p-Index From 2021 - 2026
6.749
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK MONEY POLITIC TERHADAP DAYA PILIH MASYARAKAT PADA PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA AMBON Kunu, Dian; Gaite, Titus; Patmawati, Susi Anita
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i2.73189

Abstract

Partai politik merupakan instrumen yang tak terpisahkan dari sistem demokrasi di negara manapun di dunia ini. Di Indonesia, kemunculan partai-partai politik tak terlepas dari terciptanya iklim kebebasan yang luas bagi masyarakat pasca-runtuhnya pemerintahan kolonial Belanda. Rakyat menjadi factor yang sangat penting dalam tatanan demokrasi, karena demokrasi mendasarkan pada logika persamaan dan gagasan bahwa pemerintah memerlukan persetujuan dari yang diperintah. Praktik politik pada Pilkada di Indonesia sering kali terpengaruh oleh Money Politc, di mana calon kepala daerah menggunakan uang untuk membeli suara rakyat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau dengan cara-cara kuantifikasi. Penelitian kualitatif dapat didesain untuk memberikan sumbangan terhadap teori, praktis, kebijakan masalah-masalah sosial, dan tindakan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pengamatan dan wawancara dengan menggunakan dengan menggunakan Teknik Analisa data secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Universitas Pattimura Ambon. Adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini yaitu Bagaimana money politcs pada pilkada di Kota Ambon. Hasil penelitian menunjukan bagaimana persepsi masyarakat terhadap money politic yang terjadi sebelum pemilihan walikota dan wakil walikota Kota Ambon. Praktik money politic yang terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, ekonomi, pendidikan, budaya atau kebiasaan dan lemahnya kesadaran hukum.Political parties are an inseparable instrument of the democratic system in any country in the world. In Indonesia, the emergence of political parties is inseparable from the creation of a climate of broad freedom for society after the collapse of the Dutch colonial government. The people are a very important factor in a democratic order, because democracy is based on the logic of equality and the idea that the government requires the approval of the governed. Political practices in the Pilkada in Indonesia are often influenced by Money Politics, where regional head candidates use money to buy people's votes. The type of research used in this study is a qualitative approach. A qualitative approach is a study that produces findings that cannot be achieved using statistical procedures or by means of quantification. Qualitative research can be designed to contribute to theory, practice, policy on social problems, and action. Data collection in this study used observations and interviews using descriptive qualitative data analysis techniques. This research was conducted at Pattimura University, Ambon. The problem in this study is How is money politics in the Pilkada in Ambon City. The results of the study show how the public's perception of money politics that occurred before the election of the mayor and deputy mayor of Ambon City. The practice of money politics that occurred was influenced by several factors, namely, economy, education, culture or habits and weak legal awareness.
Efektifitas Peran Guru PPKN Dalam Mengembangkan Kecerdasan Moral Siswa Di SMP Peduli Bangsa Wooi Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Konu, Indri Riyani; Gaite, Titus; Patmawati, Susi Anita
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas peran guru PPKN dalam mengembangkan kecerdasan moral siswa di SMP peduli bangsa Wooi Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Guru merupakan salah satu komponen penting dalam dunia Pendidikan yang harus berperan aktif dalam menjalankan perannya sebagai tenaga professional termasuk dalam membentuk kecerdasan moral yang menuntun siswa meiliki karkater dan moral yang baik. Saat ini kecerdasan Moral begitu diabagaikan sehingga  berdampak pada karakter siswa khususnya pada SMP Pedulu Bangsa Wooi. Tipe penelitian kualitatif, subjek dalam penelitian ini adalah 10 informan data yang valid dan. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Analisis data menggunakan metode interaktif, yaitu: pengumpulan data reduksi data penyajian data kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian bahwa peran guru PPKn dalam mengembangkan kecerdasan moral siswa yakni sebagai motivator yang mengubah perilaku moral siswa ke arah yang lebih baik  dimana  dalam upaya pengembangan kecerdasan moral terdapat tiga jenis pengembangan kecerdasan yang dilakukan oleh para guru terhadap para siswa yaitu Intelektulitas Questions (IQ), Emosional Question (EQ) dan Sprtiualitas Questions. Faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kecerdasan moral siswa di SMP Peduli Bangsa Wooi, yaitu Para guru PPKn pada SMP Peduli bangsa wooi memiliki kewajiban yang sangat penting dalam menanamkan kecerdasan moral kepada siswa hal ini bisa dilihat dari upaya guru PPKn untuk menumbuhkan nilai-nilai moral terhadap anak didiknya dalam pembelajaran, seperti selama proses pembelajaran di kelas guru selalu menunjukan ahlak yang baik agar di teladani oleh siswa sebaik baiknya masuk mengajar tepat waktu, agar siswa menghargai pentingnya menghargai oran lain. Sedangan faktor penghambatnya yaitu guru sering mengalami kendala seperti Keterbatasan tenaga guru PPkn yang masih minim dalam memberikan kegiatan belajar mengajar secara totalitas bagi para siswa, Masalah interpersonal yang dimiliki oleh para siswa yaitu  kuranganya pemahaman siswa dalam memahami apa yang di jelaskan oleh guru.
Peran Guru Sekolah Dasar Dalam Implementasi P5 Di SD Al-Fatah 1 Ambon: Indonesia Samsudin, Siti H.; Salamor, Lisye; Gaite, Titus
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33373

