Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

POLA PENERAPAN KOMUNIKASI IMPLEMENTASI INTERNET BANKING PADA BANK CENTRAL ASIA Liliyana, Liliyana; Pramanta Putra, Jaqualine; Susana, Susana
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Internet pada jaman sekarang ini sudah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Dari yang muda hingga yang tua, dari perorangan hingga perusahaan. Penggunaan internet tentu saja mempunyai fungsi dan tujuan masing-masing dari penggunanya. Salah satunya adalah yang digunakan oleh Bank Central Asia. Bank Central Asia mencoba memberikan layanan perbankan yang bisa dijangkau melalui rumah atau dimanapun nasabahnya berada selama terjangkau oleh jaringan internet. Tidak hanya melalui PC komputer, laman tersebut bisa pula diakses melalui smartphone. Dengan penambahan fitur “Token” yang berfungsi untuk pengamanan transaksi, maka nasabah tidak perlu lagi takut untuk bertransaksi. Selain untuk bertransaksi, laman tersebut juga dimanfaatkan Bank Central Asia untuk memberikan informasi-informasi yang up to date kepada nasabahnya. Bank Central Asia sangat concern dalam membangun infrastruktur tehnologi dari jaringan internet bankingnya hingga berani menanamkan investasi yang cukup besar.
Suatu Kajian: Sensemaking Untuk Pengambilan Keputusa Sidharta, Veranus; Anisti, Anisti; Syatir, Syatir; Mutiah, Tuty; Liliyana, Liliyana
CAKRAWALA: JURNAL HUMANIORA BINA SARANA INFORMATIKA Vol 25, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jc.v25i1.25160

Abstract

Pengambilan keputusan sering kali dihadapkan pada situasi yang ambigu. Ambiguitas ini muncul akibat berbagai faktor yang bersifat dinamis dan sering kali tidak dapat diprediksi. Dalam situasi seperti itu, kemampuan untuk memahami dan menginterpretasikan perubahan tersebut secara mendalam menjadi sangat penting, sehingga diperlukan proses sensemaking dalam pengambilan keputusan. Namun, hingga saat ini kajian pustaka yang komprehensif tentang peran sensemaking dalam pengambilan keputusan masih terbatas. Banyak penelitian yang menekankan aspek teknis pengambilan keputusan, tanpa memberikan perhatian yang cukup terhadap bagaimana pengambil keputusan menanggapi ketidakpastian di lapangan. Keterbatasan ini menunjukkan perlunya dilakukan analisis pustaka yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi peran penting sensemaking dalam proses pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan telaah sistematis terhadap literatur yang ada. Penelitian ini menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses atau yang biasa disebut PRISMA. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun penelitian sebelumnya telah memberikan wawasan penting tentang proses sensemaking dalam pengambilan keputusan, masih terdapat sejumlah kesenjangan yang perlu dieksplorasi. Pertama, pengaruh konteks sosial dan emosional terhadap pemahaman individu perlu dipelajari lebih mendalam, terutama di luar lingkungan organisasi. Kedua, interaksi antara teknologi dan proses pemahaman, serta dampak bilingualisme atau multilingualisme, merupakan area yang belum dieksplorasi secara memadai
