Claim Missing Document
Check
Articles

Effectiveness of Aloe Vera and Betel Leaf (Piper Betle L.) Spray on the Healing of Perineal Wounds Saidah, Halimatus; Putri Wahyu Wigati; Dhita Kris Prasetyanti; Sutrisni; Galuh Pradian Yanuaringsih
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v14i2.1290

Abstract

Perineal tissue wounds occur either spontaneously or through episiotomy after childbirth. The combination of aloe vera and betel leaf can be used as an alternative therapy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Lisih spray, a mixture of aloe vera and betel leaf perineal wound healing. The study design used a quasi-experimental study, with a population of 32 postpartum women on day 1 (second-degree perineal wounds). The study instrument used a REEDA Score.
Hubungan Antara Status Gizi Dan Paritas Dengan Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Kabupaten Garut Rahmawati, Santi Deliani; Saidah, Halimatus
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i1.16326

Abstract

Menurut survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2018 ibu yang menyusui secara ekslusif sampai usia 6 bulan sebanyak 56%, salah satu pengaruh dari pemberian ASI Ekslusif adalah kelancaran produksi ASI yang diperngaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu status gizi dan paritas tahun 2018 menyebutkan bahwa ibu yang mengalami gangguan produksi ASI atau ASI tidak lancar sebesar 67% dari seluruh ibu menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui Hubungan Antara Status Gizi Dan Paritas Dengan Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Kabupaten Garut. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dengan Populasi penelitian adalah ibu nifas hari ke 3-7 sebanyak 44 orang dan sampel 31 orang yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan Uji Statistik Spearman-Rho. Hasil penelitian didapatkan dari 31 responden, 11 responden (35,5%) merupakan primipara dan ASI tidak lancar, 15 responden (48,4%) status gizi mengalami KEK dan ASI tidak lancar. Ada hubungan antara status gizi dengan kelancaran produksi ASI (Ρ_value 0,004) dan ada hubungan antara paritas dengan kelancaran produksi ASI (Ρ_value 0,001). Kekuatan hubungan dapat dilihat dari nilai OR status gizi 27,429 kali lipat dan Paritas 0,915 kali lipat. Artinya Status gizi 27,429 kali lipat lebih besar pengaruhnya daripada paritas dan selebihnya di pengaruhi oleh faktor lainya. Dapat meminimalis risiko penyebab kelancaran produksi ASI salah satunya yaitu meningkatkan status gizi pada ibu nifas.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN BUAH KURMA DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI IBU MENYUSUI 0-6 BULAN Saidah, Halimatus; Kartika Sari, Dewi
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i2.17439

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan utama dan terbaik untuk bayi, Colin dan Scott (2009) dalam penelitiannya yang dilakukan di Australia menjelaskan bahwa 29% ibu menyusui berhenti menyusui karena produksi ASI berkurang. Pemberian kurma dan pijat oksitosin dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Kurma mengandung hormon yang mirip dengan oksitosin yaitu hormon potuchin, serta memberikan pijatan oksitosin, keduanya menghasilkan hormon oksitosin yang dapat merangsang produksi ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemberian kurma dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui 0-6 bulan. Desain penelitian ini adalah penelitian Pre-Experimental dengan pendekatan desain Two Group Pretest-Posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui 0-6 bulan yang produksi ASInya tidak lancar dengan jumlah 32 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan kurma sebagian besar (75%) produksi ASI lancar, sedangkan setelah pijat oksitosin semua responden (100%) produksi ASI lancar. Hasil analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian kurma terhadap peningkatan produksi ASI (P_value 0,001) dan pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI (P_value 0,000). Hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney menunjukkan adanya perbedaan efektivitas pemberian kurma dengan pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Berdasarkan hasil penelitian, pijat oksitosin memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam meningkatkan produksi ASI selama 0-6 hari postpartum dibandingkan dengan pemberian jus kurma. Pemberian sari kurma dan pijat oksitosin dapat dijadikan alternatif bagi ibu nifas yang mengalami gangguan produksi ASI, agar ASI dapat diberikan secara maksimal kepada bayi sehingga bayi dapat tumbuh dengan sehat.
EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN DAN AKUPRESURE PADA TITIK LU1, CV 17 DAN Si1 TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Saidah, Halimatus; Mu’alimah, Miftakhul; Sunaningsih; Sudirman; Puguh Wardaya, Antonius
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 1 (2022): Vol 6 No 1 April 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i1.18478

Abstract

Menyusui adalah salah satu investasi dalam meningkatkan kesehatan, data menunjukan hanya 40% dari semua bayi di bawah 6 bulan mendapatkan ASI eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan, pijat oksitosin dan akupresur pada titik titik point LU1, CV 17 dan Si1 dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI karena titik tersebut terletak berdekatan dengan saluran produksi ASI. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui efektivitas Pijat Oksitosin Dan Akupresure Pada Titik Lu1, Cv 17 Dan Si1 Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Menyusui. Rancangan pada penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan populasi adalah ibu menyusui dari ke 0- 14 hari yang produksi ASI nya kurang di Kelurahan Semampir Wilayah Kerja Puskesmas Balowerti Tahun 2021, Besar sampel dalam penelitian ini adalah 16 orang untuk kelompok pijat oksitosin dan akupresure pada Titik LU1, CV 17 dan Si1 dan 16 untuk kelompok tidak diberikan intervensi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Man-Whitney.Hasil penelitian didapatkan Produksi ASI pada kelompok intervensi yang diberikan Pijat Oksitosin dan akupresure pada titik Lu1, CV 17 Dan Si1 seluruhnya (100%) dalam kategori lancar yaitu 16 responden dan pada tabel 6 Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden (56,25%) produksi ASI pada kelompok kontrol produksi ASInya tidak lancar yaitu 9 responden. Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Man-Whitney didapatkan value 0,003, pada taraf signifikan p α (alpha) 0,05, Hal ini berarti adanya perbedaan Produksi ASI pada kelompok intervensi dan keompok kontrol pada ibu menyusui di Kelurahan Semampir Wilayah Kerja Puskesmas Balowerti Tahun 2021. Pijat Oksitosin dan dan akupresure pada Titik LU1, CV 17 dan Si1 dapat dijadikan alternative untuk meningkatkan produksi ASI.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS TEKNIK MARMET DAN TEKNIK BREASTPUM TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU MENYUSUI Saidah, Halimatus; Kartika Sari, Dewi; Sutrisni, Sutrisni; Sudirman, Sudirman; Zoraya, Mira
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 2 (2022): Vol 6 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i2.19761

Abstract

Pemberian ASI secara Eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi sampai dengan 6 bulan yang bersifat alamiah karena ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal, tapi terkadang dalam prosesnya banyak hambatan ibu dalam memberikan ASI secara ekslusif salah satunya adalah hambatan produksi ASI. Alternative yang dapat dilakukan adalah memerah atau memompa ASI selama 10 – 20 menit hingga bayi dapat menyusu dan teknik marmet. Dari survey pendahuluan yang di lakukan di TPMB NY “K” Ngampel Kota Kediri dari 10 ibu menyusui tersebut, didapatkan 7 (70%) ibu memerah ASI dengan menggunakan metode breastpump, 3 (30%) ibu memerah dengan marmet. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan efektifitas Teknik Marmet dan Breastpump pada pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Rancangan pada penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimen dengan populasi adalah ibu menyusui yang memiliki bayi hari 1-3 bulan berjumlah 22 ibu menyusui, dan sampel sebanyak 20 ibu menyusui 10 ibu menyusui dilakukan teknik marmet dan 10 ibu menyusui dilakukan teknik breastpump, pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Puprosive Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisi menggunakan uji Mann – Whitney. Berdasarkan hasil penelitian pengeluaran ASI dengan teknik marmet 87,5% efektif dan pengeluaran ASI dengan menggunakan teknik breastpump 75% efektif, dan berdasarkan hasil uji data dengan menggunakan analisis Man Whitney didapatkan P-Value 0,003 (α=0,05) sehingga Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya adanya perbedaan efektifitas teknik marmet dan breastpump pada pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Hal ini dimungkinkan karena dengan teknik marmet terdapat kombinasi memerah dan memijat payudara sehingga dapat merangsang mammary alveoli untuk memproduksi ASI. Berdasarkan hasil penelitian teknik murmet dapat dijadikan alternative dalam meningkatkan ASI pada ibu menyusui.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP T INGKAT NYERI PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Saidah, Halimatus; Sri Healthyni, Cristina; Puguh Wardaya, Antonious
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 2 (2022): Vol 6 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i2.19775

Abstract

Ibu yang akan melahirkan sering mengalami nyeri, sensasi nyeri umumnya dirasakan sangat berat terutama oleh ibu yang baru menjalani persalinan anak pertama. Cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi rasa nyeri pada saat persalinan tersebut antara lain adalah kompres hangat pada daerah punggung bawah ibu yaitu bagian Sacrum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh kompres hangat terhadap tingkat nyeri Pada ibu bersalin kala I Fase Aktif. Rancangan penelitian dalam penelitian ini berdasakan lingkup penelitian termasuk jenis penelitian Eksperimen dengan One Group Pre Test Post Test Design, Populasi sebanyak 34 responden ibu bersalin yang melahirkan di TPMB NY “N” Kota Kediri, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total populasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, data diuji dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebelum diberi kompres hangat intensitas nyerinya dalam kategori sedang, sebagian besar responden setelah diberi kompres hangat intensitas nyerinya dalam kategori tidak nyeri. Berdasarkan hasil uji statistic Wilcoxon di dapatkan hasil nilai Z hitung sebesar 4,508 > nilai Z tabel 1,375 sedangkan nilai ρ: 0,000 < α: 0,05 sehingga disimpulkan ada pengaruh kompres hangat dengan penurunan tingkat nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di TPMB NY “N” Kota Kediri tahun 2022. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan kompres hangat pada ibu bersalin untu mengurangi rasa nyeri sehingga ibu bersalin akan menjalani proses persalinan secara aman dan nyaman.
EFEKTIVITAS PENERAPAN GERAKAN PELVIC ROCKING DENGAN MENGGUNAKAN BIRTHING BALL TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN DAN PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF Saidah, Halimatus; Wahyu Wigati, Putri; Sutrisni
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22551

