Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Efektivitas Pemanfaatan Real Objects sebagai Media Pembelajaran IPAS Materi Magnet terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Cahaya Budaya Moh. Adi Firmansyah; Mohammad Setyo Wardono
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/sd3ntx11

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi magnet melalui pemanfaatan real objects (benda nyata) sebagai media pembelajaran di kelas IV SD Cahaya Budaya. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan mencakup tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas siswa. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar dari 42% pada Siklus I menjadi 89% pada Siklus II. Aktivitas siswa selama pembelajaran juga mengalami peningkatan, dari kategori “cukup aktif” pada Siklus I menjadi “sangat aktif” pada Siklus II. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan real objects mampu membantu siswa memahami konsep gaya magnet, perbedaan benda magnetik dan nonmagnetik, serta fenomena tarik-menarik magnet secara lebih konkret. Dengan demikian, pemanfaatan real objects dapat direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam materi magnet pada jenjang sekolah dasar. This classroom action research aims to improve students’ learning outcomes on the topic of magnets through the use of real objects as learning media in Grade 4 of SD Cahaya Budaya. The study was conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The instruments used included a learning outcome test and a student activity observation sheet. The research findings show an increase in learning mastery from 42% in Cycle I to 89% in Cycle II. Student activity during the learning process also improved, from the “fairly active” category in Cycle I to “very active” in Cycle II. These results confirm that the use of real objects helps students better understand the concepts of magnetic force, differences between magnetic and non-magnetic objects, and magnetic attraction phenomena in a more concrete manner. Thus, the use of real objects can be recommended as an effective learning medium for teaching magnet-related content at the elementary school level.
Penerapan Pembelajaran Discovery Learning sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Gaya Dorong dan Gaya Tarik pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar Muhammad Saka Hasanul Ilmi; Mohammad Setyo Wardono
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/1hbda915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual serta merumuskan model penerapan pembelajaran Discovery Learning sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep gaya dorong dan gaya tarik pada siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis konseptual terhadap literatur ilmiah, dokumen kurikulum, dan kajian teoretis yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sintaks Discovery Learning yang meliputi tahap stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization secara teoretis selaras dengan kebutuhan belajar siswa kelas rendah dan efektif dalam mengonkretkan konsep gaya melalui pengalaman fisik dan eksplorasi objek nyata. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka penerapan Discovery Learning yang terintegrasi dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa kelas II pada materi gaya dorong dan gaya tarik.  This study aims to conceptually analyze and formulate a model for implementing Discovery Learning as an effort to improve the understanding of the concept of push and pull forces in second-grade elementary school students. This study uses a qualitative approach with a library research method through conceptual analysis of scientific literature, curriculum documents, and relevant theoretical studies. The results of the analysis indicate that the syntax of Discovery Learning, which includes the stages of stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, and generalization, is theoretically aligned with the learning needs of lower-grade students and is effective in concretizing the concept of force through physical experience and exploration of real objects. The novelty of this study lies in the preparation of a framework for implementing Discovery Learning that is integrated with the characteristics of second-grade students' cognitive development on the material of push and pull forces.
IMPLEMENTASI PROGRAM SATU HARI BACA TULIS PEKAN NARASI (SAHABAT PENA) DI KELAS V SD Nurul Aini Lailatul Nisaa; Muawwinatul Laili; Mohammad Setyo Wardono
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.14031

Abstract

Literacy is one of the essential competencies that should be developed from the elementary school level to enhance students' reading, writing, critical thinking, and information comprehension skills. However, the implementation of the School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah or GLS) in many schools still faces challenges, including low reading interest among students, limited reading materials, and insufficient teacher guidance during literacy activities. To address these challenges, SD Futuhiyah developed the Satu Hari Baca Tulis Pekan Narasi (SAHABAT PENA) program as a school literacy initiative. This study aims to describe the implementation of the Satu Hari Baca Tulis Pekan Narasi (SAHABAT PENA) program a school literacy initiative in the fifth-grade class at SD Futuhiyah. The subjects of the study were fifth-grade students and their teacher. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the SAHABAT PENA program was implemented in three stages, in accordance with the 2016 Ministry of Education and Culture guidelines for the School Literacy Movement (GLS) in elementary schools: the habituation stage, involving the reading of print and digital books using the Sustained Silent Reading technique; the development stage, involving the completion of reading journals that include summaries, the ADiKSiMBa elements (What, Where, When, Who, Why, and How), and moral messages; and the learning stage, which integrates scanning and skimming techniques into Indonesian Language and Pancasila Education lessons. The school also provides academic recognition to motivate students to read. The researcher concludes that the program has been successfully implemented at SD Futuhiyah; however, its effectiveness could be further maximized if teachers provided more intensive guidance particularly when students are searching for book titles and authors or reading online news and if the school expanded its reading book collection and made better use of classroom reading corners. ABSTRAK Literasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, dan memahami informasi. Namun, pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di berbagai sekolah masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya minat baca peserta didik, keterbatasan bahan bacaan, serta belum optimalnya pendampingan guru dalam kegiatan literasi. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, SD Futuhiyah mengembangkan program Satu Hari Baca Tulis Pekan Narasi (SAHABAT PENA) sebagai salah satu kegiatan literasi sekolah.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Satu Hari Baca Tulis Pekan Narasi (SAHABAT PENA) di kelas V SD Futuhiyah sebagai kegiatan literasi sekolah. Subjek yang diteliti terdiri dari peserta didik kelas V serta guru kelas V. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program SAHABAT PENA diimplementasikan melalui tiga tahap sesuai dengan panduan GLS di Sekolah Dasar oleh Kemendikbud tahun 2016 yaitu: tahap pembiasaan melalui kegiatan membaca buku cetak dan digital dengan teknik dalam hati berkelanjutan (Sustained Silent Reading); tahap pengembangan melalui pengisian jurnal dengan ringkasan, unsur ADiKSiMBa (Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana), dan pesan moral; serta tahap pembelajaran dengan membaca menggunakan teknik membaca memindai (Scanning) dan membaca cepat (Skimming) ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila. Sekolah juga memberikan penghargaan secara akademik sebagai bentuk memotivasi peserta didik untuk membaca. Peneliti menyimpulkan bahwa program ini sudah berjalan dengan baik di SD Futuhiyah. Namun, akan jauh lebih maksimal jika guru mendampingi dan memberikan bimbingan lebih intens saat peserta didik mencari judul dan nama pengarang buku serta saat membaca teks berita lewat internet, sekolah menambah koleksi buku bacaan dan memanfaatkan sudut baca kelas dengan baik.
Pengembangan Buku Ajar Tematik Integratif Bahasa Indonesia untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Mohammad Setyo Wardono; Hikmah Luqiyah Kartikasari
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 2: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i2.72617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar Bahasa Indonesia berbasis tematik integratif untuk siswa Sekolah Dasar Negeri Buduran kelas IV yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IV dan guru Sekolah Dasar. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respon siswa, angket kepraktisan guru, serta tes hasil belajar. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor rata-rata 92,4%. Uji kepraktisan memperoleh skor rata-rata 90,65%, menunjukkan buku ajar sangat praktis digunakan. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 68,25 menjadi 83,70, dengan nilai N-Gain sebesar 0,56 dan hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, buku ajar Bahasa Indonesia tematik integratif terbukti valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran kelas IV Sekolah Dasar Negeri Buduran.
PENGARUH MEDIA KOKAMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN MENYUSUN KALIMAT SEDERHANA SISWA SDN Moh. Adi Firmansyah; Mohammad Setyo Wardono; Nur Asitah; Siti Li’anatuz Zuhro
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14667

Abstract

The ability to construct simple sentences is one of the fundamental language skills that elementary school students need to master. However, students still experience difficulties in developing words into coherent and meaningful sentences during the learning process. The use of learning media that integrates game-based activities with local wisdom needs to be further developed to create learning experiences that are more contextual, engaging, and appropriate to the characteristics of elementary school students. This study aims to determine the influence of local wisdom-based Mystery Card Box (KOKAMI) media on the ability to construct simple sentences among third-grade students at SDN Janti 1. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental research design, specifically a One Group Pretest Posttest Design. The research subjects consisted of 18 third-grade students selected using total sampling. Data were collected using a test, while data analysis included validity, reliability, normality, paired sample t-test, and N-Gain tests. The validity test showed that all items had a Sig. value of < 0.05, indicating that the instrument was valid. The reliability test yielded a Cronbach’s Alpha value of 0.992 > 0.60, indicating that the instrument was reliable. The Shapiro-Wilk normality test showed Sig. values of 0.765 for the pretest and 0.777 for the posttest, both of which were > 0.05, indicating that the data were normally distributed. The N-Gain test showed an average score of 0.44657, which was categorized as moderate. Furthermore, the paired sample t-test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating that H0 was rejected and Ha was accepted. Therefore, the use of local wisdom-based Mystery Card Box (KOKAMI) media had a significant influence on the ability of third-grade students at SDN Janti 1 to construct simple sentences. ABSTRAK Kemampuan menyusun kalimat sederhana merupakan salah satu keterampilan dasar berbahasa yang penting dikuasai siswa sekolah dasar. Namun, dalam pembelajaran masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan kata menjadi kalimat yang runtut dan bermakna. Penggunaan media pembelajaran yang memadukan aktivitas permainan dengan kearifan lokal masih perlu dikembangkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Kotak Kartu Misteri (KOKAMI) berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan menyusun kalimat sederhana siswa kelas III di SDN Janti 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental jenis One Group Pretest Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa kelas III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, sedangkan analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh butir soal memiliki nilai Sig. < 0,05 sehingga instrumen dinyatakan valid. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,992 > 0,60 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan nilai Sig. pretest sebesar 0,765 dan posttest sebesar 0,777, yang keduanya > 0,05 sehingga data berdistribusi normal. Hasil uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,44657 yang termasuk dalam kategori sedang. Selanjutnya, hasil paired sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, penggunaan media Kotak Kartu Misteri (KOKAMI) berbasis kearifan lokal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menyusun kalimat sederhana siswa kelas III SDN Janti 1.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK, TALK, WRITE BERBASIS MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI SISWA SDN Muhammad Saka Hasanul Ilmi; Mohammad Setyo Wardono; Nur Asitah; Siti Li’anatuz Zuhro
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14670

Abstract

This study was motivated by the relatively low narrative writing skills of elementary school students, as reflected in their difficulties in developing ideas, organizing story plots, and applying appropriate language features. In addition, the implementation of learning models that actively engage students in thinking, discussing, and writing with the support of visual media remains limited. This study set out to examine how applying the Think, Talk, Write learning model combined with serial image media affects narrative text writing skills among fourth-grade students at SDN Janti 1 Sidoarjo. A quantitative approach was employed through a Pre-Experimental Design, specifically the One Group Pretest-Posttest Design. The research subjects comprised 10 fourth-grade students, determined through a saturated (total) sampling technique. Data were gathered via tests, observation, and documentation, then analyzed using validity tests, reliability tests, normality tests, a paired sample t-test, and an N-Gain test. The validity test results confirmed that all research instruments were valid and suitable for use, while the reliability test indicated a high level of reliability, classifying the instruments as reliable. The Shapiro-Wilk normality test produced significance values above 0.05 for both the pretest and posttest, indicating normally distributed data. The N-Gain test results revealed an improvement in students' narrative text writing skills, falling within the moderate category. Meanwhile, the paired sample t-test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, confirming a significant difference between pretest and posttest results following the implementation of the Think, Talk, Write model based on serial image media. These findings indicate that the Think, Talk, Write learning model combined with serial image media has a meaningful effect on the narrative text writing skills of fourth-grade students at SDN Janti 1 Sidoarjo. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan menulis teks narasi siswa sekolah dasar, yang ditunjukkan melalui kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun alur cerita, serta menggunakan unsur kebahasaan secara tepat. Selain itu, penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir, berdiskusi, dan menulis secara aktif dengan dukungan media visual masih belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran Think, Talk, Write yang dipadukan dengan media gambar berseri terhadap keterampilan menulis teks narasi pada siswa kelas IV SDN Janti 1 Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan Pre-Experimental Design, tepatnya One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian melibatkan 10 siswa kelas IV yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh (total sampling). Data dihimpun melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, paired sample t-test, serta uji N-Gain. Hasil uji validitas memperlihatkan bahwa seluruh instrumen penelitian valid dan layak digunakan, sementara uji reliabilitas menunjukkan tingkat reliabilitas yang tinggi sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Uji normalitas Shapiro-Wilk menghasilkan nilai signifikansi pretest maupun posttest di atas 0,05, yang menandakan data berdistribusi normal. Hasil uji N-Gain memperlihatkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks narasi siswa pada kategori sedang. Sementara itu, uji paired sample t-test menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang membuktikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest setelah penerapan model Think, Talk, Write berbasis media gambar berseri. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think, Talk, Write berbasis media gambar berseri terbukti berpengaruh terhadap keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV SDN Janti 1 Sidoarjo.
PENGARUH DIGITAL STORYTELLING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI PADA SISWA KELAS IV Rofi'atul Isti'anah; Mohammad Setyo Wardono; Nur Asitah; Achmad Wahyudi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14564

