Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Ketersediaan Sumber Daya Manusia dengan Kualitas Pelayanan di UPT Puskesmas Rappang Nurqolby, Ulfa; Febrianty, Devy; Adri, Khaeriyah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 4 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i4.23812

Abstract

Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang memadai dan berkualitas sangat penting dalam menjamin mutu pelayanan di fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi hubungan ketersediaan sumber daya manusia kesehatan dengan kualitas pelayanan di UPT Puskesmas Rappang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan secara primer. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan alat bantu kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisi dalam penelitian ini dari 99 responden diperoleh sebanyak 70,7% ketersediaan sumber daya manusia dengan kategori baik dan terdapat 77,9% memiliki tingkat kualitas pelayanan dengan kategori baik. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ketersediaan sumber daya manusia berada pada kategori baik dan kualitas pelayanan berada pada kategori baik.
Factors Associated with Adherence to Taking Medication in Tuberculosis Patients at Lawawoi Health Center, Sidenreng Rappang Regency Alamsyah, Putri Astika; Adri, Khaeriyah; Mardhatillah; Said, Sunandar
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i2.9998

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dengan tingkat kejadian yang terus meningkat, WHO menyebutkan pada tahun 2022, secara global diperkirakan terdapat 10,9 juta kasus baru TB, di mana 3,2 juta di antaranya adalah perempuan, serta tercatat 1,4 juta kematian akibat TB, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB, seperti pendapatan, sikap, pengetahuan, kebiasaan, dan peran petugas kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan metode cross-sectional. Sampel terdiri dari 40 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pendapatan (p-value = 0,093), sikap (p-value = 0,763), pengetahuan (p-value = 0,402), kebiasaan (p-value = 0,639), dan peran petugas kesehatan (p-value = 0,875) dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB (p > 0,05). Simpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor sikap, pengetahuan, kebiasaan, dan peran aktif petugas kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien TB terhadap pengobatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam menyusun strategi edukatif dan intervensi yang tepat untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB.     Introduction: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a global public health problem, including in the working area of Lawawoi Health Center, Sidenreng Rappang Regency. This study aims to determine the relationship between factors such as income, attitude, knowledge, habits, and the role of health workers with adherence to taking medication in TB patients. Method: This study used a quantitative approach with an observational analytic design and cross-sectional method. A sample of 40 respondents was selected using simple random sampling technique. Data collection was done through questionnaires, and data analysis using the Chi-square test. Results: The statistical test results showed that there was no significant relationship between income (p=0.462), attitude (p=0.065), knowledge (p=0.083), habits (p=0.347), and the role of health workers (p=0.577) with adherence to taking medication in TB patients (all p> 0.05). Conclusion: There was no significant association between income, attitude, knowledge, habits, and the role of health workers with medication adherence in TB patients. Nevertheless, this finding is expected to serve as a reference for health workers in developing more effective educational strategies and interventions to improve TB treatment success.
Analysis of Factors Associated with The Incidence of Anemia in Class X Students of SMA Negeri 6 SIDRAP Anggraeni, Putri; Adri, Khaeriyah; Mardhatillah; Ramlan, Pratiwi
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i2.10204

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang umum dan berdampak negatif pada perkembangan fisik serta prestasi akademik. Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 23% dari populasi. Rendahnya kepatuhan konsumsi TTD menjadi salah satu penyebab utama tingginya prevalensi anemia di kalangan remaja putri.  Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah meluncurkan program pemberian TTD kepada remaja putri melalui Unit Kesehatan Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada siswi SMA NEGERI 6 SIDRAP. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 117 siswi kelas X yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan (p value = 0,133), dukungan tenaga kesehatan (p = value 0,320) dan dukungan sekolah (p value = 0323) dengan kejadian anemia. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p value = 0,037) dengan kejadian anemia. Simpulan: simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mengurangi kejadian anemia pada remaja putri. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memperkuat peran keluarga dalam program pencegahan anemia di kalangan remaja.     Introduction: Anemia in adolescents (rematriates) is a common health problem that negatively affects physical development and academic performance. In Indonesia, the prevalence of anemia among adolescent girls reaches 23% of the population. Low adherence to the consumption of blood supplement tablets (TTD) is one of the main causes of the high prevalence of anemia among adolescent girls. To overcome this, the government has launched a program to provide TTD to adolescent girls through the School Health Unit. This study aims to analyze the factors associated with the incidence of anemia in class X students of SMA Negeri 6 SIDRAP students. Method: This study used quantitative method with cross sectional design. The sample consisted of 117 class X students selected through total sampling technique. Data were collected using a questionnaire and examination of hemoglobin (Hb) levels and analyzed using the chi square test. Results: The results of this study showed that there was no significant relationship between the variables of knowledge (p value = 0.133), health worker support (p = value 0.320) and school support (p value = 0323) with the incidence of anemia. However, there was a significant relationship between family support (p value = 0.037) and the incidence of anemia. Conclusion: The conclusion of this study shows that family support has an important role in reducing the incidence of anemia in adolescent girls. This finding is expected to be the basis for schools and health workers to strengthen the role of families in the program.
Effectiveness of the UPT Puskesmas Rappang Lung Botting Program as an Effort to Prevent Stunting Magfirah, Elsya; Mardhatillah, Mardhatillah; Adri, Khaeriyah; Sulaiman, Zulkarnain
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 5 No 1 (2024): JAPS April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v5i1.166

