Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENANAMAN KARAKTER POSITIF PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA Jamilah, Sri
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 5 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i2.1907

Abstract

Pendidikan karakter menjadi salah satu upaya perwujudan pembentukan karakter pada anak ataupun generasi bangsa yang berakhlak mulia, Mengingat fenomena saat ini, banyak anak yang tumbuh dewasa dengan nilai moral yang sangat rendah. Penanaman karakter positif sangat perlu diterapkan pada anak sejak dini, melalui ucapan ataupun tindakan yang dapat dicontohkan oleh orang tua, guru maupun orang yang ada dilingkungan sekitar. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk menanamkan karakter positif pada anak adalah melalui metode bercerita. Metode bercerita adalah metode yang sangat bagus dan sangat disukai oleh anak-anak karena mempunyai pengaruh yang luar biasa untuk menarik perhatian para pendengar serta membuat seseorang mampu mengingat semua kejadian yang terjadi pada sebuah cerita denagn cepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode teknik pengumpulan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita dapat digunakan sebagai media penanaman karakter positif pada anak melalui penyampaian yang tepat serta pemilihan cerita yang tepat sehingga dapat memberikan anak-anak contoh teladan yang baik.
PERSEPSI GURU DAN ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER DI PAUD Rahmawati, Sri; Jamilah, Sri
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.2919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru dan orang tua terhadap pendidikan karakter di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan karakter dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di beberapa Paud di kota Bima. Partisipan penelitian terdiri dari guru Paud dan orang tua yang memiliki anak berusia 4-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik guru maupun orang tua memiliki pandangan yang positif terhadap pentingnya pendidikan karakter di Paud. Guru memandang pendidikan karakter sebagai landasan utama yang harus ditanamkan sejak dini untuk membentuk anak yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Guru juga mengidentifikasi beberapa metode efektif dalam mengajarkan karakter, seperti pembelajaran berbasis cerita, permainan edukatif, dan kegiatan kelompok yang menekankan nilai-nilai kerjasama dan empati.
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS NILAI MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI SISWA DI SEKOLAH MENENGAH Alazir, Alazir; Juradil, Imam; Jamilah, Sri; Faid, Afif Ahwal; Aini, Wirdayal; Bunyamin, Bunyamin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penanaman nilai moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, di mana pendidikan agama Islam (PAI) memiliki peran sentral dalam membina harmoni sosial. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis strategi pembelajaran PAI berbasis nilai multikultural untuk membentuk sikap toleransi siswa di Sekolah Menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi terhadap berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai multikultural dalam PAI dilakukan melalui tiga strategi utama: pengayaan materi ajar dengan perspektif pencarian, penggunaan metode diskusi dialogis, serta kreasi kultur sekolah yang demokratis. Kesimpulannya, strategi pembelajaran PAI yang mengedepankan nilai multikultural terbukti efektif dalam mentransformasi pemahaman teoretis siswa menjadi sikap toleransi aktif, menghargai perbedaan, dan mencegah potensi radikalisme di lingkungan sekolah Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Multikultural, Toleransi.
Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Wilayah Nusa Tenggara Barat Syarifuddin, Syarifuddin; Fathurrahman, Fathurrahman; Mulyadi, Wahyu; Sukrin, Sukrin; Anhar, Ade S; Jamilah, Sri; Fathir, Fathir; Sartika, Dewi
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i1.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA terintegrasi pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa SMP 15 Kota Bima yang dibagi menjadi kelas eksperimen (30 siswa) dan kelas kontrol (30 siswa). Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor berpikir kritis siswa kelas eksperimen meningkat dari 56,40 pada pretest menjadi 82,30 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,59 (kategori sedang–tinggi). Sementara itu, kelas kontrol mengalami peningkatan dari 55,90 menjadi 68,10 dengan N-Gain sebesar 0,28 (kategori rendah). Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (p < 0,05). Keterlaksanaan pembelajaran mencapai persentase 92% (sangat baik), dan respon siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis proyek sebesar 89% (sangat positif). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi LKPD IPA terintegrasi Pembelajaran Berbasis Proyek efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak di Sekolah Menengah Mutmainah, Nurul; Jamilah, Sri
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v2i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam pembentukan karakter anak di tingkat sekolah menengah melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif, yang mengombinasikan kehangatan emosional, komunikasi terbuka, dan batasan yang jelas, terbukti paling efektif dalam membentuk karakter positif anak. Pola asuh ini memberikan ruang untuk perkembangan kepercayaan diri, kemampuan adaptasi sosial, dan internalisasi nilai-nilai moral yang kuat. Selain itu, kualitas komunikasi keluarga yang terbuka dan mendukung menjadi faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan karakter, dengan 60% keluarga yang menggunakan pola komunikasi ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak. Keteladanan orang tua juga berperan penting, di mana anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka sebagai model dalam pembentukan sikap dan perilaku positif. Selain itu, bimbingan agama yang diterapkan dalam keluarga turut memberikan kontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai moral sejak dini. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan kerjasama antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial untuk mendukung pembentukan karakter anak yang seimbang, yang tidak hanya melibatkan transfer pengetahuan tetapi juga internalisasi nilai-nilai yang dapat membentuk generasi muda yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan di masa depan
Pemanfaatan Picture and Picture untuk Materi Menulis Karangan Deskripsi dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Rahayu, Dita; Syarifuddin, Syarifuddin; Jalaluddin, Jalaluddin; Jamilah, Sri
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v2i1.72

Abstract

Alasan peneliti memilih kelas VA SDN 94 Singkawang karena nilainya masih belum mencapai ketuntasan minimum yaitu 65. Dari hasil analisis diperoleh rata-rata nilai nilai Bahasa Indonesia yaitu 41,52. Siswa yang tuntas hanya tujuh orang, siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak sembilan belas orang. Tujuan, dari Penelitian agar Pemanfaatan Picture and Picture materi menulis karangan deskripsi meningkat kan Hasil Belajar Siswa. Pelaksanaan penelitian perbaikan mempertimbangkan keterbatasan , maka peneliti melakukan kolaborasi dengan teman sejawat dibantu oleh supervisor untuk melaksanakan observasi terhadap tindakan selama proses pembelajaran dikelas proses dilakukan dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran melalui penerapan siklus satu dan siklus dua. Setelah tindakan kelas diberikan pada siklus satu, nilai rata-rata pelajaran Bahasa Indonesia meningkat jadi 56,34. Peningkatan hasil belajar menuliis karangan deskripsi pada pelajaran Bahasa Indonesia melalui pemanfaatan Picture and Picture memberikan hasil yang sedikit meningkat walaupun belum mencapai rata – rata nilai KKM 65,00. Hasil siklus II dengan Picture and Picture rata – rata siswa meningkat menjadi 72,11. Kesimpulan hasil pelaksanaan pembelajaran baik dalam siklus I maupun siklus II melalui pemanfaatan Picture and Picture materi menulis karangan deskripsi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VA SDN 94 Singkawang pada Semester I Tahun Pelajaran 2024/2025
Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan dalam Pembelajaran PAI :Antara Teori dan Praktik Jamilah, Sri; Fadilah, Nuraisah; Faturahman, Faturahman; Dini, Maisara; Hasanah, Uswatun; Maulana, Muammar
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v3i1.213

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan karakter peserta didik secara menyeluruh. Agar efektif, pembelajaran PAI perlu dirancang secara aktif dan menyenangkan, sehingga peserta didik terlibat secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pembelajaran PAI aktif dan menyenangkan melalui penelitian pustaka dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, termasuk buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara teoritis pembelajaran PAI aktif dan menyenangkan menekankan pendekatan berpusat pada peserta didik, interaktif, kontekstual, serta mendorong internalisasi nilai-nilai Islam melalui pengalaman belajar yang bermakna. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi hambatan, antara lain keterbatasan kompetensi pedagogik guru, dominasi metode ceramah, beban kurikulum yang padat, keterbatasan media pembelajaran, serta keragaman karakter peserta didik. Untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, diperlukan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan aplikatif, perancangan pembelajaran kreatif, pemanfaatan media dan teknologi yang inovatif, serta penerapan strategi pembelajaran inklusif dan diferensiatif. Dukungan sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Dengan sinergi tersebut, pembelajaran PAI aktif dan menyenangkan dapat terlaksana secara efektif, relevan, dan bermakna bagi peserta didik