Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hakikat guru Pendidikan Agama Islam (Studi pemikiran KH. Ahmad Dahlan dan Ki Hajar Dewantara) Risman, Kadar; Nurhakim, Mohammad; Khozin, Khozin; Saprun, Saprun
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 5, No.1: January - June 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v5i1.10953

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan dan pengajaran agama Islam, guru sebagai teladan menjadi harapan bagi masyarakat. Namun masih ditemukan guru yang tidak lagi memberi keteladanan, kurang kompeten, dan bahkan tidak memenuhi kualifikasi sebagai pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hakikat guru Pendidikan Agama Islam menurut K.H. Ahmad Dahlan dan Ki Hajar Dewantara. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif, menggunakan jenis penelitian literatur atau penelitian pustaka. Data literatur yang didapatkan kemudian dilakukan triangulasi sumber dan review literatur. Analisis data menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat guru agama Islam dalam perspektif K.H. Ahmad Dahlan yaitu guru yang memberikan keteladanan moral dan spiritual, pengajar, pembimbing, pendorong kemajuan ilmu pengetahuan, dan pembentuk karakter peserta didik yang inovatif dan adaptif. Adapun Ki Hajar Dewantara menekankan hakikat guru agama Islam yaitu guru yang menjadi teladan hidup, penggerak yang bijaksana, dan pembimbing atau motivator sebagaimana dikenal dengan Patrap Triloka yang berbunyi “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani”. Relevansi dari kedua tokoh tersebut untuk saat ini yaitu pada integrasi ilmu pengetahuan dan agama, pengembangan karakter, dan metode pembelajaran aktif dan inovatif.
Strategi Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama Islam pada Anak Usia Dini (Studi pada Lembaga PAUD di Kota Baubau) Henny, Henny; Risman, Kadar; Marwah, Marwah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak usia dini di lembaga PAUD di Kota Baubau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru meliputi pendekatan tematik integratif, penggunaan media pembelajaran kreatif seperti cerita, lagu, dan permainan terkait ajaran agama, serta praktik harian keagamaan seperti doa bersama dan membaca Iqro. Namun, dampak strategi ini terhadap pembentukan akhlak anak belum sepenuhnya optimal. Hambatan utama yang diartikan mencakup kurangnya pengalaman dan pengetahuan guru dalam menyampaikan nilai-nilai agama, minimalnya dukungan keluarga di rumah, serta perbedaan pemahaman agama antara guru dan orang tua. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai falsafah Buton dengan ajaran agama Islam menyuburkan strategi penanaman nilai agama, menciptakan pendekatan yang lebih kontekstual dan relevan dengan budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerjasama antara guru, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan proses penanaman nilai-nilai agama, sehingga pendidikan akhlak pada anak usia dini dapat tercapai.
PENANAMAN NILAI- NILAI AKHLAKUL KARIMAH PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK Henny, Henny; Mayasari, Ida; Risman, Kadar
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman nilai- nilai akhlakul karimah pada anak usia 5- 6 tahun sangat penting karena anak- anak harus  selalau di biasakan untuk berperilaku baik kepada kedua orang tuanya maupun kepada temannya sendidiri. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui penanaman nilai-nilai akhlakul karimah serta upaya apa saja dilakukan orang tua dalam penanaman nilai- nilai akhlakul karimah pada anak usa 5-6 tahun di Kelurahan Patipelong Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif partisipatori. Serta objek penelitian ini adalah anak dan orang tuanya yang terdiri delapan anak. penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai april dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanaman nilai- nilai akhlakul karimah dilakukan berdasarkan 7 indikator yaitu penanaman sikap berbuat baik (Al- Ihsan), penanaman sikap berbakti kepada orang tua, penanaman sikap tolong menolong (At- Ta’awun), penanaman sikap silaturrahim, penanaman sikap merendahkan diri, penanaman sikap sabar dan penanaman sikap lemah- lembut  menggunakan metode keteladanan, perhatian, nasehat, pembiasaan dan cerita. Maka berdasarkan data penanaman nilai- nilai akhlakul karimah pada anak usia dini di Kelurahan Patipelong Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi dapat di kategorikan baik.Kata kunci: Anak UsiaDini, Penanaman Nilai- nilai Akhlakuk Karimah
Bigbook sebagai Sarana Literasi Inklusif bagi Anak Usia Dini di Sekolah Multikultural (Studi TK Satu Atap Wonco Kota Baubau): Bigbook as an Inclusive Literacy Tool for Early Childhood in Multicultural Schools (Study of Wonco One-Roof Kindergarten in Baubau City) Risman, Kadar; Arifin, Syamsul; Ishomuddin, Ishomuddin; Meylandri, Yohana
Anterior Jurnal Vol. 24 No. 3 (2025): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v24i3.10344

