Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Peran Subsidi Pendidikan dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan di Indonesia Raja, Adelia Mestwo Lumban; Nababan, Amanda Agustina; Ayudis, Diaz; Aulia, Dinda; Lubis, Lara Nauly
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3552

Abstract

Pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia. Pemerintah sudah menerapkan beberapa kebijakan subsidi pendidikan agar semua orang bisa mendapatkan akses pendidikan yang adil dan kualitasnya meningkat, terutama bagi keluarga yang memiliki ekonomi lemah. Penelitian ini menggunakan analisis berdasarkan literatur untuk melihat peran subsidi pendidikan dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Peneliti menganalisis berbagai sumber seperti buku akademik, artikel jurnal, laporan pemerintah, serta data dari situs resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsidi pendidikan membantu anak-anak dan remaja untuk bisa mengikuti pendidikan formal. Meskipun begitu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, subsidi perlu didukung oleh kebijakan lain, seperti pelatihan guru, perbaikan sarana sekolah, dan pengembangan kurikulum yang inovatif. Penelitian ini juga menyatakan bahwa subsidi pendidikan harus diintegrasikan dalam strategi pembangunan pendidikan secara keseluruhan agar bisa memberi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dalam ranah ekonomi publik, dukungan keuangan untuk pendidikan dapat dipandang sebagai langkah strategis pemerintah guna meminimalkan kesenjangan sosial dan meningkatkan efisiensi tenaga kerja di masa depan. Statistik resmi menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat partisipasi sekolah antara 5-10% di kawasan yang kurang beruntung setelah penerapan dukungan tersebut, yang menunjukkan keefektifan dalam memperluas akses pendidikan. Namun, ada berbagai tantangan seperti praktik korupsi dalam pembagian dana dan ketidakmerataan fasilitas yang masih ditangani. Penelitian ini menawarkan suatu model yang menggabungkan subsidi dengan program peningkatan kapasitas bagi pengajar dan modernisasi kurikulum agar dapat memastikan dampak yang berkelanjutan. Dengan cara ini, subsidi bukan hanya sebagai bantuan finansial, melainkan menjadi pendorong untuk perubahan pendidikan yang lebih insklusif dan berkualitas, mendukung visi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional. 
Perbandingan Algoritma Regresi Linier Berganda dan Random Forest Regression untuk Prediksi Konsentrasi Particulate Matter 2,5 (PM2,5) Kota Jambi Aulia, Dinda; Jasmir; Sharipuddin
Jurnal Manajemen Teknologi Dan Sistem Informasi (JMS) Vol 5 No 2 (2025): JMS Vol 5 No 2 September 2025
Publisher : LPPM STIKOM Dinamika Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33998/jms.2025.5.2.2273

Abstract

The problem of increasing air pollution that occurs globally also occurs in Indonesia, including in Jambi Province. Air pollution has dust particles in it, one of which is Particulate Matter (PM2.5). The concentration of PM2.5 in the air is influenced by the meteorological conditions of an area, as well as the events around it, whether it is a natural event or an event caused by human activities. This study predicted PM2.5 concentration in Jambi city using Multiple Linear Regression and Random Forest Regression algorithms with air temperature, air humidity, wind speed, rainfall and hot spots as independent variabels. In the process, this study compares the two algorithms and assesses the accuracy of each algorithm. The Multiple Linear Regression algorithm is able to generate a model that can describe the relationship between air temperature, air humidity, wind speed, rainfall and hot spots to PM2.5 concentration, although the error value is larger than that of the Random Forest Regression algorithm. The Random Forest Regression algorithm produces a model with an RMSE of 0.033μg/mm3 smaller than the Multiple Linear Regression algorithm. In the accuracy test with MAPE, the Random Forest Regression algorithm has a value of 74,0% where Multiple Linear Regression has a value of 73,0% so that the Random Forest Regression algorithm has a higher accuracy in predicting PM2.5 concentrations.
Peran Infrastruktur Dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi Lubis, Sahira Annaba; Lubis, Andina Febriana; Aulia, Dinda; Purba, Rifani Enjelita; Malau, Vincensius Maruli Tua
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7473

Abstract

Salah satu persoalan mendasar yang dihadapi negara berkembang, termasuk Indonesia, adalah bagaimana memacu pertumbuhan ekonomi secara merata di tengah keterbatasan sumber daya dan kondisi geografis yang kompleks. Infrastruktur menjadi salah satu jawaban atas persoalan tersebut karena berperan sebagai sistem penopang yang menentukan seberapa cepat roda perekonomian suatu wilayah dapat berputar. Ketersediaan infrastruktur fisik seperti jalan, pelabuhan, bandara, dan jaringan kelistrikan, maupun infrastruktur digital berupa telekomunikasi dan internet broadband, secara langsung memengaruhi efisiensi produksi, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta konektivitas antarwilayah. Artikel ini bertujuan mengkaji peran infrastruktur dalam mendorong pembangunan ekonomi melalui pendekatan kajian pustaka (literature review) yang bersumber dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku teks ekonomi, serta penelitian empiris yang diterbitkan hingga tahun 2026. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa infrastruktur fisik maupun digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui jalur peningkatan produktivitas tenaga kerja, perluasan akses pasar, aglomerasi ekonomi, serta spillover effect antarwilayah. Infrastruktur yang memadai juga terbukti menarik investasi domestik dan asing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan fasilitas publik lainnya. Namun, dampak positif tersebut tidak datang secara otomatis. Efektivitasnya bergantung pada kualitas perencanaan, keterpaduan kebijakan antarwilayah, dan kapasitas kelembagaan daerah. Tantangan yang masih dihadapi meliputi keterbatasan anggaran, kerumitan birokrasi, dan kondisi geografis kepulauan yang membuat biaya pembangunan relatif tinggi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, merata, dan berorientasi jangka panjang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pertumbuhan PDRB terhadap Tingkat Kemiskinan: Analisis Data Panel Provinsi di Sumatera Tahun 2020–2024 Aulia, Dinda; Lubis, Munadya Salsa Billa; Lumbansiantar, Steven R.J.; Sidauruk, Vande Mart
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat kemiskinan di provinsi-provinsi di Pulau Sumatera periode 2020–2024. Kemiskinan merupakan permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pendapatan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, IPM dan PDRB dipilih sebagai variabel utama dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan merupakan data panel yang menggabungkan data time series dan cross section. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan software EViews melalui tahapan uji pemilihan model, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang berarti peningkatan kualitas sumber daya manusia mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Sementara itu, PDRB tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh masyarakat. Namun, secara simultan IPM dan PDRB berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas manusia dan pemerataan hasil pembangunan menjadi faktor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan.