Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI SEORANG IBU SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN MENJADI SEBUAH KARYA SENI LUKIS Kartaatmaja, Fakhri Huzaemi; Wiguna, Iqbal Prabawa; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sebuah keluarga terdapat ayah dan ibu yang memiliki peranan penting.salah satu dari mereka dalam mendidik anak dapat berbeda cara, bisa juga berprilakukasar terhadap anak dan juga berprilaku merawat dalam penuh rasa sayang, kekerasananak masih sering terjadi di dalam kehidupan berkeluarga dan berdampak buruk terhadapanak hingga dewasa kekerasan bisa dilakukan dari fisik hingga mental, selain berdampakkepada anak. Kekerasan yang ada dalam rumah juga akan berdampak buruk ke dalamkeharmonisan keluarga. Tidak lupa dengan seorang ibu turut menjadi suatu perananpenting di dalam kehidupan keluarga penulis memberikan perlakuan yang berbeda dariayah, memberikan perlakuan lembut, perhatian lebih dan rasa kasih sayang penuhsehingga untuk Tugas akhir ini berjudul visualisasi seorang ibu sebagai sumber kehidupanmenjadi karya seni lukis, bertujuan untuk memberikan sebuah gambaran kekerasan yangdi lakukan oleh ayah dan juga sikap kasih sayang ibu kepada anak nya sehingga penuliskagum akan sosok ibu. Oleh karena itu untuk sebuah pengaryaan dengan sebuahvisualisasi sosok ibu yang menggunakan sebuah teknik melukis sekaligus menggunakansebuah media lain yang di rajut, tujuan nya mengingatkan bagaimana sosok seorang ibupenulis yang suka merajut sehingga mengikatkan antara hubungan anak dengan seorangayah. Sehingga menjadikan penulis terkesan dengan sosok ibu yang memiliki pengertianlebih dan rasa kasih sayang menjadikan pribadi penulis menjadi lebih baik.Kata kunci: ibu, ayah, kekerasan terhadap keluarga, seni lukis
KETIDAKPERCAYAAN DIRI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Turnip, Joshua Mangatas Jagala; Yuningsih, Cucu Retno; Rachmawati, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan Tugas Akhir ini berjudul <Ketidakpercayaan Diri Sebagai IdePenciptaan Karya Seni Lukis=. Pada pengkaryaan tugas akhir ini memfokuskan padapembahasan isu ketidakpercayaan diri atau self doubt. Pengkaryaan ini berbentuk dua dimensi menerapkan aliran neo-ekspresionis dan dibuat dengan menggunakan berbagai macam teknik, seperti, mix media dan painting. Rasa percaya diri sangat dibutuhkan dalam  lingkungan maupun pekerjaan. Karya  ini mengambil peristiwa yang  dialami  sendiri  oleh  penulis,  yaitu  ketidakpercayaan  diri.  Jika  memiliki kreativitas  dan  mempunyai  bakat  didalam  bidang  seni  terutama  serius (bersungguh-sungguh)  dan  menjadi  mahasiswa  jurusan  seni  lukis,  rasa ketidakpercayaan  diri  ini  sangat  mengganggu  dan  juga  menghambat  setiap pengekspresian  dalam  karya-karya  penulis.  Rasa  ketidakpercayaan  diri  juga menghambat  aspek-aspek  lainnya,  seperti  cara  berpakaian  dan  beradaptasi  di lingkungan. Hal ini disebabkan rasa percaya diri sudah tidak lagi dinilai berdasarkan pendapat pribadi, melainkan oleh hasil penilaian orang lain sehingga setiap individu tidak percaya diri dengan hal-hal yang membuat diri nya sendiri nyaman, sampai masalah  hati  kita  sendiripun  mengikuti  hasil  penilaian  orang  lain.  Tujuan  dari pengkaryaan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui apa yang melatar belakangi penulis  dalam  penciptaan  karya  tugas  akhir  yang  berkonsep  tentang ketidakpercayaan diri dan memvisualisasikan konsep dan gagasan menjadi karya seni  dua  dimensi.  Penulis  juga  dipengaruhi  oleh  seniman  lain  yang  menjadi referensi, yaitu Evgeniy Nesterov yang mengangkat isu yang sama dan Jean-Michel Basquiat yang memakai teknik dan aliran yang sama. Karya seni ini menjadi sebuah penyampaian pesan tentang realita kehidupan bahwa ketidakpercayaan diri terjadi pada setiap individu manusia.Kata kunci: ketidakpercayaan diri, neo-ekspresionis, mix media.
