p-Index From 2021 - 2026
6.749
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Civic and Pancasila Education Teachers in Enhancing Student Learning Motivation at Primary School Oktovianus Lumapuy; Titus Gaite; Ode Abdurrachman
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 5 No. 2 (2026): March
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v5i2.4528

Abstract

Low learning motivation in Primary Schools in remote areas is often a major obstacle in achieving national education goals, especially in the subject of Pancasila and Citizenship Education (PPKn). This study aims to analyze how PPKn teachers influence the learning motivation of fourth-grade students at Neniari Christian Primary School in Taniwel District, West Seram Regency. This study used a descriptive qualitative method involving the principal and fourth-grade teachers as key informants. Data was collected through interviews, observation, and documentation techniques, then analyzed using an interactive model that includes data reduction, data presentation, and verification. The results indicated that PPKn teachers have optimized their role as motivators through four main strategies: strengthening student self-confidence, implementing a humanistic approach, diversifying strategies and engaging learning media, and providing consistent appreciation. Supporting factors for the effectiveness of teachers' roles include the availability of adequate school facilities and the quality of pedagogically competent human resources. However, this process still faces obstacles in the form of fluctuations in student learning interests and a sometimes-limited variety of learning strategies. This research contributes to providing empirical references regarding motivation-strengthening models in remote areas and serves as an evaluation basis for policymakers in improving the quality of education in areas with significant geographical challenges.
Team Games Tournament Cooperative Learning Model on the Understanding of Pancasila Values Students at Elementary School Nova K. Kolway; Titus Gaite; Fransina M. B. Rahaor
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 5 No. 2 (2026): March
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v5i2.4582

Abstract

The use of less interactive learning models often triggers a low understanding of Pancasila values at the elementary school level. This study aims to examine the effect of the Team Games Tournament (TGT) cooperative learning model on the understanding of Pancasila values ​​in second-grade students at Elementary School 2 Ambon. Using a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design, this study involved 42 students divided into an experimental group (Grade IIA, n=21) and a control group (Grade IIB, n=21). Data was analyzed using descriptive statistics, prerequisite tests, and hypothesis testing through the independent sample t-test. The results showed that the implementation of the TGT model had a significant effect on student understanding, as evidenced by the Sig. (2-tailed) value of 0.012 < 0.05. The experimental group achieved a superior average understanding (mean = 89.05) compared to the control group (mean = 85.71) with an average difference of 16 points in favor of the treatment group. TGT works because it gets students involved by making them compete academically, interact with each other, and practice the values of cooperation and deliberation directly. These findings provide an innovative alternative for educators to strengthen the effectiveness of Pancasila Education through a social constructivist approach in elementary schools.
Perlindungan Kesehatan Pekerja Pengangkut Sampah dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Keselamatan Kerja Ratna Salong; Titus Gaite; Susi Anita Patmawati
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 1 (Januari 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i1.77527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi petugas pengumpulan sampah di Kota Ambon berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Tujuan utama penelitian adalah menilai sejauh mana regulasi K3 diterapkan dalam praktik serta mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan data primer berupa wawancara dan observasi terhadap petugas pengumpulan sampah serta pihak terkait, dan data sekunder dari kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum telah dilaksanakan dengan cukup baik, melalui penerapan prosedur K3 dan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja sesuai ketentuan hukum. Temuan penelitian mengungkap adanya keterbatasan sarana pelindung diri, kurangnya pengawasan rutin, serta rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang terbatas pada Kota Ambon, sehingga generalisasi hasil ke daerah lain perlu dilakukan dengan hati-hati.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Masa Pandemik (Studi pada Orang Tua Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Leksula) Ronado Sigmarlatu; Titus Gaite; Ridwan Hatala
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3144

Abstract

Abstrak Tujuan dari dilaksanakan penelitian ini bahwa untuk mengetahui Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Masa Pandemik (Studi Pada Orang Tua Siswa Kelas Vii Smp Negeri 3 Leksula). Sebelum adanya pandemik ini, tidak banyak waktu orang tua dalam membimbing anaknya. Namun sekarang ini situasinya berubah, orang tua menjadi lebih banyak waktu dalam membimbing anaknya dan terjalin kedekatan emosional lebih dari sebelumnya sehingga benar-benar menjadi indikator dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi kualitatif, dengan subjek penelitian adalah 7 orang tua, dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara. Dengan Hasil penelitian adalah Pembimbingan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada masa pandemik bahwa ada berbagai jenis pembimbingan yang dilakukan oleh orang tua, ada yang orang tuanya fokus dalam membimbing anaknya sehingga bisa mendampingi anak dalam proses belajarnya, ada yang memberikan fasilitas seperti handphone dan kuota internet, memeriksa buku pelajaran anak, mengontrol tugas-tugas anak, kemudian pemberian nasehat agar anak lebih giat dalam belajar. Kendala orang tua dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada masa pandemik di kelas adalah kurangnya fasilitas yang memadai karena faktor ekonomi, orang tua sibuk bekerja karena tuntutan pekerjaan yang menjadikan kurangnya pendampingan orang tua terhadap anak dalam belajar, jaringan internet yang tidak baik, kurangnya pemahaman orang tua pada pembelajaran daring dan tugas- tugas anak yang diberikan oleh guru. Solusi yang dilakukan orang tua untuk menghadapi kendala dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada masa pandemik di kelas yaitu Orang tua tetap berusaha memfasilitasi kebutuhan belajar anak seperti salah satunya kuota internet, berkomunikasi dengan guru, berikan nasihat, berikan semangat dan motivasi walaupun orang tua kadang tidak dapat mendampingi anak dalam proses belajar dan kurang memahami tugas-tugas anak yang diberikan guru Kata Kunci: Peran, Orang tua, Hasil Belajar Abstract The purpose of this study was to determine the role of parents in improving student learning outcomes during the pandemic period (study of parents of class VII students of SMP Negeri 3 Leksula). Before this pandemic, there was not much time for parents to guide their children. But now the situation is changing, parents are getting more time in guiding their children and there is more emotional closeness than before so that it really becomes an indicator in improving student learning outcomes. The type of research used is descriptive qualitative research, with research subjects are 7 parents, with data collection techniques namely, observation, interviews. The results of the study are parental guidance in improving student learning outcomes during the pandemic that there are various types of mentoring carried out by parents, some parents focus on guiding their children so they can accompany children in the learning process, some provide facilities such as cellphones and quotas. internet, checking children's textbooks, controlling children's tasks, then giving advice so that children are more active in learning. Obstacles for parents in improving student learning outcomes during the pandemic in the classroom are the lack of adequate facilities due to economic factors, parents are busy working because of the demands of work which makes the lack of parental assistance to children in learning, internet networks are not good, lack of understanding of parents on online learning and children's assignments given by the teacher. The solution that parents do to face obstacles in improving student learning outcomes during a pandemic in the classroom is that parents continue to try to facilitate children's learning needs such as internet quotas, communicate with teachers, give advice, give encouragement and motivation even though parents sometimes can't. assisting children in the learning process and do not understand the tasks of children given by the teacher Keywords: Role, Parents, Learning Outcomes
Hidden Kuriculum (Kurikulum Tersembunyi) Sebagai Wujud Pendidikan Karakter (Studi pada SMK Al-Wathan Ambon) Susanti Umagap; Lisye Salamor; Titus Gaite
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3298

Abstract

Abstrak Tujuan dari dilaksanakan penelitian ini bahwa untuk mengetahui bentuk dan aplikasi hidden curriculum di SMK Al-Wathan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang mana bertujuan untuk mengetahui pendidikan karakter melalui hidden curriculum di SMK Al-Wathan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah Hidden curriculum lebih mengutamakan pada pengembangan pengembangan sikap, karakter, kecakapan, dan keterampilan yang berguna bagi siswa dan dapat melengkapi pendidikan yang kurang dalam kurikulum formal. Hidden curriculum merupakan penyeimbang dalam pembelajaran di kelas yang didominasi untuk pengembangan ranah kognitif dan psikomotorik. Lulusan yang dihasilkan dari sebuah produk pendidikan yang menerapkan hidden curriculum selain cerdas intelektual juga matang secara emosional. Kaitannya dengan hidden curriculum dan pendidikan karakter, sebenarnya telah menginternalisasi nilai-nilai dalam setiap aktivitas di sekolah. Namun, internalisasi kurikulum tersembunyi merupakan kurikulum yang tidak tertulis, tidak direncanakan secara terprogram tapi keberadaannya berpengaruh pada perubahan tingkah laku peserta didik. Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan, Karakter Abstract The purpose of this research is to find out the forms and applications of hidden curriculum in Al-Wathan. The type of research used is descriptive qualitative researchers, which aims to determine the character education of mela hidden curriculum at SMK Al Wathan. The data collection techniques in this study are observation, interviews and documentation. The results of the research found are Hidden curriculum prioritizes the development of attitude, Character skills, and skills that are useful for students and can complement the education that is lacking in the formal curriculum Hidden clericulum is a balancer in learning in the classroom which is dominated for the development of cognitive and psychomotor domains. Graduates are produced and an educational product that applies a hidden curriculum in addition to intellectual intelligence as well emotionally mature, in relation to the hidden curriculum and character education, in fact it has internalized values ​​in every activity in school, especially in learning activities. Kulum that is not written, is not programmed, but its existence affect behavior changes students. Keywords: Curriculum, Education. Character
Implementasi Bantuan Langsung Tunai Desa Terhadap Masyrakat Ekonomi Lemah di Dusun Lirang Desa Luhu Dasri Sampulawa; Jumiati Tuharea; Titus Gaite
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 1 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v1i1.59

Abstract

AbstrakProgram bantuan langsung tunai desa merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat serta kewenanganya di berikan kepada pemerintah desa melalui pemotongan dana desa (DD) sebesar 40% untuk disalurkan kepada masyarakat khususnya masyarakat dusun lirang desa luhu yang kehilangan mata pencarian atau yang terdampak pandemi Covid-19. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1. Bagaimanakah proses implementasi Bantuan Langsung Tunai Desa bagi masyarakat ekonomi lemah di dusun Lirang. 2. Bagaimana Upaya penangulangan program Bantuan Langsung Tunai Desa di Dusun Lirang Desa Luhu. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang mengunakan atau melukiskan suwatu kejadian secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta atau fenomena yang diselidiki. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa implementasi bantuan langsung tunai desa yang di berikan oleh pemerintah desa kepada masyarakat penerima subsidi dengan jumlah Rp 300.000 perbulan dari awal bulan januari sampai desember tahun 2022 khususnya masyarakat penerima BLT-Desa yang berada di dusun lirang desa luhu sangat bermanfaat guna membantu meringankan daya beli masyarakat dengan kategori ekonomi lemah diera pandemi Covid. Selain itu penyaluran bantuan lagsung tunai desa oleh pemerintah desa kepada penerima bantuan langsung tunai desa telah tepat sasaran sebagaimana ketentuan yang telah di tetapkan bahwa masyarakat penerima bantuan adalah keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa bersangkutan dan diprioritaskan keluarga miskin yang termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrim, kehilangan mata pencharian, keluarga penerima jarring sosial yang terhenti serta keluarga miskin yang terdampak pandemi Corona Disease 2019 (Covid-19) dan belum menerima bantuan atau rumah tangga dengan anggota rumah tangga tunggal lanjut usiaKata Kunci: Bantuan Langsung Tunai Desa, Masyarakat Ekonomi Lemah. AbstrakThe direct village cash assistance program is a policy issued by the central government and its authority is given to the village government through a 40% reduction in village funds (DD) to be distributed to the community, especially the lirang village community, who have lost their livelihoods or who have been affected by the Covid-19 pandemi. . The purpose of this study is to find out 1. How is the process of implementing Village Cash Assistance for the economically weak community in the Lirang hamlet. 2. How to tackle the Village Cash Assistance program in Lirang Hamlet, Luhu Village. The method used in this study is a descriptive method, which is a method that uses or describes an event in a systematic, factual and accurate manner regarding the facts or phenomena being investigated. The results of this study indicate that the implementation of direct village cash assistance provided by the village government to the subsidy recipient community in the amount of Rp. 300,000 per month from the beginning of January to December 2022, especially the BLT-Desa recipient community in the lirang village, Luhu village, is very useful for help ease the purchasing power of people with weak economic categories in the Covid pandemi era. In addition, the distribution of direct village cash assistance by the village government to recipients of direct village cash assistance has been right on target as stipulated in the provisions that the recipients of assistance are poor or underprivileged families who live in the village concerned and prioritize poor families who are included in the category of extreme poverty. , loss of livelihood, families receiving social networks that have stopped and poor families affected by the Corona Disease 2019 (Covid-19) pandemi and have not received assistance or households with elderly single household members.Keywords: Village Cash Direct Assistance. Weak Economic Community.
PERAN TIM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN (TPPK) DALAM TINDAKAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH SMP Elisabet Indri Papilaya; Herpie Lambiombir; Titus Gaite
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9730

Abstract

Bullying remains a critical issue in the educational environment, thus the formation of the Violence Prevention and Handling Team (TPPK) at SMP Lab School Unpatti is the primary focus of this research. This study aims to evaluate the team's role in mitigating bullying while identifying various operational barriers in the field. Using a descriptive qualitative approach, the research stages included purposive sampling and data collection through observation and documentation. The analysis shows that the TPPK plays an active role through preventive measures such as education during the School Environment Introduction Period and tiered handling procedures. Quantitative data confirms that the team's performance has reached seventy percent effectiveness in controlling aggressive acts, thus creating a relatively safe school environment. However, crucial inhibiting factors were identified, including limited time for coaching due to teachers' heavy teaching workloads and parents' defensive tendencies in defending their children. Furthermore, a lack of supporting facilities and students' reluctance to report cases also impacted program optimization. The main conclusion of the study confirms that while the TPPK (Teacher-Based Team) has a strategic position, its success depends heavily on strengthening collective synergy between schools, parents, and students to comprehensively break the chain of bullying, creating a friendly, dignified educational ecosystem that supports the development of positive character for each individual in the future. ABSTRAK Perundungan tetap menjadi isu kritis di lingkungan pendidikan, sehingga pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di SMP Lab School Unpatti menjadi fokus utama penelitian ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi peran tim tersebut dalam memitigasi perundungan sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan operasional di lapangan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, tahapan penelitian meliputi pengambilan subjek secara purposive sampling serta pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa TPPK berperan aktif melalui langkah preventif seperti edukasi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan prosedur penanganan berjenjang. Data kuantitatif mengonfirmasi bahwa tingkat efektivitas kinerja tim telah mencapai tujuh puluh persen dalam mengendalikan tindakan agresif, sehingga menciptakan suasana sekolah yang relatif aman. Namun, ditemukan faktor penghambat krusial berupa keterbatasan waktu pembinaan akibat beban tugas mengajar guru yang tinggi serta sikap orang tua yang cenderung defensif dalam membela anak. Selain itu, kurangnya sarana pendukung dan keengganan siswa untuk melaporkan kasus turut memengaruhi optimalisasi program. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa meskipun TPPK memiliki posisi strategis, keberhasilannya sangat bergantung pada penguatan sinergi kolektif antara pihak sekolah, orang tua, dan peserta didik guna memutus rantai perundungan secara menyeluruh demi terwujudnya ekosistem pendidikan yang ramah, bermartabat, serta mampu mendukung pembentukan karakter positif bagi setiap individu di masa depan nanti.  
PERCEIVED CONTRIBUTIONS OF UKULELE ENSEMBLE LEARNING TO PEACE-LOVING CHARACTER: A QUALITATIVE REANALYSIS Bella Kenzha Tahalele; Lisye Salamor; Titus Gaite
EDUCATIONE Volume 4, Issue 2, July 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i2.157

