Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH DAN PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH PADA JEMAAT GBI SALEM MEDAN Agree Kartini Sihombing, Ruth; Gustina Simamora, Hetty; Lumban Gaol, Rusmauli; Silalahi, Serlina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2435-2439

Abstract

Tubuh manusia memiliki pertahanan yang kuat dan berlapis-lapis. Pertahanan paling dasar disebut dengan imunitas natural dan pertahanan yang berasal dari dalam disebut dengan imunitas adaptif/bawaan. Ada banyak cara untuk meningkatkan imunitas dalam tubuh. Salah satunya adalah melalui edukasi/pendidikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian yang berupa edukasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Metode pengabdian yang dilakukan adalah pemberian edukasi mengenai makanan sehat berimbang dan bergizi yang perlu dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas tubuh serta pemeriksaan kadar gula darah darah kepada jemaat GBI Salem Medan. Melalui pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan tanpa dipungut biaya juga merupakan upaya edukasi untuk tetap mengontrol tubuh tetap sehat sehingga kadar gula dalam tubuh tetap normal dan terhindar dari penyakit diabetes. Selain itu juga menjaga tubuh tetap dalam kondisi yang fit dengan berolahraga. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan kadar gula darah, ditemukan sebanyak 70% responden yang tidak mengalami diabetes (normal) dan 15% responden yang sedikit mengalami pra-diabetes dan diabetes. Edukasi peningkatan imunitas tubuh ini diharapkan akan dapat memberikan informasi yang penting mengenai peranan penting imunitas tubuh yang sehat sehingga dalam melalukan setiap aktivitas, tubuh selalu dalam kondisi yang baik dan terhindar dari penyakit
Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker Payudara Dalam Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025 Sihite, Juniarti; Gaol, Rusmauli Lumban
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1494

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu tipe kanker yang paling umum dialami oleh wanita. Salain itu, ini menjadi penyebab tertinggi kematian akibat kanker paru-paru. Kanker payudara, atau dikenal sebagai Carcinoma Mammae, merupakan neoplasma berbahaya yang tumbuh di dalam jaringan payudara dan memiliki potensi untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya. Maka dari itu, kanker menjadi salah satu masalah kesehatan dengan dampak kematian terbanyak di dunia. Pada pasien yang menderita kanker harus menjalani salah satu pengobatannya yaitu terapi kemoterapi, yang dimana kemoterapi ini merupakan salah satu metode pengobatan yang menggunakan bahan kimia yang sangat kuat untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker dala tubuh, kemoterapi juga sering menimbulkan kecemasan bagi pasien yang menjalaninya. Tujuan Untuk mengetahui Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker Payudara Dalam Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan populasi sebanyak 130 orang. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kecemasan HARS. Sebanyak 57 sampel. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025 sebanyak 33 responden (57,9%) termasuk dalam kategori kecemasan sedang, 19 responden (33,3%) termasuk dalam kategori kecemasan ringan dan 5 responden (8,8%) termasuk dalam kategori kecemasan berat. Kesimpulan Harapan peneliti kepada pasien yang menjalani tindakan kemoterapi agar mengurangi tingkat kecemasannya yaitu Solusi yang dapat diterapkan untuk menurunkan kecemasan pada individu yang menderita kanker payudara yang sedang mendapatkan perawatan kemoterapi adalah latihan pernapasan. Latihan pernapasan ini sangat mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan latihan pernapasan sering kali menjadi intervensi untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan.