Claim Missing Document
Check
Articles

VILLA AND RESORT KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA LOMBOK TENGAH TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Lalu Abiwira Patuh Swaran; Budi Fathony; Muhammad Nelza Iqbal
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Villa And Resort KEK Mandalika Lombok Tengah merupakan fasilitas untuk wisatawan luar/dalam negeri saat berkunjung ke Mandalika Lombok Tengah. Fasilitas ini ditujukan untuk memberikan penginapan yang layak bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau Lombok. Dengan adanya fasilitas Villa & resort ini dipercaya akan mampu untuk menarik minat wisatawan. Pendekatan desain Arsitektur pada Villa & Resort KEK Mandalika Lombok Tengah ini dibilang unik karena mengakat desain rumah adat tradisonal Lombok yang di modifikasi atau bisa dibilang dengan pendekatan Arsitekur Neo Vernakular. Dengan demikan Villa & Resort KEK Mandalika Lombok Tengah ini akan mampu menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke pulau Lombok sembari menikmati keindahan pantai dengan fasilitas-fasilitas yang nyaman dan layak sehingga dapat dikenal oleh wisatawan dalam maupun luar negeri.
PENGEMBANGAN DESA WISATA KEPUNG BUDAYA DESA WATULIMO, KECAMATAN WATULIMO, KABUPATEN TRENGGALEK vega aditama; Budi Fathony; Lalu Mulyadi
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 9 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v9i2.3175

Abstract

Pengembangan pariwisata Kabupaten Trenggalek diarahkan pada pengembangan wisata alam dan budaya, pemasaran daya tarik wisata, pembinaan dan pengembangan nilai-nilai budaya, pembinaan kesenian, peninggalan sejarah yang bertujuan untuk mengembangkan daya tarik wisata potensial sebagai daya tarik utama bagi wisatawan, yang menjadikan pariwisata sebagai sarana peningkatan pendapatan masyarakat, dan daerah, serta media bagi penciptaan lapangan dan kesempatan kerja. Di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo dilakukan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan Survei Pendahuluan, Pengumpulan Data Lapangan, Analisa Data dan pembuatan perencanaan wisata. Dengan demikian tersusunlah Masterplan Desa Wisata Kepung Budaya dengan memperhatikan bangunan tata ruang dalam, keseimbangan, keserasian dan keselarasan dengan Lingkungan.
Metode Analisis Skala Makro untuk Perencanaan Desa Wisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan Redi Sigit Febrianto; Ghoustanjiwani Adi Putra; Budi Fathony
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.345 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.17180

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji metode analisis tingkat makro pada perencanaan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan (quality and sustainable tourism). Desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi wilayah pedesaan, mempercepat transformasi pertumbuhan ekonomi pedesaan dibalut nuansa budaya pedesaan. Metode pengumpulan data berdasarkan kajian literatur tentang obyek sejenis (desa wisata) dan tema sejenis (analisis skala makro). Penelitian ini menggunakan analisis isi dan analisis induktif. Proses perencanaan dan perancangan desa wisata umumnya akan sangat baik jika melibatkan warga desa, perangkat desa, berasal dari partisipatori dari warga. Desain partisipatori warga yang dibalut nuansa budaya akan mengangkat momentum tradisi, budaya, dan eksotisme lingkungan pedesaan. Perancangan dan perencanaan berdasarkan partisipatori warga yang dibalut nuansa budaya akan menghasilkan kebaruan yang otentik (novelty). Ada aspek empat aspek yang berpengaruh dalam perencanaan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan, yaitu: (1) aspek lingkungan/alam, (2) aspek ekonomi-sosial, (3) aspek ekonomi-budaya, dan (4) aspek lingkungan binaan (fisik/bangunan ).
HOTEL BINTANG 5 DI TANJUNG SELOR TEMA: NEO VERNAKULAR Hadi Prastiawan; Gaguk Sukowiyono; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari tahun ke tahun banyaknya pengunjung yang mengunjungi daerah ini untuk berwisata. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya angka Tingkat Penghuni Kamar (TPK) dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Akan tetapi tempat menginap sementara atau hotel yang sudah ada kurang memfasilitasi wisatawan. Perancangan hotel bintang 5 ini akan diberi pendekatan tema neo vernakular. Dikarenakan agar masyarakat didaerah ini mudah menerima bangunan hotel ini dan tidak terkejut akan bangunan ini yang masih memiliki beberapa unsur lokal yang diperbarui atau dimodernisasi dengan arsitektur modern. Bagi wisatawan akan menjadi daya tarik tersendiri melihat bangunan arsitektur modern yang masih memiliki unsur arsitektur vernakular atau arsitektur lokal yang diadopsi ke bangunan ini. Dengan kata lain bangunan Hotel Bintang 5 ini merupakan bangunan modern yang diberikan beberapa pengadopsian dari bangunan lokal yang ada di Tanjung Selor pada bangunan Rumah Adat Suku Dayak.
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI TAMAN SINAU MASYARAKAT DI RW. 09 KELURAHAN MERJOSARI-KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Suryo Tri Harjanto; Yusuf Ismail Nakhoda; Budi Fathony
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.761 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i02.260

Abstract

Keberadaan Ruang Terbuka Hijau sangat penting bagi kehidupan, disamping bermanfaat bagi pengendalian keseimbangan alam, menurut Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 Ruang Terbuka Hijau juga sebagai sarana aktivitas sosial bagi anak-anak, remaja, dewasa, dan manula. Dari aspek struktur kota, Ruang Terbuka Hijau dapat berupa Ruang Terbuka Privat dan Ruang Terbuka Publik, sedangkan Ruang Terbuka Publik berupa Taman Lingkungan Tingkat Kecamatan; Taman Lingkungan Tingkat Kelurahan; Taman Lingkungan Tingkat RW, Taman Lingkungan Tingkat RT. RW. 09 Kelurahan Merjosari memiliki bebrapa Ruang Terbuka yang menyebar dibeberapa RT, dengan berbagai bentuk, luasan dan karakteristik lahan. RW. 09 secara social budaya memiliki berbagai ragam kegiatan yang dilakukan secara rutin, mulai dari kegiatan pendidikan, olahraga, seni kegiatan kemasyarakatan lainnya. Pemanfaatan Ruang Terbuka sebagai taman sinaua masyarakat adalah upaya mempertemukan antara berbagai ragam kegiatan yang dilakukan oleh berbagai ragam usia dan wadah yang menanpung kegiatan tersebut dengan memanfaatkan ruang-ruang terbuka tanpa meninggalkan aturan dan syarat yang berlaku, sehingga tercipta ruang-ruang public sebagai wadah ekspresi, interaksi sehingga akan terjadi pula kegiatan pembelajaran. Dalam proses perencanaan dan perancangan Taman Sinau ini pendekatan yang dilakukan menitikberatkan pada peran masyarakat sebagai subyek, baik mulai dari identifikasi permasalahan dan usulan perencanaan. Dari proses tersebut di atas dihasilkan usulan rancangan yang berbasis masyarakat.
TAMAN HIBURAN REGIONAL DI SAWOJAJAR KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Bayu Agung Saputra; Adhi Widyarthara; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Hiburan merupakan fasilitas komersial yang meliputi aktivitas hiburan dan wisata. Pembangunan taman hiburan di Sawojajar Kota Malang bertujuan untuk menghibur, mengedukasi, dan menghilangkan stress pengunjung. Selain itu, taman hiburan memiliki fungsi lain, yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Taman hiburan ini terdapat fasilitas edukasi yang dapat menambah pengetahuan sejarah kepada pengunjung. Taman hiburan ini menyediakan berbagai sarana hiburan sehingga dapat meningkatkan daya tarik kepada masyarakat. Pendekatan arsitektur yang digunakan adalah arsitetur hijau yang desainnya memperhatikan prinsip kenyamanan, keselamatan dan kesehatan. dengan penggunaan prinsip bangunan hijau, taman hiburan harus memberikan kesan kelestarian terhadap lingkungan, hemat energi dan kenyamanan bagi pengunjung. Agar pengunjung merasa nyaman, maka sistem sirkulasi antar ruang harus dibuat secara efisien dan dinamis. Dengan demikian diharapkan Taman Hiburan Sawojajar di Kota Malang menjadi tempat hiburan yang memberikan edukasi dan rekreatif bagi pengunjung.
REST AND RECREATION AREA PINTU GERBANG KOTA MATARAM TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Endri Septian; Budi Fathony; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mataram adalah ibu kota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di kecamatan Mataram yang merupakan pintu gerbang masuk ke Kota Mataram, karena itu Kecamatan Mataram adalah salah satu kawasan dengan penataan khusus berbasis wisata. Sekarang Pemkot Mataram merancanakan perancangan rest area di Kecamatan Mataram dengan tujuan memindahkan (PKL) pedagang kaki lima yang berada di sekitar area pintu gerbang Kota Mataram, yang nantinya bisa membahayakan pengendara yang melintas di jl. Bypass BIL. karna itu pemkot Mataram akan membangun rest and recreation area yang fasilitasnya cukup lengkap untuk mewadai pengendara yang beristirahat di rest and recreation area tersebut. Dengan adanya fasilitas-fasilitas, kuliner, rekreasi, dan relaksasi yang nantinya akan bisa menarik perhatian masyarakat dan pengemudi untuk berkunjung dan memanfaatkan fasilitas yang ada di rest and recreation area tersebut. Pendekatan arsitektur yang di terapkan pada rest and recreation area ini yaitu arsitektur Neo-Vernakular yang nantinya akan menerapkan bangunan khas lombok sebagai ciri khas dari rest and recreation pintu gerbang Kota Mataram ini, dengan adanya fasilitas rest and recreation nantinya mampu menjadi icon Kota Mataram bahkan menjadi icon pulau Lombok.
PUSAT OLEH- OLEH DAN GALERI SENI DI KOTA PASURUAN TEMA: NEO-VERNAKULAR Nabila Oktavidyayanti; Budi Fathony; M. Nelza Mulki Iqbal