Abstract

This study aims to describe the role of teachers in the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SD Al-Fatah 1 Ambon as an integral part of the Merdeka Curriculum. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that teachers serve as facilitators, motivators, and mentors in shaping students' character in line with Pancasila values such as creativity, critical thinking, collaboration, and independence. Although teachers have made significant efforts through project-based learning, creative use of simple materials, and group work, challenges still arise in the form of limited facilities, time constraints, and lack of environmental support. Therefore, innovation in learning and collaboration among schools, families, and communities are essential to ensure a more optimal implementation of the P5 program.
Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas IV SD Negeri 7 Dobo dalam Pembelajaran PKn pada Masa Pandemik Covid–19 Singkey, Winda Christa; Salamor, Lisye; Gaite, Titus
Kamboti Journal of Education Research and Development Vol 1 No 2 (2021): KAMBOTI Journal of Education Research and Development
Publisher : Universitas Pattimura, Program Studi Diluar Kampus Utama (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kambotiv1i2p83-89

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang pada kenyataan bahwa masih banyak siswa kelas IV SD Negei 7 Dobo Kabupaten Kepulauan Aru yang belum memiliki motivasi belajar yang tinggi. Hal ini terlihat pada pembelajaran PKn dimana tidak semua siswa mau memperhatikan guru ketika sedang menyampaikan materi pelajaran dan masih banyak siswa yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan dengan sungguh-sungguh, maka Kekurangan yang paling utama dalam proses pembelajaran adalah rendahnya kreativitas siswa dalam mengikuti mata pelajaran PKn. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa di kelas IV SD Negei 7 Dobo. Berdasarkan lembar observasi kreativitas belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan, terbukti dari petemuan siklus I terdapat 3 orang siswa yang memiliki motivasi belajar yang sangat rendah, maka hal ini menunjukan bahwa kemandirian serta kreativitas belajar siswa masih pelu ditingkatkan. Kemudian pada pertemuan II terdapat 13 orang siswa yang telah memiliki motivasi belajar yang signifikan, maka hal ini menunjuan bahwa peningkatan kreativitas belajar siswa sudah meningkat dan optimal.
IMPLEMENTASI APLIKASI QUIZIZZ TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS VIII MTS NEGERI I MALUKU TENGAH Ely, Lingga Nur Syahbany; Abas, Aisa; Gaite, Titus
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19812

Abstract

This study aims to examine the level of students' learning motivation in response to the use of the Quizizz application in the Pancasila Education subject for grade VIII students at MTs Negeri 1 Maluku Tengah. The research utilizes a pre-experimental approach with a One-Group Pretest-Posttest Design. The independent variable is the Quizizz application, while the dependent variable is the learning motivation in Pancasila Education. The population includes 8 classes, with a total of 235 students. Sampling was conducted through Random Sampling, resulting in a sample of one class (VIII.a) consisting of 30 students. Research data were obtained by administering pre-tests and post-tests. The findings reveal a significant increase in students' learning motivation following the use of the application, evidenced by an increase in the motivation score percentage from 66,48% (Agree/Good/Favorable) in the pre-test to 89,18% (Strongly Agree/Very Good/Highly Favorable) in the post-test. Hypothesis testing indicated a significance level of < 0.05, with 0.000 < 0.05, leading to the rejection of the null hypothesis (H0) and the acceptance of the alternative hypothesis (H1). Based on these results, it can be concluded that the application of Quizizz positively influences students' motivation to learn Pancasila Education in grade VIII at MTs Negeri 1 Maluku Tengah.
Proses Inkulturasi Bahasa Buano Utara sebagai Alat untuk Mewujudkan Learning to Live Together Samal, Rijan; Gaite, Titus
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 13 No 2 (2025): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.13.2.58-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses inkulturasi bahasa Buano Utara sebagai sarana mewujudkan learning to live together di Negeri Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sampel penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah Buano Utara (sou puane) masih kuat digunakan dalam berbagai ranah kehidupan, baik dalam keluarga, sekolah, masyarakat, maupun upacara adat dan keagamaan. Bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas, sarana pewarisan nilai, media solidaritas sosial, serta pendukung kebudayaan lokal. Proses pewarisan bahasa daerah berlangsung secara turun-temurun melalui kebiasaan berkomunikasi sehari-hari yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga ke masyarakat luas. Temuan ini menegaskan bahwa sou puane memiliki peran strategis dalam membangun kohesi sosial dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan (learning to live together) di tengah arus globalisasi yang cenderung memengaruhi pola bahasa generasi muda. Dengan demikian, pelestarian bahasa Buano Utara merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal.
Persepsi Guru PKn tentang Dampak Game Online terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Ambon Hunila, Maycel Rivaldo; Gaite, Titus
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 12 No 1 (2023): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.12.1.1-10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan pendapat guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) tentang bagaimana permainan digital memengaruhi nilai siswa di SMA Negeri 1 Ambon. Generasi muda saat ini tumbuh dengan teknologi yang berubah dengan cepat, memberikan mereka sifat-sifat unik karena mereka begitu terhubung dengannya. Banyak barang teknologi, seperti perangkat seluler dan permainan digital, telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari siswa. Penggunaan perangkat teknologi, seperti ponsel pintar, telah menjadikan permainan digital sebagai cara yang sangat populer bagi generasi muda saat ini untuk menghabiskan waktu luang mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan informasi dari sekolah dan menganalisisnya secara cermat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan wawancara dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan. Selain itu, teknik yang digunakan untuk menganalisis data kualitatif meliputi peringkasan data, penyajian data, dan verifikasi data untuk memastikan keakuratan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan digital memiliki dampak baik dan buruk terhadap kinerja sekolah siswa. Aspek positifnya meliputi peningkatan keterampilan berpikir, mendorong kerja sama tim, dan meningkatkan pemikiran strategis. Namun, gim digital juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti menyulitkan fokus belajar, mengurangi interaksi sosial tatap muka, dan mendorong penundaan tugas sekolah. Oleh karena itu, studi ini menyimpulkan bahwa siswa harus berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan kemajuan teknologi, terutama gim digital. Tindakan terencana juga diperlukan untuk mengatasi kecanduan gim digital, yang berarti membangun kesadaran diri, mengendalikan durasi bermain, dan menemukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.
Pengembangan Nilai-Nilai Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air pada Generasi Z di SMA Negeri 27 Maluku Tengah Mahu, Sukma; Gaite, Titus
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 12 No 2 (2024): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.12.2.90-97

Abstract

Cinta tanah air mencakup mengenal dan menghargai wilayah nasional, menjaga kewaspadaan, serta kesiapan untuk membela Indonesia dari segala ancaman. Hal ini mencerminkan sikap dan perilaku yang menunjukkan kebanggaan, kesetiaan, kepedulian, serta rasa hormat terhadap bahasa, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuh informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi guru sebagai pendidik karakter dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air pada siswa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya kesadaran siswa dalam mematuhi peraturan sekolah, rendahnya pemahaman terhadap materi pelajaran, dan minimnya keterlibatan orang tua dalam menanamkan rasa hormat dan kepedulian terhadap sesama di rumah. Terbentuknya nilai-nilai kewarganegaraan dan cinta tanah air pada generasi Z di SMA Negeri 27 Maluku Tengah didukung oleh pembinaan intensif dari guru Pendidikan Kewarganegaraan, partisipasi aktif dalam upacara bendera, serta kepatuhan terhadap peraturan sekolah yang menumbuhkan disiplin, rasa hormat, dan perilaku positif.
Literasi Digital sebagai Upaya Peningkatan Civic Skill Mahasiswa Program Studi PPKn Universitas Pattimura Doko, Maria Rosaryo; Gaite, Titus
CIVICA: Jurnal Sains dan Humaniora Vol 14 No 1 (2025): Civica: Jurnal Sains dan Humaniora
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/civica.14.1.25-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pemahaman literasi digital mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) dan (2) menganalisis upaya peningkatan keterampilan kewarganegaraan melalui penguatan literasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif untuk memberikan gambaran yang jelas dan terfokus mengenai objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman literasi digital mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) cukup baik. Mahasiswa menyadari bahwa aktivitas sosial daring telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama dalam mencari dan berbagi informasi melalui berbagai platform seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan WhatsApp. Aktivitas tersebut mencerminkan perkembangan teknologi komunikasi yang memungkinkan interaksi lintas jarak dan waktu. Upaya peningkatan keterampilan kewarganegaraan melalui literasi digital antara lain memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi yang akurat, membaca artikel yang bermanfaat, dan mengakses konten edukasi sebagai sarana pembelajaran. Lebih lanjut, kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi mahasiswa dalam menanggapi isu sosial di media digital dapat ditingkatkan melalui diskusi kelompok dan individu, sehingga memastikan bahwa literasi digital berperan krusial dalam mengembangkan keterampilan kewarganegaraan yang cerdas dan bertanggung jawab.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN PLATFORM E-LEARNING RUMAH BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SD XAVERIUS A-1 AMBON Lisye Salamor; Titus Gaite; Jessika Enjel Dadiara
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37163

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Rumah Belajar ee-learning platform in the learning process and to examine its impact on increasing student learning interest at SD Xaverius A-1 Ambon. The research is based on the challenge of adopting digital education technology in the Merdeka Curriculum era and the lack of utilization of interactive media affecting low learning interest. Employing a qualitative descriptive approach, data was collected through observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation. The findings indicate that teachers have a good understanding and integrate Rumah Belajar variably ranging from the Source Learning feature for discussions (lower grades) to Virtual Laboratory and Question Bank for independent learning (higher grades). Significantly, the platform successfully increased student learning interest, demonstrated by increased enthusiasm, intrinsic motivation, active participation in discussions, and self-confidence. This improvement aligns with cognitivism and motivation theories (SDT and ARCS). However, implementation faces obstacles such as limited student personal devices, uneven internet quality, and minimal content contextual to the local Maluku culture. It is concluded that Rumah Belajar is an effective medium for learning transformation in primary schools but requires infrastructure reinforcement and local content adjustment. Keywords: ee-learning, Learning Interest, Primary School, Rumah Belajar ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi platform e-learning Rumah Belajar dalam proses pembelajaran serta menguji dampaknya terhadap peningkatan minat belajar siswa di SD Xaverius A-1 Ambon. Penelitian ini didasari oleh tantangan adaptasi teknologi pendidikan digital di era Kurikulum Merdeka dan kurangnya pemanfaatan media interaktif yang memengaruhi rendahnya minat belajar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik dan mengintegrasikan Rumah Belajar secara bervariasi mulai dari fitur Sumber Belajar untuk diskusi (kelas rendah) hingga Laboratorium Maya dan Bank Soal untuk kemandirian belajar (kelas tinggi). Secara signifikan, penggunaan platform ini berhasil meningkatkan minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui peningkatan semangat, motivasi intrinsik, keaktifan berdiskusi, dan rasa percaya diri. Peningkatan minat ini sejalan dengan teori kognitivisme dan motivasi belajar (SDT dan ARCS). Meskipun demikian, implementasi menghadapi hambatan berupa keterbatasan perangkat pribadi siswa, kualitas jaringan internet yang belum merata, dan minimnya konten yang kontekstual dengan budaya lokal Maluku. Disimpulkan bahwa Rumah Belajar adalah media yang efektif untuk transformasi pembelajaran di sekolah dasar, namun memerlukan penguatan infrastruktur dan penyesuaian konten lokal Kata Kunci: ee-Learning, Minat Belajar, Rumah Belajar, Sekolah Dasar