisonal Plaju Palembang. Sepuluh sampel mie basah yang dianalisis didapatkan dari pedagang yang berada di pasar tradisonal Plaju Palembang. Pengamatan ciri fisik dilakukan dengan cara mengamati parameter-parameter seperti bau menyengat, tampak mengkilap, tidak mudah, putus tidak lengket dan masa simpan mie basah yang dibandingkan dengan mie basah kontrol negatif yang tidak mengandung formalin. Pemeriksaan Laboratorium dilakukan dengan menggunakan Tes Kit, Tes KMnO4 dan Tes Tollens. Pada Tes Kit akan menghasilkan warna ungu dan Tes KMnO4 akan menghasilkan warna coklat beningSerta pada Tes Tollens akan terbentuk cermin perak. Hasil penelitian menunjukan 10 sampel mie basah positif mengandung formalin pada uji fisik dan uji laboratorium di Tes Kit dan Tes KMnO4sedangkan untuk Tes Tollens hanya 4 sampel dari 10 sampel yang dinyatakan positif mengandung formalin. Sampel mie basah yang positif mengandung formalin rata-rata memiliki ciri fisik bau menyengat, tekstur yang tidak mudah putus, tidak lengket dan mempunyai warna yang mengkilap serta asih tetap cerah setelah penyimpanan 1-2 hari. Sedangkan sampel kontrol negatif mengalami kerusakan seperti berjamur, berlendir, bertekstur rapuh dan lengket setelah 2 hari masa penyimpanan.
ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN FORMALIN DALAM MIE BASAH YANG DI JUAL DI PASAR TRADISIONAL WILAYAH PLAJU PALEMBANG Yanti Rosita; Putri Erlyn; Rahma Noora
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Formalin sudah d larang dalam makanan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88, tetapi kenyataannya masih banyak makanan termasuk mie basah yang mengandung formalin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis kandungan formalin pada mie basah yang dijual pedagang di pasar tradisonal Plaju Palembang. Sepuluh sampel mie basah yang dianalisis didapatkan dari pedagang yang berada di pasar tradisonal Plaju Palembang. Pengamatan ciri fisik dilakukan dengan cara mengamati parameter-parameter seperti bau menyengat, tampak mengkilap, tidak mudah, putus tidak lengket dan masa simpan mie basah yang dibandingkan dengan mie basah kontrol negatif yang tidak mengandung formalin. Pemeriksaan Laboratorium dilakukan dengan menggunakan Tes Kit, Tes KMnO4 dan Tes Tollens. Pada Tes Kit akan menghasilkan warna ungu dan Tes KMnO4 akan menghasilkan warna coklat beningSerta pada Tes Tollens akan terbentuk cermin perak. Hasil penelitian menunjukan 10 sampel mie basah positif mengandung formalin pada uji fisik dan uji laboratorium di Tes Kit dan Tes KMnO4sedangkan untuk Tes Tollens hanya 4 sampel dari 10 sampel yang dinyatakan positif mengandung formalin. Sampel mie basah yang positif mengandung formalin rata-rata memiliki ciri fisik bau menyengat, tekstur yang tidak mudah putus, tidak lengket dan mempunyai warna yang mengkilap serta asih tetap cerah setelah penyimpanan 1-2 hari. Sedangkan sampel kontrol negatif mengalami kerusakan seperti berjamur, berlendir, bertekstur rapuh dan lengket setelah 2 hari masa penyimpanan.
The Effect of Cinnamon Extract on Reducing Blood Glucose Levels in Alloxan-Induced Mice. Cleo Aurelia Moza; Yanti Rosita; Rury Tiara Oktariza; Putri Erlyn
Syifa'Medika Vol 17, No 1 (2026): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v17i1.10343

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder with a globally increasing incidence; however, existing treatments remain limited by undesirable side effects and challenges in achieving optimal blood glucose levels. Natural products offer potential advantages, including lower toxicity profiles and the ability to modulate multiple metabolic pathways. Cinnamon is a natural ingredient known to contain various bioactive compounds with antidiabetic properties. This study aims to evaluate the effects of ethanol cinnamon extract (Cinnamomum spp.) on reducing fasting blood glucose (FBG) levels in alloxan-induced male Webster strain mice. An experimental method with a pre-post test control group design was employed. Five test groups were established: a negative control (distilled water), a positive control (metformin 1.3 mg), and three doses of cinnamon extract (150 mg/kg BW, 200 mg/kg BW, and 250 mg/kg BW). The results demonstrated that the administration of 200 mg/kg BW of cinnamon extract exerted an antihyperglycemic effect by significantly decreasing FBG levels in alloxan-induced mice (p
Empowering Mothers Through Booklet-Based Health Education to Prevent Helminth Diseases in Children Aged 5–14 Years Indri Ramayanti; Thia Prameswarie; Nia Saraswati; Putri Erlyn; Muhammad Ramadhan Hoiri; Rista Silvana
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.26029

