Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Jagung menjadi Tepung Maizena bagi Kelompok Taruna Tani Gunung Geulis Rumidatul, Alfi; Hidayat, Yayat; Hadiyane, Anne; Anca Awal Sembada
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.774

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia dengan potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, salah satunya tepung maizena. Namun, sebagian besar petani masih menjual jagung dalam bentuk biji kering tanpa pengolahan lebih lanjut, sehingga nilai ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan diikuti oleh 25 peserta anggota Kelompok Taruna Tani. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan diversifikasi produk jagung menjadi tepung maizena. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan sebesar 43,3% dan keterampilan sebesar 50%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam mentransfer teknologi tepat guna, mendorong diversifikasi produk, serta meningkatkan nilai tambah dan kemandirian ekonomi kelompok tani. Keberlanjutan usaha direkomendasikan melalui pendirian unit usaha kelompok dan dukungan peralatan dari pemerintah daerah.
Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Jagung menjadi Tepung Maizena bagi Kelompok Taruna Tani Gunung Geulis Rumidatul, Alfi; Hidayat, Yayat; Hadiyane, Anne; Anca Awal Sembada
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.774

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia dengan potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, salah satunya tepung maizena. Namun, sebagian besar petani masih menjual jagung dalam bentuk biji kering tanpa pengolahan lebih lanjut, sehingga nilai ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan diikuti oleh 25 peserta anggota Kelompok Taruna Tani. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan diversifikasi produk jagung menjadi tepung maizena. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan sebesar 43,3% dan keterampilan sebesar 50%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam mentransfer teknologi tepat guna, mendorong diversifikasi produk, serta meningkatkan nilai tambah dan kemandirian ekonomi kelompok tani. Keberlanjutan usaha direkomendasikan melalui pendirian unit usaha kelompok dan dukungan peralatan dari pemerintah daerah.
Pelatihan Pembuatan Silase Probiotik Sebagai Solusi Pakan Murah dan Berkualitas Bagi Peternak Kambing Desa Jatiroke Hidayat, Yayat; Sembada, Anca Awal; Rumidatul, Alfi
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2003

Abstract

Ketersediaan pakan berkualitas menjadi tantangan utama dalam usaha peternakan kambing di Desa Jatiroke, terutama pada saat musim kemarau. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan solusi berbasis teknologi tepat guna melalui pelatihan pembuatan silase probiotik sebagai pakan alternatif yang murah dan berkualitas. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahapan, yaitu survei awal, pelatihan intensif (teori dan praktik langsung), pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peternak (rata-rata peningkatan skor pasca-tes adalah 43%), dengan 85% peserta mampu memproduksi silase secara mandiri menggunakan limbah pertanian dan hijauan lokal. Silase yang dihasilkan memiliki kualitas fisik yang baik (aroma wangi asam, tidak berjamur) dan disukai oleh ternak. Pelatihan ini berhasil mentransfer teknologi pakan yang berkelanjutan, menciptakan kemandirian pakan, dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan kambing di Desa Jatiroke. Dengan demikian, pelatihan ini efektif sebagai program pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan peternak kambing.
Pemanfaatan Limbah Biomassa Untuk Produksi Biochar dan Asap Cair Di KPH Bulungan, Kalimantan Utara Hadiyane, Anne; Rumidatul, Alfi; Darwis, Atmawi; Budianti, Noviana; Sunarya, Sopandi; Mastuti, Rini
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2188

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Bulungan, Kalimantan Utara, dengan melibatkan 25 anggota Kelompok Tani Hutan (KTH). Kegiatan berfokus pada pemanfaatan limbah biomassa yang selama ini ditangani dengan dibakar secara terbuka (open burning). Tujuannya adalah memberdayakan KTH melalui transfer teknologi pirolisis skala kecil untuk mengonversi limbah menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu biochar dan asap cair. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang meliputi tiga tahap: (1) observasi dan pelatihan teoritis-praktis, (2) pendampingan berkelanjutan, serta (3) evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif (perbandingan nilai pre-test dan post-test, perhitungan rendemen produk, analisis kelayakan finansial) dan kualitatif (diskusi kelompok, observasi partisipan). Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat yang sangat signifikan (nilai post-test meningkat 43,9 poin), produksi biochar (rendemen 25-35%) dan asap cair (rendemen 35-40%), serta terciptanya potensi usaha baru dengan keuntungan kotor Rp 400.000 per batch produksi. Keberlanjutan program dijamin melalui nota kesepahaman (MoU) dan rencana aksi KTH. Kegiatan ini sukses mentransformasi limbah menjadi sumber daya ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.
Toksisitas Akut dan Efek Protektif Ekstrak Etanol Schima wallichii terhadap Histopatologi Hati dan Ginjal Mencit yang Diinduksi Aloksan Risa, Tiara Nova; Rahmawati, Mutia; G R, Lutfi Khoiriyah; Kodariah, Liah; Mayuri, Nindya Sekar; Rumidatul, Alfi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2491

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang memicu komplikasi pada hati dan ginjal melalui mekanisme stres oksidatif. Tanaman Puspa (Schima wallichii (D.C) Korth) mengandung senyawa bioaktif antioksidan seperti flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai agen antidiabetes. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi toksisitas akut serta efek protektif ekstrak etanol ranting S. wallichii terhadap gambaran histopalogi hati dan ginjal mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Mencit jantan diinduksi aloksan 150 mg/kgBB secara intraperitoneal, kemudian diberikan ekstrak secara oral dengan dosis 98 mg/kgBB (P1) dan 196 mg/kgBB (P2). Parameter yang diamati meliputi berat badan, kadar glukosa darah, gejala toksisitas klinis, serta perubahan mikroskopis jaringan hati dan ginjal. Hasil menunjukkan tidak terdapat mortalitas maupun gejala toksik berat selama 14 hari pengamatan, sehingga nilai LD₅₀ semu dikategorikan praktis tidak toksik (>196 mg/kgBB). Secara histopatologis, kelompok P2 menunjukkan perbaikan signifikan pada jaringan hati (p < 0,05) yang ditandai dengan penurunan derajat degenerasi dan nekrosis. Pada ginjal terdapat tren penurunan skor kerusakan secara deskriptif, namun belum menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak ranting S. wallichii aman pada dosis uji, efektif memperbaiki kerusakan hati (hepatoprotektif), serta memiliki potensi nefroprotektif terbatas pada model mencit diabetes.