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Bigbook as an inclusive literacy tool for instilling multicultural values in early childhood education. The research was conducted at TK Satu Atap Wonco, Baubau City, located within a socially diverse community regarding religion and ethnicity. Participatory Action Research (PAR) was a descriptive qualitative approach, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The intervention was structured into three thematic sessions: religious literacy, ethnic diversity awareness, and prosocial behavior development. The findings reveal that Bigbook effectively facilitated children's understanding of interfaith symbols and practices, encouraged ethnic awareness through visual representation, and nurtured prosocial behaviors such as sharing, empathy, and cooperation. Beyond serving as a visual medium, Bigbook was a narrative tool that integrated children's cognitive and affective development. The responsiveness and contextual awareness of the teachers significantly supported the success of this inclusive literacy program. This study concludes that Bigbook holds substantial potential as a pedagogical strategy in multicultural education at the early childhood level, offering an adaptive, contextual, and reflective approach. It further contributes to the development of inclusive education policy within pluralistic societies.
Introduction Rukun of Islam Through Printable Media in Group A Early Childhood Education Lakasombu Yusniati, Yusniati; Henny, Henny; Risman, Kadar
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The basic teachings of Islam are the pillars of Islam. As Muslims, we are all obliged to obey God's teachings, especially the teachings of Islam. Reciting the shahada, performing the five daily prayers, paying zakat, fasting during Ramadan and performing the Hajj are the five pillars of Islam. The aim of this research is to find out how group A at PAUD Lakasombu uses print media to learn the basic principles of Islam. Descriptive qualitative research is the method of choice for examining existing problems and practical work practices. The purpose of this qualitative descriptive research is to provide an overview of the research process. This research uses group A environment in PAUD Lakasombu as the unit of analysis. Research findings show that the use of printed materials to introduce Islamic teachings has succeeded in positively influencing children's development. The pillars of Islam will of course be introduced to children from an early age, equipping them with basic knowledge and encouragement to develop skills, independence and Islamic discipline.
Sosialisasi Pendidikan Anak Diera Digital Di Desa Hendea Kabupaten Buton Selatan Jeti, La; Cahyati , Nika; Henny, Henny; Risman, Kadar; Marwah, Marwah; Erwinda, Erwinda
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.561

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat Desa Hendea tentang pendidikan anak di Era digital. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Hendea Kabupaten Buton Selatan, Pengabdian ini menggunakan metode Comumunity based Research dengan pendekatan kualitatif. Adapun bentuk kegiatan pengabdian ini dilakukan Focus Group Discussion, Kajian Pustaka, dan sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak antara lain yaitu Tim pengabdian , Keluarga, guru, kepala sekolah, masyarakat dan Pemerintah Desa. Kegiatan pengabdian ini terbagai 3 Tahapan Pertama adalah Tim Pengadian Masyarakat memberikan materi tentang pendidikan anak di Era digital terkait tantangan dan solusinya dengan dengan peserta guru PAUD, Orang tua anak dan masyarakat. Tahapan kedua melaksanakan FGD (Forum Group Dicussion) pada tahap ini terjadi diskusi antara pemateri dan peserta terkait dengan permasalahan yang sedang terjadi di lingkungan keluarga. Tahapan Ketiga Tim Pengabdian melakukan diskusi dan pengamatan kepada guru dan orang tua anak terkait dengan pendidikan anak di keluarga dan sekolah diera digital. Hasil pengabdian ini menunjukan adanya pengetahuan baru bagi orang tua anak didik tentang petingnya dan bahaya teknologi bagi anak sejak dini. Orang tua mulai memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anak dan strategi penangannya.
PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM PADA ANAK USIA DINI DI WILAYAH PESISIR DESA BONEATIRO KECAMATAN KAPONTORI KABUPATEN BUTON Risman, Kadar; Henny, Henny; Susanto, Aris; Saleh, Rachman; Salsabila, Nanda
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 1 No. 2 (2022): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2022
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.125 KB) | DOI: 10.55681/devote.v1i2.404

Abstract

Community Service which the author carried out with the team on October 19, 2022, at Boneatiro Village, Kapuntori District, Buton Regency aims to provide knowledge, understanding, and development of insight to the community, especially parents who work as fishermen regarding fostering Islamic values from an early age. The target of the service is parents who have early childhood and parents who work as fishermen. The problem with community service is the lack of knowledge and attention of parents in instilling Islamic values in their children from an early age. The author and the Community Service team raised the theme of Early Childhood Education as a Pillar of Building a Progressive Village. From this theme, the PkM Team broke it down into 2 discussion materials presented at the seminar, namely: 1) The Importance of Early Childhood Education in Coastal Areas (Children Fishermen), 2) Inculcation of Islamic Values in Early Childhood in the Area coast. There are 3 stages that are passed in the dedication process, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The preparatory stage is carried out by making observations as a preliminary step to see the real conditions that occur in the coastal community environment. The implementation stage is the stage of assisting the material that has been prepared by the author with the lecture and discussion method. The stage ends with an evaluation. Evaluation is carried out by collecting and concluding the information and data obtained at the stages carried out. The results of the seminar showed an increase in parents' knowledge and understanding of the importance of fusing Islamic values in children from an early age, this knowledge and understanding were responded to by parents' strong commitment to implementing it in everyday life.
Educational Game Tool Flash Card Hijaiyyah Letter as A Medium of Stimulation of The Development of Moral and Religious Values of Children In TK Al Gazali Desa Metere Lakudo Subdistrict Risman, Kadar; Saleh, Rachman; Selvi, Selvi
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 1 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.5

