Claim Missing Document
Check
Articles

Complex interaction between allopurinol-induced uric acid reduction and glycemic control: a clinical and molecular study Pongoh, Lucyana; Manoppo, Jonesius Eden; Supit, Gerry; Supit, Alva
Journal of Biomedicine and Translational Research Vol 10, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jbtr.v10i3.22185

Abstract

Background: Diabetes mellitus type 2 (DMT2) and hyperuricemia are two prevalent metabolic diseases worldwide, including in Indonesia. In fact, in the Minahasa tribe, the prevalence of these diseases is among the highest in Indonesia. The interaction between hyperuricemia and DMT2 level is inconclusive, as previous studies about whether allopurinol and its related uric acid reduction correlate with insulin resistance have shown conflicting results.Objective: To examine whether allopurinol-induced uric acid reduction can modify insulin resistance in nondiabetic Minahasan male subjects and study the putative molecular mechanisms of this interaction.Methods: The clinical part of this research was a pseudo-experiment with a pre-test/post-test design. Twenty nondiabetic Minahasan male subjects were subjected to the daily dose of 300 mg allopurinol for three months. Plasma glucose, uric acid, and insulin levels were measured pre- and post-treatment. Homeostatic model assessment of insulin resistance (HOMA-ir) values were calculated by the Oxford HOMA calculator. For the wet lab experiment, the human embryonic kidney cell line was treated with tolerable allopurinol. The expression of glucose transporter 4 (Glut4) mRNA, an insulin-inducible glucose transporter was analyzed by quantitative real-time polymerase chain reaction (qPCR).Results: In nondiabetic Minahasan male subjects, allopurinol administration decreased uric acid serum level, but did not affect plasma glucose and insulin levels. In fact, there is a trend of increasing HOMA-ir among the subjects following allopurinol administration. In vitro, allopurinol treatment also did not increase Glut4 expression, suggesting that allopurinol's effect on diabetes control has other, complex mediative pathways.Conclusion: Allopurinol administration and its related uric acid plasma reduction does not significantly affect insulin resistance; a trend however exists that allopurinol and uric acid reduction increased HOMA-ir. At the molecular level, Glut4 expression is not affected by allopurinol.
GAMBARAN PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP KESEHATAN PADA SISWA SMA NEGERI 2 TONDANO Refalia Clara Payow; Theo Mautang; Lucyana Pongoh
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v2i4.232