Abstract

Stunting Stunting is a malnutrition that results in impaired growth and development of the child. As a form of stunting prevention efforts, UPT Puskesmas Rappang introduced the Pulmonary Botting program. This study aims to determine the effectiveness of such programs. The study used a quantitative approach with a Cross-Sectional study design. Data were collected through questionnaires/questionnaires and analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between each indicator and stunting prevention efforts. The results of the analysis showed that the effectiveness of the program goal indicator with P-Value 0.016 0.05 and Program Monitoring with P-Value 0.108 0.05 meaning there was no significant relationship. These findings suggest that the effectiveness of the Lung Botting program in stunting prevention is strongly influenced by the successful socialization of the program and the clarity of the program goals set. This study is expected to provide benefits in improving program effectiveness, in particular by focusing on strengthening program monitoring indicators and target accuracy, so that programs can be more targeted and better supervised to achieve optimal results in stunting prevention.
Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Keselamatan Kerja pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang Ilma, Nur Ilmayanti; Sulaiman, Zulkarnain; Adri, Khaeriyah
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 6 No 1 (2025): JAPS April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v6i1.167

Abstract

Personal Protective Equipment (PPE) has a very important role for health workers. One of them is at the Maiwa Community Health Center, health workers are still not compliant with the use of PPE. This study aims to determine the level of compliance with the use of PPE among health workers at the Maiwa Health Center and also to find out what factors influence non-compliance in the use of PPE among health workers at the Maiwa Health Center. In this research, 63 health workers were the research targets using a sample collection technique, namely total sampling. The data collection techniques used in this research were interviews, questionnaires and observation methods. As well as data analysis techniques in this research using validity and reliability tests, bivariate and univariate tests, and chi-square tests. The results of this study show that there is a significant relationship between knowledge and compliance of health workers, proven by a significance value of 0.001 (p-<0.05). The influence of comfort and compliance is proven by a significance value of 0.005 (p<0.05), the influence of supervision and compliance is proven by a value of 0.001 (p<0.05).
Analisis Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pada Status Gizi Balita di Kelurahan Rappang Sidenreng Rappang Hastina, Hastina; Mardhatillah, Mardhatillah; Adri, Khaeriyah; Febrianti, Devy
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 5 No 3 (2024): JAPS Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v5i3.197

Abstract

Providing Supplementary Food (PMT) is one way to meet the nutritional needs of toddlers. This program requires collaborative action from all parties, but there are still problems in the input, processing and output processes so that the distribution process is not yet good. This research aims to find out how the input, process and output are carried out well. This research uses quantitative methods with a cross sectional approach, using cluster random sampling. The data collection techniques used in this research are observation, interviews, population and questionnaires. As well as data analysis techniques in this research using validity tests, reliability tests, and chi-square tests. The results of this research show that financing with a p value of 0.018 (p < 0.005) and implementation of the PMT program with a p value of 0.007 (p < 0.005) show a significant relationship to the nutritional status of toddlers in Rappang Village and Human Resources (SDM) with a value of p amounting to 0.104 (p > 0.005) which shows there is no significant relationship with the nutritional status of children under five in Rappang Village.
Hubungan Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Terhadap Kepuasan Peserta Di Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang Rosdiana, Rosdiana; Ramlan, Pratiwi; Adri, Khaeriyah
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 5 No 3 (2024): JAPS Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v5i3.213

Abstract

The Chronic Disease Management Program (Prolanis) addresses health problems related to non-communicable diseases. Maiwa Health Center showed an increase in both targets and assistance after the implementation of Prolanis. This study aims to examine the relationship between the implementation of a chronic disease management program (prolanis) and participant satisfaction at the Maiwa Community Health Center. This research uses quantitative methodology with a cross-sectional design. The population of this study consisted of all Prolanis participants diagnosed with hypertension and diabetes mellitus, totaling 166 people. This research uses a data collection approach such as observation, interviews, surveys and questionnaires. This research uses data analysis techniques which include validation tests, reliability tests, and chi-square tests. The findings of this research show that health consultation activities, home visits, and SMS gateway reminders produce a p value of 0.001 (p < 0.005), physical activity provides a p value of 0.004 (p < 0.005), while group education and health status monitoring show a p value of 0.002 (p < 0.05).
HUBUNGAN EFISIENSI PROSES PENDAFTARAN DENGAN TINGKAT KEPUASAAN PASIEN DI KLINIK ADEERA MEDIKA KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Arif, Mega Aprisna; Said, Sunandar; Sulaiman, Zulkarnain; Adri, Khaeriyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30538

