Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengendalian Hipertensi Lansia Pada Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Nuban Kabupaten Lampung Timur Tahun 2017 Suhesti Iin
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg atau diastolik lebih besar dari 140 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan interval 5 menit dengan istirahat sedang. Data kasus Hipertensi di Puskesmas Sukaraja Nuban tahun 2015 sebanyak 1.107 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan riwayat keluarga dengan penyakit cacat hipertensi, keteraturan konsumsi obat antihipertensi, merokok, kurang aktivitas fisik, riwayat pengukuran obesitas, riwayat pengukuran tekanan darah, riwayat pengukuran gula darah, riwayat Pengukuran kolesterol total dengan pengendalian hipertensi di Puskesmas Sukaraja Nuban Lampung Timur  2017. Desain penelitian survei  analitik dengan pendekatan case  control. Jumlah populasi 261 lansia dengan 36 sampel dan 36 kontrol. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi square.Hasil diketahui riwayat hipertensi nilai p-value 0,018 berarti ada hubungan antara riwayat hipertensi dengan pengendalian hipertensi. Keteraturan minum obat diperoleh  p-value 0,009 ada hubungan antara keteraturan minum obat dengan pengendalian hipertensi. Merokok diperoleh p-value 0,002 ada hubungan antara merokok dengan pengendalian hipertensi. Konsumsi sayur dan buah didapatkan p-value 0,000 ada hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan pengendalian hipertensi, aktivitas fisik diperoleh p-value 0,000 ada hubungan antara aktivitas fisik dengan pengendalian hipertensi. Data pengukuran obesitas diperoleh p- value 0,010 ada hubungan antara riwayat pengukuran obesitas dengan pengendalian hipertensi. Pengukuran tekanan darah diperoleh p-value 0,030 ada hubungan antara riwayat pengukuran tekanan darah dengan pengendalian hipertensi. Pengukuran Gula Darah diperoleh  p-value 0,033 ada hubungan antara riwayat pengukuran gula darah dengan pengendalian hipertensi. Pengukuran kolesterol diperoleh p-value 0,037 ada hubungan antara riwayat pengukuran kolesterol dengan pengendalian hipertensi.Saran kepada masyarakat dan petugas kesehatan agar memperhatikan faktor risiko hipertensi pada lansia dan selalu memberikan penyuluhan dan penyuluhan melalui kegiatan CERDIK dan GERMAS diharapkan masyarakat dapat terhindar dari penyakit cacat termasuk penyakit hipertensi.Kata kunci : Hipertensi, Pengobatan Biasa, Merokok, Konsumsi Buah Dan Sayur, Aktivitas Fisik
PENGARUH METODE PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying) TERHADAP NILAI TOTAL FENOL DAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierr A. Froehner) Iin Suhesti
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v3i2.21

Abstract

Biji kopi robusta (Coffea canephora, Pierr A. Froehner) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya. Kandungan fenolik yang tinggi pada suatu ekstrak dapat meningkatkan nilai SPF ekstrak tersebut. SPF merupakan suatu ukuran kemampuan tabir surya untuk mencegah kerusakan pada kulit akibat paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan nilai SPF pada ekstrak biji kopi robusta menggunakan metode pengeringan beku (freeze drying). Freeze drying merupakan metode pengawetan produk dengan cara dibekukan, lalu dikeringkan (disublimasikan) dengan cara di vakum. Menghasilkan produk yang awalnya berfasa liquid menjadi produk padat tanpa mengandung air. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan obyek ekstrak kering biji kopi robusta sebanyak 250 ppm dan diencerkan menjadi 5 konsentrasi yaitu 40, 50, 60, 70 dan 80 ppm kemudian diukur serapannya secara duplo menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada interval panjang gelombang 290 nm sampai diatas 320 nm yang memiliki nilai serapan minimal 0,05 kemudian dihitung nilai SPFnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kopi robusta memiliki nilai total fenol sebesar 850 ± 0,001 mg/GAE g ekstrak dan nilai SPF pada konsentrasi 40, 50, 60, 70, dan 80 ppm secara bertutut-turut sebesar 3,31 ± 0,01; 4,59 ± 0,06; 5,88 ± 0,03; 6,97 ± 0,06 dan 8,23 ± 1,06. Nilai SPF tertinggi terdapat pada konsentrasi 80 ppm yaitu dengan nilai SPF 8,23 ± 1,06 dengan tipe proteksi maksimal.
POTENSI PENGGUNAAN TANAMAN ANTING-ANTING (Acalypha indica L) SEBAGAI ZAT AKTIF PADA PEMBUATAN LIP BALM DAN SEDIAAN KOSMETIK LAINNYA Iin Suhesti; Anisa Hariyani; Aisyah Nur Hidayah; Arofah Frisca Sahara
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v4i2.37

Abstract

Lip balm merupakan salah satu produk kosmetik yang paling sering digunakan saat ini, terutama oleh kaum wanita. Tujuan penggunaan lip balm yaitu untuk melembabkan bibir dan mengurangi bibir pecah-pecah. Tetapi banyak sediaan lip balm yang menggunakan bahan kimia berbahaya sehingga dapat mengakibatkan bibir menjadi hitam, iritasi sampai ke kanker kulit, sehingga diperlukan lip balm yang menggunakan zat aktif dari bahan alam salah satunya adalah tanaman Anting-anting (Acalypha indica L). Penelitian ini dilakukan dengan metode narative review yang bertujuan untuk mengetahui potensi penggunaan tanaman anting-anting (Acalypha indica L) sebagai zat aktif pada pembuatan lip balm dan sediaan kosmetik lainnya. Hasil dari beberapa literatur diperoleh golongam flavonoid yang berhasil diidentifikasi dari tanaman anting-anting (Acalypha indica L) adalah isoflavon, flavon, flanolol, flavanon, dihidroksiflavonol, khalkon dan antosianidin. Ditemukan juga kandungan antioksidan dengan persen inhibisi (IC50) menggunakan pelarut etanol fraksi TH, HB, HA secara berturut-turut adalah 127,87 ppm; 132,97 ppm; dan 133,68 ppm dengan kategori sedang. Sedangkan dengan pelarut heksana, kloroform dan methanol diperoleh aktivitas antioksidan yang signifikan dengan nilai IC50 yaitu 6,19 ± 0,010 mg/ml; 5,70 ± 0,050 mg/ml; dan 7,79 ± 0,020 mg/ml. Kadar antioksidan pada daun dengan konsentrasi 200, 400, dan 600 μg yaitu 17,12%; 26,87%; dan 31,14%. Sedangkan pada akar dengan konsentrasi 200, 400, dan 600 μg yaitu 26,16%; 41,84%; dan 53,27%. Berdasarkan kandungan flavonoid dan antioksidan, tanaman anting-anting (Acalypha indica L) berpotensi sebagai zat aktif pada pembuatan lip balm dan sediaan kosmetik lainnya.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK ETANOL UMBI BIT (Beta vulgaris var. rubra (L) Moq.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Erlin Devi Isnaini; Iin Suhesti; Aptika Oktaviana Trisna Dewi
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v4i2.44

Abstract

Beetroot (Beta vulgaris var. rubra (L) Moq.) has the pigment betasianin which produces a red color and is often used as a natural coloring agent in food so that it can be developed to be used as a dye in cosmetic products. The purpose of this study was to determine the lip balm preparation formulation of beetroot extract (Beta vulgaris var. rubra (L) Moq.) as a natural dye and physical evaluation. In this study using a descriptive experimental method using variations in the concentration of beetroot extract. The variations in the concetration of beetroot extract were F1 0%, F2 1%, F3 5% and F4 10%. From each formula, a physical lip balm test was carried out including the organoleptic test, homogeneity test, pH test, melting point test, and preference test. The result showed that the lip balm preparation on F1 was yellow, F2 was peach, F3 was pink and F4 was maroon. F1, F2, F3 have the distinctive smell of oleum cacao, while F4 has the distinctive smell of lanolin. And semi solid preparation. Homogeneity test F1, F2, F3 and F4 have homogeneous preparations. pH test at F1 5.26; F2 5.03; F3 4.87 and F4 4.76. melting point test of all formulas melting at 50°C for F1 and F2 for 12 minutes, F3 10 minutes and F4 for 6 minutes. The preference test concluded that the panelists preferred F4.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN BLUSH ON EKSTRAK UMBI BIT (Beta vulgaris var. rubra (L.) Moq.). SEBAGAI PEWARNA ALAMI Nichy Eka Putri; Iin Suhesti; Aptika Oktaviana Trisna Dewi
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v5i1.49

Abstract

Beetroot (Beta vulgaris var. Rubra (L.) Moq.). is one of the most useful food ingredients, one of the benefits is to provide a natural color in the manufacture of products. Beetroot contains betasianin, so that the cosmetic formulation of betasianin contained in beetroot produces a red color that can be used as a natural dye for blush. The extraction of betacyanin was carried out by maceration method using 70% ethanol with a ratio of 1: 7. Blush was made into three formulas with different extract concentration variations, namely 25%, 45% and 65%. Each formula was subjected to physical evaluation including organoleptic test, homogeneity test, pH test, adhesion test and preference test. The organoleptic test results of the three formulas had different colors, namely pink to purplish red because the beet root extracts used varied. The results of the pH test in formula 1, formula 2 and formula 3 are 7,10; 6.23 and 5.24 indicate that the first formulation does not meet the good pH requirements, namely 4.5-6.5. The result of adhesion test was 38.5%; 35.6% and 36.7%. The results of the favorite test using SPSS One Way ANOVA in the color category showed that formula 1 was significantly different from formulas 2 and 3, while in the aroma, color and texture categories there was no significant difference between the three blush formulas.
DOCKING MOLEKULAR FENOLIK DAUN K DOCKING MOLEKULAR FENOLIK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI POTENSI ANTI INFLAMASI DENGAN AUTODOCK-VINA Diyan Sakti Purwanto; Iin Suhesti
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v5i2.63

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki kandungan senyawa fenolik dan senyawa alami yang meliputi polifenol seperti flavonoid dan antosianin yang memiliki berbagai manfaat diantarnya sebagai antioksidan, antimikroba, antifungi, antitoksik, antiinflamasi dan antihiperglikemik. Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera jaringan yang melibatkan proses fisiologis aktivasi enzim cyclooxigenase (COX) yang memiliki dua isoform yaitu enzim cyclooxigenase-1 (COX-1) dan cyclooxigenase-2 (COX-2). Penggunaan obat antiinflamasi golongan Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) dan golongan steroid mempunyai efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Dari studi in vitro fenolik menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan dengan menghalangi sintesis dan pelepasan histamin dan mediator-mediator alergis inflamator lainnya. Fenolik memiliki aktivitas antioksidan dan aksi cadangan vitamin C serta dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degenerative dengan cara mencegah terjadinya proses peroksidasi lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Fenolik yang terdapat pada daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai anti inflamasi ligan 6COX cyclooxigenase-2 (COX-2) dengan menggunakan aplikasi komputasi autodock vina.
LATINA COFFEE Swietenia mahagoni (Jacq.) MINUMAN HERBAL KEKINIAN SEBAGAI PENURUN KADAR GULA DARAH Iin Suhesti; Cici Hana Safitri; Dita Nurhaliza Kurniawati; Isnaini Putri Indriyani; Gilang Ramadhan Putra Susilo; Dicky Saputra
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v5i2.64

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif yang bisa mengakibatkan berbagai komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang. Penyakit ini disebabkan oleh ketidakstabilan kadar gula darah dalam tubuh. Ada beberapa penelitian ilmiah yang sudah membuktikan bahwa biji mahoni ini dapat mengatasi hiperglikemia dan beberapa komplikasi lainnya. Rasa pahit dan sepat dari kandungan flavonoid biji mahoni membuat banyak penderita diabetes melitus tidak lagi mengonsumsinya. Rasa tersebut serupa dengan rasa pahit pada kopi yang merupakan minuman kesukaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tujuan dari kewirausahaan ini adalah untuk membuat formulasi kopi dengan campuran simplisia biji mahoni yang tepat dan dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Metode yang digunakan dalam kewirausahaan ini adalah formulasi minuman fungsional dalam bentuk serbuk. Minuman ini memiliki odor, warna, aroma kopi, aroma asing, rasa manis dan rasa yang pas, sedangkan rasa pahit, mouthfeel, flavour dan aftertaste agak kuat. Hasil intervensi yang dilakukan pada 3 kelompok tikus menggambarkan minuman fungsional ini berpotensi untuk menurunkan kadar glukosa darah tikus hiperglikemik.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN LIP CREAM DENGAN PEWARNA ALAMI DARI EKSTRAK DAUN JATI: (Tectona grandis L.f.) Yunita Dian Permata Sari; Iin Suhesti; Kiky Adhianna Sulistyawati
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v6i1.121