Abstract

Cigarettes are tobacco products that are used by burning, smoking, or inhaling smoke produced by the plants Nicotiana tabacum, Nicotinia rustica, and other species or their synthesis. The smoke contains nicotine and tar, with or without additions. The goal of this study is to obtain an overview of SMA Negeri 2 Tondano students' understanding of the health risks associated with smoking. This study takes a quantitative approach. The data collection method is questionnaire instrument data. According to the study's findings, the vast majority of students, 93 (75.61%), had a high level of understanding of the consequences of smoking. The remaining 23 pupils (18.70%) were classified as high, 7 students (5.69%) as low, and no children were classified as very low, or 0%.
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK PASIEN PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOMPASO KABUPATEN MINAHASA Restianti; Makadada, Fredrik; Pongoh, Lucyana Leonita
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi ialah satu diantara penyakit tidak menular dengan angka kejadian tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Minahasa. Aktivitas fisik yang rendah diketahui sebagai salah satu faktor risiko utama hipertensi. Oleh karena itu, penting guna melihat gambaran aktivitas fisik penderita hipertensi sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pasien penderita hiprtensi di wilayah kerja Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dengan populasi berjumlah 953 orang dan Sampel yang didapati 91 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan Baecke Physical Activity Questionnaire dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (54,9%) dan berada pada kelompok usia lanjut (66–85 tahun). Pekerjaan terbanyak adalah Ibu Rumah Tangga (53,8%) dan petani (42,9%). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah pada kategori hipertensi stadium I (64,8%). Berdasarkan tingkat aktivitas fisik, sebanyak 76,9% responden tergolong memiliki aktivitas fisik ringan, 23,1% aktivitas sedang, dan tidak ada yang tergolong aktivitas berat. Hipertensi ialah satu diantara penyakit tidak menular dengan angka kejadian tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Minahasa. Aktivitas fisik yang rendah diketahui sebagai salah satu faktor risiko utama hipertensi. Oleh karena itu, penting guna melihat gambaran aktivitas fisik penderita hipertensi sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pasien penderita hiprtensi di wilayah kerja Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dengan populasi berjumlah 953 orang dan Sampel yang didapati 91 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan Baecke Physical Activity Questionnaire dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (54,9%) dan berada pada kelompok usia lanjut (66–85 tahun). Pekerjaan terbanyak adalah Ibu Rumah Tangga (53,8%) dan petani (42,9%). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah pada kategori hipertensi stadium I (64,8%). Berdasarkan tingkat aktivitas fisik, sebanyak 76,9% responden tergolong memiliki aktivitas fisik ringan, 23,1% aktivitas sedang, dan tidak ada yang tergolong aktivitas berat.
PENGARUH SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOMPASO Patiung, Raya; Berhimpong, Marnex Willner; Pongoh , Lucyana Leonita
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus tipe II merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau efektivitas insulin. Aktivitas fisik seperti senam jantung sehat telah diketahui dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari senam jantung sehat terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Tompaso. Penelitian ini memakai metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan mengukur kadar gula darah peserta sebelum dan sesudah mengikuti senam jantung sehat yang dilakukan secara rutin. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan terjadi penurunan rata-rata kadar gula darah dari 214,06 mg/dL menjadi 182,43 mg/dL setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna secara statistik dari senam jantung sehat terhadap penurunan kadar gula darah. Kesimpulan: Senam jantung sehat memiliki efek signifikan dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Oleh karena itu, intervensi ini layak direkomendasikan sebagai bagian dari program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas.
SURVEI KEPADATAN JENTIK NYAMUK AEDES SP PADA TEMPAT PENAMPUNGAN AIR (TPA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOYA KECAMATAN TONDANO SELATAN Luter, Elna; Manoppo, Jonesius Eden; Pongoh, Lucyana Leonita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47068

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemis yang terus menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Minahasa. Tingginya insiden kasus DBD berkaitan erat dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes Sp. pada tempat penampungan air (TPA) di lingkungan pemukiman. Tempat perindukan utama nyamuk berupa tempat-tempat penampungan air baik di dalam dan disekitar rumah yang disebut kontainer sebagai habitat perkembangbiakan Aedes Sp. Jentik Aedes aegypti dapat ditemukan pada genangan air bersih dan tidak mengalir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes Sp. di wilayah kerja Puskesmas Koya, Kecamatan Tondano Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan single larva method. Sampel terdiri dari 100 rumah yang dipilih secara cluster sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada TPA di dalam dan luar rumah, kemudian dihitung indeks entomologis meliputi House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Hasil penelitian menunjukkan HI sebesar 29%, CI sebesar 11,85%, dan BI sebesar 38%. Berdasarkan klasifikasi WHO, kepadatan jentik berada pada kategori sedang (Density Figure 4). ABJ tercatat sebesar 71%, yang masih berada di bawah ambang batas aman nasional ≥95%. Jenis TPA yang paling banyak ditemukan jentik adalah ember (16%). Kesimpulannya, tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes Sp. di wilayah tersebut cukup signifikan dan berpotensi meningkatkan risiko penularan DBD, sehingga diperlukan intervensi kesehatan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK PASIEN PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOMPASO KABUPATEN MINAHASA Restianti; Makadada, Fredrik Alfred; Pongoh, Lucyana Leonita
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi ialah satu diantara penyakit tidak menular dengan angka kejadian tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Minahasa. Aktivitas fisik yang rendah diketahui sebagai salah satu faktor risiko utama hipertensi. Oleh karena itu, penting guna melihat gambaran aktivitas fisik penderita hipertensi sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pasien penderita hiprtensi di wilayah kerja Puskesmas Tompaso Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dengan populasi berjumlah 953 orang dan Sampel yang didapati 91 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan Baecke Physical Activity Questionnaire dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (54,9%) dan berada pada kelompok usia lanjut (66–85 tahun). Pekerjaan terbanyak adalah Ibu Rumah Tangga (53,8%) dan petani (42,9%). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah pada kategori hipertensi stadium I (64,8%). Berdasarkan tingkat aktivitas fisik, sebanyak 76,9% responden tergolong memiliki aktivitas fisik ringan, 23,1% aktivitas sedang, dan tidak ada yang tergolong aktivitas berat.
PENGARUH SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOMPASO Patiung, Raya; Berhimpong, Marnex Willner; Pongoh , Lucyana Leonita
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus tipe II merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau efektivitas insulin. Aktivitas fisik seperti senam jantung sehat telah diketahui dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari senam jantung sehat terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Tompaso. Penelitian ini memakai metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan mengukur kadar gula darah peserta sebelum dan sesudah mengikuti senam jantung sehat yang dilakukan secara rutin. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan terjadi penurunan rata-rata kadar gula darah dari 214,06 mg/dL menjadi 182,43 mg/dL setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna secara statistik dari senam jantung sehat terhadap penurunan kadar gula darah. Kesimpulan: Senam jantung sehat memiliki efek signifikan dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Oleh karena itu, intervensi ini layak direkomendasikan sebagai bagian dari program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KOYA KECAMATAN TONDANO Murjo, Yulianti A.; Mautang, Theo; Pongoh, Lucyana
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i2.112

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Menurut American Diabetes Association (ADA) bahwa diabetes melitus berkaitan dengan faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi riwayat keluarga dengan diabetes melitus (First Degree Relative) melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Faktor risiko yang dapat diubah meliputi, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemi dan diet tidak sehat. Faktor lain yang terkait dengan risiko diabetes adalah penderita Polycystic Ovary Sindrome (PCOS), penderita sindrom metabolik memiliki riwayat toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT) sebelumnya, memiliki riwayat penyakit kardiovaskuler seperti stroke, PJK, atau PAD (Peripheral rrterial Diseases), konsumsi alkohol, faktor stres, kebiasaan merokok, jenis kelamin, konsumsi kopi dan kafein. Tujuan peneltian ini adalah Untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Di Puskesmas Koya Kecamatan Tondano, dan juga untuk mengetahui faktor resiko umur, pekerjaan, riwayat keluarga, pola makan dan aktifitas fisik. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan deskriptif analitik dan analisis data yang digunakan adalah univariate dan bivariate. Responden dalam penelitian ini berjumlah 33 orang. Berdasarkan hasil analisis yang didapat untuk umur >45 tahun 30 orang 90,9% dan <45 tahun 3 orang 9,1% selanjutnya riwayat keluarga Ya 23 orang 69,7% dan Tidak 10 orang 30,3%, kemudian pola makan Baik 8 orang 24,2% dan Tidak Baik 25 orang 75,8% selanjutnya untuk aktivitas fisik Kurang 25 orang 75,8% dan Cukup 8 orang 24,2%. Kesimpulannya Responden perempuan lebih banyak dibandingkan dengan responden berjenis kelamin laki – laki yang menderita diabetes mellitus. Dan aktifitas fisik merupakan faktor resiko penderita diabetes melitus.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINDAKAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI DESA AKELAMO KECAMATAN SAHU TIMUR Pippa, Omega Olga; Telew, Agusteivie; Pongoh, Lucyana
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i2.113

Abstract

Corona virus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah di identifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab Covid-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Adapun, hewan yang menjadi sumber penularan Covid-19 ini masih belum diketahui. Berdasarkan bukti ilmiah, Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan bauk/bersin (droplet), Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui bagaimana Pengetahuan Masyarakat terhadap pencegahan penularan Covid-19 di Desa Akelamo Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian yang di teliti sebanyak 90 responden di Desa Akelamo Kecamatan Sahu Timur. Data yang di kumpulkan menggunakan kuisioner, kemudian di analisis dengan univariat dan bivariat mengunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada nilai signitifikan pvelue sebesar 0,000 (p ≤ 0,05) denggan nilai r tabel 0,743 sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 di Desa Akelamo Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, dengan kategori kekuatan hubungan yang sangat kuat.
GAMBARAN PERILAKU PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA GAMSUNGI KECAMATAN TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA Buarnirum, Agnes Lusiana; Makadada, Fredrik A.; Pongoh, Lucyana
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i2.114

Abstract

Diabetes adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan produksi insulin sehingga menyebabkan kadar glukosa tubuh meningkat dan menyebabkan penambahan berat badan. Pengobatan tradisional di Indonesia merupakan praktik yang banyak digunakan oleh masyarakat, namun efektivitas dan efektivitasnya belum diteliti secara menyeluruh. Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan obat tradisional dalam pengobatan diabetes di Desa Gamsungi, Tobelo, Halmahera Utara. Penelitian menemukan bahwa pengobatan tradisional, khususnya penggunaan salep, bermanfaat bagi penderita diabetes dari waktu ke waktu. Pengobatan tradisional seperti penggunaan salep pada musim dingin (Mimosa Pudica Linn) dapat membantu mencegah penyakit seperti diabetes dan meningkatkan kesehatan. Penggunaan obat tradisional yang paling umum adalah karena efektivitas biaya, kurangnya limbah, dan potensinya untuk meningkatkan fasilitas kesehatan dan jarak dari lokasi yang tidak sehat, sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Co-Authors . Fredrik Alfrets Makadada Achmad Paturusi Agusteivie Albert Jefta Telew Agusteivie Tellew Agustevie Telew Agustievie J Telew Alva Sahiri Alexander Supit Angel Sharon Margaretha Sinulingga Anuardin Mokoagow Ava Vera Gosal Berhimpong, Marnex W. Bertom Pajung Buarnirum, Agnes Lusiana Bukroanah Amir Makkau Chalista Tambunan Christian Bertom Pajung Damopolii, Fitri Dicky Indirwan Doortje Fransye Tamunu Enjelika Putrisari Febriani Larenggam Henrico N. Rumopa I Wayan Gede Suarjana Suarjana Idayanti Pindan Ilham Salam Intan Simatupang Jelita Mita Soputan Jilly Toar Jonesius Eden Manopo Jonesius Eden Manopo Karel Pandelaki Kolintama, Tahsya V. S. Kristiani Wuri Liogu, Tamariska Lukas, Glerenza Luter, Elna Mantiri, Febry Lincianna Maria Jaslina Suoth Marnex Berhimpong Marshanda Timbulus Maxi Moleong Meity Martina Pungus Melany Kumayas Miranda G Wurangian Moleong, Maxie M. L. Murjo, Yulianti A. Nancy S. Bawiling Nancy Sylvia Bawiling Nathasya E. Paat Ningsih, Andi Pramesti Palilingan, Richard Andreas Patiung, Raya Pendong, Prisilia E. Pippa, Omega Olga Posumah, Kezia Natasha Prycilia Pingkan Mamuaja Prycilia Pingkan Mamuaja Refalia Clara Payow Restianti Silvia Pelealu Songut, Adriana Lea Sudirham Sudirham Sudirham Sudirham, Sudirham Supit, Gerry Syafriani Tengker, Anita C. C. Teressa G Rumbay Theo Muatang Theo W. E Mautang Theresia Desy Sumarna Thiery Siloam Samuel Keynds Hamisi Tiara Christin Kayadoe Tony Pandaleke Venolia Vinesa Andries Vera Diane Tombokan Waraney Dirk Siahaan Wariki, Windy M. V. Wenda, Neto Winny Frisca Gloria Pandeiroot