Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI DISTORSI MEMORI MIMPI MELALUI KARYA SENI KONSEPTUAL Lakoro, Muhammad Alvaro Putra; Yuningsih, Cucu Retno; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena distorsi memori mimpi dialami penulis dan diangkat menjadi sebuah karya seni koseptual yang mengandung unsur-unsur seni video dan disertai video performans pada penyajian karya demi mempresentasikan ide karya. Sebuah fenomena dimana mimpi perlahan-lahan terdistorsi dan terhapus dari ingatan setelah sepersekian detik penulis bangun dari tidur. Mimpi yang baru saja terjadi diabadikan dalam sebuah tulisan dan menjadi bukti telah terjadi sebuah mimpi, catatan-catatan mimpi inilah yang menjadi komponen atau merupakan ide utama pada karya seni. Seni konseptual menjadi satu-satunya media yang cukup mewadahi gagasan karya dikarenakan konsep karya membutuhkan media yang tidak terikat dengan disiplin umum lainnya. Tujuan dari pengkaryaan merupakan manifestasi apresiasi penulis terhadap hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup seperti fenomena distorsi memori mimpi sendiri. Kata kunci: distorsi memori mimpi, seni konseptual, catatan mimpi
VISUALISASI EFEK HIPERREALITAS TERHADAP IDENTITAS DIRI DALAM MEDIUM VIDEO SENI Perdana, Rionaldi; Yuningsih, Cucu Retno; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kita sadari bahwa teknologi semakin berkembang dengan pesat di dunia, kemajuan teknologi ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Walaupun kemajuan teknologi memberikan dampak negatif dan positif dengan perbedaan yang sangat jelas namun masih banyak manusia yang tidak menyadari terhadap dampak negatif tersebut karena tanpa kita sadari kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap aspek kehidupan manusia, dengan perkembangan teknologi tersebut ternyata cukup banyak berdampak pada permasalahan ke arah yang negatif dan merugikan untuk kesehatan mental manusia. Sehingga penulis ingin mengangkat permasalahan tersebut melalui Tugas akhir dan menjadi sebuah karya video seni yang berjudul In Dreams Our Lie Memories. Melalui media video seni yang menggabungkan antara elemen seni visual dan seni audio, penggunaan media video seni diharapkan dapat memberikan pesan yang lebih mudah tersampaikan kepada kalangan umum dan kemudian menjadi suatu karya yang akan menjadi media yang cukup efektif untuk memberi gambaran bahwa teknologi semakin berkembang dengan pesat di dunia. Oleh karna itu penulis ingin memberikan suatu karya video seni yang memiliki konsep visual surealisme dan melalui medium video seni dengan tujuan memberikan sebuah gambaran visual bahwa perkembangan teknologi berhubungan erat dengan dunia hiperrealitas yang ternyata memiliki dampak buruk terhadap kesehatan mental seseorang. Kata kunci: Hiperrealitas, Surealisme, Video Seni.
VISUALISASI KONTRADIKTIF ANTARA STIMULUS DAN RESPON DENGAN TEKNIK LUKIS IMPRESIONIS Qonita, Azizah; Maulana, Teddy Ageng; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari pengamatan penulis terhadap lingkungan sekitar yang terdiri daribeberapa individu dengan pola 琀椀ngkah laku bersifat repe琀椀琀椀f yang dilakukan dan diberikanoleh s琀椀mulus terhadap respon, hingga memunculkan reaksi yang beragam. S琀椀mulus-Respon merupakan asas belajar sederhana yang terdapat pada teori behavioris琀椀k di manadampaknya adalah terjadinya hubungan antara pesan terhadap media, serta responindividu terhadap s琀椀mulus tertentu, namun ada kalanya respon yang diterima 琀椀dak sesuaidengan respon yang diharapkan hingga memunculkan sifat kontradik琀椀f di dalamnya.Dengan metode penciptaan karya, penulis akan membuat visualisasi dari sisi kontradik琀椀fyang dihasilkan oleh respon terhadap s琀椀mulus dengan menggunakan teknik lukisimpresionis. Melalui karya lukis yang dapat dinikma琀椀 secara visual maupun este琀椀ka,diharapkan pesan yang berusaha penulis sampaikan dapat tersalurkan, bahwa responyang 琀椀dak sesuai dengan yang diharapkan oleh s琀椀mulus bukanlah sebuah kegagalandalam berkomunikasi, melainkan hal tersebut lumrah dan dapat terjadi kepada siapapun. Kata Kunci: Kontradik琀椀f; Behavioris琀椀k; S琀椀mulus-Respon
VISUALISASI PEMICU KECEMASAN BERLEBIH DENGAN PENGGAYAAN LUKIS EKSPRESIONISME Maulidya, Zahra; Endriawan, Didit; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pada kesehatan mental merupakan suatu keadaan yang mencerminkan disfungsi psikologis. Dewasa ini, topik tersebut tidak lagi dianggap hal yang tabu. Ditambah, seni sejak dahulu sering menjadi media penyalur emosi dan perasaaan seseorang. Metode ini dapat meringankan perasaan tidak menyenangkan yang dirasakan. Salah satu gangguan mental yang banyak ditemui adalah gangguan kecemasan, yang bisa bersumber dan dipicu oleh apa saja. Tujuan dari pengkaryaan ini adalah untuk membantu penulis meringkankan ledakan perasaan yang diakibatkan gangguan kecemasan, serta media bagi penulis untuk menyalurkan emosi dan perasaan sehingga lingkungan sekitar bisa sedikit banyaknya melihat secara visual hal yang sedang dialami. Dalam implementasinya, penulis menggunakan media karya seni lukis bercorak ekspresionisme; dengan cat, kuas, dan kanvas berukuran 100 x 80 cm, 70 x 70 cm, dan 80 x 60 cm sebagai alat penunjang. Pengkaryaan dilakukan dimulai dari membuat sketsa digital. Sketsa digital menjadi acuan, dituangkan secara manual pada media kanvas dengan ukuran yang telah ditentukan dan menggunakan modelling paste sebagai dasar, kemudian dicat menggunakan cat akrilik, dan menggunakan campuran modelling paste dengan cat untuk teknik ekspresionisme sebagai proses terakhir. Diharapkan karya seni ini dapat menjadi media terapi penulis sekaligus dapat dinikimati oleh pengamat dan pecinta karya seni. Kata kunci: Gangguan Kecemasan, Kesehatan Mental, Seni Lukis, Ekspresionisme.
KARAKTERISTIK PROSES, KONTEKS, DAN BENTUK VISUAL GAMBAR ANAK SPEKTRUM AUTIS Al’Ghani, Syifa Roselani; Yuningsih, Cucu Retno; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ar琀椀kel ini bertujuan untuk menganalisis karakteris琀椀k lukisan pada siswa au琀椀s diYayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Bandung. Studi ini tertarik dalam menganalisiskarakteris琀椀k berdasarkan ranah analisis visual signi昀椀kan dalam intrinsik lukisan, u琀椀litas,dan kri琀椀k hiburan "U琀椀le et Dulce", serta analisis krea琀椀vitas dalam proses pembelajaranmelukis. Peneli琀椀an ini dilakukan selama 35 hari, dimulai dari tanggal 20 November hingga25 Desember 2023. Metode peneli琀椀an yang digunakan adalah metode deskrip琀椀f kualita琀椀fyang ditetapkan untuk mencapai pemahaman yang lebih rinci dalam wacana peneli琀椀an.Hasil peneli琀椀an ini menunjukkan bahwa dalam karakter proses, karakter proses Fa琀椀hSiswanto berada dalam proses memperdalam bakat, dengan bentuk-bentuk signi昀椀kanyang diulang dan berulang. Sementara itu, Yala telah memasuki eksplorasi yang ditandaidengan proses kompromi baik dalam teknik maupun ide lukisan. Dalam konteks u琀椀litasdan hiburan, Fa琀椀h Siswanto menentukan kontras, kecerahan, dan visual yangteriden琀椀昀椀kasi yang meningkatkan kesenangan bentuk dan warna. U琀椀litas menjadi sumberkegembiraan visual. Diiku琀椀 oleh Yala Samita dengan lukisannya yang abstrak, u琀椀litasmempromosikan kebebasan interpretasi, dan kegembiraan melalui bentuk yang dinamis.Terakhir, karakteris琀椀k visual intrinsik yang signi昀椀kan dari Fa琀椀h ditandai dengan daya tarikvisualisasi dan ekspresionis, sedangkan Yala Samita lebih mendalam dalam gaya abstrak. Kata kunci: Karakteris琀椀k Lukisan, Anak Au琀椀s, dan Gambar.
