Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

LAPORAN KASUS: ANALISIS KASUS KISTA DERMOID OVARIUM DALAM PERSPEKTIF MEDIS, BIOETIK DAN ISLAM Ainun, Sitti; Andi Mappaware, Nasrudin; Siegers, Suzanna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.21860

Abstract

Kista dermoid termasuk dalam tumor terbanyak yakni 10% dari total tumor ovarium. Tumor ini berasal dari sel germinativum dan paling banyak diderita oleh wanita usia produktif yang berusia 20 – 40 tahun. Dalam kaidah bioetik diketahui terdapat empat aspek, yaitu : Beneficence, Non-Maleficence, Autonomy, dan Justice. Kaidah Maqashid Al- Syari’ah mengandung lima nilai yaitu Hifz ad din, hifz an nafs, hifz al maal, dan hifz al aql. Perspektif ilmu fiqih islam, terdapat lima aspek diantaranya Al-umuru Bi Maqashidha, La Dharar Wala Dhirara, Al Masyaqqah Tajlibut Tasyir, Al- Yaqinu La yuzalu bi syak , Al-Adatu Muhakkamah.. Laporan kasus ini adalah Seorang perempuan nona usia 33 tahun datang ke poli RS Bayangkara dengan keluhan nyeri perut dan perut yang mulai membesar. USG tampak massa kistik besar adneksa. Pasien di diagonsa kista dermoid ovarium. Penatalaksanaan dengan tindakan operasi kistektomi, ablasio kista coklat dan miomektomi. Kasus ini memenuhi kaidah bioetik yakni beneficence, Non-Maleficence, autonomy, dan kaidah Maqashid Al-Syari’ah yakni Hifz an Nafs serta kaidah fiqih Al-umuru Bi Maqashidha, La Dharar Wala Dhirara, dan Al-Adatu Muhakkamah. Kesimpulan dari kasus ini adalah kasus kista dermoid ovarium dilakukan tindakan sesuai indikasi medis, kaidah dasar bioetik, dan Maqasid Al-Syari’ah serta kaidah fiqih islam.
LAPORAN KASUS: ANALISIS KASUS ABSES BARTHOLINI DALAM PERSPEKTIF MEDIS, BIOETIK DAN ISLAM Hidayat Kinder, Taufik; Andi Mappaware, Nasrudin; Aman, Abadi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.21861

Abstract

Kista bartholin merupakan penyumbatan duktus kelenjar bagian distal berupa pembesaran berisi cairan dan mempunyai struktur seperti kantong (swollen sac-like structure). Sekitar 2% perempuan usia reproduktif mengalami pembengkakan pada satu atau kedua glandula Bartholini dengan kasus abses Bartholin dan kista Bartholin mencapai 2% dari semua kunjungan ginekologi per tahun. Dalam Kaidah dasar bioetik terdapat empat aspek yaitu Beneficience, non maleficience, autonomy, dan justice. Dalam prespektif ilmu fiqh ada lima kaidah yaitu Al- umur ubi Maqashidha, La Dharar Wala Dhirara, Al Masyaqqah Tajlibut Tasyir, Al- yaqinu La Yuzalu bi Syak, dan Al-Adatu Muhakkamah. Laporan kasus ini adalah Perempuan Nona berusia 22 tahun dengan keluhan nyeri pada vagina di sertai benjolan pada vulva sinistra. Pada pemeriksaan fisik ditemukan massa pada vulva sinistra diameter 6 cm konsistensi kenyal berbatas tegas, hiperemis dan disertai flour albus warna putih kekuningan,nyeri tekan pada vulva sinistra. Tatalaksana yang dilakukan Marsupialisasi sebagai pembedahan konervatif. Kasus ini memenuhi aspek Beneficiene & autonomy. Serta dasar fiqh yaitu Al-umuru Bi Maqashidha dan Al-Adatu Muhakkamah. Kesimpulan kasus ini adalah kasus abses bartholini dilakukan tindakan sesuai indikasi medis, Kaidah Dasar Bioetik dan Kaidah Fiqh.
LAPORAN KASUS : KEHAMILAN PREMATURITAS DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DALAM PERSPEKTIF MEDIS, BIOETIK, DAN ISLAM Muhajir, Agung; Andi Mappaware, Nasrudin; Hamsah, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.21891