Abstract

Leaf jati (Tectona grandis L.f.) has the pigment anthocyanin which product a red color. Anthocyanin pigments are a group of flavonoid pigments. The purpose of this study was to formulate and physically evaluate lip cream preparations with natural dyes from leaf jati extract (Tectona grandis L.f.). Anthocyanin extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol as solvent. Lip cream was made into three formulas with different concentrations of extract leaf jati by 5%,10%,and 15%. The lip cream in each formula was subjected to physical tests including organoleptic test, homogeneity test, pH test, adhesion test, dispersion test, and hedonic test. The results of the organoleptic test of the three formulas have different colors it is pink to red because variation of leaf jati extract used. The results of the homogeneity test showed that the three formulas are homogeneous. The results of the pH test of the three formulas are 4, indicating that all formulas had met the lip pH requirements of 3.8-4.7. The results of the adhesion test are F1=2,42±0,04;F2=3.21±0,03; and F3=4.26±0,02, these results show that only F3 meets the requirements because it is more than 4 seconds. The results of the dispersion test are F1=5.35±0,02;F2=5,21±0,04;and F3=5,10±0,03, the result is qualified because the result is 5-7 cm. The result of the preference test that was most preferred based on color, aroma, moisture, and texture was formula 2. Based on the results of the One Way Anova and Kruskal Wallis tests, there were significant differences in adhesion and dispersion
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SERUM WAJAH LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) DENGAN VARIASI KONSENTRASI XANTHAN GUM SEBAGAI GELLING AGENT Dian Nurul Hidayah; Iin Suhesti; Ester Dwi Antari
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v6i2.155

Abstract

Snail slime (Achatina fulica) has a strong inhibitory power against Propionibacterium acnes bacteria, this is because snail mucus has an active compound achasin. This study aims to determine the formulation and physical evaluation of serum and effect of variations in the concentration of xanthan gum as a gelling agent. In this research method used qualitative experiments with variations in the concentration of xanthan gum, namely F1 = 0,25%, F2 = 0,50%, F3 = 0,75%. The results of the third organoleptic test have almost the same shape, smell and color, semi-solid, odorless and album white in color. The homogeneity test shows that the three formulas are homogeneous. The resultof the evaluation of facial serum pH is F1=4,56±0,05; F2=4,96±0,05; F3=4,97±0,03 met the requirements for a good facial serum pH of 4,50-6,50. The results of the dispersion test at F1=6,83±0,01cm; F2=6,78±0,03cm; F3=6,72±0,02cm fulfills the requirements for the dispersion test, which is 5-7cm. Viscosity test results F1=544,82±23,17cPs; F2=5.568,70±280,26cPs; F3=10.326±219,54cPs indicates that only F1 meets the requirements for a good serum viscosity of 230-1150cPs. Transferred volume test results F1=97,44±0,01; F2=95,67±0,50; F3 = 95,33±0,50 meets the requirements. The results of the hedonic test were F1 the most preferred based on the color and aroma categories and F2 the most preferred based on the color and texture categories. Based on the results of statistical tests using One Way ANOVA and Kruskal-Wallis, it can be ascertained that variations in the concentration of xanthan gum have no effect on the results of physical evaluation
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN TURI (Sesbania grandiflora (L.) Poir.) Rury Ayu Rahmawati; Iin Suhesti; Diyan Sakti Purwanto
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/farmasindo.v7i1.159

Abstract

Turi leaves contain flavonoids, saponins and tannins which can function as Propionibacterium acnes antibacterials so that they can be used to make peel-off gel masks. PVA in a peel off gel mask functions as a gelling agent and film forming agent. The aim of the study was to determine the formulation of turi leaf extract peel off gel masks, physical evaluation of the preparation, and to determine the effect of variations in PVA concentration on the physical properties of the preparation. This study uses a descriptive experimental method. The simplicia extraction method uses maceration with a ratio of turi leaf simplicia and 96% ethanol (1:7). Variations in the concentration of PVA used were 10%, 13%, 16%. Each formula was subjected to organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests,adhesion tests, spreadability tests, drying time tests and viscosity tests. The results showed that the peel off gel mask preparations on F1, F2, F3 were respectively dark green in color, had a distinctive odor of turi leaf extract, slightly runny, slightly thick and viscous, had a homogeneous preparation. pH test results 5,75±0,39; 5,88±0,30; 6,17±0,32. Stickiness test results 19,69±5,89 seconds; 36,11±0,65 seconds; 54,02±3,11 seconds. Spreadability test results 5,40± 0,49 cm; 4,57±0,28 cm; 3,70±0,22 cm. Drying time test results 20,06±1,49 minutes; 18,23±1,01 minutes; 16,53±0,73 minutes. Viscosity test results 21173±3609,32 cPs; 48917,33±1,15 cPs; 48938±13,58 cPs. The results of the physical tests were followed by the One Way Anova and Kruskal Wallis statistical tests, showing that variations in PVA concentration significantly affected the physical test results of adhesion, spreadability, viscosity and drying time, but did not significantly affect the pH value.