JERAWAT DAN KEPERCAYAAN DIRI PEREMPUAN DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA Firdaus, Amira; Yuningsih, Cucu Retno; Endriawan, Didit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perubahan fisik yang terjadi ketika seseorang mengalami masa pubertas ialahtimbulnya acne vulgaris atau biasa disebut dengan jerawat. Timbulnya jerawat pada individu,khususnya perempuan dapat menjadikan seseorang mengalami rasa tidak percaya diri akankekurangan fisiknya. Tugas Akhir yang berjudul <Jerawat dan Kepercayaan Diri Perempuan dalamKarya Lukis Mix Media= ini mengangkat konsep bagaimana seorang perempuan dapatmembangkitkan kembali rasa percaya diri akibat timbulnya jerawat. Pengkaryaan Tugas Akhir inisendiri merepresentasikan pengalaman penulis yang juga mendapati rasa tidak percaya diri akibattimbulnya jerawat. Pengkaryaan dibuat melalui karya lukis aliran surealisme dengan menimbangadanya penggambaran mengenai perasaan penulis dan terdapat juga teknik mix media di dalamnya.Penggambaran dalam Tugas Akhir akan dibuat melalui 3 seri karya yang berhubungan satu sama laindengan judul <The Beauty: Girl and The People Who See=, <The Beauty: Explosion= dan <The Beauty:She9s not Losing Herself=. Pengkaryaan Tugas Akhir ini bertujuan agar seseorang, khususnyaperempuan yang memiliki wajah berjerawat dapat mengembalikan lagi rasa percaya diri yang telahlama hilang melalui karya lukis surealisme dan mix media. Kata kunci: Jerawat, Ketidakpercayaan Diri, Seni Lukis
KAIN LURIK DAN TRADISI MITONI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Sarita, Sandrina Rahma; Sadono, Soni; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Gagasan dalam penciptaan karya seni pada Tugas Akhir secara umum bersumber dari identitas serta budaya yang penulis bawa. Pencarian ide dan isnpirasi bersumber dari lingkungan keluarga dan budaya yang digunakan oleh generasi penulis yang kemudian dituangkan ke dalam karya berupa seni lukis mix media. Dengan judul <Kain Lurik dan Tradisi Mitoni Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis=, penulis memvisualisasikan tradisi tersebut berdasarkan persepsi penulis dengan mengolah beberapa objek Kain Lurik dan objek lain yang terkandung dalam Tradisi Mitoni dengan menggunakan Seni Lukis Mix Media. Tradisi Mitoni atau dalam beberapa daerah menyebutnya dengan Tingkeban merupakan rangkaian acara tujuh bulanan yang biasa digunakan oleh ibu hamil dalam masyarakat Jawa khusunya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai penyampaian doa, harapan, serta rasa syukur atas hadirnya jabang bayi saat memasuki bulan ketujuh masa kehamilan. Dalam prosesinya, terdapat Kain Lurik yang digunakan sebagai pengantar doa yang terkandung dalam motifnya. Penulis ingin menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian tradisi serta budaya yang sudah diturunkan kepada generasi selanjutnya yang telah diberkati oleh tradisi itu sendiri sebagai bekal pada masa kini dan masa yang akan datang melalui persepsi visual penulis dengan menggunakan motif Kain Lurik dan Proses dari Mitoni itu sendiri. Kata Kunci: Tradisi Mitoni, Kain Lurik, Seni Lukis.
