Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN PASIR SUNGAI TABALONG DAN PASIR SUNGAI BARITO UNTUK CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE (HRS-WC) Rahmattulah; Robby; Desriantomy
JURNAL TEKNIKA Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia, untuk membangun prasarana transportasi darat khususnya jalan di wilayah Kalimantan Tengah diperlukan material yang sangat banyak. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan material tersebut memanfaatkan material yang tersedia secara optimal sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknis yang telah ditetapkan perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan material tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasir dari Sungai Tabalong Kabupaten Tabalong dan Sungai Barito Kabupaten Barito Selatan memenuhi persyaratan atau spesifikasi yang telah ditentukan, sehingga dapat digunakan sebagai agregat dalam campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sifat-sifat fisik agregat pasir dari Sungai Tabalong Kabupaten Tabalong dan Sungai Barito Kabupaten Barito Selatan dapat digunakan sebagai agregat pada campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). Untuk Penelitian ini dibuat 2 (dua) komposisi campuran dengan masing-masing 5 (lima) variasi kadar aspal. Komposisi I (Agregat Kasar 34%, Abu Batu 25%, Pasir 41%), Komposisi II (Agregat Kasar 34%, Abu Batu 25%, Pasir 41%).Berdasarkan hasil tes Marshall untuk Komposisi I diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,7% dan Komposisi II diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,15%.
KAJIAN PENGGUNAAN BATU HAMPANGEN, BATU TANGKILING DAN BATU AWANG BANGKAL SEBAGAI AGREGAT CAMPURAN PADA HOT ROLLED SHEET-BASE (HRS-BASE) Robby; Desriantomy; Arief Tesalonika
JURNAL TEKNIKA Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan material yang besar seiring dengan banyaknya pembangunan jalan di Provinsi Kalimantan Tengah khususnya di Kota Palangka Raya dan sekitarnya, diharapkan adanya banyak sumber material alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan campuran pembentuk Lataston Lapis Pondasi (HRS-BASE). Material hendaknya memenuhi syarat-syarat standar mutu yang ditetapkan oleh Bina Marga dengan pertimbangan dari segi ekonomis, ketersedian sumber daya alam dan kelancaran distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Penggunaan agregat yang berasal dari Desa Hampangen, Desa Tangkiling (Kalimantan Tengah) dan dari Desa Awang Bangkal (Kalimantan Selatan) ini dapat menghasilkan campuran yang optimum dan memenuhi spesifikasi standar sebagai agregat untuk campuran perkerasan Lataston Lapis Pondasi (HRS-BASE). Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan sifat-sifat fisik agregat batu alam dari Desa Awang Bangkal Provinsi Kalimantan Selatan dapat digunakan sebagai agregat pada campuran Lataston (HRS-BASE). Untuk mengetahui pengaruh batu alam dari Desa Hampangen, Desa Awang Bangkal, dan Desa Tangkiling tersebut, maka dibuat 3 (tiga) komposisi campuran dengan masing-masing 5 (lima) variasi kadar aspal. Komposisi I (Batu Desa Hampangen) dengan Agregat Kasar 41%, Abu Batu 27%, dan Pasir 32%, Komposisi II (Batu Desa Awang Bangkal) dengan Agregat Kasar 41%, Abu Batu 27%, Pasir 32% dan Komposisi III (Batu Desa Tangkiling) dengan Agregat Kasar 41%, Abu Batu 27%, Pasir 32%. Berdasarkan hasil tes Marshall untuk Komposisi I diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,20%, Komposisi II diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,60% dan Komposisi III diperoleh nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,95%.
EVALUASI KAPASITAS AREAL PARKIR KAMPUS UNIVERSITAS PALANGKA RAYA BERDASARKAN KEBUTUHAN SATUAN RUANG PARKIR (SRP) Nova Riyanti Simanjuntak; Desriantomy; Sutan Parasian Silitonga
JURNAL TEKNIKA Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Palangka Raya (UPR) merupakan universitas negeri pertama dan tertua di Provinsi Kalimantan Tengah. Dari pengamatan yang dilakukan di lapangan, kondisi kapasitas areal parkir dan jumlah kendaraan yang parkir pada kampus UPR mengalami over capacity. Sehingga perlu dilakukan penanganan yang lebih serius untuk mengatasi permasalahan areal parkir ini. Penelitian ini akan meneliti besar kapasitas areal parkir Kampus UPR saat ini.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besar kapasitas areal parkir kampus UPR saat ini berdasarkan Satuan Ruang Parkir (SRP). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menghitung kendaraan parkir pada saat Ujian Akhir Semester dengan menggunakan Analisis Kapasitas Areal Parkir dan Satuan Ruang Parkir (SRP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisa dan perhitungan maka didapat besar kapasitas areal parkir Kampus UPR saat ini 31.847 kendaraan untuk sepeda motor dan 11.753 kendaraan untuk mobil, kapasitas areal parkir Kampus UPR yang bermasalah terjadi pada Kawasan 2 Program Studi Keguruan dengan hasil nilai indeks parkir 1,73% dan Kawasan 5 dengan hasil nilai indeks parkir 1,31% perlunya penambahan areal parkir pada Kawasan tersebut dan Setelah dilakukan pengaturan parkir untuk mendapatkan kapasitas areal parkir ternyata jumlah kendaraan masih ditampung dalam areal parkir. Jumlah kendaraan parkir yang terlihat over capacity lebih dikarenakan tidak dilakukan pengaturan pola parkir yang optimal.
ANALISIS KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE (HRS-WC) MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH PLASTIK BEKAS JENIS LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) Tirsa Widiatika; Desriantomy; Mohamad Amin
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v4i2.2731

Abstract

Tingginya aktivitas masyarakat tidak hanya meningkatkan daya perekonomian, akan tetapi juga meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan sehingga berdampak pada pencemaran lingkungan. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, jumlah sampah pada tahun 2019 mencapai 920,94 m3 atau sekitar 138.141,50 kg per hari yang terdiri dari 65% sampah anorganik dan 35% sampah organik. Di sisi lain, penggunaan bahan pengikat (aspal) sebagai bahan konstruksi perkerasan semakin meningkat seiring dengan dengan maraknya pembangunan jalan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang dapat meningkatkan kinerja campuran dan mengurangi limbah plastik. Salah satu material yang memiliki potensi sebagai bahan tambah (additive) pada aspal yaitu limbah plastik, karena ketersediaannya yang cukup banyak dan material ini bersifat termoplastik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) pada campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) dan seberapa besar penggunaan limbah plastik dalam campuran sebagai upaya pengurangan limbah plastik yang sulit terurai. Metode yang digunakan adalah uji laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian didapat Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,30% dan selanjutnya menggunakan KAO yang didapat dari pengujian sebelumnya ditambahkan dengan variasi kadar plastik rentang 2% sampai 10%, didapat kadar penambahan LDPE maksimum dari nilai parameter Marshall yang memenuhi persyaratan spesifikasi yaitu pada kadar penambahan LDPE sebesar 6,60% dari berat aspal, nilai stabilitas naik 44 kg dari nilai stabilitas campuran tanpa menggunakan bahan tambah LDPE, nilai flow naik sebesar 0,15 mm, rongga dalam campuran (VIM) turun sebesar 0,90%, rongga terisi aspal (VFB) naik sebesar 4,30% dan hasil bagi Marshall naik sebesar 1,50 kg/mm.
ANALISIS KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE (HRS-WC) MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH PLASTIK BEKAS JENIS LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) Tirsa Widiatika; Desriantomy; Mohamad Amin
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v4i2.2731

Abstract

Tingginya aktivitas masyarakat tidak hanya meningkatkan daya perekonomian, akan tetapi juga meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan sehingga berdampak pada pencemaran lingkungan. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, jumlah sampah pada tahun 2019 mencapai 920,94 m3 atau sekitar 138.141,50 kg per hari yang terdiri dari 65% sampah anorganik dan 35% sampah organik. Di sisi lain, penggunaan bahan pengikat (aspal) sebagai bahan konstruksi perkerasan semakin meningkat seiring dengan dengan maraknya pembangunan jalan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang dapat meningkatkan kinerja campuran dan mengurangi limbah plastik. Salah satu material yang memiliki potensi sebagai bahan tambah (additive) pada aspal yaitu limbah plastik, karena ketersediaannya yang cukup banyak dan material ini bersifat termoplastik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) pada campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) dan seberapa besar penggunaan limbah plastik dalam campuran sebagai upaya pengurangan limbah plastik yang sulit terurai. Metode yang digunakan adalah uji laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian didapat Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 7,30% dan selanjutnya menggunakan KAO yang didapat dari pengujian sebelumnya ditambahkan dengan variasi kadar plastik rentang 2% sampai 10%, didapat kadar penambahan LDPE maksimum dari nilai parameter Marshall yang memenuhi persyaratan spesifikasi yaitu pada kadar penambahan LDPE sebesar 6,60% dari berat aspal, nilai stabilitas naik 44 kg dari nilai stabilitas campuran tanpa menggunakan bahan tambah LDPE, nilai flow naik sebesar 0,15 mm, rongga dalam campuran (VIM) turun sebesar 0,90%, rongga terisi aspal (VFB) naik sebesar 4,30% dan hasil bagi Marshall naik sebesar 1,50 kg/mm.
PEMANFAATAN ABU SERBUK KAYU SEBAGAI TAMBAHAN FILLER PADA CAMPURAN PERKERASAN JALAN JENIS HRS-WC (HOT ROLLED SHEET-WEARING COURSE) Andy Junestin Simanjuntak; Desriantomy; Sutan Parasian Silitonga
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v5i1.4525

Abstract

Penggunaan abu serbuk kayu yang banyak dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu faktor utama banyaknya limbah abu serbuk kayu yang ada di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan limbah abu serbuk kayu menjadi masalah bagi lingkungan. Salah satu upaya untuk menangani permasalahan tersebut, dicoba dimanfaatkan limbah abu serbuk kayu sebagai campuran aspal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah abu serbuk kayu pada perkerasan lapisan HRS-WC terhadap karakteristik Marshall. Metode penelitian ini menggunakan metode Asphalt Institute yang diharapkan dapat meningkatkan mutu perkerasan lentur jalan raya sesuai dengan umur rencana dan sekaligus sebagai pengurangan limbah abu serbuk kayu. Pengujian Marshall dilakukan dengan 2 tahap, yaitu Tahap ke-1 ditujukan untuk mendapatkan nilai KAO yang terbaik dari komposisi yang direncanakan dengan variasi kadar aspal 6%, 6,5%, 7%, 7,5% dan 8% diperoleh nilai KAO sebesar 7,65%. Selanjutnya, tahap ke-2 menggunakan komposisi dan KAO yang telah diperoleh dari pengujian tahap ke-1 dengan variasi kadar bahan tambah abu serbuk kayu 0%, 1,5%, 3%, dan 4,5% terhadap berat total agregat. Hasil analisis data diperoleh Parameter Marshall memenuhi spesifikasi, terkecuali nilai VIM pada penambahan kadar abu serbuk kayu sebesar 3% dan 4,5% yang nilainya berturut-turut yaitu 3,83% dan 3,39%, dan hasil evaluasi karakteristik Marshall diperoleh rentang kadar abu serbuk kayu Maksimum 0% hingga 1,8% memenuhi semua persyaratan Spesifikasi Bina Marga 2018.
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI MASA DEPAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KOTA PALANGKA RAYA Alfred Oktavianus Palmers; Sutan Parasian Silitonga; Desriantomy
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v5i1.4527

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju mendorong manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia demi meningkatkan produktivitas. Tetapi, sumber daya alam terbatas dan pemanfaatan yang masif menjadikan dampak buruk bagi lingkungan dan kehidupan di masa mendatang. Oleh sebab itu, perlu dilakukan langkah peduli lingkungan salah satunya dalam bidang transportasi demi mencegah efek pemanasan global yang lebih serius di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh analisis pemilihan moda transportasi masa depan yang ramah lingkungan antara mobil elektrik, motor elektrik dengan skuter elektrik berdasarkan karakteristik pengguna moda transportasi di Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei tahun 2021 di wilayah Kota Palangka Raya pada Kecamatan Jekan Raya (Kelurahan Bukit Tunggal, Menteng, Palangka) dan Pahandut (Kelurahan Langkai, Pahandut, Panarung). Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat Kota Palangka Raya sebanyak 380 kuesioner. Analisis deskriptif dengan bantuan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dilakukan pada data penelitian. Hasil penelitian menunjukan faktor yang secara statistik dapat mempengaruhi variabel terikat yaitu variabel pendidikan terakhir, pekerjaan, dan biaya perjalanan dengan peluang pemilihan moda transportasi masa depan yang ramah lingkungan sebesar 81,6% mobil elektrik, 11,6% motor elektrik dan 6,8% skuter elektrik. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa mobil elektrik memiliki nilai utilitas yang lebih tinggi sehingga pelaku perjalanan dimasa depan akan lebih banyak memilih moda transportasi mobil elektrik.
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PLASTIK HDPE TERHADAP DURABILITAS CAMPURAN HRS-WC Ayu Stefany; Ina Elvina; Desriantomy
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v5i1.4531

Abstract

Penggunaan plastik sebagai bahan aditif dalam meningkatkan mutu aspal didasari oleh tersedianya limbah plastik yang melimpah di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa nilai karakteristik Marshall yang dihasilkan dari campuran tanpa limbah plastik HDPE dan dengan penambahan limbah plastik HDPE dan juga untuk mengetahui nilai durabilitas (Indeks kekuatan sisa) dari komposisi dengan KAO dan dengan bahan tambah limbah plastik HDPE pada campuran HRS-WC. Variasi penambahan kadar plastik rencana 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% didapat pada penambahan kadar plastik 0%, 2%, 4%, dan 6% memenuhi spesifikasi karakteristik parameter Marshall, sedangkan pada penambahan kadar plastik 8% dan 10% tidak memenuhi spesifikasi. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan kadar plastik maksimum sebesar 7%. Data percobaan indeks kekuatan sisa pada kondisi tanpa penambahan plastik dan dengan penambahan plastik maksimum 7% didapat nilai-nilai indeks kekuatan sisa dimulai dari 0% tanpa penambahan plastik hingga 3,5% dengan penambahan plastik yang memenuhi spesifikasi.
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH PLASTIK BEKAS JENIS POLYETHYLENE TEREPHTHALATE Yusrizal Yahya; Desriantomy .; Robby .
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 3 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.83 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i3.3670.179-186

Abstract

Abstract This study was conducted to determine the benefits of the use of polyethylene terephthalate used plastic as additives in hot asphalt mixture Hot Rolled Sheet Wearing Course. Marshall testing was carried out on specimens using polyethylene terephthalate plastic additives, with variations in the ingredients added 2%, 4%, 6%, 8%, and 10% to the weight of asphalt on specimens with Optimum Asphalt Content. Marshall parameters of test specimens generally meet the existing specifications, except the Void In Mixture value for specimens with plastic content of 8% and 10%. The optimum plastic content obtained from this study is 7.80%. Keywords: asphalt mixture, hot rolled sheet, Marshall parameters, polyethylene terephthalate  Abstrak Studi ini dilakukan untuk mengetahui manfaat penggunaan plastik bekas jenis Polyethylene Terephthalate sebagai bahan tambah pada campuran beraspal panas jenis Hot Rolled Sheet Wearing Course. Pengujian Marshall dilakukan terhadap benda-benda uji yang menggunakan bahan tambah plastik jenis Polyethylene Terephthalate, dengan variasi bahan tambah 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap berat aspal pada benda uji dengan Kadar Aspal Optimum. Parameter Marshall benda-benda uji umumnya memenuhi spesifikasi yang ada, kecuali nilai Void In Mixture untuk benda-benda uji dengan kadar plastik 8% dan 10%. Kadar plastik optimum yang diperoleh dari studi ini adalah 7,80%. Kata-kata kunci: campuran beraspal, hot rolled sheet, parameter Marshall, polyethylene terephthalate
PENGGUNAAN KERIKIL PECAH SUNGAI KAHAYAN SEBAGAI ALTERNATIF AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-BASE (HRS-BASE) Hendri Hermanto; Desriantomy Desriantomy; Salonten Salonten
INFO-TEKNIK Vol 22, No 2 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v22i2.12385

Abstract

Lataston is a mixture commonly used in Indonesia as a pavement structure. In its implementation in the field, implementers are often faced with the high use of aggregate in the Lataston mixture due to limited resources of crushed stone in Central Kalimantan, which usually forms the aggregate in the Lataston mixture imported from outside the region. Gravel from Menen Paduran Village has various grain sizes between 5 mm to 75 mm but has a surface that tends to be round and does not have an angular surface so that the gravel must be crushed using a Stone Crusher in order to meet the characteristics of coarse aggregate in the Lataston base layer mixture. The goal of this research was to find out how the usage of crushed gravel from Manen Paduran Village as coarse aggregate in the Lataston base layer mixture on the Marshall characteristic stability value in the foundation layer Lataston mixture (HRS-Base). The research was carried out in two parts, the first of which was to collect data. was making the test object using crushed gravel. Manen Paduran as coarse aggregate, ex stone ash. Peacock and Tangkiling sand as fine aggregate to obtain Optimum Asphalt Content (KAO). In the second stage is to make the test object using crushed stone ex. Peacock as coarse aggregate, ex stone ash. From the results of these tests, a comparison was made between the use of crushed gravel ex. Manen Paduran and crushed stone ex. Peacock seen from Marshall characteristics. Marshall test results using crushed gravel obtained an optimum asphalt content of 6.85%, Marshall test results obtained that the stability value decreased by 8.8% from the use of ex crushed stone. Peacock and with the use of crushed gravel ex. Manen Paduran is only