Abstract

Jumlah rekam medis yang terus bertambah juga membuat petugas kesehatan menghadapi kesulitan dalam mengakses rekam medis pasien untuk memperbarui data pengobatan. Sedangkan dilihat dari perkembangan teknologi saat ini seharusnya pihak klinik sudah menggunakan teknologi dalam melakukan pelayanan terhadap pasien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan efisiensi proses pendaftaran dengan Tingkat kepuasan. Metode penelitian berjenis kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, peneliti mengangkat populasi dalam penelitian ini yaitu jumlah keseluruhan pasien yang datang di klinik Adeera medika yaitu 491 (sumber daya klinik Adeera medika 2023), untuk mengetahui ukuran sampel representative yang didapat berdasarkan rumus slovin,metode sampling yang digunakan yaitu accidental sampling, berdasarkan perhitungan rumus slovin 10% tersebut dari 491 pasien jumlah populasi maka di jumlah sampel sebanyak 82 pasien yang melakukan pendaftaran di klinik adeera Medika. Dimana jumlah 82 orang tersebut dijadikan responden. Penelitian ini mengimpulkan bahwa ada hubungan antara efektivitas proses pendaftaran di Klinik adeera Medika dan kepuasan pasien dengan hasil uji chi square sebesar 0,009. Sehingga hipotesis H1 diterima dan H0 ditolak. Ini ditunjukan oleh responden yang menjawab tidak efisien dan tidak puas, yakni 35,4% responden, namun tidak efisien dan puas ada 17,1%, sedangkan responden yang menjawab efisien dan tidak puas ada 18,3%; responden yang menjawab efisien dan puas sebanyak atau 29,3%. Sehingga perlu adanya penyediaan sarana dan prasarana kerja yang memadai, termasuk teknologi informasi, sangat penting untuk mendukung proses kerja yang efisien dan efektif. Dengan peralatan yang memadai, proses pendaftaran dan pelayanan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pasien.
Hubungan Program Skrining Lansia dengan Kualitas Hidup Lansia di UPT Puskesmas Rappang Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang Hs, Sridayanti; Adri, Khaeriyah; Febrianti, Devy
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 5 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i5.23389

Abstract

Skrining lansia menurut World Health Organization (WHO) adalah bagian dari strategi untuk mendukung penuaan sehat yang memungkinkan kualitas hidup lebih baik bagi lansia. Lansia di Sulawesi Selatan tahun 2021 mengalami peningkatan sekitar 33% yakni sebesar 1,23 juta jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hidup lansia yang mengikuti program skrining di UPT Puskesmas Rappang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang berjumlah 1.280 orang dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 93 lansia  yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik penggumpulan data menggunakan kuesioner kualitas hidup dengan pedoman WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan skrining, frekuensi skrining, aksesibilitas, dan interaksi sosial secara signifikan berhubungan dengan kualitas hidup lansia (p < 0,05). Mayoritas responden dengan pelaksanaan dan frekuensi skrining yang efektif, akses yang mudah, serta interaksi sosial yang aktif memiliki kualitas hidup yang baik. Temuan ini menunjukkan pentingnya pelaksanaan skrining yang terstruktur dan terjangkau dalam menunjang kesejahteraan lansia secara fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pelayanan Kesehatan : Metode Servqual di Puskesmas Kota Kecamatan Enrekang Maghfirah Napa, Rizka; Mardhatillah, Mardhatillah; Adri, Khaeriyah; Ramlan, Pratiwi
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 5 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i5.24140

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan. Di Indonesia, tingkat kepuasan pasien masih tergolong rendah, termasuk di Kabupaten Enrekang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dimensi kualitas pelayanan, yaitu reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), dan tangibles (bukti fisik) dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kota Kecamatan Enrekang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis data menggunakan uji chi-square. Populasi penelitian adalah pasien poli umum sebanyak 338 orang, dengan sampel 184 responden yang diambil melalui simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel, yaitu reliability, responsiveness, dan tangibles, tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kepuasan pasien (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kepuasan pasien mungkin lebih dipengaruhi oleh faktor non-teknis, seperti empati, komunikasi interpersonal, dan perhatian personal dari tenaga kesehatan.