PELATIHAN (SHORT COURSE) BEAUTY CLASS BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS OSO PONTIANAK SEBAGAI PERSIAPAN PENAMPILAN TERBAIK MENUJU DUNIA KERJA Evi Sofiana; Utin Nina Hermina; Sunarsih, Sunarsih; Desvira Zain; Syarifah Novieyana; Liliyana, Liliyana; Marsela Diaz; Anggita, Anggita
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas OSO yang sering disingkat UNOSO merupakan perguruan tinggi swasta di Pontianak, Kalimantan Barat. Pada awal pendiriannya, UNOSO memiliki 3 fakultas yaitu Fakultas Ekonomi Bisnis dengan Prodi Manajemen, Fakultas Hukum dengan Prodi Hukum, dan Fakultas IPA dan Kelautan dengan Prodi Ilmu Kelautan. Pada kurikulum ketiga fakultas ini tidak terdapat mata kuliah yang berhubungan dengan penampilan. Selain itu, penampilan mahasiswa semester akhir pada ketiga prodi ini masih dapat dikatakan kurang profesional. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada saat mereka mencari kerja. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait pentingnya penampilan secara umum dan memberikan pelatihan dengan membuka kelas kecantikan (beauty class) bagi mahasiswa semester akhir di Universitas OSO Pontianak agar dapat berpenampilan baik dan profesional yaitu dalam menggunakan tata rias wajah. Kegiatan PKM ini akan dilaksanakan dengan tahapan analisis kondisi dan permasalahan yang dihadapi mitra, pelatihan di lokasi PKM dan pembuatan laporan. Berdasarkan hasil kuesioner, pelatihan tata rias ini berhasil memberikan dampak positif secara menyeluruh kepada seluruh peserta. Dalam aspek pengetahuan dan persepsi, 100% peserta memahami perbedaan make up untuk kegiatan sehari-hari dan dunia kerja serta teknik dasar tata rias. Mereka juga mampu membedakan jenis dan fungsi make up. Sebagian besar peserta (95,65%) merasa memperoleh banyak pengetahuan baru, dan seluruh peserta menganggap tata rias penting dalam dunia kerja. Pada aspek praktik dan keterampilan, seluruh peserta merasa sesi praktik sangat bermanfaat dan teknik yang diajarkan mudah diterapkan. Bahkan, 86,96% peserta berencana membeli peralatan rias pribadi, menunjukkan adanya ketertarikan lanjutan setelah pelatihan. Dari sisi fasilitator dan materi, seluruh peserta menilai penyampaian materi oleh narasumber sangat baik dan materi yang diberikan sesuai dengan praktik serta relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam aspek fasilitas dan durasi pelatihan, mayoritas peserta (91,31%) menilai durasi pelatihan cukup hingga sangat cukup, dan 78,26% menilai fasilitas pelatihan baik hingga sangat baik. Terakhir, dalam aspek kepuasan dan dampak, seluruh peserta merasa puas terhadap pelatihan, lebih percaya diri dalam menghadapi wawancara kerja, yakin dapat berpenampilan menarik, dan merasakan manfaat nyata dari pelatihan ini. Luaran target yang ingin dicapai dalam PKM ini adalah artikel di media massa dan publikasi di Jurnal nasional PKM.
Public Communication Model In Combating Hoaxes And Fake News In Ahead Of The 2024 General Election ISKANDAR, Dudi; SURYAWATI, Indah; SURATNO, Geri; LILIYANA, Liliyana; MUHTADI, Muhtadi; NGIMADUDIN, Ngimadudin
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 4 No. 5 (2023): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (Sep
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v4i5.856

Abstract

Political discourse preceeding the 2024 General Election has led to the contamination of the media landscape with hoaxes and fakenews. The public, candidates, and state actors not only compete with factual information and positive news, but also contends with the spread of misinformation and fake news. The prevalence of hoaxes on social media and fake news in mass media circulation prior to the 2024 General Election poses a tangible threat to social unity and national integration. This paper aims to analyze the model of public communication used to combat hoaxes and fakenews before the 2024 General Election done by the Ministry of Communication and Information and other stakeholders. The data for this paper is based on qualitative research carried out with data collection technique through literature searches, observation, and interview. The study discovered that the public communication model developed to combat hoaxes and fake news in advance of the 2024 General election has been ineffective. The fundamental weakness of the public communication model in eradicating hoaxes and fake news lies in the uneven application of the law inforcement and penalties. In addition, there are some elements of the public communication model that do not systematically show significant and consistent progress. At a macro level, this can be understood as the lack of clear roadmap and grand design to eliminate hoaxes and fake news in Indonesia. A clear plan or atrategy is needed for the long term establishment of a culture focused on the eradication of hoaxes and fake news.
“PENGARUH KEPUASAN WISATAWAN PADA LOYALITAS WISATAWAN DALAM MEMILIH WISATA ALAM TEMAJUK SEBAGAI OBYEK WISATA ALAM DI KALIMANTAN BARAT Utin Nina Hermina; Liliyana, Liliyana; Anggita, Anggita
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 6 (2024): Januari 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi wisata alam Temajuk yang berada didaerah perbatasan Kalimantan dan Negara Sarawak, Malaysia. Memiliki wisata alam dan wisata bahari dan daerah konservatif perlindungan satwa Penyu. Selain kaya akan potensi komoditi perikanan dan perkebunan, Desa temajuk juga kaya akan potensi pariwisata. Namun tempat wisata alam ini, belum menjadi pilihan utama wisatawan yang berkunjung ataupun berkunjung ulang. Fasilitas tempat wisata ini cukup menarik, walaupun sarana menuju ke lokasi kurang memadai. Peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh kepuasan wisatawan pada loyalitas wisatawan dalam memilih wisata alam Temajuk sebagai obyek wisata alam di Kalimantan Barat . Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis statistic IBM SPSS dan dengan jenis data primer dan sekunder serta melakukan penyebaran kuesioner untuk mendapatkan data dari responden selama bulan juni dan juli. Populasi dari penelitian inilah adalah pengunjung yang berkunjung ke tempat wisata Temajok di Kabupaten Sambas. Yang berkunjung ke tempat wisata Temajuk dari bulan Juni sampai bulan Juli 2024, jumalah populasi yang berkunjung selama bulan juni – juli tersebut berjumlah 105 orang, namun peneliti membatasi dari jumlah populasi tersebut dengan mengambil sampel. Convenience sampling digunakan untuk memilih populasi berdasarkan kemudahan dalam menemui responden. Dari 105 poupulasi tersebut yang memenuhi syarat untuk diambil sampel sejumlah 50 orang. Pemilihan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik diambil dimana tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sample. Pemilihan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kepuasan wisatawan terhadap loyalitas wisatwan dalam memilih tempat wisata alam Temajuk sebagai obyek wisata alam di Kalimantan Barat yang ditunjukan dari hasil r Hitung> r Tabel (0, 2826). Dari 12 pertanyaan hanya 1 pertanyaan yang tidak valid yaitu pertanyaan no 4, (Saya tidak ingin mengajak teman/saudara/relasi mengunjungi tempat wisata ini), sedangkan hasil pertanyaan yang lain valid. Dan menunjukan kepuasan wisatawan yang berkunjung maka mereka akan loyal dengan tempat wisata tersebut Luaran dari penelitian akan menghasilkan suatu model dalam kajian yang dapat menjadikan referensi pemda khususnya dinas Dispora Kab Sambas dalam membuat kebijakan pengelolaan tempat wisata dan juga memberikan masukan terhadap pihak pengelola untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata pada taman wisata tersebut, dan menjadikan wisata alam Temajuk sebagai pilihan obyek wisata alam di Kalimantan Barat.
Literasi Media Digital Pada Anak-Anak Majelis Talim Hidayatul Mubtadiin Sagiyanto, Asriyani; Lancia, Ferrari; Liliyana, Liliyana; Syahlani, Achmad
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v1i1.316

Abstract

Digital media literacy is “the ability to access, analyze, evaluate and communicate content from media messages. Digital media literacy also means the ability to understand, analyze, and deconstruct media imagery. The ability to do this is aimed at making viewers as consumers of mass media - including children become aware or literate about the way media is constructed / made and accessed. In short, this literacy is often called "media literacy". These community service partners are children of the recitation of the Hidayatul Mubtadiin Talim Council, located in Ciledug District, Peninggilan Utara Village, Tangerang City. The Talim Council has members consisting mostly of children from 7 years to 17 years of age. This partner has several problems including: First, many children of the talim council have received and consumed hoax news from the Whatsapp group and also social media. Second, the children of the talim assembly are less able to maintain their own privacy on social media, where there was once a case of children running away from their homes because they were friends with people they knew through their social media. The solution in this community service is by providing training on digital media literacy which can be achieved through things such as: a. how to filter good information from social media, b. how to process good information from social media, c. How to safeguard and protect personal data in a digital environment.
Sensemaking in Bimbapedia's Marketing Communication Strategy in the Era of Digital Disruption via Instagram Satria, Bagas; Liliyana, Liliyana; Alif, M. Ismail; Windratno, Haryo; Syatir, Syatir
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8 No 3 (2025): Global Komunika Vol. 8 No. 3 2025
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the marketing communication strategy implemented by Bimbapedia through Instagram social media in facing competition in the era of digital disruption. This study uses a descriptive qualitative approach with in-depth interview techniques with three key informants: institution owners, social media admins, and digital marketing staff. Data analysis was carried out using the NVivo application with a thematic coding approach based on Karl E. Weick's sensemaking theory. The results of the study show that Bimbapedia's communication strategy is built through a sensemaking process involving seven main characteristics: identity-based meaning, reflection of past experiences, creation of a meaningful digital environment, social collaboration, continuous content updates, interpretation of audience cues, and feasibility-based decision making. Instagram is used not only as a promotional medium but also as a space for interaction and construction of meaning with the audience. This study concludes that the success of a digital marketing strategy in the era of disruption depends not only on the presence of technology but also on the organization's ability to interpret and respond to digital dynamics adaptively and with value.