Articles
MUSEUM BUDAYA SUKU DAYAK MAANYAN TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER
Mayang Rizky Rian Winney;
Adhi Widyarthara;
Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suku Dayak Maanyan adalah salah satu suku dengan jumlah populasi terbesar yang mendiami wilayah Kalimantan bagian Tengah hingga beberapa wilayah pinggiran Kalimantan bagian Selatan, eksistensinya tidak terpisahkan dari keberadaan rumah adat yakni Lewu Hante yang sangat terkenal hingga saat ini. Tradisi unik dari budaya yang dimiliki oleh suku Dayak Maanyan dalam hal menghormati leluhur masih sangat kental dan terjaga hingga saat ini, terbatasnya fasilitas yang memadai untuk menampung kegiatan tersebut serta dapat difungsikannya sebagai tempat pagelaran acara adat dan budaya; menjadi perlu menghadirkan fasilitas yang memadai yakni Museum Budaya Suku Dayak Maanyan sebagai sebuah wadah guna menjaga dan melestarikan budaya suku serta dapat digunakan oleh masyarakat Dayak Maanyan untuk melaksanakan upacara adat. Lewu Hante atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Rumah Betang memiliki makna yang sangat mendalam bagi suku Dayak Maanyan, yakni merupakan simbol dari hubungan kekeluargaan yang begitu erat bagi setiap kepala keluarga dari suku Dayak Maanyan. Menjadi tantangan tersendiri dalam merancang bangunan ini, agar dapat memancarkan nilai budaya maupun adat masyarakat Dayak Maanyan yang dipadu dengan penggunaan material bahan bangunan modern; mengingat dewasa ini untuk membangun sebuah Rumah Betang dengan material kayu ulin sangatlah mustahil karena kayu ini termasuk tumbuhan yang dilindungi serta cukup langka untuk mendapatlkannya dengan ukuran tertentu sesuai kebutuhan.
GREEN RESORT DI KAWASAN KUTA UTARA BALI TEMA: GREEN ARCHITECTURE
Teresa Yesi Rosa Krisnanda;
Adhi Widyarthara;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Resort di Kawasan Kuta Utara Bali tepatnya di Canggu dengan tema green architecture adalah bangunan yang ditujukan sebagai tempat untuk peristirahatan sementara atau menginap dengan memanfaatkan potensi alam sekitar yaitu pantai Batu Bolong, dengan desain green arsitektur maka semaksimal mungkin bangunan menggunakan sumber daya alam dan material-material yang ramah lingkungan. Latar belakang perancangan resort ini dikarenakan perkembangan pariwisata yang amat pesat di daerah Kuta Utara terutama di daerah Canggu sedangkan permasalahan yang ada adalah kurangnya penginapan yang bersifat rekreatif dan berfasilitas lengkap. Dengan berkembangnya penggunaan sosial media sebagai salah satu platform untuk menyebarkan informasi dan pemasaran maka dapat digunakan untuk mempromosikan keberadaan resort ini. Dengan adanya perancangan resort ini dikawasan pantai Batu Bolong diharapkan dapat meningkatkan pemasukan untuk warga sekitar dan dapat menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat Bali. Kurangnya penginapan dengan fasilitas yang lengkap untuk pengunjung yang berwisata di daerah pantai Batu Bolong ini, maka dengan adanya perancangan resort ini akan menambah daya tarik untuk wisatawan yang datang berkunjung ke Bali bagian Kuta Utara yaitu tepatnya Canggu. Diharapkan juga dengan adanya perancangan resort di daerah ini dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada.
GALERI SENI LUKIS DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA
Campizio Zabrino A.C.N.M;
Adhi Widyarthara;
Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Konsep design untuk Perancangan Galeri Seni Lukis di Kota Malang. bertujuan sebagai media menanpung dan menopang karya para seniman lukis di kota Malang. dan juga di Kota Malang ini perlu sebuah tempat galeri tetap yang akan memajang karya seni lukis dari para seniman di kota Malang, sehingga turis dan warga lokal dapat menikmati karya seni lukis tanpa harus ada acara pameran khusus. Dengan menerapkan konsep arsitektur metafora pada galeri seni lukis ini bermaksud untuk mewadahi segala kegiatan seni lukis serta sebagai media atau kegiatan unformal untuk meningkatkan talenta bagi pecinta seni lukis di Kota Malang. konsep arsitektur metafora pada banggunan dapat memampilkan karakter desaing dari galeri seni lukis ini. Dimana ide bentuk bangunan diambil dari sebuah palet yang dimetaforakan kedalam bentuk bangunan. Dimana palet adalah benda yang sering dipakai oleh para seniman lukis.