Abstract

Peace-oriented character education requires school practices in which students repeatedly enact cooperation, emotional regulation, respect, and non-discrimination. This article presents a secondary qualitative reanalysis of an archival field report on ukulele learning in a public junior high school in Ambon, Indonesia. The available corpus comprised reported interview responses from six informants—the principal, one music teacher, and four students—originally collected on 7–8 May 2025; no new participant contact occurred, and undocumented observation references were treated only as contextual description. All available excerpts were anonymized by role, coded for meaning units, compared across informant groups, and interpreted through peace-education, music-education, and locally situated pedagogy literature. Participants associated ukulele learning with four interconnected processes: disciplined and constructive engagement; cooperation, peer assistance, and non-discrimination during ensemble work; local cultural belonging and heritage interest; and sharing practices prompted by unequal access to instruments. The findings support a provisional pedagogical-ecology model in which structured rehearsal, teacher modeling, peer interdependence, local meaning, and equitable access jointly shape perceived character learning. The evidence does not demonstrate causal behavioral change because the archival report lacked raw transcripts, systematic observations, comparison data, and verified ethics documentation. Schools may use the model as a design proposition rather than a proven intervention. Future research should employ prospective multisite designs, direct observation, broader participant groups, and documented consent procedures.
FENOMENA SOSIAL GOYANG BENTO TERHADAP MORAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 01 NAMROLE KABUPATEN BURU SELATAN PROVINSI MALUKU Hukunala, Yudi; Fatimah Sialana; Titus Gaite
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak fenomena sosial goyang bento terhadap moral peserta didik di SMP Negeri 01 Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa-siswa yang terlibat dalam praktik goyang bento, serta observasi langsung terhadap perilaku mereka di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena goyang bento memiliki dampak yang signifikan terhadap moral peserta didik, termasuk penurunan disiplin, dan motivasi belajar, norma-norma sosial yang terdistorsi, dan kecenderungan untuk mengabaikan nilai-nilai moral yang penting. Temuan ini menyoroti pentingnya peran sekolah dan keluarga dalam membimbing dan memperkuat moralitas siswa di tengah-tengah pengaruh fenomena sosial yang meresahkan seperti goyang bento. Implikasi penelitian ini memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan strategi intervensi yang tepat guna untuk mengatasi dampak negatif fenomena sosial tersebut terhadap moral peserta didik.
Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme Diera Digital Studi pada Generasi Z Pada Universitas Pattimura Thedora Giovani Leftungun; Fricean Tutuarima; Titus Gaite
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10636

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam upaya pencegahan radikalisme di era digital pada Generasi Z. Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi dan menolak ideologi radikal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek mahasiswa Universitas Pattimura Ambon yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Informan dipilih karena termasuk Generasi Z yang aktif menggunakan media digital dan mengikuti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap bahaya radikalisme melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, demokrasi, hak asasi manusia, toleransi, dan kebhinekaan. Upaya pencegahan yang efektif dilakukan melalui pembelajaran kontekstual, dialogis, dan partisipatif, seperti studi kasus, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, serta experiential learning. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi digital, masifnya penyebaran konten radikal di media sosial, dan masih dominannya metode pembelajaran yang bersifat teoritis dan konvensional.