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan 5-15 % penyulit kehamilan dan merupakan salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan morbiditas ibu bersalin. Preeklampsia berat  adalah peningkatan tekanan darah ?160/110 mmHg dengan berbagai komplikasi. Dalam kaidah dasar bioetik terdapat empat aspek yaitu beneficence, non maleficence, autonomi, dan justice. Maqashid Al Shariat mengandung 5 nilai yaitu Hifz ad din, hifz an nafs, hifz al maal, hifz al nasl, dan hifz al aql. Dalam perspektif ilmu fiqih terdiri atas lima kaidah yaitu Al umuru bi maqashida, La dharara  wa laa dirara, , Al masyaqqah tajlibut, Al yaqinu la yuzalu bi syaq, dan Al adatu muhakkamah.  Seorang perempuan usia 40 tahun G6P4A1 gravid 34 minggu 5 hari dengan keluhan mual muntah. IMT 40.63. Tekanan darah 180/100 mmHg. Nyeri tekan regio epigastrik, dan edema pada kedua tungkai. Hasil pemeriksaan urin didapatkan protein +1 darah +3. Diagnosa pada pasien ini kehamilan prematur dengan preeklampsia berat. Tatalaksana yang diberikan pada pasien ini adalah protap PEB dengan terminasi kehamilan dan tubektomi. Dalam perspektif bioetik memenuhi aspek non maleficence, beneficence, dan autonomi serta mengandung nilai maqashid al shariat yaitu hifz an nafs dan pada kaidah fiqih yaitu Al umuru bi maqashida, La dharara  wa laa dirara, dan Al adatu muhakkamah. Seorang perempuan di diagnosis prematuritas dengan preeklampsia berat dilakukan tindakan dengan indikasi medis, kaidah dasar bioetik, maqashid syariah, dan kaidah fiqih.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL SIFILIS PADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS MAKKASAU: Improvement of Knowledge About the Sexually Transmitted Infection Syphilis in the General Community at the Makkasau Health Center Jusuf, Elizabet Catherine; Abidin, Nuraini; Mailoa, Johnsen; Andi Mappaware, Nasrudin; Rauf, Fauzia Tamara; Syamsuri, Nurul Fajri
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i3.36319

Abstract

Sifilis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Spirochaete Treponema Pallidum. Peningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang sifilis dapat melakukan tindakan pencegahan yang efektif untuk menghindari penularan sifilis. Penyuluhan tentang infeksi menular seksual Sifilis telah dilakukan di Puskesmas Makkasau Makassar. Sebelum memulai materi penyuluhan, dilakukan dengan pengisian kuisoner awal (Pre-Test), dilanjutkan pemaparan materi penyuluhan dan sesi diskusi/tanya jawab dengan peserta penyuluhan dan yang terakhir pengisian kuisioner evaluasi (Post-Test). Hasil pengisian kuisioner awal dan akhir dianalisis dengan uji normalitas Saphiro-Wilk dan uji Wilcoxon Rank Test. Penyuluhan diikuti oleh 45 orang. Kegiatan ini mendapatkan respon dan feedback positif dari masyarakat dengan memperhatikan dan dengan memberikan pertanyaan dan peserta tampak paham dan puas dengan penjelasan-penjelasan yang telah diberikan. Pengetahuan masyarakat meningkat signifikan setelah penyuluhan dengan nilai p < 0,05. Namun masih ada hambatan atau kendala yang dihadapi saat penyuluhan yaitu adanya keterbatasan waktu penyuluhan bersamaan dengan jam pelayanan di Puskesmas Makkasau, baik kegiatan pelayanan didalam gedung serta pelayanan luar gedung. Kata kunci: Kesadaran masyarakat, Penyuluhan, Sifilis. ABSTRACT Syphilis is a sexually transmitted infection caused by Spirochaete Treponema Pallidum. Increasing public awareness and knowledge about syphilis can help carry out effective preventive measures to avoid the transmission of syphilis. Counseling about sexually transmitted infections of Syphilis has been carried out at the Makkasau Makassar Health Center. A Pre-Test was conducted before the counseling started by filling out the initial questionnaire, followed by the presentation of counseling material and discussion/question and answer sessions with counseling participants, and finally filling out an evaluation questionnaire (Post-Test). The results of filling out the initial and final questionnaires were analyzed by the Saphiro-Wilk normality test and the Wilcoxon Rank Test. The counseling was attended by 45 people. This activity received positive responses and feedback from the community by paying attention and by giving questions and participants seemed to understand and be satisfied with the explanations that had been given. Community knowledge increased significantly after counseling with a p < 0.05. However, there are still obstacles faced during counseling, namely the limited counseling time along with service hours at the Makkasau Health Center, both service activities inside the building and services outside the building. Keywords: Public awareness, Education, Syphilis.
Profil Pasien Kanker Serviks di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2021 sampai dengan Tahun 2023 Isro’ Iriansyah, Mochammad; Wahyuni Gayatri, Sri; Harahap, Wirawan; Andi Mappaware, Nasrudin; Isni D. Iskandar, Gina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 4 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i4.23201

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak yang menyerang wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien kanker serviks di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021–2023 berdasarkan usia, gejala klinis, stadium kanker, jenis terapi, usia menarche, usia pertama kali berhubungan seksual, dan riwayat vaksinasi HPV. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dan dikumpulkan melalui teknik purposive sampling sebanyak 80 pasien. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 50–60 tahun (75%), dengan gejala utama berupa nyeri (100%), keputihan (80%), dan perdarahan (70%). Stadium IIB merupakan stadium yang paling umum ditemukan (57,5%), dan mayoritas pasien menjalani terapi simptomatik (100%) serta kemoterapi/radioterapi (81,25%), sementara tindakan pembedahan hanya dilakukan pada 8,75% pasien. Usia pertama kali berhubungan seksual terbanyak adalah 21–25 tahun (52,5%), dan mayoritas mengalami menarche pada usia 13–15 tahun (78,75%). Sebanyak 63,75% pasien belum pernah menerima vaksin HPV. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan program skrining dini dan cakupan vaksinasi HPV sebagai langkah preventif dalam menurunkan kejadian kanker serviks di Indonesia.
HUBUNGAN KPD DENGAN PERSALINAN BERDASARKAN USIA KEHAMILAN DI RSIA SITTI KHADIJAH 1 MAKASSAR Amalia, St. Rahmatul; Julyani, Sri; Rasfayanah , Rasfayanah; Andi Mappaware, Nasrudin; Darma, Sidrah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25631

Abstract

Persalinan berdasarkan usia kehamilan terbagi menjadi persalinan aterm dan persalinan preterm. Pada saat persalinan berlangsung dapat terjadi kematian pada ibu maupun bayinya. Angka kematian ibu dan bayi dapat disebabkan oleh infeksi persalinan preterm. Menurut data dari WHO(2018) angka kelahiran bayi preterm di Indonesia sekitar 675.700 pertahun, menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar ke-5 dengan jumlah persalinan preterm tertinggi di dunia.Salah satu faktor penyebab persalinan preterm yaitu KPD. KPD merupakan pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa disertai tanda inpartu. KPD merupakan penyebab 18%-20% morbiditas dan mortalitas perinatal. KPD dapat terjadi pada kehamilan aterm dengan insidensi lebih tinggi antara 6-19% dibanding KPD preterm dengan insidensi 2% dari semua kehamilan.Pasien KPD dengan risiko rendah yang memenuhi kriteria dapat diberikan manajemen perawatan di rumah hingga melahirkan aterm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan KPD dengan persalinan berdasarkan usia kehamilan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar.Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel dari data rekam medik sebanyak 74. Hasil diolah menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian bahwa KPD pada kehamilan aterm didapatkan 54 orang mengalami persalinan pada usia kehamilan aterm. Sementara KPD pada kehamilan preterm didapatkan 7 orang mengalami persalinan pada usia kehamilan aterm dan 13 orang mengalami persalinan pada usia kehamilan preterm. Dari hasil analisis didapatkan p-value <0,001. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan antara KPD dengan persalinan berdasarkan usia kehamilan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar
Literature Review: Pengaruh Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L.) Terhadap Kadar Hormon Estrogen Salsabila, Fitra Amalia; Andi Mappaware, Nasrudin; Arfah, Arni Isnaini; Fujiko, Masita; Mokhtar, Shulhana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7675

