Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PERSALINAN SECTIO CAESARIA DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG Fadilah Ermizah; Siti Aisyah; Reffi Dhamayanti; Fika Minata Wathan
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.560

Abstract

Latar belakang: Persalinan Sectio Caesaria (SC) adalah proses persalinan dengan jalan pembedahan dinding perut dan dinding rahim untuk mengeluarkan janin dan plasentanya. Persalinan dengan Sectio Caesaria ini dilakukan atas indikasi medis baik dari ibu dan janin, seperti ­Placenta prevea presentasi atau letak abnormal pada janin, serta indikasi lainnya yang dapat membahayakan nyawa ibu maupun janin. Tujuan: hubungan kelainan letak Janin, preeklamsia dan ketuban pecah dini dengan Persalinan Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Pusri Palembang Tahun 2023. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan populasi sebanyak 1056 orang, sampel sebanyak 91 dengan menggunakan metode random sampling. Hasil: analisis menunjukkan bahwa nilai kelainan letak janin p.value = 0,039, nilai yang mengalami preeklampsia p.value = 0,035, sedangkan nilai yang mengalami ketuban pecah dini p.value = 0,012 yang berarti terdapat hubungan kelainan letak janin, preeklampsia dan ketuban pecah dini dengan persalinan section caesaria di Rumah Sakit PUSRI Palembang Tahun 2023. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ibu hamil guna menjaga kesehatannya selama kehamilan dan mengontrol kondisi janin melalui USG agar mengetahui letak janin bagus tidaknya. Sehingga dapat mencegah kelahiran dengan Sectio Caesaria.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI PMB CHOIRUL MALA 22 ILIR KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 Rumi; Siti Aisyah; Reffi Dhamayanti; Fika Minata Wathan
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.561

Abstract

Latar belakang: Word Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) didunia pada tahun 2022 sebanyak 450 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab paling utama kematian ibu pada wanita umur produktif di negara berkembang disebabkan komplikasi selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan masa nifas pada ibu nifas di PMB Choirul Mala 22 Ilir Kota Palembang tahun 2024. Metode: penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 51 orang sampel sebanyak 51 dengan menggunakan metode total sampling. Hasil: analisis menunjukkan bahwa nilai pengetahuan p.value = 0,008, nilai jarak ke fasilitas kesehatan p.value = 0,000, sedangkan nilai dukungan suami p.value = 0,016 yang berarti terdapat hubungan pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan masa nifas di PMB Choirul Mala 22 Ilir Kota Palembang Tahun 2024. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ibu agar teratur melakukan kunjungan masa nifas setelah melahirkan guna mengetahui kesehatannya setelah melahirkan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE K4 PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SUNGAI KELI KECAMATAN PEMULUTAN SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2024 Yulita; Siti Aisyah; Reffi Dhamayanti; Fika Minata Wathan
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.562

Abstract

Latar belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga sebelum mulainya proses persalinan yang diberikan kepada seluruh ibu hamil bertujuan untuk mendeteksi secara dini terjadinya resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan suami dan pendidikan dengan Kunjungan Antenatal Care K4 pada Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Keli Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan llir Tahun 2024. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 45 orang sampel sebanyak 45 dengan menggunakan metode total sampling. Hasil: analisis menunjukkan bahwa nilai pengetahuan p.value = 0,002, nilai dukungan suami p.value = 0,019, sedangkan nilai pendidikan p.value = 0,002 yang berarti terdapat hubungan pengetahuan, dukungan suami dan Pendidikan dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Sungai Keli Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ibu hamil agar teratur melakukan kunjungan antenatal care guna mengetahui keluhan dan juga perkembangan bayi selama masa kehamilannya.
Analisis Determinan Kejadian Anemia Ibu Hamil di Wilayah Kerja Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2025 Eka Suryati; Faiza Yuniati; Sri Utari; Fika Minata Wathan
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1081

Abstract

Globally, anemia among pregnant women remains a major public health problem, with a prevalence of 41.8% in 2024 according to WHO data. In Indonesia, the incidence of anemia in pregnancy continues to increase, affecting both maternal and fetal health. Therefore, further analysis of the determinants influencing anemia among pregnant women is necessary. This study aimed to analyze risk factors associated with anemia and identify the dominant factor among pregnant women in the Working Area of Ogan Komering Ilir Regency in 2025. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach, involving 110 pregnant women attending Muara Burnai, Kutaraya, and Rantau Durian Community Health Centers from July to August 2025, using Accidental Sampling technique. The results showed that most respondents were aged 20 years, had higher education, poor knowledge, income below the regional minimum wage, low family support, poor compliance with iron tablet consumption, and suboptimal ANC visit achievement. Significant associations were found between age, education, knowledge, family support, pregnancy interval, iron tablet adherence, and ANC visit achievement with anemia incidence, while occupation, income, and healthcare workers’ roles were not significantly related. The most dominant factor influencing anemia was ANC visit achievement. Improving ANC compliance and nutrition education should be prioritized to reduce the incidence of anemia among pregnant women.
Fermentation-Mediated Modulation of Nutraceutically Relevant Polyphenolic Compounds and Antioxidant Capacity of Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) Leaf Extract Nur Amelia; Yovi Pranata; Arif Setiawansyah; Mauritz Pandapotan Marpaung; Fika Minata Wathan
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.151.585-596

Abstract

Fermentation has emerged as a promising biotechnological approach to enhance the nutraceutical quality of plant-based materials through targeted modulation of bioactive compounds. This study investigated the effects of aerobic and anaerobic fermentation on total phenolic content (TPC), total flavonoid content (TFC), and antioxidant capacity of red spinach (Amaranthus tricolor L.) leaf extracts. Aerobic fermentation markedly enhanced the phytochemical profile, yielding a 1.87-fold increase in TPC (121.28 mg GAE/g extract) and a 1.66-fold increase in TFC (897.82 mg QE/g extract) compared with fresh leaves. These compositional improvements translated into superior functional activity, as evidenced by the lowest IC50 value (56.07 mg/L) and the highest antioxidant activity index (AAI = 0.713). In contrast, anaerobic fermentation provided limited phenolic enrichment and resulted in substantial flavonoid degradation, leading to inferior antioxidant performance. Strong correlations between polyphenolic contents and antioxidant parameters confirmed that phenolics and flavonoids are key contributors to radical scavenging activity. Overall, the findings demonstrate that aerobic fermentation is an effective, low-cost strategy to improve the nutraceutical value and antioxidant capacity of red spinach leaf extracts, highlighting its potential application in the development of functional foods and nutraceutical ingredients.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA RUMAH SAKIT GRAHA MANDIRI PALEMBANG 2024 Fika Minata Wathan; Angel Seftia Ningsih; Intan Sari; Siti Aisyah
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i2.224

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy disorder that usually appears after 20 weeks of pregnancy. The factors related to the incidence of preeclampsia are diet, maternal characteristics, parity, knowledge, education, attitude, family history of hypertension, coverage of ANC visits, physical activity, rest patterns, and obesity. This research was conducted in the Working Area of GrahaMandiri Hospital Palembang from May – June 2024. This study uses an analytical survey method with a Cross Sectional approach. Sampling used the Accidental Sampling technique where all pregnant women in the third trimester who checked their pregnancy in the Midwifery Poly Room were 32 people at the time this study was conducted. The results of this study are that there is a significant relationship between obesity and preeclampsia with a p value of 0.003 where p < 0.05. And there was also a significant relationship between diet and preeclampsia with a p value of 0.009 where p < 0.05. Also, there was no significant relationship between the coverage of ANC visits and preeclampsia in the Graha Mandiri Hospital Palembang Work Area in 2024 with a p value of 1,000 where p > 0.05. The conclusion of this study is that obesity and diet have a statistically significant relationship with the incidence of preeclampsia. Meanwhile, the coverage of ANC visits does not have a significant relationship with the incidence of preeclampsia in the Working Area of Graha Mandiri Hospital Palembang in 2024.