Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pengetahuan Keluarga Melakukan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Kejang Demam Pada Balita di Ruangan Santa Theresia Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2023 Hizkia P, Indra; Lumban Gaol, Rusmauli; Br Tarigan , Rehulina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8381

Abstract

Pengetahuan adalah kemampuan untuk menerima, mempertahankan, dan menggunakan informasi, yang dipengaruhi oleh pengalaman dan keterampilan. Tujuan penelitian mengetahui pengetahuan keluarga tentang kejang demam di Ruangan Santa Theresia Rumah sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara sebanyak 5 pertanyaan sehingga mampu menggali lebih dalam tentang pengetahuan tentang kejang demam. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling sebanyak 5 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Hasil penelitian didapatkan: yaitu Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Kejang Demam adalah pertolongan yang harus atau segera dilakukan oleh tim medis untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan, selanjutnya peningkatan suhu tubuh di atas normal, serta diiringi gerakan menyentak di lengan/tungkai dan dapat kehilangan kesadaran dan kemudian melakukan pemeriksaan tindakan unresposive dengan memanggil nama anak, menepuk Pundak, memeriksa kesadaran dan membawanya ke klinik atau rumah sakit dan dapat dilakukan dengan CPR berupa penekanan pada dada serta bantuan nafas dan dilakukan oleh orang yang mengerti tentang tindakan. Dan hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan keluarga dalam pertolongan pertama kejang demam pada balita.
Gambaran Pola Makan Sehat Seimbang Dengan Status Gizi Remaja Di SMA Swasta Santo Yoseph Tanjung Selamat Medan Tahun 2024 Nainggolan, Juniwan Lorenzia; Siringoringo, Magda; Gaol, Rusmauli Lumban
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15083

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pola makan dan status gizi remaja dan faktor- faktor yang mempengaruhi pola makan pada remaja. Penelitian menggunkan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner ffq, mengukur IMT siswa/i remaja sma swasta santo yoseph medan tanjung selamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek penelitian ialah pada kategori lebih dimana pada remaja laki- laki dan perempuan dengan hasil zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan mineral berada dikategori pola makan lebih. Dengan hasil status gizi remaja ialah normal ini menunjukkan pola konsumsi yang tidak seimbang. Kebutuhan energi untuk setiap orang berbeda- beda. Energi yang masuk melalui makanan harus seimbang dengan kebutuhan energi seseorang. Ketidakseimbangan masukkan energi dengan kebutuhan yang berlangsung jangka lama akan menimbulkan masalah kesehatan. Banyak faktor yang berpengaruhi dan menentukan gaya hidup remaja, manifestasi dari gaya hidup berbentuk segala perilaku tersebut. Dan merupakan bagian dari budaya remaja.
Gambaran Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue Pada Anak di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2023 Lumban Gaol, Rusmauli; Br Karo, Mestiana; Hasugian, Alfrand Rizal D
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15141

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is an acute fever condition caused by the bite of the Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Dengue fever is divided into four main clinical symptoms such as bleeding, high fever, hematomaglei, and manifestations of circulation failure that have the potential to develop into dengue shock syndrome, which can be fatal due to plasma leakage. This study aims to determine the characteristics of dengue hemorrhagic fever patients in children. This research uses a quantitative method using a descriptive design. The population in this study are 620 people. The sampling technique in this study uses a simple random sampling method, namely 52 respondents taken from medical record data. The research instrument is in the form of a checklist table. Data analysis in this study uses tables, chart analysis, and graph analysis. The results of the study find that the highest age of dengue hemorrhagic fever patients in children is at the age of 6–12 years with total of 32 people (61.5%), the highest education of dengue hemorrhagic fever patients in children with the number of 32 people (61.5%). It is hoped that this study can be one of theinformation about the description of the characteristics of dengue hemorrhagic fever in children and as a reference to improve health services and prevention of dengue fever cases.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PHBS DI UPT SD NEGERI 060930 MEDAN JOHOR TAHUN 2024 Rusmauli Lumban Gaol; Indra Hizkia P; Neny Angreiny Siburian
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 12: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan pola perilaku yang dilaksanakan oleh warga sekolah baik guru, siswa, staf sekolah dan lain-lain sebagai wujud pelaksanaan proses pembelajaran dalam bentuk kegiatan mencegah penyakit, merawat lingkungan agar tetap bersih dan melakasanakan upaya menjaga kesehatan secara mandiri. Perilaku hidup bersih serta sehat di sekolah mempunyai 8 tanda yang harus dilakukan dengan baik. Tanda-tanda tersebut adalah mencuci tangan menggunakan sabun, makan makanan sehat di kantin sekolah, memakai toilet yang bersih serta sehat, berolahraga teratur, menghilangkan jentik-jentik di sekolah, tidak merokok di sekolah, memperhatikan berat badan serta tinggi badan, dan membuang sampah pada tempat yang sudah diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang PHBS di UPT SD NEGERI 060930 Medan Johor Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode descriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 48 dengan alat ukur kuesioner berisi 15 pernyataan. Hasil penelitian didapatkan dalam mencuci tangan menggunakan sabun siswa berada pada kategori baik sebanyak 27 responden (56.3%), dalam mengkonsumsi makanan di kantin sehat berada pada kategori cukup sebanyak 35 responden (72.9%), dalam membuang sampah pada tempatnya dalam kategori cukup sebanyak 26 responden (54.2%), tingkat pengetahuan siswa tentang PHBS dalam kategori cukup sebanyak 32 orang (66.7%). Dapat disimpulkan bahwa Tingkat pengetahuan siswa SD mengenai PHBS berada dalam kategori cukup, hal ini disebabkan karena mereka hanya sekedar dalam mendapatkan pengetahuan mengenai PHBS dari orang tua maupun guru disekolah. Diharapkan untuk mengembangkan pengetahuan siswa tentang PHBS dilakukan penyuluhan di sekolah sehingga dapat membantu menambah pengetahuan siswa mengenai PHBS agar mereka dapat menerapkannya pada kehidupan sehari-hari.
LENGTH OF STAY PASIEN NON BEDAH DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2024 Fitri Muat Ulina Sitepu; Rusmauli Lumban Gaol; Indra Hizkia P
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i3.2205

Abstract

Length of stay in the ER is the patient's waiting time when entering the ER until the patient is directed to go home or transferred to another unit. The patient's length of stay affects treatment and time efficiency. It is not known about the history of patient length of stay in the emergency room. Quantitative observational descriptive research with a cross-sectional approach. The sampling technique uses purposive sampling with sample size of 105 patients, calculated using the Slovin formula. Data analysis uses univariate analysis. The ER assessment time at Elisabeth Hospital Medan has normal time of 92.4% with a target time of ?120 minutes in line with Hani's research in 2022/2023. The review and consultation time for ER patients has a normal time of 91.4% with a target time of ? 60 minutes in line with Hani's research in 2022/2023, the transfer time for non-surgical patients to inpatient care after disposition from the ER has a normal time of 94.3% with a target time of ? 60 minutes in line with Hani's research in 2022/2023, Length of stay for non-surgical patients in The ER has a normal time of 89.5% with a target time of ? 240 in line with Hani's research in 2022/2023. The majority of length of stay for non-surgical patients in the emergency room is in line with the target time. The majority of ED assessment times, reviews and consultations as well as patient transfer times to inpatient care are in accordance with the target time. It is hoped that the results of this research can become reference material and be further developed regarding the number of samples as well as further exploring and adding to other variables studied. Apart from that, add observers to monitor the patient's time in the ER so that there are no difficulties when the ER is overcrowded.
Nurses' Knowledge Level of Early Warning Score (EWS) in the Internal Medicine Room of Santa Elisabeth Hospital Medan Indra Hizkia Perangin-angin; Rusmauli Lumban Gaol; Sry Rumondang Sitindaon; Putri Rista Ulina Br Tarigan
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i3.6741

Abstract

Early Warning Score (EWS) is a useful assessment system for monitoring and detecting patient conditions before they worsen, so that appropriate decision-making can be made, including referring patients and providing interventions as needed. The purpose of this study was to determine the Level of Knowledge of Early Warning Score (EWS) Nurses in the Internal Medicine Room of Santa Elisabeth Hospital Medan in 2025. The research method used was descriptive. A population of 94 people was taken professionally. The results of the study showed the Level of Knowledge of EWS Care in the Internal Medicine Room of Santa Elisabeth Hospital Medan in 2025 Based on the Definition of Respondents More Category Sufficient as many as 2 People (2.1%), Based on Indications for Use of EWS Number of Respondents More Category Less overall 3 People (3.2%), Category Sufficient as many as 48 people (51.1%), Based on Physical Parameters in EWS Respondents More Category Less than 4 People (4.3%), Category Sufficient as many as 23 people (24.5%), Based on EWS Assessment Number of Respondents More Category Less as many as 1 Person (1.1%), Category Sufficient as many as 70 people (74.5%), Based on the Role of Nurses in EWS Number of Respondents More Category Less as many as 7 People (7.4%), Category Sufficient as many as 49 (52.1%), Based on EWS Standardization Number of Respondents More Category Less overall 17 People (18.1%), Category Sufficient as many as 45 people (47.9%). Conclusion Level of Nurses' Knowledge of Early Warning Score (EWS) at Santa Elisabeth Hospital Medan in 2025 knowledgeable with 94 respondents showed that nurses with sufficient knowledge were 39 respondents (41.5%), and nurses with good knowledge were 39 respondents (58.5%). It is recommended that Santa Elisabeth Hospital Medan organize or conduct training workshops on the use of EWS.
Overview of the Knowledge Level of Ninth-Grade female Students Regarding the Prevention of Anemia at SMP Putri Cahaya Medan Rusmauli Lumban Gaol; Gryytha Tondang; Amando Sinaga; Meilin Angelia Simarmata
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i3.6742

Abstract

Anemia is a medical condition characterized by a lower-than-normal number of red blood cells or hemoglobin levels in the blood. This results in a reduced ability of the blood to carry oxygen throughout the body. Consequently, individuals with anemia may experience various symptoms such as fatigue, dizziness, and shortness of breath. The main causes of anemia are generally due to a lack of knowledge about this condition and deficiencies in nutrients such as iron.The purpose of this study is to determine the level of knowledge among ninth-grade female students regarding the prevention of anemia and their ability to prevent it. This study uses a descriptive research method, focusing on describing the level of knowledge of ninth-grade female students about the prevention of anemia.The study uses the Total Sampling method as the sampling technique, which means that all members of the population are included as respondents. Therefore, the number of respondents in this study is equal to the total population of female students, which are 54 individuals. Data collection is conducted using a closed-ended questionnaire consisting of 20 items covering indicators such as the definition of anemia, its etiology, signs and symptoms, treatment, and prevention.The results of the study show that knowledge regarding the definition of anemia is in the good category for 35 respondents (64.8%), knowledge about etiology is in the fair category for 35 respondents (64.8%), knowledge of signs and symptoms was in the fair category for 45 respondents (83.3%), knowledge about treatment is in the good category for 33 respondents (61.1%), and knowledge of prevention is in the fair category for 32 respondents (59.3%).It is hoped that by increasing the knowledge of ninth-grade female students about the prevention of anemia, schools and health workers can work together to carry out regular health education.
EDUKASI PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH DAN PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH PADA JEMAAT GBI SALEM MEDAN Agree Kartini Sihombing, Ruth; Gustina Simamora, Hetty; Lumban Gaol, Rusmauli; Silalahi, Serlina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2435-2439

Abstract

Tubuh manusia memiliki pertahanan yang kuat dan berlapis-lapis. Pertahanan paling dasar disebut dengan imunitas natural dan pertahanan yang berasal dari dalam disebut dengan imunitas adaptif/bawaan. Ada banyak cara untuk meningkatkan imunitas dalam tubuh. Salah satunya adalah melalui edukasi/pendidikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian yang berupa edukasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Metode pengabdian yang dilakukan adalah pemberian edukasi mengenai makanan sehat berimbang dan bergizi yang perlu dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas tubuh serta pemeriksaan kadar gula darah darah kepada jemaat GBI Salem Medan. Melalui pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan tanpa dipungut biaya juga merupakan upaya edukasi untuk tetap mengontrol tubuh tetap sehat sehingga kadar gula dalam tubuh tetap normal dan terhindar dari penyakit diabetes. Selain itu juga menjaga tubuh tetap dalam kondisi yang fit dengan berolahraga. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan kadar gula darah, ditemukan sebanyak 70% responden yang tidak mengalami diabetes (normal) dan 15% responden yang sedikit mengalami pra-diabetes dan diabetes. Edukasi peningkatan imunitas tubuh ini diharapkan akan dapat memberikan informasi yang penting mengenai peranan penting imunitas tubuh yang sehat sehingga dalam melalukan setiap aktivitas, tubuh selalu dalam kondisi yang baik dan terhindar dari penyakit
Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker Payudara Dalam Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025 Sihite, Juniarti; Gaol, Rusmauli Lumban
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1494