Abstract

The community service project that we conducted on October 30, 2021 at TK Al Gazali Desa Metere District Lakudo Central Buton District aims to provide teachers with insight into effective media for learning in Early Childhood, to improve teacher skills in creating educational game tools, and to provide teachers with insights and equip them to develop learning media in the form of Educational Game Tools for Children in their Early Age. Teachers at Al Gazali Kindergarten in Metere Village, Lakudo District, Central Buton Regency were the intended recipients of this activity. The topic of dedication concerns the instructors' degree of awareness and ability, as well as the limitations of educational gaming instruments that can help pupils at Al Gazali Kindergarten in Metere Village acquire moral and religious values. Three phases are necessary to resolve the problem: preparation, implementation, and assessment. The planning stage begins with observations to ascertain the state of educational gaming instruments in use at the school. The implementation stage is comprised of training in the creation of Hijaiyyah Letter Flash Cards, beginning with the delivery of material in the form of perentase via lecture methods, followed by Q&A or discussion and training in the form of a workshop in the creation of APE Flash Cards Hijaiyyah Letter as a means of improving teacher skills. Monitoring and assessment concludes the process. Monitoring and evaluation are accomplished by the collection and analysis of data at each level. The training results indicated a degree of success, with kindergarten teachers Al Gazali Desa Metere gaining a better understanding of the importance of APE in stimulating the development of moral and religious values, teachers improving their skills in creating APE Flash Cards to aid in the learning process, teachers responding positively to the training conducted, and teachers successfully completing the creation of APE Flash Card Hijaiyyah, according to the number.
Basic Baitul Arqam Training in Developing Moral Values and Al-Islam Kemuhammadiyahan Rahim, Abdul; Risman, Kadar; Yusnan, Muhammad; Kamsiah, Kamsiah
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 2 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.8

Abstract

Baitul Arqam Pemuda Muhammadiyah is the main cadreization activity organized to unite the vision and build an understanding of the values of ideology, system, and movement action for youth in Central Buton. Baitul Arqam activities held by the Regional Leader of Muhammadiyah Buton Central Youth (PDPM Buton Tengah) is in the framework of planting about the ideology of Al-Islam Kemuhammadiyahan, strengthening identity as a youth in Central Buton, increasing commitment and integrity. in developing the potential of youth, and shaping the moral values of superior and Islamic youth. Baitul Arqam participants are the youth of Central Buton numbering 15 people. The methods used in these devotional activities are lectures, demonstrations, simulations, and varied discussions. Assessment of participants' conditions using context, input, process and product (CIPP) models on cognitive, affective, and psychomotor aspects. Based on the results of the analysis, the average score of participants on cognitive aspects was 72.47, affective 74.47 and psychomotor 73.27. Thus, the level of youth understanding of the value of Akhlak and Al Islam and Muhammadiyah is at a good level. This means that the application of Baitul Arqam has an effect on improving the understanding of the values of Akhlak and Al Islam and Kemuhammadiyah for the Central Buton Youth.
Pendampingan Eksternal RA Baitul Hidayah dalam Mempersiapkan Kelayakan Akreditasi Henny; Marwah; Hartati; Risman, Kadar; Susanti, Siti Misra; La Jeti; Delvi
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 4 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.22

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dengan mendampingi serta menfasilitasi pengelola lembaga PAUD, kepala sekolah dan guru-guru pendidikan anak usia dini akan persiapan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai tolak ukur dan acuan tingkat kelayakan layanan maupun program suatu lembaga PAUD dalam mencapai mutu layanan secara bertahap, terencana, dan kompetitif. Hasil dari kegiatan PKm ini adalah 1) peningkatan sistem tata kelola RA Baitul Hidayah khususnya pada program layanan formal; 2) Memberikan pemahaman kepada kepala sekolah dan guru tentang dokumen-dokumen untuk mencapai standar nasional pendidikan; 3) Membuka wawasan guru terkait dengan penilaian akreditasi yang dilakukan secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi internal dan eksternal untuk menentukan kelayakan maupun kinerja RA Baitul Hidayah.