FENOMENA URBAN CULTURE DALAM ASPEK FASHION MELALUI SENI MIX MEDIA Rustiawan, Muhammad Fajar; Yuningsih, Cucu Retno; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan fenomena budaya urban selalu berkembang pesat hinggamenghasilkan berbagai aspek kehidupan seperti: Fashion atau mode, Subkultur dan musikHip – Hop, seni rupa jalanan, dan olahraga ekstrem, hingga akhirnya berkembang denganpesatnya aspek Fashion yang menjadi poros dan penggerak utama di dalam kehidupanbudaya urban hingga saat ini dan berkembang dalam Genre Streetwear dan menariknyaaspek Fashion dalam budaya urban juga tidak hanya menjadi identitas anak muda tetapimenjadi Movement, ekspresi diri, pernyataan sosial dalam kehidupan urban. Dari sinilahgagasan utama dalam karya untuk tugas akhir “Fenomena Urban Culture dalam AspekFashion melalui Seni Mix Media.” Yang mengangkat bagaimana terjadinya fenomena.Karya ini merupakan gambaran bagaimana fenomena budaya urban yang terjadi di skenaanak muda Amerika yang di garis besari oleh aspek Fashion. Dan juga tujuan karya inimengangkat estetika, budaya, pengaruh, yang berkembang hingga saat ini ke dalamberbagai macam aspek kehidupan, dan karya ini menggunakan teknik Mix Media karenabertujuan untuk melakukan eksplorasi medium untuk menyamakan dengan konsep karya.Kata kunci: Budaya Urban, Aspek Fahsion , Sneakers, Mix Media.
REPRESENTASI POST-ADOLESCENT REGRET YANG DIAKIBATKAN OLEH QUARTER LIFE CRISIS DALAM KARYA VIRTUAL PAINTING Ibrahim, Basyar Rana; Yuningsih, Cucu Retno; Syarief, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini merupakan representasi visual dari fenomena Post-Adolescent Regret,yaitu penyesalan yang dialami individu setelah seorang individu katika ia telah melewatifase remaja atau baru saja memasuki fase dewasa, penyebab fenomena Post-AdolescentRegret disebabkan oleh seseorang yang mengalami stress akibat quarter life crisis, yaitukrisis identitas yang dialami oleh individu pada dewasa muda yang diakibatkan olehtekanan sosial, kehilangan, dan harapan yang tak tercapai. Fenomena ini dimaknai melaluipendekatan psikologis dan filosofis, serta divisualisasikan dalam medium Virtual Reality(VR) dengan gaya surealis. Karya menghadirkan figur utama sebagai representasi diripenulis yang digambarkan seperti patung, memeluk gelembung berisi bayi yangmerepresentasikan simbol masa lalu yang penuh kehangatan dan ketenangan. Elemensimbolik lainnya seperti bulan pucat, hutan liar, dan hewan-hewan seperti serigala, penyu,kepiting, kupu-kupu, serta kakaktua diletakkan mengelilingi figur utama untuk mewakiliemosi kompleks seperti keterpaksaan, penyesalan, harapan, serta keterjebakan waktu.Karya ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi pribadi penulis, namun juga menawarkanrefleksi diri atas krisis identitas yang dihadapi individu yang baru memasuki fase dewasa.Penggunaan teknologi VR memperkuat kesan imersif dan memungkinkan penontonmengalami lanskap psikologis sang seniman secara langsung.Kata kunci: Post-Adolescent Regret, Quarter Life Crisis, Virtual Painting, VR, Surealisme.
