Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Manajemen Program Pengelolaan Penyakit Kronis Prolanis BPJS Kesehatan di Puskesmas Kakas Kabupaten Minahasa Wenda, Neto; Manoppo, Jonesius Eden; Mamuaja, Prycilia Pingkan; Pongoh, Lucyana Leonita
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jgv0ax38

Abstract

ABSTRACT The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is a BPJS Health initiative designed to improve the quality of life of patients with chronic diseases, particularly hypertension and diabetes mellitus, through continuous promotive and preventive services. However, in Kakas Health Center, Minahasa Regency, participant attendance remains low, with visit rates below 50%. This study aims to analyze the management of the Prolanis program, including aspects of planning, organizing, implementation, and supervision. This research employed a descriptive qualitative method with a phenomenological approach. The informants consisted of the Head of the Health Center, Prolanis officers, and program participants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that planning had been conducted through annual and monthly evaluations, with organization involving multidisciplinary health workers. The implementation covered medical check-ups, health education, exercise, and home visits. However, participation remained low due to limited education and motivation among participants. Supervision mainly focused on attendance rather than clinical outcomes. In conclusion, Prolanis at Kakas Health Center has been implemented but not yet optimal, requiring improved health education, innovative program activities, and stronger inter-sectoral coordination. Keywords: Prolanis, Management, Chronic Disease, Health Center. ABSTRAK Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program BPJS Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang penyakit kronis, khususnya hipertensi dan diabetes melitus, melalui kegiatan promotif dan preventif secara berkesinambungan. Namun, di Puskesmas Kakas Kabupaten Minahasa, tingkat partisipasi peserta masih rendah dengan kunjungan di bawah 50%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelaksanaan Prolanis yang mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan program. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Puskesmas, petugas pelaksana Prolanis, dan peserta program. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Prolanis telah dilakukan melalui rencana kerja tahunan dan evaluasi bulanan. Pengorganisasian melibatkan tenaga kesehatan multidisiplin, sedangkan pelaksanaan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi kelompok, senam, dan home visit. Namun, tingkat partisipasi peserta masih rendah akibat kurangnya edukasi, sosialisasi, dan motivasi masyarakat. Pengawasan program lebih berfokus pada jumlah kehadiran dibanding capaian indikator klinis. Kesimpulan dari penelitian ini Prolanis di Puskesmas Kakas telah berjalan namun belum optimal, sehingga diperlukan peningkatan edukasi, inovasi kegiatan, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Kata Kunci: Prolanis, Manajemen, Penyakit Kronis, Puskesmas.  
Gambaran Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Tompaso Pindan, Idayanti; Muatang, Theo; Pongoh, Lucyana Leonita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/vffsfy70

Abstract

Diabetes Mellitus is a disease that is difficult to cure so that it will have an impact on the quality of life of sufferers in various conditions such as physical, psychological, social and environmental conditions. This study aims to describe the quality of life of type II diabetes melitust sufferers in the Tompaso Health Center working area. The method used in this study is descriptive with a Cross Sectional approach. The population of this study were patients with type II diabetes mellitus in the Tompaso Health Center work area. The sample in this study were 81 respondents, the sampling technique used total sampling. The results showed that most respondents had good quality of life as many as 43 (53.1%) people and poor quality of life as many as 38 (46.9%) people. Thus it can be concluded that the quality of life of type II diabetes mellitus patients in the Tompaso Health Center work area is in the good category as many as 43 (53.1%) people. Suggestions are expected with this research, can be input or information and can improve the quality of services that can support interventions and improve the quality of life of people with diabetes mellitus.
Gambaran Faktor Risiko Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tandengan Kecamatan Eris Liogu, Tamariska; Berhimpong, Marnex W.; Pongoh, Lucyana L.; Manoppo, Jonesius E.; Salam, Ilham; Toar, Jilly
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4723

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit tidak menular kronis yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di tingkat pelayanan kesehatan primer. Puskesmas Tandengan Kecamatan Eris menunjukkan peningkatan jumlah penderita diabetes melitus tipe II dari tahun ke tahun, sehingga diperlukan kajian mengenai faktor risiko yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor risiko penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Tandengan Kecamatan Eris pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis penderita diabetes melitus tipe II yang tercatat di Puskesmas Tandengan. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 102 penderita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, tekanan darah, riwayat keluarga, aktivitas fisik, obesitas, dan kebiasaan merokok. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penyajian dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita berada pada kelompok usia 56–65 tahun, berjenis kelamin perempuan, serta bekerja sebagai ibu rumah tangga. Mayoritas responden memiliki tekanan darah kategori hipertensi ringan, tingkat obesitas gemuk hingga sangat gemuk, dan aktivitas fisik yang bervariasi. Riwayat keluarga diabetes ditemukan pada sebagian responden, sementara kebiasaan merokok lebih dominan pada responden laki-laki. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia lanjut, obesitas, hipertensi, dan gaya hidup berperan penting sebagai faktor risiko diabetes melitus tipe II. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan program pencegahan dan pengendalian diabetes melitus di tingkat puskesmas.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kecamatan Motoling Timur: Factors Associated with Stunting in Toddlers in East Motoling District Nathasya E. Paat; Lucyana Pongoh; Ilham Salam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9721

Abstract

Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dialami oleh anak akibat gizi buruk, infeksi yang berulang, dan juga stimulasi psikososial yang tidak memadai. Seorang anak didefinisikan sebagai stunting apabila tinggi badan berdasarkan usia mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di kecamatan Motoling Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden dengan 16 sampe case dan 80 sampel control. Data diambil menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara pemberian asi ekslusif dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting sedangkan untuk riwayat berat badan lahir rendah, riwayat penyakit infeksi ispa dan/atau diare dan status imunisasi tidak menunjukan hubungan dengan kejadian stunting secara statistik.