Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Utilization of Hospital Solid Waste as Paving Blocks Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Lukman, Fadillah Afdalya; Gunawan, Adrian
Jurnal IPTEK Vol 28, No 2 (2024): December
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2024.v28i2.5964

Abstract

A hospital as a health facility has the potential to produce medical waste, which is harmful to the environment, if it is not handled properly and correctly. At Hospital X, infectious medical waste is chopped and sterilized at temperatures above 100oC using a sterilwave to reduce the size of the waste and hand it over to a third party at a substantial cost. This waste has the potential to be used as construction materials, such as paving blocks, which are used as parks in the hospital area. Therefore, this research was conducted to determine the best paving block mix design and composition using chopped medical waste as a fine aggregate substitution. In addition, this research carried out a TCLP test on paving blocks that had the best water absorption to find out whether paving blocks are good enough to strip potential soil contamination. The quality target for paving blocks in this study was to meet class D quality with a minimum compressive strength of 8.5 MPa and a maximum water absorption of 10%. The quality of compressive strength and water absorption was based on SNI 03-0691-1996, and the TCLP test referred to Indonesia Government Regulation Number 22 of 2021. The results showed that the mix design used is 1:5 for the ratio of cement and fine aggregate with an average compressive strength of normal paving blocks of 10 MPa. Whereas paving blocks with a mixture of medical waste with the best absorption were those with as much as 8% substitution of fine aggregate, with an average compressive strength value of 10 MPa. The results of the TCLP test on the best specimens showed that the levels of heavy metals in medical waste paving blocks met the TCLP A quality standards and were safe for use in hospital parks.
Pelatihan Pembuatan Biosaka di Kelurahan Karang Joang Sebagai Alternatif Pengendali Hama di Area Perkebunan Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Gerald, Endey Juan Fitz; Yumaroh, Ilal Jannati; Hapsari, Intan Mutiaraning; Puspasari, Meilani Tri; Syamsudin, Muhammad Maulana; Yusuf, Muhammad; Prasetyo, Adjie; Sihombing, David Christ Parulian
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 5 No. 1 (2024): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v5i1.1175

Abstract

Salah satu sumber utama perekonomian adalah perkebunan hortikultura yang diberikan oleh pemerintah Kota Balikpapan sebagai bentuk dukungan untuk masyarakat di wilayah tersebut. Akan tetapi banyak tanaman yang diserang oleh hama penyakit sehingga menyebabkan busuk pada batang dan kerak daun pada tanaman, dan berdampak pada pemakaian. Penggunaan pestisida memiliki dampak terhadap kesehatan apabila pengaplikasian pestisida dilakukan secara langsung oleh manusia tanpa menggunakan masker atau APD dan tanaman yang bercampur dengan pestisida tersebut dikonsumsi oleh manusia. Salah satu alternatif pengurangan pestisida adalah produk biosaka, yaitu elisitor biologis yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit dan hama yang dapat membantu menekan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia pada tanaman tanpa memberikan efek samping terhadap kesehatan dan tanaman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 6 bulan, dimulai dari diskusi permasalahan mitra, pelaksanaan pelatihan pembuatan biosaka, implementasi biosaka pada tanaman, dan monitoring dan evaluasi kegiatan. Setelah adanya kegiatan pelatihan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan terkait pengendali hama yang ramah lingkungan.
Evaluasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Baru Tengah Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Yani, Fitdri Handra; Hayati, Rina Noor
SPECTA Journal of Technology Vol. 7 No. 2 (2023): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v7i2.828

Abstract

Kelurahan Baru Tengah, located in Balikpapan, is a densely populated area. Still, the lack of community participation and awareness in waste management is seen from the accumulation of waste outside the waste shelter (TPS). This condition has an impact on hygiene and public health. Waste accumulation outside the waste shelter can also be caused by inadequate TPS facilities or limited TPS capacity. Therefore, research was carried out to evaluate waste containers in Kelurahan Baru Tengah. This research was conducted through field observations and waste sampling per the procedures listed in the SNI. Waste sampling was conducted eight days at three residential locations based on house conditions and two waste shelter locations to determine waste generation, composition, and characteristics. The results of this study showed that waste generation for permanent housing was 0.13 kg/person/day, waste generation for semi-permanent housing was .0.13 kg/person/day, and for non-permanent housing was 0.21 kg/person/day. The waste composition in Kelurahan Baru Tengah was dominated by organic waste at 50%, consisting of food and vegetable and fruit waste. The characteristic test showed that the waste in Kelurahan Baru Tengah had a moisture content of 90% and a C/N ratio of 17.6%.
Strategi Penurunan Dampak Lingkungan pada Instalasi Pengolahan Air Minum di Kota Balikpapan dengan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud; Haifa Cahya Nabila Almunawar; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Tasya Mirza Ratu Pattisahusiwa; Rizka Lestari
SPECTA Journal of Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v9i2.8481481

Abstract

The clean water production process must be carried out effectively without harming the environment. The Regional Drinking Water Company (PDAM) Tirta Manuntung Balikpapan City produces clean water through several Drinking Water Treatment Plants (DWTP) such as Kampung Damai and Kilometer (KM) 8. Potential negative impacts can arise from the use of chemicals, processing methods and units, as well as high-power equipment. The Life Cycle Assessment (LCA) method can be used to systematically calculate the environmental impacts of an activity's input, process, and output. This study aimed to calculate the environmental impacts due to the production process at Kampung Damai DWTP and KM 8 DWTP of Balikpapan City using the LCA method, as well as formulate strategies to reduce negative impacts. The principle of this study was to calculate impacts using the ReCiPe 2016 model (midpoint H), based on software (SimaPro), with gate-to-gate data coverage (from the intake unit to the reservoir). The study's results found that every 1 m³ of production at Kampung Damai DWTP resulted in impacts in the form of human carcinogens (0.0179 pt), freshwater ecotoxicity (0.00329 pt), and freshwater eutrophication (0.00266 pt). Meanwhile, at KM 8, DWTP resulted in human carcinogenic impacts of 0.026 pt, freshwater ecotoxicity of 0.04 pt, and marine ecotoxicity of 0.03 pt. Alternative strategy to mitigate potential environmental impacts can be implemented through the substitution of aluminum sulfate (Al2SO4) chemicals with Poly Aluminum Chloride (PAC), which reduces human carcinogenicity by 28%, freshwater ecotoxicity by 12%, and freshwater eutrophication by 4% at Kampung Damai DWTP. Furthermore, substitution of chemicals with PAC and low-power electrical equipment can reduce human carcinogenicity by 8.38%, freshwater ecotoxicity by 14.09%, and marine ecotoxicity by 12.13% at KM 8 DWTP.
Studi Potensi Emisi Gas Rumah Kaca Menggunakan Metode IPCC Serta Arahan Pemanfaatan Sampah Organik Yang Dihasilkan Berdasarkan Aspek Teknis Di Kecamatan Balikpapan Barat Ris Dinda Anggraeny; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Ariani, Ismi Khairunnissa
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/53vg1t27

Abstract

Terdapat empat sektor utama yang diketahui berkontribusi dalam peningkatan emisi gas rumah kaca salah satunya yaitu sektor limbah padat. Aktivitas antropogenik memiliki potensi untuk melepaskan emisi GRK dan hal tersebut terdapat di Kecamatan Balikpapan Barat. Keberagaman aktivitas masyarakat Kecamatan Balikpapan Barat juga memicu peningkatan timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan guna mengidentifikasi timbulan, komposisi, karakteristik sampah organik, menginventarisasi emisi GRK, serta merekomendasikan arahan pengolahan sampah organik berdasarkan aspek teknis. Mengacu pada SNI 19-3964-1994, hasil pengukuran lapangan menyatakan bahwa besaran timbulan sampah pemukiman sebesar 0,145 Kg/orang/Hari dan 0,1 Kg/m2/Hari besaran timbulan yang dimiliki Pasar Pandansari. Sampah organik mendominasi hasil pengukuran komposisi sebanyak 80% dan berpotensi untuk dikomposkan. Karakteristik sampah Kecamatan Balikpapan Barat memiliki kadar air (90,1%), C-organik (43,89%), N-organik (2,19%), dan nilai rasio C/N adalah 20. Menurut data sampling yang didapat, dari sektor limbah padat Kecamatan Balikpapan Barat tahun 2022 berkontribusi melepaskan sejumlah emisi GRK hanya pada penimbunana sampah sebesar 2.073,57 CO2-eq Ton/Tahun. Perhitungan estimasi GRK dianalisis dengan dua skenario dimana skenario 1 diasumsikan 100% sampah yang dihasilkan diangkut ke TPA tanpa adanya upaya reduksi dan skenario 2 diasumsikan 70% diangkut ke TPA dan 30% dilakukan reduksi dari sumber. Skenario 2 merupakan alur terbaik untuk diadakan pengolahan sampah dimana selisih emisi GRK sebesar 622,07 CO2-eq Ton/Tahun saat hanya ditimbun di TPA dengan total emisi pada penimbunan sampah sebesar 1.451 CO2-eq Ton/Tahun dan pada pengomposan sebesar 179,52 CO2-eq Ton/Tahun. Sampah organik di Kecamatan Balikpapan Barat dapat dimanfaatkan sesuai dengan hasil analisis dan inventarisasi emisi GRK diantaranya sebagai kompos, biodigester, pengkonversian sampah menjadi energi listrik, dan penerapan 3R (reduce – reuse – recycle). Kata kunci : Gas rumah kaca, Karakteristik sampah, Komposisi sampah, Pemanfaatan sampah organik, Timbulan sampah
KAMPOENG FABA: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah FABA Menjadi Paving Block Saputra, Andika Ade Indra; Gunawan, Adrian; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Arobi, Achmad Ibnu; Crisviandi, Bhekti
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 4 No. 2 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i2.888

Abstract

Limbah fly ash dan bottom ash (FABA) merupakan sisa pembakaran batubara dari kegiatan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dengan jumlah yang cukup besar yakni mencapai 180 ton per hari, perlu adanya upaya pemanfaatan agar limbah tidak mencemari lingkungan. Salah satu bentuk pemanfaatan adalah dengan menjadikan campuran untuk pembuatan paving block. Kelurahan Graha Indah merupakan area yang dekat dengan lokasi PLTU Teluk Balikpapan dan kondisi jalan pemukiman yang di area tersebut masih kurang baik. Dengan adanya pemanfaatan limbah FABA menjadi paving block, maka diharapkan dapat memperbaiki kondisi jalanan sehingga layak untuk dilewati. Tidak hanya untuk memperbaiki kondisi jalan, paving block tersebut juga dapat dijual dan bernilai ekonomi. Dalam pelaksanaannya masyarakat Kelurahan Graha Indah, khususnya RT 68 dan RT 70, sangat antusias, yang dibuktikan dengan banyaknya warga yang berpartisipasi dalam pelatihan pembuatan paving block. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya paving block yang memenuhi kualitas dan bernilai ekonomi. Pada akhir kegiatan, warga setempat menyarankan agar ke depannya kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi lebih produktif, salah satunya dengan adanya komersialisasi produk.
Pengolahan Sampah Organik Sederhana Menjadi Kompos Dengan Teknologi Rolling Composter di Kelurahan Teritip Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Gunawan, Adrian; Arman, Arman; Lodan, Maria Patricia Bale; Rachmalita, Nur Cholilah; Aini, Rifqi Irza Noor
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3278

Abstract

Sampah merupakan sisa dari produk yang sudah tidak digunakan lagi dari berbagai kegiatan manusia. Namun, sampah masih bisa bernilai ekonomis apabila dapat diolah menjadi produk tertentu. Permasalahan banyaknya sampah di suatu daerah sejalan dengan banyaknya pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Balikpapan Timur dalam rentang waktu setahun, maka diperlukan teknologi komposting sederhana yang dapat mengolah sampah organik semaksimal mungkin. Salah satu alternatif penanganan sampah menjadi pupuk kompos dengan metode rolling composter disertai dengan pemilahan. Peralatan pengolahan sampah organik berupa rolling composter ini akan diperkenalkan kepada warga. Melalui kegiatan ini yang dilakukan bermaksud memberikan informasi terkait pengolahan limbah organik dengan menggunakan metode rolling composter. Proses dimulai dengan warga mengumpulkan sampah organik yang dihasilkan pada 1 hari ketempat rolling composter. Setelah EM4 dimasukkan warga akan menutup rolling composter dan memutar menggunakan tuas yang bertujuan untuk mencampurkan sampah secara merata. Hasil dari rolling composter yang siap dipanen akan dimanfaatkan sebagai pupuk. Tanaman hias merupakan salah satu media tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pemberian pupuk.
Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Pada Pengelolaan Sampah di Institut Teknologi Kalimantan Menggunakan Metodologi Intergovernmental Panel on Climate Change: Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Pada Pengelolaan Sampah di Institut Teknologi Kalimantan Bunga', Samuel; Rahendaputri, Chandra Suryani; Yorika, Rahmi; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Maulana, Melisa Triandini
SPECTA Journal of Technology Vol. 9 No. 3 (2025): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v9i3.8481427

Abstract

Institut Teknologi Kalimantan uses a solid waste disposal system for waste management. Waste is being delivered straight to the dump (TPA) without any kind of processing or recycling. The goal of this research is to analyze greenhouse gas emissions generated from the current waste management practices at Institut Teknologi Kalimantan, as well as to evaluate emissions under Three alternative scenarios. The research method complies with IPCC 2019. Scenario 1 integrated landfilling with organic waste composting and a high recycling rate (RF: 80%). Scenario 2 involved waste incineration, organic waste composting, and a moderate recycling rate (RF: 50%). Finally, Scenario 3 focused on waste incineration combined with organic waste composting. The research findings indicate that paper waste is the largest contributor to greenhouse gas emissions in Scenario 0, accounting for 52% of the total emissions produced. Among the three scenarios analyzed, Scenario 3 generated the highest overall greenhouse gas emissions. In this scenario, waste incineration emerged as the predominant source, contributing 93% of the total emissions in Scenario 3. The types of waste contributing to greenhouse gas emissions in solid waste disposal under Scenario 0 are organic waste (food scraps), paper waste, and wood waste. Among these, paper waste produces the highest greenhouse gas emissions due to its high Degradable Organic Carbon (DOC) content. Based on the three scenarios, and assuming without considering economic aspects or control measures, waste incineration was found to produce the highest emissions compared to landfill disposal and composting.
KOLABORASI TRIPLE HELIX DALAM PROSES PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN KLANDASAN ILIR Nursanti Novi Arisa; Dwi Nur Amalia; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.39809

Abstract

Pembangunan IKN bukan hanya sekedar memindahkan ibu kota negara dari pulau Jawa ke pulau Kalimantan, melainkan untuk meraih visi Indonesia Emas 2045. Kota Balikpapan merupakan salah satu kota yang terletak di pesisir timur Kalimantan yang mengalami perkembangan ekonomi yang pesat, berkat posisinya sebagai pusat industri, perdagangan, dan transportasi. Sebagai kota yang terus berkembang. Balikpapan tidak hanya menghadapi tantangan dalam aspek infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dalam masalah lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Seiring dengan adanya peningkatan jumlah penduduk yang mencapai 281,6 juta berbanding lurus dengan jumlah sampah yang dihasilkan yang mencapai 31,9 juta ton. Permasalahan sampah di Balikpapan semakin kompleks karena adanya ketidakseimbangan antara laju pertumbuhan sampah dan kemampuan sistem pengelolaan sampah yang ada. Sebagian besar sampah tersebut masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat sekaligus memberikan edukasi dalam pengelolaan limbah sampah. Keberhasilan kegiatan turut melibatkan sinergitas dari pemerintah, akademis, dan industry dengan mengusung konsep Triple Helix. Kegiatan ini mengahasilkan dampak postif kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan mengurangi volume sampah di Kelurahan Klandasan Ilir.
Innovation in Membrane-Based Batik Liquid Processing at Sekar Buen Batik Small and Medium Enterprises Moch Purwanto; Rizka Ayu Yuniar; Rizka Lestari; Asful Hariyadi; Jefri Pandu Hidayat; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Asri Prasaningtyas; Didik Kiswoyo
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2025v3i2.1994

Abstract

The process of processing batik liquid waste using membrane technology has been implemented to overcome the problem of batik waste in the Sekar Buen Batik IKM Area through a community service program. The method used is the batik liquid waste filtration technique using a membrane. This community service activity is an effort to help strengthen the human resources of the batik industry community in the liquid waste processing process at the Sekar Buen Batik IKM located in North Penajam Paser. The activity has been carried out in several stages, including a preliminary survey, a discussion forum on batik waste problems with a partner team, making a design for a waste processing system based on membrane technology and working practices for the tool. This program can help partners in processing batik wastewater so that it can reduce its negative impact on the environment. The results of the program show that partners have an understanding of the technique of processing batik liquid waste based on membrane technology. Thus, industrial activities at the Sekar Buen Batik IKM can support the green industry area and be more environmentally friendly.
Co-Authors A. I. Arobi A. Ibnu Arobi Adrian Gunawan Adrian Gunawan Adrian Gunawan, Adrian Ahmad Ibnu Arobi Ahmad Zainun Aini, Rifqi Irza Noor Ainun Zulfikar Amelia Anggraini Pangestu Andika A.I. Saputra Andika Ade Indra Saputra Andika Ade Indra Saputra, Andika Ade Indra Anggie Melinda Handayani Anifah, Eka Masrifatus Ariani, Ismi Khairunnissa Arman Arman Arobi, Achmad Ibnu Arum Ananda Putri Asri Prasaningtyas Bayu Akhmad Nugraha Bayu Wijaksana Atmawijoyo Bunga', Samuel Choirulahnisa Nur Priono Crisviandi, Bhekti Cut Keumala Banaget Didik Kiswoyo Didik Kiswoyo Dwi Nur Amalia Dzaki Allam Ziha Etty Rahmayanti Gabriel Sianipar Gerald, Endey Juan Fitz Haifa Cahya Nabila Almunawar Hapsari, Intan Mutiaraning Haris Arief Fahrurroji Hariyadi, Asful Hayati, Rina Noor Hijriah Hijriah Idhil Ismail, Andi Jefri Pandu Hidayat Jefri Pandu Hidayat Khala, Christianto Credidi Septino Lodan, Maria Patricia Bale Lukman, Fadillah Afdalya Madah Maria Marita Wulandari Maulana, Melisa Triandini Mochammad Purwanto Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud Muhammad Arif Fadillah Muhammad Fajrin Wahab Muhammad Ghiffari Faza Muhammad Ilmi Khairul Ikhsan Muhammad Ridho Muhammad Yusuf Nursanti Novi Arisa Prasetyo, Adjie Puspasari, Meilani Tri Putri, Iqoh Andini Rachmalita, Nur Cholilah Rachmat Hidayat Rahendaputri, Chandra Suryani Rahmi Yorika Ris Dinda Anggraeny Riyan Benny Sukmara Rizka Ayu Yuniar Rizka Lestari Rizka Lestari Sihombing, David Christ Parulian Simatupang Rudolf Kevin Situmorang, Raftonado Syamsudin, Muhammad Maulana Tasya Mirza Ratu Pattisahusiwa Tiara Rukmaya Dewi Umi Sholikah Yani, Fitdri Handra Yehezkiel Wijaya Oey Yorika, Rahmi Yumaroh, Ilal Jannati