Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN HOTEL RESORT DAERAH LOMBOK BARAT TEMA: ARSITEKTUR MODERN Sandi Anggara Putra; Adhi Widyarthara; Lalu Muliyadi
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Wisata di Lombok khususnya di bagian daerah Sekotong berada dipinggir pantai dan memiliki pemandangan yang menarik. Hal ini lah yang menjadikan daerah Sekotong potensial untuk dikembangkan, akan tetapi saat ini pembangunan di daerah Sekotong masih terbatas terutama terkait dengan fasilitas penginapan seperti hotel dan villa. Oleh karena itu usulan perancangan Hotel Resort di Lombok Sekotong Barat bermaksud memberi sumbangsih usulan fasilitas penginapan di daerah Sekotaong. Kedepannya fasilitas ini diharapkan bisa mejadi daya tarik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Adapun tema yang diterapkan pada Perancangan Hotel Resort ini adalah Arsitektur Modern, ini bisa menjadikan daya Tarik karena tempat nya yang berada di tengah laut, dan menyatu dengan alam. Dengan adanya tempat penginapan ini, diharapkan fasilitas ini bisa menjadi lapangan kerja bagi Masyarakat di wilayah sekotong khususnya daerah Batu Kijuk serta menjadi wadah dalam mengembangkan usahanya. Diharapkan pula, fasilitas ini mampu menjadi ikon bangunan berkembangnya wilayah ini agar kedepannya menjadi ikon besar pada Lombok, khususnya wilayah Sekotong.
STADION GELORA PENATARAN KABUPATEN BLITAR TEMA: ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Destyan Eka Saputra; Adhi Widyarthara; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten blitar mempunyai rencana pembangunan stadion bertaraf nasional dengan kapasitas yang besar namun belum ada realisasi dari pemerintah untuk melanjutkan pembangunan, dengan dibangunya stadion ini nantinya berfungsi sebagai ajang tolak ukur Kabupaten Blitar dalam kancah persepakbolaan Indonesia. Kabupaten Blitar merupakan daerah yang sangat potensial guna meningkatkan produktifitas olahraga sepakbola di wilayah jawa timur. Penerapan tema Arsitektur Bioklimatik pada bangunan stadion ini diharapkan nantinya menghasilkan sebuah bangunan yang ramah lingkungan dengan menerapkan suatu teknologi yang hemat energi dan memaksimalkan liingkungan sekitar yang nantinya bisa digunakan dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna. Diharapkan Stadion Gelora Penataran dengan tema Arsitektur Bioklimatik ini dapat menjadikan sebuah bangunan yang ramah bagi lingkungan sekitar dan juga menjadi ikon untuk daerah Kabupaten Blitar sehingga nantinya dapat menarik minat bibit-bibit muda pesepakbola di daerah Kabupaten Blitar khususnya.
MERANCANG ASRAMA MAHASISWA DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Antoneta W.D. Lende; Adhi Widyarthara; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asrama mahasiswa merupakan tempat tinggal sementara yang dirancang bagi sejumlah orang yang terdiri atas kamar-kamar yang di bangun sesuai dengan standar khusus dan jenjang usia penghuninya. Seperti yang diketahui sekarang ini banyak bentuk,tata ruang maupun fasilitas asrama mahasiswa yang belum memadai sehingga sangat mempengaruhi kenyamanan penghuninya,hal tersebut menjadi alasan beberapa mahasiswa lebih memilih tinggal di kost-kostan maupun mengontrak rumah. Dalam penelitian kali ini akan dibahas mengenai bentuk dan tata ruang asrama mahasiswa menggunakan metode penelitian dengan penerapan arsitektur tropis sesuai dengan kondisi tapak yang akan dirancang.Hal tersebut sangat penting diperhatikan dalam merancang asrama mahasiwa karena akan sangat berpengaruh pada kondisi,suasana serta kenyamanan termal penghuninya.
GEDUNG KONVENSI & UMKM TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Dwi Kevin Ramadhana; Adhi Widyarthara; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan asing terus meningkat, pada Maret 2014 tercatat 726.300 ribu kunjungan. Kemudian selanjutnya pada Maret 2015 meningkat 3,24% menjadi 749.900 ribu kunjungan, kemudian meningkat secara drastis sebesar 48,01% pada Desember 2016 menjadi 1,11 juta. Kemudian pada saat itu meningkat lagi sebesar 3,03% pada Desember 2017 menjadi 1,15 juta kunjungan dan pada Agustus 2018 naik 31,3% menjadi 1,51 juta kunjungan. Pada kategori Wisatawan Nusantara (WINUS) di tahun 2016 terjadi peningkatan sebesar 21,1% dengan jumlah kunjungan sebesar 3.987.074 juta kunjungan, dibandingkan dengan kunjungan WINUS pada tahun 2015 sebanyak 3.290.067 kunjungan. Kemudian pada tahun 2017 meningkat sebesar 25,4% menjadi 5 juta kunjungan. Kemudian pada tahun 2018 mengalami peningkatan pesat hingga setengahnya menjadi 7,5 juta kunjungan WINUS. Dengan pertimbangan jumlah kunjungan wisatawan terbilang besar dan bertujuan untuk menaikkan angka kunjungan, durasi kunjungan dan konsumsi wisatawan, saya menggabungkan kegiatan pameran dengan kegiatan perdagangan serta memajukan produk UMKM di Kota Malang. Kota Malang juga memiliki 1.161 UMKM yang dirangkai menjadi 7 bidang usaha. Dengan peningkatan yang sangat besar dan kuantitas kunjungan wisatawan ke Kota Malang untuk melakukan MICE kegiatan industri travel dan sekaligus membantu dan menaikan nilai produk UMKM Kota Malang. Maka dari itu, Gedung Konvensi & UMKM diharapkan menjadi solusi yang dapat menjawab permasalahan tersebut.
ANALISA ASPEK ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA RUMAH TEPIAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN Amar Rizqi Afdholy; Adhi Widyarthara; Annisa Yuniar
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2024): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i1.9111

Abstract

Iklim dan kondisi fisik sebuah wilayah menjadi penentu bagaimana kenyamanan dan keamanan sebuah bangunan. Kondisi alam, baik cuaca, tanah, udara, air dan makhluk hidup lainnya, menjadi sebuah pertimbangan dalam memilih dan menentukan tempat tinggal mereka. Arsitektur vernakular adalah desain arsitektur yang hadir berdasarkan respon masyarakat terhadap lingkungannya. Seperti halnya Kota Banjarmasin, sungai menjadi orientasi hidup bagi masyarakat Kota Banjarmasin. Lingkungan sungai memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari dasar tersebut didapatkan sebuah rumusan bagaimana respon atau penyesuaian rumah-rumah vernakular yang berada pada kawasan tepian sungai Kota Banjarmasin terhadap lingkungan sungainya. Dengan tujuan untuk mendapatkan sebuah karakteristik bangunan yang sesuai dengan lingkungan sungai Kota Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengamati rumah vernakular pada permukiman tepan sungai Kota Banjarmasin yang berada di sepanjang aliran sungai Martapura. Terdapat beberapa aspek yang menjadi elemen dasar dalam penelitian ini, yaitu aspek teknis, aspek budaya dan aspek lingkungan. Hasil dari penelitian ini mendapatkan bahwa rumah-rumah tepian sungai di Kota Banjarmasin merupakan produk dari adaptasi yang cepat terhadap kondisi fisik, budaya, dan lingkungan sekitarnya, menciptakan suatu keseimbangan yang harmonis antara tradisi dan perkembangan zaman.
GEDUNG AUDITORIUM PERTUNJUKAN MUSIK POP DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Valentino Umbu Taralandu; Lalu Mulyadi; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Malang, pertunjukan musik sering diadakan di tempat-tempat berkumpul seperti stadion, aula kampus, atau lokasi lain yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan semacam ini. Akibatnya, suara yang dipantulkan di bawah standar atau bahkan terlalu keras untuk didengar. Oleh karena itu, penulis menyusun rencana untuk membangun Gedung Pertunjukan Musik Modern di Kota Malang karena Kota Malang membutuhkan lokasi yang secara khusus dapat menampung dan mewadahi kegiatan seperti pertunjukan musik ini. Lokasi yang penulis pilih agar mudah dijangkau dan sangat strategis yakni berada pada Jl. Dieng. Permasalahan dari perancangan ini, di sisi lain, selain menjadi Auditorium Pertunjukan Musik yang megah dengan bentuk yang tunggal, juga diharapkan mampu menyusun aransemen akustik yang baik untuk memberikan kenyamanan saat mendengarkan dan memberikan fasilitas yang dapat mendukung pertunjukan musik. Arsitektur Metafora berfungsi sebagai tema desain. Dari penjelasan tersebut, rancangan gedung pertunjukan musik ini berpotensi untuk menumbuhkan apresiasi dan pemahaman musik yang lebih besar, serta berfungsi sebagai tempat rekreasi dan pengajaran.
TABANAN DANCE CENTER, BALI TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR I Putu Herry Bayu Pratama; Gaguk Sukowiyono; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bali terkenal dengan Kesenian dan Tradisinya. Salah satu contoh daerah yang memiliki banyak kesenian yaitu Kabupaten Tabanan, contohnya yaitu seni tari yang bisa dijadikan potensi untuk mengembangkan pariwisata akan tetapi belum tersedia wadah atau tempat khusus bagi para seniman tari untuk mengembangkan karyanya. Sehingga diperlukan sarana pengembangan kesenian tari yang bertujuan untuk mewadahi kegiatan pendidikan, pagelaran, sekaligus tempat wisata kesenian tari yaitu Tabanan Dance Center. Seiring berkembangnya zaman, dunia arsitektur berkembang menjadi lebih modern dengan menggunakan tema Arsitektur Neo-Vernakular memiliki tantangan tersendiri dikarenakan pada proses perancangan maupun mendesain sebuah bangunan harus tetap menjaga budaya maupun ciri khas dari arsitektur lokal. Perancangan Tabanan Dance Center ini menggunakan metode linier yaitu proses desain yang berkelanjutan, dengan adanya Tabanan Dance Center ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Tabanan.
GEOMETREE RESORT DI KABUPATEN BANGKALAN TEMA: ARSITEKTUR EKOLOGI: Resort, Roby Alya Nabila; Suryo Tri Harjanto; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometree Resort dirancang untuk mewadahi wisatawan lokal maupun yang berkunjung ke Kabupaten Bangkalan dengan menggunakan tema arsitektur ekologi. Pemilihan resort disebabkan minimnya objek wisata dan fasilitas akomodasi yang ada di Kabupaten Bangkalan. Sedangkan pemilihan tema arsitektur ekologi dipengaruhi oleh beberapa bencana yang terjadi akibat menurunnya kualitas alam disana. Pengaplikasian tema arsitektur hijau bertujuan untuk memanfaatkan potensi alam sekitar tapak serta menggunakan teknologi yang ramah lingkungan sehingga dapat meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan. Penerapan arsitektur ekologi terlihat pada pengoptimalan potensi lingkungan contohnya respon bentuk juga tatanan massa kawasan terhadap alam serta penggunaan sustainable technology seperti solar panel. Langkah metode perancangan dimulai dari identifikasi isu, perumusan masalah, pengumpulan data, analisa, mengkonsep hingga perancangan dengan metode glass box. Kesimpulan yang dihasilkan ialah Geometree Resort di Kabupaten Bangkalan ini menerapkan arsitektur ekologi kategori greenship neighborhood yaitu jenis arsitektur yang terfokus pada perancangan dan pembangunan kawasan secara berkelanjutan. Sehingga diharapkan dengan adanya perancangan objek Geometree Resort dapat memfasilitasi masyarakat dalam berwisata dan menginap di Kabupaten Bangkalan namun tetap dengan menjaga kelestarian alam sekitar.
GALERI SENI RUPA DWIMATRA (2D) DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Mochammad Iqbal Harsono; Lalu Mulyadi; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang dikenal dengan banyaknya seniman yang menciptakan karya seni yang terpisah dari pengelolaannya, dan lagi-lagi kurangnya perhatian terhadap masalah lukisan, dan pertemuan yang menggabungkan karya tersebut menjadi masalah baru. Ironisnya, ketersediaan fasilitas pendukung kebudayaan di Kota Malang seperti fasilitas kesenian yang layak sebagai pusat kegiatan maupun pusat pameran seni tradisional masih belum ada, menjadi persoalan tersendiri di kemudian hari apabila budaya dan kearifan lokal mulai ditinggalkan demi kepentingan generasi penerus. Event pameran dan kesenian di Kota Malang yang sering diselenggarakan oleh pemerintah setempat maupun dari masyarakat sendiri yang ada di Kota Malang yang bersifat sementara sehingga kurang memadai dalam hal pelestarian. Galeri seni rupa dwimatra sangat identik dengan beragam karakteristik seni di dalamnya. Tema arsitektur kontemporer sangat tepat untuk menciptakan suasana ruang dengan mengikuti karakteristik seni pada rancangan, metode yang digunakan yaitu mnggunakan data primer dengan metode observasi dan dokumentasi, dan data sekuder dengan metode studi literatur dan studi preseden. Bangunan ini diharapkan juga bisa menjadi pusat kegiatan bagi para pelaku seni di Kota Malang dan menjadi ikon seni di Kota Malang.