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Oleh- oleh dan Galeri Seni merupakan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kota Pasuruna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, memberi wadah bagi para seniman agar lebih dikenal bagi masyarakat secara luas, memberi kemudahan bagi wisatawan yang datang ke kota Pasuruan, serta agar kawasan wisata menjadi terlihat bersih dan tidak berantakan karena banyak penjual disekitar kawasan wisata. Dalam perancangan Pusat Oleh- Oleh dan Galeri Seni di Kota Pasuruan ini menggunakan tema yaitu arsitektur neo-vernakular. Arsitektur neo vernakular merupakan arsitektur yang bergaya modern namun tidak meninggalkan budaya atau tradisi setempat, sehingga sesuai dengan fungsi yang ada pada bangunan dan lokasi perancangan. Penerapan tema akan terlihat pada bagian atap yaitu atap joglo dan fasad menggunakan ukiran daun sirih khas kota Pasuruan serta penggunaan elemen kaca yang banyak pada bangunan sebagai bentuk modern pada bangunan. Dengan adanya Pusat Oleh- Oleh dan Galeri Seni dengan tema arsitektur neo-vernakular ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, kreatifitas para seniman dan remaja, serta kota Pasuruan yang dapat dikenal oleh masyarakat luar kota Pasuruan.
PERANCANGAN TERMINAL BUS TYPE A KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN TEMA: GREEN ARCHITECTURE Luthfia Renaldi; Lalu Mulyadi; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi darat merupakan urat nadi dari perekonomian suatu wilayah, yang berfungsi sebagai faktor penggerak, serta pendorong pembangunan sebuah sebuah wilayah. Seiring dengan pertumbuhan penduduk pada Kota Banjarmasin menyebabkan peningkatan jenis transportasi pribadi yang semakin tinggi dan tidak seimbang dengan peningkatan fasilitas transportasi umum yang menyebabkan kota Banjarmasin memiliki tingkat kemacetan jalan raya yang tinggi. Oleh karena itu Perancangan Terminal Bus Type A Kota Banjarmasin merupakan upaya pengembangan dalam sektor transportasi yang bertujuan mewujudkan sarana transportasi yang nyaman, aman, tertib, dalam menunjang faktor pembangunan sebuah wilayah. Pendekatan desain arsitektur Eco-Friendly, yaitu desain yang menganut dasar-dasar pengembangan arsitektural yang selaras dengan alam atau memiliki hubungan yang ramah dengan lingkungan alam. Dengan demikian perancangan ini mewujudkan desain yang ramah terhadap lingkungan sekitar dengan efisiensi terhadap pengunaan energi yaitu pemanfaatan pencahayaan, penghawaan, pengelolaan limbah serta penggunaan material bangunan yang ekologis. Perancangan terminal ini juga mewujudkan alur sirkulasi yang terarah baik internal maupun eksternal serta kemudahan dalam pencapaian ruang-ruang terminal serta pemberian fasilitas-fasilitas penunjang terminal. Diharapkan fasilitas transportasi ini mampu menjadi sarana yang menjadi faktor penggerak dan pendorong dalam pembanguann wilayah Kota Banjarmasin serta menciptakan kenyamanan bagi pengguna terminal baik secara fisik, sosial, maupun ekonomi.
MUSEUM ARKEOLOGI DI TRENGGALEK TEMA: ARSITEKTUR MODERN Akbar Rohmadhona; Debby Budi Susanti; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trenggalek merupakan sebuah daerah yang terletak di pesisir daerah pantai selatan di Jawa Timur. Banyaknya penemuan Benda Bersejarah berupa Artefak dan juga banyak ditemukan situs-situs bersejarah berupa candi dan sendang/tempat pemandian di Trenggalek. Namun banyaknya penemuan Arkeologi tersebut tidak didukung dengan tempat untuk menyimpan. Karena itu Pemerintah ingin untuk membagun museum untuk mengumpulkan benda artefak pada satu tempat. Metode yag digunakan adalah metode dari Bryan Lawson yaitu berfikir kreatif yang memiliki lima tahapan, tahapan-tahapan tersebut tidak harus berurutan, dikarenakan cara berfikir setiap individu untuk menghasilkan sebuah ide cukup unik dan berbeda. Perancangan museum didasari oleh arsitektur modern yang akan diterapkan didalam bangunan yang difungsikan untuk menjadi karakter bangunan tersebut. Arsitektur Modern menjadi tantangan bagaimana tema tersebut dapat diaplikasi ke bangunan dengan fungsi Museum. Hasil perancangan yaitu bentuk bangunan persegi panjang dengan olah bentuk yang mempertimbangkan lintasan matahari, kebiasan pengunjung untuk menata ruang, pertimbangan view sudut miring pada bentuk bangunan dengan batasan/dasar dari tema Arsitektur modern. Serta mencoba memecahkan permasalahan pada tapak berupa terpisahnya jalur parkir mobil, motor dan bus agar aman serta tidak menimbulkan kemacetan.