Claim Missing Document
Check
Articles

RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) KOTA SAMARINDA TEMA: ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Yahya Putra Sakfal Parenta; Adhi Widyarthara; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur, mengalami pertumbuhan signifikan penduduk, terutama di Gang Nibung, memunculkan kebutuhan akan tempat tinggal yang layak, khususnya bagi MBR. Dengan konsep arsitektur bioklimatik, rumah susun sederhana sewa bertujuan untuk mengurangi biaya MBR melalui pengelolaan air hujan, serta menanggulangi permukiman kumuh dan memperhatikan aspek lingkungan. Metode Arsitektur Bioklimatik digunakan dengan deskriptif kualitatif dan seleksi bahan material yang tepat. Desain bangunan disesuaikan untuk efisiensi energi tanpa merusak lingkungan. Rumah susun ini menawarkan beragam tipe unit hunian dan fasilitas penunjang, serta meggunakan konsep ventilasi silang dan interior berwarna terang, menciptakan hunian yang nyaman dan fungsional. Rumah susun ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang terjangkau, tetapi juga berperan meningkatkan kualitas permukiman dan lingkungan.
PRA-DESAIN GEDUNG TPQ MASJID AL-IKHLAS JOYOSUKO KOTA MALANG Amar Rizqi Afdholy; Bayu Teguh Ujianto; Adhi Widyarthara
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan sebuah wadah untuk mendukung proses pembinaan dan Pendidikan yang tepat adalah dalam bentuk Taman Pendidikan Al-Quran. Dalam kasus objek pengabdian ini, yaitu Masjid Al-Ikhlas membutuhkan wadah untuk pengembangan penididkan baca tulis Al-Quran yang didasari oleh perkembangan jumlah santri ini mulai meningkat pesat pada periode tahun 2021 hingga akhir 202. Dengan dukungan masyarakat sekitar serta anggota pengurus Masjid, maka pengadaan tapak bangunan terwujud berupa tanah waqaf berada persis di sebelah Masjid Al-Ikhlas, Kec. Lowokwaru, Kel. Merjosari, Kota Malang. Permasalahan lain yang menjadi kebutuhan khusus pada perancangan nantinya adalah lahan parkir yang tidak tersedia pada area masjid, sehingga perlu adanya penanganan khusus untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga nantinya perencancangan ini akan mempertimbangkan peletakan kebutuhan TPQ dan lahan parkir jamaah dalam satu site yang sudah ditentukan. Dengan Batasan perancangan berupa luas lahan, dana dan pengguna bangunan dari kalangan anak-anak, maka rancangan desain tidak hanya focus pada pemilihan material bangunan saja akan tetapi harus memperhatikan karakter/perilaku anak-anak. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah bersifat kualitatif, yaitu dengan pendekatan observasi dan diskusi mendalam. Bentuk partisipasi pengurus Masjid Al-Ikhlas dalam pelaksanaan kegiatan adalah bertugas membantu mengumpulkan data-data tentang kondisi wilayah dan penempatan titik sarana prasarana yang akan dibangun.
Pasar Layang Kota Malang Tema: Arsitektur Modern Muhammad Nizzar Umami; Adhi Widyarthara; Amar Rizqi Afdholy
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Bersama dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu, Terutama pada kecamatan kedungkandang, kelurahan kotalama. Dimana area tersebut sangatlah padat penduduk serta sering terjadi kemacetan dengan skala besar terutama pada area jalan yang dijadikan warga sebagai pasar tradisional. Lokasi pasar tersebut berada di area padat penduduk dan keterbatasan lahan sehingga sangat memungkinkan untuk dibangunkannya pasar layang diatas jalan raya untuk mengatasi keemacetan dan memfasilitasi pedagang untuk area keterbatasan lahan. Lokasi pasar berdekatan dengan pusat kota, Maka dari itu dibuatkanlah pasar dengan bentuk bangunan melayang di atas jalan atau bisa disebut dengan pasar layang. Metode perancangan pasar layang memakai metode force based framework yaitu perancangan berdasarkan isu permasalahan yang ada. Tema yang digunakan pada perancangan ini menggunakan tema modern, yang dimaksudkan untuk mendapatkan desain berdasarkan fungsi dan menaikkan citra pasar. Dengan demikian diharapkan desain ini mampu menjadi penjembatan bagi para pedagang pasar kebalen sebagai pasar yang mampu merubah citra pasar tersebut menjadi pasar yang unik dan nyaman serta dapat mengatasi kemacetan dan keterbatasan lahan di area tersebut.
SADE COTTAGE DI MANDALIKA NUSA TENGGARA BARAT TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Aji Abdul Halim; Adhi Widyarthara; Amar Rizqi Afdholy
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terletak di Pulau Lombok, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika merupakan salah satu dari sepuluh lokasi pariwisata nasional. Situs ini menampilkan Sirkuit Internasional Mandalika serta pantai pasir putih sepanjang 7,5 kilometer. Saat ini, kawasan ini menjadi daya tarik utama bagi investor, dan diperkirakan akan tumbuh menjadi tujuan wisata utama. Akomodasi, seperti hotel yang menawarkan fasilitas dan kenyamanan lengkap kepada tamunya, diperlukan untuk memungkinkan hal ini. Desain yang diusung yaitu merancang sebuah cottage dengan menggunakan komponen fisik rumah adat yang secara alami ada pada masyarakat Sasak Lombok, memanfaatkan motif arsitektur neo vernakular. Metode pada perancangan ini menggunakan forced based. Hasil dari perancangan ini didapatkan sebuah rancangan yaitu cottage. Selain itu, lingkungan sekitar dimanfaatkan untuk meningkatkan signifikansi budaya Pulau Lombok dan memberikan pengalaman ramah bagi pengunjung.
STADION SEPAK BOLA KATEGORI SATU DENGAN PENCEGAHAN PERILAKU ANARKISME DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Miftah Haula Nu’marul Haq; Adhi Widyarthara; Sholeh, Moh Syahru Romadhon
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak bola adalah salah satu olahraga yang paling di gemari oleh semua kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Banyaknya peminat sepak bola juga tidak lepas dari kerusuhan yang dapat terjadi, terlebih di dalam bangunan yang berisi hingga puluhan ribu orang. Seperti yang terjadi pada Oktober 2022 lalu, yaitu terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan hingga 135 orang. Hal ini dapat terjadi jika stadion tidak mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna beserta perilakunya, maka dari itu sebuah stadion harus memiliki sistem pencegahan perilaku anarkisme. Kerusuhan dapat terjadi karena penonton dapat saling bertemu serta dapat turun ke area lapangan, sehingga sirkulasi dari penonton harus dibuat tidak mampu bertemu satu sama lain dari masuk stadion, menonton pertandingan, hingga keluar dari area stadion. Pemisahan tersebut menggunakan metode “force based-framework” yang mengutamakan fungsi dan mengakhirkan bentuk, sehingga dari metode tersebut dapat terealisasikan bahwa dengan pendekatan perilaku, maka stadion yang dirancang memiliki “landscape” dengan arah sirkulasi yang mampu memisahkan semua jenis pengguna stadion dan dapat mencegah perilaku anarkisme.
SMART APARTEMENT DI MALANG TEMA ARSITEKTUR KEBERLANJUTAN Reza Farezi Hermawan; Adhi Widyarthara; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan yang semakin meningkat dan tingginya potensi radiasi matahari di Malang perkotaan, integrasi teknologi canggih dalam desain bangunan menjadi krusial untuk mencapai efisiensi energi dan keberlanjutan. Perancangan ini mengevaluasi penerapan metodologi force-based dan teknologi pintar pada bangunan mid-rise di Kecamatan Lowokwaru, yang dirancang sebagai hunian vertikal dengan tema arsitektur berkelanjutan. Perancangan ini menganalisis tiga bangunan yang telah menerapkan teknologi manajemen otomatis dan perangkat IoT. Pendekatan force-based digunakan untuk menganalisis distribusi gaya eksternal pada struktur, seperti beban mati, beban hidup, angin, dan gempa, guna memastikan stabilitas dan keamanan bangunan. Hasil Perancangan menunjukkan bahwa penerapan teknologi pintar dan pendekatan force-based dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi dampak lingkungan, serta meningkatkan respons bangunan terhadap gaya eksternal dan kebutuhan penghuni. Implementasi hunian vertikal ini sangat relevan di Malang perkotaan, di mana keterbatasan lahan menjadi tantangan utama, berbeda dengan Malang Kabupaten yang masih memiliki lahan lebih luas. Perancangan ini memberikan wawasan penting tentang peran teknologi dan metodologi force-based dalam mendukung arsitektur berkelanjutan dan menghadapi tantangan urbanisasi di kawasan perkotaan seperti Malang.
ECO GREEN MALL di KOTA MALANG TEMA: ARSITEKUR HIJAU Angelina Larosa Az-Zahra Prayitno; Adhi Widyarthara; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penggunaan energy listrik secara berlebih di Indonesia semakin meningkat. Hal ini diikuti dengan bertambanhnya jumlah pusat perbelanjaan yang menggunakan Air Conditioner (AC) dan pencahayaan buatan, serta menjadikan kota tersebut menjadi kota yang lebih maju. Untuk itu, perlu rancangan Eco Green Mall yang menerapkan arsitekur hijau dengan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan desain yang ramah lingkungan. Metode perancangan yang digunakan adalah metode force-based, bentuk yang mengikuti fungsi (form follow function) dengan pendekatan tema arsitektur hijau yang memiliki prinsip Conversing Energy, Working with Climate Respect for Site, Respect for user, Reuse and Reduce Material, Appropriate Technology, sehingga menghasilkan sebuah rancangan yang terbuka pada kedua sisi gedung tanpa menggunakan dinding di area retail, dan berhasil menyelesaikan permasalahan pencahayaan dan penghawaan alami terutama di bagian sirkulasi pengguna dengan rancangan yang terbuka.
POLA PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI BRANTAS KOTA MALANG Winarni, Sri; Amar Rizqi Afdholy; Fransisca Dwi Agustina; Adkha Yulianandha Mabrur; Adhi Widyarthara
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.12954

Abstract

Permukiman merupakan lingkungan hunian tempat bermukim yang menjadi kebutuhan utama manusia untuk hidup. Permukiman mencerminkan wujud interaksi manusia dengan lingkungannya yang mencakup interaksi sosial, ekonomi, budaya dan alam. Seiring meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan, meningkat pula kebutuhan sarana dan prasarana terutama kebutuhan tempat tinggal. Permukiman bantaran sungai merupakan salah satu bentuk pemukiman yang berkembang pesat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di perkotaan, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan lahan dan harga tanah yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pembentuk permukiman dalam hal ini mengetahui konsep bermukim yang menunjukkan cara masyarakat beradaptasi dengan lingkungan dalam membentuk pola permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola permukiman berorientasi menghadap ke jalan, membelakangi sungai dan berbentuk kurva linier dan organis, pola terbentuk dari hasil adaptasi masyarakat terhadap keterbatasan lahan, kondisi alam, serta kebutuhan sosial dan ekonomi. Faktor sosial ekonomi rendah dan keterbatasan lahan menyebabkan pembangunan tidak sesuai standar tata ruang sehingga dapat mempengaruhi kualitas lingkungan hidup. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar perencanaan penataan permukiman bantaran sungai yang lebih berkelanjutan.
STRATEGI DESAIN RUANG KOMUNAL TERHADAP KETERBATASAN LAHAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN Amar Rizqi Afdholy; Bayu Teguh Ujianto; Adhi Widyarthara; Hamka
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6135

Abstract

Urbanisasi yang pesat di kota-kota besar Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi, menyebabkan keterbatasan lahan untuk pembangunan fasilitas komunal yang mendukung kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan rekreasi. Pengabdian ini bertujuan merancang Gedung Serbaguna di RW XII, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan ruang tersebut. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), pengabdian ini melibatkan masyarakat dalam proses perancangan untuk memastikan desain yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Desain Gedung Serbaguna mengintegrasikan konsep ruang multifungsi, modularitas, dan pemanfaatan ruang vertikal, memungkinkan pemakaian lahan yang lebih efisien dan fleksibel. Selain itu, penerapan zonasi aktivitas untuk memisahkan ruang sosial dan ruang privat, serta penggunaan material ekspos seperti beton dan batu alam, diusulkan untuk mengurangi biaya pembangunan dan pemeliharaan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa desain ini mampu meningkatkan efisiensi ruang, memperkuat interaksi sosial masyarakat, dan mengurangi biaya operasional jangka panjang. Pengabdian ini berkontribusi pada pengembangan desain ruang komunal yang adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kawasan permukiman padat penduduk.
Identification of Re-Interpreting Traditional Javanese Architecture for Design Concepts of Balai RW 7 Dusun Genting, Kelurahan Merjosari, Malang City Hamka; Suryo Tri Harjanto; Adhi Widyarthara
Architectural Research Journal Vol. 1 No. 2 (2021): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.1.2.2021.58-65

Abstract

The identification of traditional architectural elements in the design plan of Balai RW 7 tries to apply a study of reinterpretation of traditional architecture in order, to know the architectural elements that can be applied to the design concept. The purpose of this study is to find architectural elements of Javanese houses that can be used as the basis for transformation in the contemporary design of Balai RW 7. This study was written using a qualitative descriptive analysis method to analyze data compiled from literature sources in national journals that discuss elements of traditional Javanese architecture. The elements of traditional Javanese architecture are then reinterpreted descriptively based on the functions and facilities contained in the Balai RW plan. The results found elements of Javanese architecture that could be applied to the design concept, namely the display focused on the transformation of the 5 typologies of the roof of the Javanese house, the spatial pattern adapted to the functions and facilities of the Balai RW, the transformation of ornamentation of flora, fauna, nature, and belief, the orientation is directed to face north or south but still adapts to the existing conditions of the site and the environment, some materials use more modern substitute materials, as well as the transformation of the roof construction of empyak raguman and the construction of umpak, soko guru and tumpang sari in the receiving area with materials using several substitute materials.
Co-Authors Adkha Yulianandha Mabrur Ahmad Rizal Tanthowi Aisyiyah Rifqi Krisdiyanti Aji Abdul Halim Aldien Naufal Setya Putra Almas Ilham Lubis Amalita Saputri Amar Rizqi Afdholy Amar rizqi afdholy Ananta Nouval Rafsaghani Angelina Larosa Az-Zahra Prayitno Annisa Yuniar Annisa Yuniar Antoneta W.D. Lende Ari Fikri Efendi Ariadi Sofyan Arie Restu Aulia Asarias Ari Ayowembun Bambang Joko Wiji Utomo Bambang Joko Wiji.U Barbara D. M. Landuamah Bayu Agung Saputra Bayu Teguh Ujianto Breeze Maringka Budi Fathony Campizio Zabrino A.C.N.M Debby Budi Susanti Destyan Eka Saputra Didiek Soeharjanto Didiek Suharjanto Dwi Kevin Ramadhana Fani Dwi Ananda Fathan Kamil Fathullaeni Ferolica Krizia Feti Dwi Ratnasari Fida Dina Amaliah Fransisca Dwi Agustina Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo Ghoustanjiwani Adi Putra Hamka Hamka Hamka Hamka Hamka Hanna Cynthia Febriandi I Gusti Ade Pradnyana I Gusti Bagus Partha Saputra I Putu Herry Bayu Pratama Imelda Albertin Amin Indra Eko Susilo Josiah Theofilus Nelwan Joy Debby Purwaningtyas Lalu M Dava Savero Lalu Mulyadi Mas’Aril Chajar Haram Mayang Rizky Rian Winney Miftah Haula Nu’marul Haq Mochammad Iqbal Harsono Moh. Syahru Romadhon Sholeh Muhamad Rifki Febriansyah Muhammad Hendrik Muhammad Nizzar Umami Muliyadi, Lalu Nabih Ahmad Faiz Nizar Gulam Sofi Putri Herlia Pramitasari Raditya Pratama Wijayanto Ramadhani Nadhia Saraswati Razan Ibnu Syam Namadullah Redi Sigit Febrianto REZA FAHLEVI Reza Farezi Hermawan Rezandika Aghni Febriyan Putra Rilisty Maulidya Roesmin Rizki Amalia Maulana Rizky Nurdiantimala Roby Alya Nabila Sandi Anggara Putra Sofia Hadi Nurjanah Sri Winarni Sri Winarni Sultan Achmad Jamaludin Akbar Suryo Tri Harjanto Taufik Waja Ajo Teresa Yesi Rosa Krisnanda Tri Hadi Prasetyo Valentino Umbu Taralandu Virginia Hayatinnufus Yahya Putra Sakfal Parenta Yoel Saba Yohanes Alvian Watu