Abstract

Worm infections due to Soil Transmitted Helminths (STH) remain a significant public health problem, especially in children aged 5–14 years in areas with limited sanitation, risky environmental conditions, and low levels of family health literacy. Mothers have an important role as the main caregiver in shaping hygiene behavior and disease prevention in children, so that maternal empowerment through health education is an important preventive strategy. This activity aims to analyze the effectiveness of booklet-based health education in improving maternal knowledge, attitudes, and behaviors related to the prevention of worms in children. Community service activities were carried out in the assisted areas of the University of Muhammadiyah Palembang using a pre-experimental design of one group pretest involving 95 mothers. Interventions are carried out through health counseling using booklet media, presentations, and interactive discussions. Data were collected using pre- and post-intervention questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in knowledge (mean 65.83 to 99.42), attitude (63.95 to 99.50), and behavior (65.37 to 100.00) with a p value of < 0.001. All participants experienced changes to the good category after the intervention. These findings show that booklet-based education is effective in improving maternal health literacy and preventive behavior. This education has important implications as a sustainable promotive and preventive strategy to strengthen family-based deworming prevention and improve the health of children in the community.Infeksi cacing akibat Soil Transmited Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada anak usia 5–14 tahun di daerah dengan sanitasi terbatas, kondisi lingkungan berisiko, dan rendahnya tingkat literasi kesehatan keluarga. Ibu mempunyai peran penting sebagai caregiver utama dalam membentuk perilaku higienitas dan pencegahan penyakit pada anak, sehingga pemberdayaan ibu melalui pendidikan kesehatan menjadi salah satu strategi preventif yang penting. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan berbasis booklet dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu terkait pencegahan cacingan pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di wilayah binaan Universitas Muhammadiyah Palembang dengan menggunakan desain pre-experimental one group pretest yang melibatkan 95 orang ibu. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media booklet, presentasi, dan diskusi interaktif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (mean 65,83 menjadi 99,42), sikap (63,95 menjadi 99,50), dan perilaku (65,37 menjadi 100,00) dengan nilai p < 0,001. Seluruh partisipan mengalami perubahan ke kategori baik setelah dilakukan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis buklet efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu dan perilaku preventif. Edukasi ini mempunyai implikasi penting sebagai strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan untuk memperkuat pencegahan cacingan berbasis keluarga dan meningkatkan kesehatan anak di masyarakat.
Environmental Determinants Of Soil-Transmitted Helminth Infections In Palembang Schoolchildren: A Spatial Analysis Thia Prameswarie; Tarishah Jannah F; Ahmad Ghiffari; Putri Erlyn; Nurul Qamariah
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 23 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 23 No. 2, Juli 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v23i2.1115

Abstract

Soil-transmitted helminth (STH) infection remains a public health concern in tropical urban settings. Understanding its spatial distribution and relationship with environmental determinants is important for targeted control. This cross-sectional spatial study included 294 primary school children (grades III and IV) from 18 districts of Palembang, Indonesia. Schools and participants were selected using two-stage cluster sampling. Stool specimens were examined using the direct smear method with eosin staining. District-level population density, latrine coverage, and piped water access were obtained from official statistics. Spatial autocorrelation was assessed using Global Moran's I, Local Indicators of Spatial Association (LISA), and bivariate LISA. The overall STH prevalence was 16.7% (49/294 children). Most districts had low prevalence (<20%), while Ilir Barat Dua (41.2%), Ilir Barat Satu (35.3%), and Kertapati (29.4%) showed moderate prevalence (20-50%). Global Moran's I indicated significant positive spatial autocorrelation for latrine coverage (I = 0.190; p = 0.043), but not for population density (I = -0.135; p = 0.078) or piped water access (I = -0.049; p = 0.449). LISA mapping identified localized clusters of higher STH prevalence in areas with inadequate latrine coverage. STH endemicity in Palembang is low to moderate, but localized clusters remain. Sanitation, particularly latrine availability, was the main environmental factor associated with spatial clustering, whereas population density and piped water access showed no significant spatial association. Targeted sanitation improvement, hygiene education, and spatially guided surveillance are recommended.
GREEN SPACE FOR MENTAL HEALTH: EDUKASI PEMANFAATAN HEALING GARDEN DI PEKARANGAN RUMAH Trisnawati Mundijo; Putri Erlyn; Nur Fatimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v9i1.10309

Abstract

Saat ini, kesehatan mental menjadi salah satu isu kesehatan yang mendapat perhatian khusus. Kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan kesehatan secara komprehensif seperti halnya kesehatan fisik. Hal ini karena dengan kesehatan mental seseorang dapat menyadari potensi diri dalam mengatasi tekanan kehidupan, mampu bekerja secara produktif dan memiliki kontribusi bagi lingkungan. Kesehatan mental ditentukan oleh banyak faktor dan interaksi sosial, psikologis, faktor biologis, ekonomi dan lingkungan yang pencapaiannya bergantung pada banyak hal dengan pendekatan lintas sektoral seperti  pendekatan multisektoral dalam bentuk respon yang komprehensif dan terkoordinasi yang membutuhkan kemitraan salah satunya adalah perumahan. Rumah menjadi salah satu tempat yang dapat mendukung kesehatan mental seseorang. Banyak hal yang dapat dilakukan di rumah, salah satunya keberadaan taman penyembuhan (healing garden). Keberadaan healing garden menjadi salah satu fungsi ruang terbuka hijau yang dapat memberikan banyak manfaat. Namun, perlu penyampaian informasi terkait manfaat dari healing garden  ke  masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan berupa edukasi pemanfaatan healing garden di pekarangan rumah untuk meningkatan pengetahuan terhadap manfaat healing garden khususnya bagi kesehatan mental. Kegiatan dilakukan pada pengurus Ranting Aisyiyah Talang kelapa, Palembang melalui pretest dan posttest. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan responden terkait manfaat healing garden.   Keyword: Healing garden, Kesehatan mental.
Pendampingan Edukasi Diet Seimbang “Piringku” Berbasis Keluarga dalam Meningkatkan Pengetahuan Gizi Pasien Tuberkulosis Dientyah Nur Anggina; Erfiana Umar; Putri Erlyn; Luqyana Azzahra; Nia Ramadhani Syafitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26518

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi dengan beban tertinggi di Indonesia. Status gizi yang buruk menjadi faktor yang memperburuk perjalanan penyakit TB, namun kepatuhan diet pada pasien TB masih rendah, terutama akibat kurangnya pengetahuan dan peran keluarga yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien TB dan keluarga mengenai diet seimbang berbasis konsep “Piringku” melalui kegiatan pendampingan edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Kelurahan Talang Putri Palembang yang diikuti oleh 34 peserta yang terdiri pasien TB beserta keluarga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi penyusunan menu, simulasi porsi makan dan konseling berbasis keluarga yang dilanjutkan dengan evaluasi berupa pretes dan postes. Hasil kegiatan ini berupa terjadi peningkatan pengetahuan sesudah edukasi. Proporsi peserta dengan pengetahuan baik meningkat dari 14.7% pada pretest menjadi 73.5% pada posttest, dan tidak ditemukan peserta dengan kategori pengetahuan kurang sesudah edukasi. Pendampingan edukasi diet seimbang “Isi Piringku” berbasis keluarga efektif meningkatkan pengetahuan gizi pasien TB. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku makan yang mendukung keberhasilan terapi TB secara berkelanjutan. Kata Kunci: Diet Seimbang, Edukasi Gizi, Pengetahuan, Tuberkulosis.  ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains one of the highest-burden infectious disease in Indonesia. Poor nutritional status worsens TB outcomes, yet dietary adherence among TB patients remains low, largely due to insufficient knowledge and suboptimal family support. The services activity aimed to improve the nutritional knowledge of TB patients and their families through family-based balanced diet education using the “Piringku” concept. A community service activity was conducted on May 2026 in Talang Putri, Palembang, involving 34 participant consist of TB patients and family members. Methods included interactive lectures, meal planning demonstrations, portion size simulations, and family-based counselling with pre-test and post-test evaluation. Nutritional knowledge improved significantly following the education. The proportion of participants with good knowledge increased from 14.7% at pre-test to 73.5% at post-test, with no participants remaining in the poor knowledge category after the education session. It concluded that family-based “Isi Piringku” balanced diet education effectively improved nutritional knowledge among TB patients, with potential to promote sustained dietary behavior changes supporting TB treatment outcomes. Keywords: Balanced Diet, Nutrition Education, Knowledge, Tuberculosis.