Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid dengan Metode ATC/DDD dan DU di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Advent Manado. Toba, Emily Neysa; Mpila, Deby Afriani; Manawan, Fridly
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/yqrw2215

Abstract

Di negara berkembang seperti Indonesia, demam tifoid penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi masih menjadi masalah kesehatan. Antibiotik termasuk ampisilin, amoksisilin, fluorokuinolon, kloramfenikol, dan sefalosporin generasi ketiga sering digunakan untuk mengobati demam tifoid. Dalam penelitian ini, teknik ATC/DDD dan 90% DU digunakan untuk memperkirakan profil konsumsi antibiotik pasien demam tifoid. Sampel data medis dari 70 orang antara Mei dan Oktober 2025 digunakan dalam penelitian kuantitatif deskriptif ini. Di Rumah Sakit Advent Manado, pasien demam tifoid menerima sembilan antibiotik berbeda; siprofloksasin adalah yang paling sering digunakan, diikuti oleh seftriakson dan sefiksim, dengan total konsumsi obat sebesar 94,56 DDD/100 hari rawat inap. Siprofloksasin, seftriakson, Sefiksim, metronidazol, tiamfenikol, dan levofloksasin termasuk di antara antibiotik dengan tingkat penggunaan obat sebesar 90%.
Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Dispepsia di Instalasi Rawat Jalan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Chandra, A Salsabila Stefani; Mpila, Deby Afriani; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/q7d91713

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna dengan prevalensi tinggi yang berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani secara tepat, sehingga penting untuk memastikan penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat pada pasien dispepsia di Instalasi Rawat Jalan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Juli–September 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 80 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kriteria rasionalitas indikasi, pasien, dan obat masing-masing mencapai 100%. Namun, pada kriteria tepat dosis masih ditemukan ketidaksesuaian sebesar 8,75%, sementara yang sesuai sebesar 91,25%. Kesimpulannya, sebagian besar ketepatan penggunaan obat pada pasien dispepsia sudah baik, namun perlu adanya penyesuaian dosis sesuai standar terapi untuk meningkatkan kualitas pengobatan.
Perbandingan Efektivitas Antibiotik Terhadap Luaran Klinis Pasien Dengan Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado Pangemanan, Christian; Mpila, Deby Afriani; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/29532j68

Abstract

Infeksi Saluran kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi bakteri pada bagian kandung kemih hingga sistem organ ginjal. Penggunaan antibiotik ceftriaxone dan ciprofloxacin sering kali menjadi pilihan utama dalam tatalaksana penyakit ISK, sehingga perlu dilakukan perbandingan efektivitas antibiotik yang efisien dalam penanganan ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara antibiotik ceftriaxone dengan ciprofloxacin terhadap luaran klinis pasien dengan penyakit ISK yang dirawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 70 pasien, pengambilan sampel berasal dari data rekam medis pasien ISK menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik Mann-Whitney digunakan untuk melihat perbandingan efektivitas antibiotik berdasarkan rata-rata lama rawat inap yang menghasilkan nilai  p = 0.451 (p > 0.05), pada uji statistik Chi-Square digunakan untuk melihat perbandingan efektivitas antibiotik berdasarkan kadar leukosit pasien setelah menerima terapi antibiotik yang menghasilkan nilai p = 0.743 ( p > 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kedua jenis antibiotik berdasarkan nilai signifikansi pada parameter lama rawat inap dan kadar leukosit pasien infeksi saluran kemih.