Abstract

Latar belakang: Estrogen adalah hormon steroid yang terkait dengan organ reproduksi wanita. Rendahnya konsentrasi hormon estrogen bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor usia, adanya gangguan pada ovarium, kekurangan gizi, stres dan genetik. Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) mengandung banyak senyawa seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, asam lemak dan fitokimia yang dibutuhkan oleh tubuh yang mampu memberi efek estrogenik karena dapat berikatan dengan reseptor estrogen, juga memberi efek pro-apoptosis dan antioksidan. Tujuan: Untuk mengetahui adanya pengaruh Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) terhadap kadar hormon estrogen. Metode: Literature review dengan desain narrative review. Hasil dan Pembahasan: Adapun literatur yang diperoleh berjumlah 15 referensi yang selanjutnya dibahas dan dikaitkan dengan judul penelitian. Menurut penelitian yang dipublikasikan disejumlah jurnal, Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki kandungan fitokimia berupa fitoestrogen. Kandungan fitoestrogen memiliki struktur yang sama serta dapat berikatan langsung dengan reseptor estrogen. Selain itu, kandungan asam amino, asam lemak, dan kalium dapat memicu GnRH untuk melepaskan FSH dan LH yang nantinya akan meningkatkan kadar hormon estrogen. Kesimpulan: Berdasarkan hasil literature review, dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) dapat memengaruhi kadar estrogen dalam tubuh dan memiliki pengaruh positif pada kesehatan reproduksi wanita.
Literature Review: Pengaruh Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L.) Terhadap Kadar Hormon Androgen Mutiara, Mutiara; Andi Mappaware, Nasrudin; Arfah, Arni Isnaini; Wahid, Syarifuddin; Sari Dewi, Anna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7678

Abstract

Latar Belakang: Androgen adalah hormon yang berperan dalam sistem reproduksi pria yang diproduksi secara signifikan dalam bentuk testosteron. Hormon testosteron memiliki fungsi utama mongontrol proses spermatogenesis yang terjadi di dalam testis. Penurunan kadar hormon androgen terutama testosteron dapat mempengaruhi kesuburan pada pria. Kandungan nutrisi buah Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki potensi dalam meningkatkan kadar hormon testosteron. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat yang terkandung dalam buah kurma ajwa dapat mepengaruhi kadar hormon androgen, dan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah kurma ajwa terhadap metabolisme kadar hormon androgen. Metode: Literature review dengan desain narrative review. Hasil: Berdasarkan 8 jurnal penelitian yang didapatkan bahwa buah kurma mengandung senyawa aktif berupa fenolik, flavonoid, asam amino yang memiliki sifat sebagai antioksidan dan mendukung produksi hormon androgen. Mengonsumsi buah kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kadar hormon reproduksi pria terutama pada hormon testosteron, membantu mengobati gangguan infertilitas dan memperbaiki kesuburan pada pria. Kesimpulan: Berdasarkan hasil literature review, dapat disimpulkan bahwa buah kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) dapat meningkatkan kadar hormon androgen.
Literature Review: Pengaruh Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L) Terhadap Kadar Hormon Progesteron Mustakim, Sarmila; Andi Mappaware, Nasrudin; Arfah, Arni Isnaini; Said, Hamzah; Zulfamidah, Zulfamidah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7679

Abstract

Progesteron adalah hormon steroid endogen yang disintesis oleh ovarium dan plasenta di kelenjar korteks adrenal serta gonad. Buah kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) berasal dari kota madinah di arab saudi dan memiliki kandungan yang sangat bermanfaat seperti:  asam lemak, asam amino, kalium, serotonin, flavonoid dan zink yang mampu dalam meningkatkan dan menstabilkan kadar hormon progesteron dan fungsi dari ovarium. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi kurma ajwa terhadap metabolisme hormon progesterone. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif jurnal yang bereputasi dengan metode literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) berfungsi memberi perbaikan dari fungsi ovarium dan berfungsi menguatkan oosit dan regulasi hormonal dalam menstabilkan pengeluaran esterogen dan progesteron. Menurut penelitian yang dipublikasikan di sejumlah jurnal, mengonsumsi buah kurma ajwa memiliki nutrisi yang lengkap baik makronutrisi dan mikronutrisi yang bermanfaat untuk fungsi dan struktur ovarium yang dapat bekerja langsung pada metabolisme perbaikan progesteron.