REPRESENTASI RINDU RUMAH MASA KECIL DALAM KARYA SENI LUKIS Abdurachman, Fisel Accura; Yuningsih, Cucu Retno; Syarif, Edwin Buyung
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didorong oleh perasaan rasa kehilangan masa kecil dan kerinduan akan rumahtersebut. Hal ini memberikan penulis urgensi untuk mengungkap dan menganalisis perasaanrindu rumah dan hubungannya dengan rumah masa kecil, pengalaman ini bermula ketikakunjungan ke rumah masa kecil penulis tidak berjalan sesuai harapan. Menimbulkan perasaankehilangan rumah dan kenangan di dalamnya. Tulisan ini mengeksplorasi tema tentang rindurumah dan rumah masa kecil serta bagaimana seniman menciptakan karya seni dankonsepnya. Dalam tugas akhir ini yang berjudul ”Representasi Rasa Rindu Karena Rumah MasaKecil Dalam Karya Seni Lukis” penulis perlu melakukan penelitian terhadap topik-topik yangrelevan yang membantu menonjolkan tema karya seni yang akan dibuat agar mendapatkanrepresentasi yang tepat dalam karya seni akhir. Dengan 3 seri lukisan untuk mewakili topik.Lukisan akan dibuat dengan cat minyak sebagai medium pilihan. medium ini bisa menjadi caraterkuat penulis untuk menyampaikan konsep..Kata Kunci: Rindu rumah, Rumah Masa Kecil ,Seni Lukis
SERI KARYA LOWBROW SUREALIS “ORIN: THE ART OF NOTICING” SEBAGAI REFLEKSI RESILIENSI Daniel, Ivan; Yuningsih, Cucu Retno; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang pasti pernah mengalami masa terpuruk dalam hidupnya, hal initerkesan sepele namun dapat berbahaya jika diabaikan terlalu lama, Penting bagiseseorang untuk menyadari dan mulai menerima peristiwa atau situasi gelap sebagaisebuah peluang untuk bertumbuh. Dari pemikiran inlah gagasan karya untuk tugas akhiryang berjudul “Seri Karya Lowbrow Surealis ‘Orin: The Art of Noticing’ Sebagai RefleksiResiliensi”. Karya ini akan menjadi tempat perenungan kembali alasan dan tujuan setiapindividu melalui 2 karya, karya sebuah lukisan mixed media dan juga figur toy art.Keduanya berfungsi sebagai medium kontemplatif untuk memahami kembali maknatujuan dan daya tahan diri dalam kehidupan.Kata kunci: Resiliensi, Tujuan Hidup, Meaning-making, Lowbrow
VISUALISASI KETIDAKPUASAN PADA CITRA TUBUH WANITA MELALUI LUKISAN DIGITAL DENGAN MIXED MEDIA Shebina, Biannisa; Yuningsih, Cucu Retno; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir ini berangkat dari pengalaman pribadi penulis terkait citra tubuh negatifyang muncul akibat perbandingan sosial ke-atas. Karya ini merepresentasikan bagaimanatekanan sosial dan standar kecantikan yang tak realistis membentuk ketidakpuasan terhadapdiri sendiri. Visualisasi dilakukan melalui media lukisan digital yang dipadukan denganpenyajian mixed media, seperti pencetakan sublim di atas kain linen dan bingkai kayu. Prosespenciptaan melibatkan pendekatan simbolis dan surealis, seperti refleksi kepala babi dalamcermin serta figur maneken sebagai lambang tekanan kolektif. Melalui pendekatan ini, karyadiharapkan dapat menjadi ruang perenungan atas pengalaman emosional yang banyak dialamiperempuan terhadap tubuhnya.Kata kunci: ketidakpuasan, citra tubuh, perbandingan sosial, standar kecantikan, lukisandigital, mixed media, visualisasi.