Abstract

Birthball/Birthing Ball (bola kelahiran) adalah bola terapi fisik yang membantu ibu inpartu kala I ke posisi yang nyaman dalam membantu Kemajuan Persalinan Pada Kala I dan mengurangi nyeri persalinan dapat digunakan dalam berbagai gerakan salah satunya gerakan Pelvic Rocking merupakan salah satu metode untuk membantu penuruna kepala dan membantu merespon rasa sakit. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui efektivitas penerapan gerakan Pelvic Rocking dengan menggunakan Birthing Ball terhadap kemajuan persalinan dan penurunan nyeri pada kala 1 fase aktif. Rancangan pada penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan poplasi adalah ibu bersalin kala I fase laten (pembukaan < 4 cm) di TMPB Ny “ K” Ngampel Mojoroto Kota Kediri dengan sampel sebanyak 32 yang dibagi menjadi dua kelompok, instrument penelitian menggunakan lembar observasi, data diuji dengan menggunakan uji Man-Whitney. Hasil penelitian pada kelompok intervensi hampir seluruhnya (93,75%) mengalami kemajuan perasalinan, sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar (75%) tidak mengalami kemajuan persalinan. Penilaian intensitas nyeri pada kelompok intervensi didapatkan sebagain besar (75%) skala 3 nyeri sedang dan sebagian kecil (25%) nyeri skala 2 nyeri ringan, kelompok kontrol didapatkan hampir seluruhnya (81,3%) mengalami nyeri skala 4 nyeri. Uji statistic menggunakan Man-Whitney didapatkan nilai p 0,001 < 0,05, sedangkan efektivitas penerapan gerakan pelvic rocking dengan menggunakan Birthing Ball terhadap nyeri persalinan Kala 1 Fase Aktif didapatkan nilai p 0,000 < 0,05 disimpumpulkan gerakan Pelvic Rocking dengan menggunakan Birthing Ball efektiv meningkatkan kemajuan persalinan dan menurunkan nyeri persalinan kala I fase Aktif di TMPB Ny “ K” Ngampel Mojoroto Kota Kediri. Gerakan Pelving Rocking dengan menggunakan Birthing Ball dapat dijadikan alrernatif dalam meningkatkan kemajuan persalinan dan mengurangi nyeri persalinan.
Co-Authors Agnes, Yeni Lufiana Novita Ajasan, Rohani AKHMAD Awatiszahro , Alfika Awatiszahro, Alfika Cristina Sri Healthyni Deborah Anwar, Anita Dessy Lutfiasari Dewanti, Gilang Dewi , Rahma Kusuma Dewi Kartika Sari Dewi Kartika Sari Dewi Kartika Sari Dewi Kartika Sari dewi kartika sari Dewi Kartika Sari Sari Dewi Kartika Sari, Dewi Dewi Kartikasari Dewi Nusa Indah Dhita Kris Prasetyanti Dianingtyas Ariyani, Eva dode, farida Dwipayanti, Adisty Erike Yunicha Viridulla Eva Lia Kustiana Fachry Abda El Rahman Galuh Pradian Yanuaringsih Gunandar Gunawan haria, paula Herawati, Yanti Herry Garna Ida Tri Wahyuni Kris P, Dhita Laili, Fauzia Laili, Nur Fahma Miftakhul Mu'alimah Miftakhul Mualimah Mira Zoraya Moka, Susana Alorida Muslimah, Ardhiyani Mu’alimah, Miftakhul Nara Lintan Mega Puspita Ndolu, Wita Marselina Nirwana, Betanuari Sabda Nuning Epita Pradian Yanuaringsih, Galuh Prasetyanti , Dhita Kris Prasetyanti, Dhita Kris prince, rismawati Puguh Wardaya, Antonious Puguh Wardaya, Antonius Purnani, Weni Tri Puspita, Nara Lintan Mega Putri Wahyu Wigati Rahma Kusuma Dewi Rahmawati, Santi Deliani Sri Healthyni, Cristina Sri Inti Sri Lestari SRI LESTARI Sudirman Sudirman Sudirman Sugih H, Siti Sukmawati, Arum Sunaningsih Sunaningsih Sunaningsih Suryaningsih, Nukita Fibriyana Sutrisni Sutrisni Sutrisni Sutrisni Sutrisni Sutrisni Sutrisni Sutrisni, Sutrisini Tri Wahyuni, Ida Wahyu Wigati, Putri Waqit Dea, Kicki Nurul Wigati , Putri Wahyu Wigati, Putri Wahyu Wilda Al aluf Wuladari, Siswi Yanuaringsih, Galuh Pradian Yunida Saptiyanty Zakiah, Ika Zoraya, Mira