LIMA EMOSI DASAR MANUSIA MELALUI SENI NEW MEDIA Hapsari, Annisa Dwi; Maulana, Teddy Ageng; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era teknologi yang kini kian berkembang sangat memudahkan manusia dalamberinteraksi dan berkomunikasi kapan saja dan dimana saja. Interaksi ini dapat memunculkan emosipada diri manusia yang dapat mempengaruhi kondisi suasana ha}, perilaku, bahkan pengambilankeputusan dalam keseharian. Gagasan ini merupakan sebuah topik latar belakang berdasarkanpengalaman pribadi penulis dengan menggunakan referensi emosi dasar berdasarkan pemaparanFischer, Shaver dan Carnochan dalam buku <How Emo}ons Develop and How they OrganizeDevelopment= dengan menggunakan metode penciptaan karya seni new media dengan visualberupa lukis digital dan audio berupa frekuensi berdasarkan buku <Healing and Recovery= karyaDavid R. Hawkins. Dengan penggunaan seni new media pada pengkaryaan merupakan bentukeksplorasi media baru yaitu media digital pada proses visualisasi lima emosi dasar manusia yangmenciptakan karya berupa lukis digital. Dengan gabungan lukis digital dan audio berupa frekuensihasil akhir karya berupa video. Karya dari tugas akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan limaemosi dasar manusia melalui seni new media. Kata Kunci: Emosi Dasar, Frekuensi, New Media, Digital Pain}ng
PENCIPTAAN KARYA FILM SEMI-EKSPERIMENTAL BERTEMAKAN LUKA BATIN MASA KECIL DENGAN JUDUL UNSPOKEN Kirana, Abhita Damar; Yuningsih, Cucu Retno; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan manusia memiliki beberapa fase yang sangat penting. Salah satunyaadalah masa anak-anak, masa ketika seseorang belajar banyak hal untuk pertama kalinya.Pada tahap ini, seseorang dapat mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan yangdapat membekas dan terus berlanjut hingga anak itu dewasa. Ketika hal ini terjadi, sangatmungkin anak tersebut akan tumbuh dengan luka batin. Jika luka tersebut tidak diobatidengan benar, hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit fisik dan mental di masamendatang. Dalam pengkaryaan kali ini, penulis akan memvisualisasikan dampak dari lukabatin yang tidak terselesaikan di masa mendatang, serta menunjukkan pentingnyapenyembuhan luka batin untuk kelangsungan hidup remaja dan dewasa yang optimal.Dengan menggunakan metode double exposure, masalah ini akan dikemas melalui filmsemi-eksperimental tanpa narasi maupun dialog. Kemudian beberapa simbol visual yangakan menyampaikan elemen semiotika atau pesan tersirat. Kata Kunci : Film Eksperimental, Inner Child, Luka Batin, Dampak Luka Batin.
REPRESENTASI KESEIMBANGAN KEHIDUPAN MANUSIA DI ERA GLORIFIKASI GILA KERJA DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTAL Mutmainah, Ergi Alifia; Yuningsih, Cucu Retno; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gila kerja atau workaholic menjadi gaya hidup dan sebuah glorifikasi manusiakhususnyadiperkotaan, sehingga setiap kali ingin menciptakan ketenangan manusiamerasa bersalah akan hidupnya. Hal tersebut tentu mempunyai banyak pengaruh negatifterhadap manusia itu sendiri khususnya pada kesehatan fisik maupun mental.Pengkaryaan tugas akhir karya film eksperimental yang berjudul <The Beauty of a SlowerPaced Life= ini akan menyampaikan suatu pesan dan ajakan bagi manusia untuk merasa<tidak apa-apa= menjalankan hidupnya dengan lebih tenang. Karya film eksperimentaldibuat dengan konsep video game retro dengan tujuan memberi kesan fun dan juganostalgia untuk audiens yang melihat. Kesan minimalis tetap akan terasa pada konsepvideo game, karena minimalis memiliki interpretasi akan sebuah ketenangan itu sendiri.Oleh karena itu film eksperimental akan menjadi media penyampai pesan yang memilikimakna dengan kemasan visualisasi yang menarik dan menyenangkan. Kata Kunci : Film Eksperimental, Masyarakat Perkotaan, Gila kerja, Kesehatan Fisik, HidupTenang.
REPRESENTASI POST TRAUMATIC STRESS DISORDER DALAM BENTUK FILM PENDEK MENGGUNAKAN TEKNIK STOP MOTION Fairuzzah, Ira Saffana; Yuningsih, Cucu Retno; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini merupakan sebuah film pendek stop motion yang berjudul <Representasi PostTraumatic Stress Disorder Dalam Bentuk Film Pendek Menggunakan Teknik Stop Motion<. Teknik stop motionmerupakan penggabungan foto menjadi sebuah video yang terlihat seperti animasi dengan menggunakanboneka sebagai objeknya. Boneka sebagai benda diam akan terlihat bergerak seperti layaknya seorangmanusia. Dalam karya ini tokoh wanita sebagai peran utama memiliki pengalaman pelecehan seksual yangdilakukan oleh seseorang dimasa lalu. Karya ini menggambarkan bagaimana gejala yang dialami oleh wanitatersebut. Kejadian tersebut menimbulkan trauma yang dalam bagi tokoh wanita hingga sulit untuk menjalanikehidupan karena adanya perubahan dalam diri. Perubahan yang terjadi seperti menjadi lebih pendiam,menjauh dari dunia sosial, selalu berpikiran negatif ke orang lain, serta sering merasakan kesepian. Berbagaimacam gejala tersebut dinamakan dengan gangguan PTSD (Post traumatic stress disorder) yang terjadi saatseseorang mendapat trauma berat akibat perbuatan dimasa lalu. Karya ini juga menggambarkan bagaimanaperjuangan tokoh wanita untuk bisa sembuh dari gangguan PTSD melalui bantuan tokoh pria. Bantuan yangdiberikan pria tersebut yaitu dengan memberikan sebuah surat berisi kata-kata penyemangat. Meskipunpada awalnya sulit menerima pria tersebut karena pengalaman yang dialaminya, namun pada akhirnya iameyakini bahwa ternyata tidak semua pria berperilaku sama seperti yang terjadi di masa lalu. Film iniberdurasi kurang lebih 3 menit dan dibuat tanpa ada dialog antara 2 tokoh utama, sehingga menggunakangestur tubuh untuk menjelaskan suatu kondisi. Tujuan penggunaan teknik stop motion adalah karena adanyapeluang bahwa teknik ini belum banyak digunakan sehingga dapat menarik antusiasme penonton. Selain itukarena bentuknya animasi sehingga lebih mudah untuk diterima audiens. Kata Kunci: Film Pendek, Stop Motion, Pelecehan Seksual, PTSD
REPRESENTASI SELF HEALING DAMPAK DARI TRAUMATIK MELALUI KARYA SENI VIDEO Aladina, Autada; Maulana, Teddy Ageng; Yuningsih, Cucu Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self healing merupakan salah satu cara manusia untuk mengobati permasalahan hidup yang telah dihadapi maupun yang sedang dialami, penulis akan memberikan contoh sesuai dengan kisah kehidupannya, masalah trauma pada kesehatan mental yang mengakibatkan stres, penulis mencari hobi yang disukai yaitu dengan membuat karya seni. Tidak hanya terpaku pada satu objek dan diiringi dengan pola pikir penulis yang imajinatif, dalam karyanya memiliki unsur surealisme, berimajinasi dan memiliki mimpi itu sangat penting, berkhayal tentang sesuatu yang membuat diri termotivasi. Dalam karyanya penulis ingin membuat karya seni kontemporer, membuat karya seni video yang merepresentasikan seni lukis surealisme dan performance art surealisme. Penulis mencoba mencari jati diri bagaimana berkarya dengan berbagai cara, memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menyembuhkan trauma dengan cara self healing. Dengan ini penulis berharap agar manusia lebih bijaksana dalam mengelola kehidupan yang lebih positif, berkarya untuk self healing juga bermanfaat terhadap kesehatan mental manusia. Kata Kunci: Self Healing, Surealisme, Seni Kontemporer.
VISUALISASI ABORSI MELALUI KARYA FILM EKSPERIMENTAL Irfansyah, M Akbar; Yuningsih, Cucu Retno; Zen, ad
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa aborsi pada wanita berdampak negatif secara pribadi terhadap mental, fisik, dan etika. Fenomena ini merampas hak-hak perempuan dan meninggalkan bekas yang tak terlupakan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan wawancara dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan kompleksitas dan kontroversi isu aborsi dengan beragam pandangan masyarakat. Karya ini berkontribusi pada pemahaman isu sensitif, memberikan rekomendasi kebijakan untuk melindungi hak reproduksi perempuan, dan menangani isu seputar aborsi. Tema ini diwujudkan dalam bentuk Film Eksperimental, menggambarkan emosi dan tahapan peristiwa dengan jelas. Ungkapan ekspresi dan efek suara ditambahkan untuk menambah dramatisasi. Elemen artistik seperti cahaya, suara, dan pengeditan inovatif menciptakan pengalaman sinematik yang menyentuh. Film ini tidak mengikuti narasi konvensional, tetapi merangsang imajinasi dan refleksi tentang kompleksitas isu aborsi. Pendekatan eksperimental digunakan untuk menggambarkan kompleksitas dan dampak emosional dari keputusan terkait isu ini. Kata Kunci : Mental, Aborsi, Perempuan, Emosinal, Film Eksperimental