STUDI REVITALISASI KAWASAN PENGRAJIN KERAMIK YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN PERILAKU GUNA MENCARI KONSEP PERANCANGAN ARSITEKTUR DI KELURAHAN DINOYO, KOTA MALANG
Adhi Widyarthara;
Didiek Suharjanto
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.135 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v3i01.106
Pada tahun 1958, masyarakat Dinoyo mulai merintis membuat keramik; hal tersebut berlanjut hingga kini dengan berbagai produk keramik seperti vas bunga, souvenir, guci, serta lampu set. Seiring perjalanan waktu, pada tahun 2000-an pasar keramik mencapai titik jenuh dan mengalami penurunan pasar. Diantara penyebab penurunan aktivitas kawasan pengrajin Dinoyo diakibatkan oleh keterbatasan infrastruktur yang ada ditempat produksi maupun pedagang keramik sehingga menjadikan ketidaknyamanan para pengrajin dan pengunjung dalam memenuhi kebutuhannya. Untuk meningkatkan vitalitas kawasan agar terbentuk suasana yang nyaman dalam berinteraksi antara pengrajin maupun pengunjung serta layak untuk dikunjungi sebagai kawasan wisata, maka dibutuhkan suatu proses identifikasi perencanaan dan perancangan lingkungan sesuai perilaku pengrajin maupun masyarakat dalam pengelolaan serta pemanfaatan aset properti pada kawasan keramik guna memperbaiki, mengembangkan atau melestarikan bangunan dan lingkungan yang berwawasan lingkungan perilaku. Peran Pemerintah perlu mengupayakan program-program pembangunan yang menekankan penggunaan bahan lokal yakni bahan yang tidak membahayakan kesehatan dan lingkungan, rancangan yang hemat energi serta penggunaan teknologi padat karya yang mempekerjakan lebih banyak orang
PENERAPAN PERANCANGAN PADA PENATAAN RUANG PAMER KERAJINAN KERAMIK DI KELURAHAN DINOYO KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG
Didiek Soeharjanto;
Adhi Widyarthara;
Hamka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.255 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v2i02.249
Ruang pamer pada kawasan pengrajin keramik Dinoyo yang memiliki fungsi memberikan informasi tentang produk terkini maupun produk yang banyak digemari oleh masyarakat memberikan fasilitas yang terbatas pada pengunjung karena ruang yang ada dioptimalkan untuk penyimpanan produk keramik sehingga kurang memperhatikan sirkulasi untuk manusia dan barang pada tatanan ruangnya. Kenyamanan pelayanan pada pengunjung menuntut perlunya menciptakan suasana ruang dengan tema sesuai potensi bangunan, merencanakan sirkulasi manusia dan barang dengan membatasi jenis barang maupun jumlah perabot; memperhatikan letak pintu, jendela agar pencahayaan maupun penghawaan sesuai dengan kebutuhan; serta menyesuaikan ketinggian plafon agar pengunjung tidak merasa tertekan secara psikologis apabila memasukinya. Perlu melakukan penataan jenis komoditi sesuai dengan kelompok berdasarkan sifat kegunaannya, penampilan bentuknya serta mutu barang untuk memudahkan pengunjung melakukan pemilihan, maupun pengamatan terhadap barang yang dikehendakinya.
PENERAPAN PERANCANGAN PADA PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KERAJINAN KERAMIK DI KELURAHAN DINOYO, KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG
Adhi Widyarthara;
Hamka;
Suryo Tri Harjanto
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.557 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v3i02.865
Keberadaan kawasan pengrajin keramik merupakan potensi sebagai destinasi wisata untuk kawasan Kota Malang dengan karakteristik perilaku dalam memproduksi benda-benda guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Citra kawasan pengrajin keramik yang mulai meredup karena keterbatasan fasilitas dalam mengekspose budaya yakni memproses pembuatan keramik hingga memamerkan produk keramik maupun menjualnya. Sejalan dengan keinginan penghuni kawasan untuk menjadikan Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo, membutuhkan peranan mereka yang terlibat agar dapat mencapai apa yang dicita-citakannya. Peran Pemerintah sangat penting dalam mengendalikan fungsi kawasan karena sebagai pemegang regulasi dalam penataan bangunan maupun lingkungan yang berkelanjutan. Masyarakat dapat menyediakan beberapa kebutuhan yang dapat menjadikan pemilik bangunan, pekerja maupun pengunjung merasa nyaman dalam berinteraksi dalam kawasan. Salah satu program yang diusulkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan serta meningkatkan citra kawasan berdasarkan peran Pemerintah dan masyarakat adalah pemberlakuan garis sempadan bangunan pada kawasan pengrajin keramik; pembukaan ruang tersebut dapat difungsikan sebagai ruang transisi antara teritori publik dan teritori primer sehingga akan mengintegrasikan kultur pengunjung dan kultur pengrajin keramik. Apabila semuanya dapat terwujud, diharapkan kawasan ini akan memiliki nilai sosial, nilai ilmiah serta nilai komersial yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan serta berkelanjutan dalam mewujudkan kemakmuran bagi penghuninya
EVALUASI PENATAAN RUANG KAWASAN PENGRAJIN KERAMIK BERWAWASAN LINGKUNGAN PERILAKU DI KELURAHAN DINOYO, KOTA MALANG
Adhi Widyarthara;
Didiek Soeharjanto;
Hamka
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 01 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.451 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v2i01.1066
Pengrajin keramik memiliki aktivitas yang spesifik yakni membuat dan menjual produk keramik, kegiatan tersebut membutuhkan ruang yang tertata dengan baik agar proses produksinya lebih efektif dan efisien. Keberadaan ruang yang saat ini digunakan untuk tempat produksi maupun ruang pamer merupakan alih fungsi ruang, yang dulu merupakan bagian dari rumah tinggal; saat ini difungsikan secara optimal dan kondisi ini merupakan produk rancangan tata ruang oleh masyarakat. Evaluasi penataan ruang bertujuan untuk mengetahui kinerja rancangan tata ruang pada saat ini, sehingga dapat memberikan saran apabila didapatkan permasalahan dan mempertahankan rancangannya apabila tatanan ruang tersebut sudah memiliki kinerja yang berwawasan lingkungan perilaku. Terdapat 3 lingkup kajian untuk melakukan evaluasi tersebut, pertama melakukan kajian mikro yakni mengetahui fungsi ruang untuk proses produksi dan ruang pamer, kedua melakukan kajian meso yakni mengetahui tatanan temp at produksi maupun ruang pamer dengan lingkungannya, ketiga melakukan kajian makro yakni mengetahui potensi lingkungan dalam menunjang kawasan pengrajin keramik. Ketiga kajian lingkungan tersebut melibatkan para pemilik tempat produksi keramik, pekerja serta pengunjung. Informasi yang didapatkan dari evaluasi ini diharapkan dapat menjadikan kawasan pengrajin ini lebih berwawasan lingkungan perilaku dan menarik bagi wisatawan
KONSEP KENYAMANAN PERUMAHAN SUB URBAN
Adhi Widyarthara
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 1 No 02 (2017): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.392 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v1i02.2015
Perumahan sub urban apabila ditinjau dari lokasi keberadaannya, terletak diantara perumahan kota dan desa. Perumahan kota secara fisik lebih memadati area suatu kawasan untuk permukiman dibandingkan dengan perumahan di desa. Tingkat kepadatan yang tinggi tersebut pada akhirnya juga akan mempengaruhi kondisi perumahan di pinggiran suatu kota, kawasan tersebut pada umumnya secara fisik lebih longgar karena masih didapatkan banyaknya ruang terbuka seperti kondisi di desa. Kepadatan memiliki ciri yang obyektif, oleh karenanya memiliki hubungan dengan kondisi kenyamanan secara fisik; sedangkan kesesakan yang merupakan istilah kesepadanan dari kepadatan tetapi memiliki makna subyektif yang berhubungan dengan suasana lingkungan sehingga erat kaitannya dengan kenyamanan secara psikis. Kenyamanan perumahan pada umumnya dapat dicermati dari penghuninya, bilamana merasakan betah atau kerasan tinggal di kawasan perumahan; maka tentu ada nilai kenyamanan disitu. Adapun cara untuk mencermati hal tersebut, adalah dengan pengamatan penghunian, kelengkapan sarana dan prasarana serta terjadinya peningkatan kesejahteraan dari penghuni. Hasil kajian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai acuan untuk memberikan rekomendasi guna perbaikan kualitas perumahan sehingga terjadi kenyamanan dan keberlanjutan penghunian pada suatu kawasan perumahan.
METODE DESAIN ARSITEK DALAM MENDESAIN RUMAH TINGGAL: STUDI OBJEK: RUMAH TINGGAL ARSITEK DI MALANG
Adhi Widyarthara;
Hamka;
Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.387 KB)
|
DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2342
Dunia Pendidikan arsitektur mengajarkan berbagai macam jenis teorimengenai metode desain arsitektur rumah tinggal. Namun, teori-teori desaintersebut perlu diuji keberlanjutannya setelah keluar dari lingkunganakademik, apakah hal tersebut sepenuhnya diterapkan didunia praktisi,mengalami penyesuaian atau justru tidak dipakai sama sekali, sehinggaobjek penelitian yang tepat untuk mengkaji hal tersebut adalah arsitek danrumah tinggalnya. Pengalaman-pengalaman desain yang didapatkan olehpara arsitek selama terlibat langsung dalam dunia kerja dan projek yangditangani, tentunya membentuk sebuah pemikiran baru mengenai cara ataumetode berarsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metodeberarsitektur arsitek di Kota Malang dalam mendesain rumah tinggal.Manfaat dari hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan ajarperancangan rumah tinggal bagi mahasiswa dan memberikan pengetahuanbagi masyarakat umum mengenai aspek-aspek yang perlu diperhatikandalam rancang bangun rumah tinggal. Metode yang digunakan dalampenelitian ini, yaitu metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam(deep interview) dan observasi lapangan dengan variable kajian penelitian,kemudian dianalisis melalui teori-teori berdasarkan variable-variabel yangtelah ditentukan. Hasil dari analisis tersebut kemudian diuraikan kualitatifuntuk mendapatkan sebuah kesimpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkanbahwa terdapat pengelompokan cara berarsitektur (balckbox dan glassbox)masing-masing arsitek dalam mendesain rumah tinggalnya. Aspek desainyang menjadi faktor penting dalam mendesain juga berbeda-beda, semuatergantung pada konteks, keinginan dan kebutuhan dari masing-masingarsitek.
RANCANG BANGUN TAMAN BERMAIN TRADISIONAL DI PERUMAHAN JOYOGRAND RW 9 KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG
Suryo Tri Harjanto;
Hamka;
Adhi Widyarthara
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36040/pawon.v4i02.2801
Taman bermain tradisional diperumahan Joyogrand masuk dalam kategori Taman Lingkungan Perumahan dan Permukiman berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2007 mengenai Ruang Terbuka Hijau. Rancang bangun taman bermain tradisional dengan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan Perumahan Joyogrand RW 09 Kelurahan Merjosari Kota Malang, bertujuan untuk meminimalisir ketergantungan anak-anak di lingkungan Perumahan Joyogrand terhadap penggunaan gadget yang semakin meningkat di era revolusi industri 4.0 sekarang ini. Rancang bangun taman bermain tradisional ini merupakan upaya untuk menambah ruang terbuka lingkungan yang berfungsi sebagai ruang sosial warga sekitar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendekatan partisipatori sosial dan kualitatif analisis deskriftif, observasi lapangan dan sosial masyarakat, untuk mengidentifikasi keterlibatan warga dalam menentukan konsep taman bermain tradisional yang diinginkan, sebagai pemenuhan terhadap kebutuhan ruang komunal lingkungan perumahan, dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada permainan tradisional. Hasil kegiatan rancang bangun ini menunjukkan bahwa tingkat parsitipasi warga dalam kegiatan ini sangat tinggi dan tingkat pemanfaatan oleh warga (khususnya anak-anak) pasca bangun juga menunjukkan hal yang positif.