Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

TRANSFER TEKNOLOGI MEMBRAN PENGOLAHAN AIR MINUM KAYA OKSIGEN DI PONDOK PESANTREN: UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS AIR MINUM DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Purwanto, Mochammad; Hidayat, Jefri Pandu; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Kiswoyo, Didik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27726

Abstract

Abstrak: Teknologi membran menjadi solusi yang efisien dan ramah lingkungan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sistem pengolahan air minum kaya oksigen (AMIKO) di Pondok Pesantren. Mitra pada program ini adalah Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan yang memiliki 554 santri yang tersebar pada berbagai jenjang pendidikan formal, diantaranya Taman Kanak-Kanak (TK), Madrasah Ibtidayah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air minum berkualitas bagi santri dan ustadz/ustadzah, mendukung kesehatan, dan kelancaran kegiatan belajar mengajar. Sistem ini, selain dapat memenuhi kebutuhan air minum yang sehat, juga dapat menjadi peluang unit usaha mandiri yang dikelola oleh pesantren. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan para santri tetapi juga memberikan keterampilan dan kemandirian dalam pengelolaan air minum. Metode yang digunakan pada program ini adalah sosialisasi pentingnya air minum sehat dan pelatihan teknis penggunaan alat sistem pengolahan air minum berbasis teknologi membran. Kegiatan sosialisasi telah dilakukan kepada para santri dan ustadz/ustadzah berkaitan dengan pentingnya air minum yang berkualitas beserta karakteristiknya dan penjelasan tentang sistem pengolahan air minum berbasis teknologi membran. Evaluasi yang digunakan untuk mengetahui perkembangan mitra adalah dengan melalui pembagian kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah dilaksanakan sosialisasi pentingnya air minum sehat sebesar 32% dan sistem pengolahan air minum berbasis teknologi membran sebesar 96%.Abstract: Membrane technology is an efficient and environmentally friendly solution, so it has the potential to be developed as an oxygen-rich drinking water treatment system (AMIKO) in Islamic Boarding Schools. The partner in this program is the Syaichona Cholil Balikpapan Islamic Boarding School which has 554 students spread across various levels of formal education, including Kindergarten (TK), Madrasah Ibtidayah (MI), Junior High School (SMP), Senior High School (SMA), Vocational School (SMK) and Tarbiyah College of Science (STIT). This program aims to meet the need for quality drinking water for students and ustadz/ustadzah, support health, and smooth teaching and learning activities. This system, in addition to being able to meet the need for healthy drinking water, can also be an opportunity for an independent business unit managed by the Islamic boarding school. Thus, this program not only improves the health of students but also provides skills and independence in managing drinking water. The methods used in this program are socialization of the importance of healthy drinking water and technical training on the use of membrane technology-based drinking water treatment system tools. Socialization activities have been carried out to students and ustadz/ustadzah related to the importance of quality drinking water along with its characteristics and an explanation of the membrane technology-based drinking water treatment system. The evaluation used to determine the development of partners is through the distribution of questionnaires. The results of this activity showed an increase in participant understanding after the socialization of the importance of healthy drinking water by 32% and the membrane technology-based drinking water treatment system by 96%.
Pelatihan Pembuatan Biosaka di Kelurahan Karang Joang Sebagai Alternatif Pengendali Hama di Area Perkebunan Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Gerald, Endey Juan Fitz; Yumaroh, Ilal Jannati; Hapsari, Intan Mutiaraning; Puspasari, Meilani Tri; Syamsudin, Muhammad Maulana; Yusuf, Muhammad; Prasetyo, Adjie; Sihombing, David Christ Parulian
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 5 No. 1 (2024): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v5i1.1175

Abstract

Salah satu sumber utama perekonomian adalah perkebunan hortikultura yang diberikan oleh pemerintah Kota Balikpapan sebagai bentuk dukungan untuk masyarakat di wilayah tersebut. Akan tetapi banyak tanaman yang diserang oleh hama penyakit sehingga menyebabkan busuk pada batang dan kerak daun pada tanaman, dan berdampak pada pemakaian. Penggunaan pestisida memiliki dampak terhadap kesehatan apabila pengaplikasian pestisida dilakukan secara langsung oleh manusia tanpa menggunakan masker atau APD dan tanaman yang bercampur dengan pestisida tersebut dikonsumsi oleh manusia. Salah satu alternatif pengurangan pestisida adalah produk biosaka, yaitu elisitor biologis yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit dan hama yang dapat membantu menekan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia pada tanaman tanpa memberikan efek samping terhadap kesehatan dan tanaman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 6 bulan, dimulai dari diskusi permasalahan mitra, pelaksanaan pelatihan pembuatan biosaka, implementasi biosaka pada tanaman, dan monitoring dan evaluasi kegiatan. Setelah adanya kegiatan pelatihan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan terkait pengendali hama yang ramah lingkungan.
Evaluasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Baru Tengah Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Yani, Fitdri Handra; Hayati, Rina Noor
SPECTA Journal of Technology Vol. 7 No. 2 (2023): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v7i2.828

Abstract

Kelurahan Baru Tengah, located in Balikpapan, is a densely populated area. Still, the lack of community participation and awareness in waste management is seen from the accumulation of waste outside the waste shelter (TPS). This condition has an impact on hygiene and public health. Waste accumulation outside the waste shelter can also be caused by inadequate TPS facilities or limited TPS capacity. Therefore, research was carried out to evaluate waste containers in Kelurahan Baru Tengah. This research was conducted through field observations and waste sampling per the procedures listed in the SNI. Waste sampling was conducted eight days at three residential locations based on house conditions and two waste shelter locations to determine waste generation, composition, and characteristics. The results of this study showed that waste generation for permanent housing was 0.13 kg/person/day, waste generation for semi-permanent housing was .0.13 kg/person/day, and for non-permanent housing was 0.21 kg/person/day. The waste composition in Kelurahan Baru Tengah was dominated by organic waste at 50%, consisting of food and vegetable and fruit waste. The characteristic test showed that the waste in Kelurahan Baru Tengah had a moisture content of 90% and a C/N ratio of 17.6%.
Strategi Penurunan Dampak Lingkungan pada Instalasi Pengolahan Air Minum di Kota Balikpapan dengan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud; Haifa Cahya Nabila Almunawar; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Tasya Mirza Ratu Pattisahusiwa; Rizka Lestari
SPECTA Journal of Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v9i2.8481481

Abstract

The clean water production process must be carried out effectively without harming the environment. The Regional Drinking Water Company (PDAM) Tirta Manuntung Balikpapan City produces clean water through several Drinking Water Treatment Plants (DWTP) such as Kampung Damai and Kilometer (KM) 8. Potential negative impacts can arise from the use of chemicals, processing methods and units, as well as high-power equipment. The Life Cycle Assessment (LCA) method can be used to systematically calculate the environmental impacts of an activity's input, process, and output. This study aimed to calculate the environmental impacts due to the production process at Kampung Damai DWTP and KM 8 DWTP of Balikpapan City using the LCA method, as well as formulate strategies to reduce negative impacts. The principle of this study was to calculate impacts using the ReCiPe 2016 model (midpoint H), based on software (SimaPro), with gate-to-gate data coverage (from the intake unit to the reservoir). The study's results found that every 1 m³ of production at Kampung Damai DWTP resulted in impacts in the form of human carcinogens (0.0179 pt), freshwater ecotoxicity (0.00329 pt), and freshwater eutrophication (0.00266 pt). Meanwhile, at KM 8, DWTP resulted in human carcinogenic impacts of 0.026 pt, freshwater ecotoxicity of 0.04 pt, and marine ecotoxicity of 0.03 pt. Alternative strategy to mitigate potential environmental impacts can be implemented through the substitution of aluminum sulfate (Al2SO4) chemicals with Poly Aluminum Chloride (PAC), which reduces human carcinogenicity by 28%, freshwater ecotoxicity by 12%, and freshwater eutrophication by 4% at Kampung Damai DWTP. Furthermore, substitution of chemicals with PAC and low-power electrical equipment can reduce human carcinogenicity by 8.38%, freshwater ecotoxicity by 14.09%, and marine ecotoxicity by 12.13% at KM 8 DWTP.
Studi Potensi Emisi Gas Rumah Kaca Menggunakan Metode IPCC Serta Arahan Pemanfaatan Sampah Organik Yang Dihasilkan Berdasarkan Aspek Teknis Di Kecamatan Balikpapan Barat Ris Dinda Anggraeny; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Ariani, Ismi Khairunnissa
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 2 (2025): JPPL, September 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/53vg1t27

Abstract

Terdapat empat sektor utama yang diketahui berkontribusi dalam peningkatan emisi gas rumah kaca salah satunya yaitu sektor limbah padat. Aktivitas antropogenik memiliki potensi untuk melepaskan emisi GRK dan hal tersebut terdapat di Kecamatan Balikpapan Barat. Keberagaman aktivitas masyarakat Kecamatan Balikpapan Barat juga memicu peningkatan timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan guna mengidentifikasi timbulan, komposisi, karakteristik sampah organik, menginventarisasi emisi GRK, serta merekomendasikan arahan pengolahan sampah organik berdasarkan aspek teknis. Mengacu pada SNI 19-3964-1994, hasil pengukuran lapangan menyatakan bahwa besaran timbulan sampah pemukiman sebesar 0,145 Kg/orang/Hari dan 0,1 Kg/m2/Hari besaran timbulan yang dimiliki Pasar Pandansari. Sampah organik mendominasi hasil pengukuran komposisi sebanyak 80% dan berpotensi untuk dikomposkan. Karakteristik sampah Kecamatan Balikpapan Barat memiliki kadar air (90,1%), C-organik (43,89%), N-organik (2,19%), dan nilai rasio C/N adalah 20. Menurut data sampling yang didapat, dari sektor limbah padat Kecamatan Balikpapan Barat tahun 2022 berkontribusi melepaskan sejumlah emisi GRK hanya pada penimbunana sampah sebesar 2.073,57 CO2-eq Ton/Tahun. Perhitungan estimasi GRK dianalisis dengan dua skenario dimana skenario 1 diasumsikan 100% sampah yang dihasilkan diangkut ke TPA tanpa adanya upaya reduksi dan skenario 2 diasumsikan 70% diangkut ke TPA dan 30% dilakukan reduksi dari sumber. Skenario 2 merupakan alur terbaik untuk diadakan pengolahan sampah dimana selisih emisi GRK sebesar 622,07 CO2-eq Ton/Tahun saat hanya ditimbun di TPA dengan total emisi pada penimbunan sampah sebesar 1.451 CO2-eq Ton/Tahun dan pada pengomposan sebesar 179,52 CO2-eq Ton/Tahun. Sampah organik di Kecamatan Balikpapan Barat dapat dimanfaatkan sesuai dengan hasil analisis dan inventarisasi emisi GRK diantaranya sebagai kompos, biodigester, pengkonversian sampah menjadi energi listrik, dan penerapan 3R (reduce – reuse – recycle). Kata kunci : Gas rumah kaca, Karakteristik sampah, Komposisi sampah, Pemanfaatan sampah organik, Timbulan sampah
KAMPOENG FABA: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah FABA Menjadi Paving Block Saputra, Andika Ade Indra; Gunawan, Adrian; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Arobi, Achmad Ibnu; Crisviandi, Bhekti
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 4 No. 2 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i2.888

Abstract

Limbah fly ash dan bottom ash (FABA) merupakan sisa pembakaran batubara dari kegiatan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dengan jumlah yang cukup besar yakni mencapai 180 ton per hari, perlu adanya upaya pemanfaatan agar limbah tidak mencemari lingkungan. Salah satu bentuk pemanfaatan adalah dengan menjadikan campuran untuk pembuatan paving block. Kelurahan Graha Indah merupakan area yang dekat dengan lokasi PLTU Teluk Balikpapan dan kondisi jalan pemukiman yang di area tersebut masih kurang baik. Dengan adanya pemanfaatan limbah FABA menjadi paving block, maka diharapkan dapat memperbaiki kondisi jalanan sehingga layak untuk dilewati. Tidak hanya untuk memperbaiki kondisi jalan, paving block tersebut juga dapat dijual dan bernilai ekonomi. Dalam pelaksanaannya masyarakat Kelurahan Graha Indah, khususnya RT 68 dan RT 70, sangat antusias, yang dibuktikan dengan banyaknya warga yang berpartisipasi dalam pelatihan pembuatan paving block. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya paving block yang memenuhi kualitas dan bernilai ekonomi. Pada akhir kegiatan, warga setempat menyarankan agar ke depannya kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi lebih produktif, salah satunya dengan adanya komersialisasi produk.
Pengolahan Sampah Organik Sederhana Menjadi Kompos Dengan Teknologi Rolling Composter di Kelurahan Teritip Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Gunawan, Adrian; Arman, Arman; Lodan, Maria Patricia Bale; Rachmalita, Nur Cholilah; Aini, Rifqi Irza Noor
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3278

Abstract

Sampah merupakan sisa dari produk yang sudah tidak digunakan lagi dari berbagai kegiatan manusia. Namun, sampah masih bisa bernilai ekonomis apabila dapat diolah menjadi produk tertentu. Permasalahan banyaknya sampah di suatu daerah sejalan dengan banyaknya pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Balikpapan Timur dalam rentang waktu setahun, maka diperlukan teknologi komposting sederhana yang dapat mengolah sampah organik semaksimal mungkin. Salah satu alternatif penanganan sampah menjadi pupuk kompos dengan metode rolling composter disertai dengan pemilahan. Peralatan pengolahan sampah organik berupa rolling composter ini akan diperkenalkan kepada warga. Melalui kegiatan ini yang dilakukan bermaksud memberikan informasi terkait pengolahan limbah organik dengan menggunakan metode rolling composter. Proses dimulai dengan warga mengumpulkan sampah organik yang dihasilkan pada 1 hari ketempat rolling composter. Setelah EM4 dimasukkan warga akan menutup rolling composter dan memutar menggunakan tuas yang bertujuan untuk mencampurkan sampah secara merata. Hasil dari rolling composter yang siap dipanen akan dimanfaatkan sebagai pupuk. Tanaman hias merupakan salah satu media tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pemberian pupuk.
KOLABORASI TRIPLE HELIX DALAM PROSES PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN KLANDASAN ILIR Arisa, Nursanti Novi; Amalia, Dwi Nur; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.39809

Abstract

Pembangunan IKN bukan hanya sekedar memindahkan ibu kota negara dari pulau Jawa ke pulau Kalimantan, melainkan untuk meraih visi Indonesia Emas 2045. Kota Balikpapan merupakan salah satu kota yang terletak di pesisir timur Kalimantan yang mengalami perkembangan ekonomi yang pesat, berkat posisinya sebagai pusat industri, perdagangan, dan transportasi. Sebagai kota yang terus berkembang. Balikpapan tidak hanya menghadapi tantangan dalam aspek infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dalam masalah lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Seiring dengan adanya peningkatan jumlah penduduk yang mencapai 281,6 juta berbanding lurus dengan jumlah sampah yang dihasilkan yang mencapai 31,9 juta ton. Permasalahan sampah di Balikpapan semakin kompleks karena adanya ketidakseimbangan antara laju pertumbuhan sampah dan kemampuan sistem pengelolaan sampah yang ada. Sebagian besar sampah tersebut masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat sekaligus memberikan edukasi dalam pengelolaan limbah sampah. Keberhasilan kegiatan turut melibatkan sinergitas dari pemerintah, akademis, dan industry dengan mengusung konsep Triple Helix. Kegiatan ini mengahasilkan dampak postif kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan mengurangi volume sampah di Kelurahan Klandasan Ilir.
Substitusi Sampah Plastik sebagai Agregat Kasar Pada Inovasi Saluran Beton Precast Ramah Lingkungan Riyan Benny Sukmara; Hijriah Hijriah; Intan Dwi Wahyu Setyorini; Ahmad Zainun; Muhammad Ilmi Khairul Ikhsan; Arum Ananda Putri; Choirulahnisa Nur Priono
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i1.84

Abstract

Permasalahan mengenai sampah plastik di Indonesia merupakan isu klasik yang masih menjadi tantangan yang sulit diatasi. Kebiasaan penggunaan plastik oleh masyarakat, terutama kantong plastik, masih umum dan seringkali berujung pada akumulasi limbah di lingkungan sekitar. Sampah plastik tersebut memiliki potensi untuk menyebabkan masalah banjir apabila menumpuk di dalam saluran drainase. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah kantong plastik sebagai salah satu bahan campuran beton pada saluran drainase pracetak. Sampah plastik ini digunakan sebagai substitusi agregat kasar dalam campuran beton dengan variasi persentase mulai dari 10% hingga 50% dari jumlah agregat kasar konvensional. Target kualitas beton yang diharapkan adalah mencapai kelas mutu beton II, dengan kuat tekan antara 16 hingga 24 MPa. Dalam penelitian ini akan menganalisis penerapan konsep ekonomi sirkular dalam memanfaatkan sampah plastik. Melalui penelitian ini, diharapkan memberikan nilai ekonomis bagi sampah plastik dan dapat dijadikan sebagai bahan alternatif dalam campuran beton. Konsep ini sejalan dengan program jangka menengah pemerintah Republik Indonesia (RPJMN) yang bertujuan untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan dengan emisi karbon rendah.