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu tipe kanker yang paling umum dialami oleh wanita. Salain itu, ini menjadi penyebab tertinggi kematian akibat kanker paru-paru. Kanker payudara, atau dikenal sebagai Carcinoma Mammae, merupakan neoplasma berbahaya yang tumbuh di dalam jaringan payudara dan memiliki potensi untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya. Maka dari itu, kanker menjadi salah satu masalah kesehatan dengan dampak kematian terbanyak di dunia. Pada pasien yang menderita kanker harus menjalani salah satu pengobatannya yaitu terapi kemoterapi, yang dimana kemoterapi ini merupakan salah satu metode pengobatan yang menggunakan bahan kimia yang sangat kuat untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker dala tubuh, kemoterapi juga sering menimbulkan kecemasan bagi pasien yang menjalaninya. Tujuan Untuk mengetahui Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker Payudara Dalam Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan populasi sebanyak 130 orang. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kecemasan HARS. Sebanyak 57 sampel. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025 sebanyak 33 responden (57,9%) termasuk dalam kategori kecemasan sedang, 19 responden (33,3%) termasuk dalam kategori kecemasan ringan dan 5 responden (8,8%) termasuk dalam kategori kecemasan berat. Kesimpulan Harapan peneliti kepada pasien yang menjalani tindakan kemoterapi agar mengurangi tingkat kecemasannya yaitu Solusi yang dapat diterapkan untuk menurunkan kecemasan pada individu yang menderita kanker payudara yang sedang mendapatkan perawatan kemoterapi adalah latihan pernapasan. Latihan pernapasan ini sangat mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan latihan pernapasan sering kali menjadi intervensi untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan.
PENDAMPINGAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI SENSORI PADA KLIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA MEDAN Ance Siallagan; Lindawati Simorangkir; Friska Ginting; Imelda Derang; Yohana Beatry Sitanggang; Indra Hizkia Perangin-Angin; Rusmauli Lumban Gaol; Lenny Khairani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1707-1713

Abstract

Halusinasi masih menjadi masalah utama pada klien skizofrenia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Terapi modalitas diperlukan untuk mendukung farmakoterapi pengobatan skizofrenia. Salah satu terapi aktivitas kelompok yang mampu mengontrol halusinasi klien skizofrenia adalah stimulasi sensori. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori pada klien skizofrenia yang mengalami halusinasi di RSJ Prof. M.Ildrem Medan. Kegiatan dilakukan dua kali dengan durasi 60 menit, terdiri dari sesi pembukaan, sesi mengidentifikasi halusinasi dan latihan menghardik, dan sesi evaluasi serta tindak lanjut. Pendampingan diberikan kepada enam klien skizofrenia yang dibagi menjadi tiga kelompok. Stimulasi sensori diberikan dengan permainan bisik kata dan mengidentifikasi suara. Hasil dan kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah sangat baik dimana klien mampu mengidentifikasi stimulus sensori yang diberikan. Klien juga mampu mengidentifikasi halusinasinya dan melakukan cara menghardik halusinasi yang benar. Pelaksanaan terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori sebaiknya rutin dilakukan untuk mengontrol halusinasi klien skizofrenia, serta melibatkan anggota keluarga untuk menghindari kejadian relaps atau rawat inap ulang.
Co-Authors Agree Kartini Sihombing, Ruth Amando Sinaga AMANDO SINAGA Ance Siallagan Ance Siallagan Aprilita Br Sitepu Arisandi, Ermawaty Br Karo, Mestiana Br Manjorang, Putri Sintauli Br Sitepu, Floresta Br Tarigan , Rehulina Cindy Rutfani Hutauruk Connie M Sianipar D.Neno, Agustina Ustin Derang, Imelda Desriati Sinaga Devi Arta Sumbayak Ermawaty Arisandy Fitri Muat Ulina Sitepu Friska Ginting Friska Ginting Friska Novalina Simbolon Ginting, Nasipta Gryttha Tondang Gryttha Tondang Gryytha Tondang Gulo, Syukur Julianto Gustina Simamora, Hetty Hasugian, Alfrand Rizal D Hizkia P, Indra Hizkia, Indra Imelda Derang Indra Hizkia P Indra Hizkia parangin-angin Indra Hizkia Perangin-angin Indra Hizkia Perangin-Angin Juliana Gokmita Juliana Naibaho Karo Mestiana Lenny Khairani Magda Siringo-ringo Magda Siringo-ringo Magda Siringoringo Magda Sirongo-ringo Magdalena Meylin Lasria Nainggolan Maria Pujiastuti Meilin Angelia Simarmata Melky Rismando Damanik Mutiara Silaban Nainggolan, Juniwan Lorenzia Napitupulu, David Sumanto Nasipta Ginting Neny Angreiny Siburian Pandiangan, Kristina Perangin-angin, Indra Hizkia Peterman Jaya Mendrofa Petronella Purba Putri Rista Ulina Br Tarigan Ritonga, Muhammad Azli Ruliana Br Manalu Ruri Meilyana Tarigan Sihite, Juniarti Silalahi, Serlina Simeons, Simeons Simorangkir, Lindawati SINAGA, AMANDO Siringo ringo, Magda Siringoringo, Magda Sitepu, Aprilita Br Sitohang, Clara Oktoriana Sonia Lumban Tobing Sry Ayu Natalia Sihombing Sry Rumondang Sitindaon Tarigan, Rica Vera Br Tekken Pebruanto Nahampun Tondang, Grytta Tondang, Gryttha Yensika Dwi Putri Meha Yesika P Situmorang Yesika P Situmorang Yohana Beatry Sitanggang Yohanes Panduisa Sabojait