ASRAMA MAHASISWA ITN DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Fani Dwi Ananda; Adhi Widyarthara; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asrama Mahasiswa ITN di Kota Malang merupakan salah satu fasilitas hunian atau tempat tinggal sementara bagi mahasiswa, para penghuni dapat melakukan kegiatan istirahat, belajar, berganti pakaian dan bersosialisasi. Hunian sementara bagi mahasiswa menjadi salah satu fasilitas penting bagi mahasiswa ITN terutama bagi mahsiswa yang berasal dari luar Kota Malang yang sedang menempuh pendidikan di ITN Malang. Perancangan asrama ini menggunakan metode glassbox yaitu dengan menemukan permasalahan/latar belakang, melalui studi lapangan/survey, pengumpulan data sekunder dan primer, dan studi pustaka. Salah satu strategi dalam perancangan asrama ini menggunakan tema Arsitektur Perilaku yaitu dengan menghadirkan fasilitas- fasilitas pendukung dengan mempertimbangkan karakteristik atau perilaku mahasiswa masa kini seperti senang berkumpul/ nongkrong, berdiskusi dan berkompetisi. Tujuan yang ingin dicapai dalam perancangan ini yaitu menghadirkan asrama yang tidak hanya sebagai tempat tinggal, akan tetapi dapat menyediakan fasilitas pendukung yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa masa kini, dengan berkonsep fleksibelitas ruang dan dapat digunakan berbagai aktifitas yang diperuntukan kepada mahasiswa ITN Malang yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia.
Co-Authors Adkha Yulianandha Mabrur Ahmad Rizal Tanthowi Aisyiyah Rifqi Krisdiyanti Aji Abdul Halim Aldien Naufal Setya Putra Almas Ilham Lubis Amalita Saputri Amar Rizqi Afdholy Ananta Nouval Rafsaghani Angelina Larosa Az-Zahra Prayitno Annisa Yuniar Antoneta W.D. Lende Ari Fikri Efendi Ariadi Sofyan Arie Restu Aulia Asarias Ari Ayowembun Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Joko Wiji.U Barbara D. M. Landuamah Bayu Agung Saputra Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Campizio Zabrino A.C.N.M Debby Budi Susanti Destyan Eka Saputra Didiek Soeharjanto Didiek Suharjanto Dwi Kevin Ramadhana Fani Dwi Ananda Fathan Kamil Fathullaeni Ferolica Krizia Feti Dwi Ratnasari Fida Dina Amaliah Fransisca Dwi Agustina Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo Ghoustanjiwani Adi Putra Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hanna Cynthia Febriandi I Gusti Ade Pradnyana I Gusti Bagus Partha Saputra I Putu Herry Bayu Pratama Imelda Albertin Amin Indra Eko Susilo Josiah Theofilus Nelwan Joy Debby Purwaningtyas Lalu M Dava Savero Lalu Mulyadi Mas’Aril Chajar Haram Mayang Rizky Rian Winney Miftah Haula Nu’marul Haq Mochammad Iqbal Harsono Moh. Syahru Romadhon Sholeh Muhamad Rifki Febriansyah Muhammad Hendrik Muhammad Nizzar Umami Muliyadi, Lalu Nabih Ahmad Faiz Nizar Gulam Sofi Putri Herlia Pramitasari Raditya Pratama Wijayanto Ramadhani Nadhia Saraswati Razan Ibnu Syam Namadullah Redi Sigit Febrianto Reza Fahlevi Reza Farezi Hermawan Rezandika Aghni Febriyan Putra Rilisty Maulidya Roesmin Rizki Amalia Maulana Rizky Nurdiantimala Roby Alya Nabila Sandi Anggara Putra Sofia Hadi Nurjanah Sri Winarni Sri Winarni Sultan Achmad Jamaludin Akbar Suryo Tri Harjanto Taufik Waja Ajo Teresa Yesi Rosa Krisnanda Tri Hadi Prasetyo Valentino Umbu Taralandu Virginia Hayatinnufus Yahya Putra Sakfal Parenta Yoel Saba Yohanes Alvian Watu Yuniar, Annisa