Abstract

The low level of story-writing skills among fourth-grade students served as the background for this study. The problem is evident in students who still struggle to come up with ideas, organize the sequence of events clearly, use capital letters and punctuation correctly, and choose the right words when writing stories. This study examines how the use of digital storytelling can help students in Class 4-B improve their narrative writing skills. This study employed a quantitative method using a One-Group Pretest–Posttest design. The study involved 23 students from Class 4-B. Research data were collected by administering a writing test consisting of narrative questions before the intervention (pretest) and after the intervention (posttest), using digital storytelling as the medium. The collected data were then analyzed for normality using the Shapiro–Wilk test and compared using a paired t-test. The analysis results showed that the mean pretest score was 56.48, which increased to 84.78 on the posttest. The normality test indicated that the data were normally distributed. The significance values were 0.888 for the pretest and 0.248 for the posttest. The results of the Paired t-test showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000, which is less than 0.05. This indicates a significant difference between the pretest and posttest results. Therefore, it can be concluded that the use of digital storytelling has an impact on the narrative writing skills of fourth-grade students at SDN Pucang 4 Sidoarjo. ABSTRAK Rendahnya kemampuan menulis cerita di kalangan siswa kelas IV menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Masalahnya terlihat dari siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menemukan ide, menyusun urutan peristiwa secara jelas, menggunakan huruf kapital dan tanda baca dengan benar, serta memilih kata-kata yang tepat saat menulis cerita. Penelitian ini mengkaji bagaimana penggunaan digital storytelling dapat membantu siswa kelas IV-B meningkatkan kemampuan menulis teks narasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian melibatkan 23 siswa dari Kelas IV-B. Data penelitian dikumpulkan dengan memberikan tes menulis berupa soal narasi sebelum intervensi (pretest) dan setelah intervensi (posttest), dengan menggunakan digital storytelling sebagai medianya. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis normalitasnya menggunakan uji Shapiro–Wilk, lalu dibandingkan menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest adalah 56,48, dan meningkat menjadi 84,78 saat posttest. Uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Nilai signifikansi sebesar 0,888 untuk pretest dan 0,248 untuk posttest. Hasil dari uji t sampel berpasangan menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) Sebesar 0,000, yaitu lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media digital storytelling berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks narasi siswa kelas IV SDN Pucang 4 Sidoarjo.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGANALISIS CERITA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Dinar Mufidatus Sholiha; Ruri Fadhilah Kurniati; Mohammad Setyo Wardono
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.14341

Abstract

The ability to analyze stories is an important skill in Indonesian language learning because it requires students to identify and interpret intrinsic elements of a narrative. However, students at the elementary school level may experience difficulties in analyzing story content when learning activities are less engaging and provide limited opportunities for active participation. This study aimed to examine the effect of the Picture and Picture learning model on third-grade students’ story analysis skills in Indonesian language learning. The study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. Data were collected through tests, observations, and documentation and analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and paired-sample t-test. The findings indicate that the implementation of the Picture and Picture learning model was associated with an improvement in students’ ability to analyze stories. The statistical analysis also demonstrated a significant difference between students’ performance before and after the implementation of the learning model. These findings suggest that the Picture and Picture model can support students in understanding and analyzing intrinsic elements of stories through visual, structured, and interactive learning activities. The model may therefore serve as an alternative instructional approach for strengthening elementary students’ story analysis skills in Indonesian language learning. ABSTRAK Kemampuan menganalisis cerita merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena berkaitan dengan kemampuan siswa memahami dan menghubungkan berbagai unsur dalam teks. Namun, kemampuan siswa dalam menganalisis unsur intrinsik cerita masih menjadi tantangan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap kemampuan menganalisis cerita pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas 3 SDN Pucang IV Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 25 siswa kelas 3-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menganalisis cerita siswa mengalami peningkatan setelah penerapan model picture and picture. Pengujian statistik juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa sebelum dan setelah penerapan model. Pencapaian indikator menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi berbagai unsur intrinsik cerita, meskipun tingkat penguasaan pada setiap indikator masih beragam. Temuan ini menunjukkan bahwa model picture and picture dapat menjadi alternatif pembelajaran yang membantu siswa memahami dan menganalisis cerita melalui aktivitas visual yang terstruktur.
STRATEGI GURU DALAM MEMANFAATKAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD ISLAM WACHID HASYIM Devi Nurrochmah Aprilia; Mohammad Setyo Wardono; Novaria Lailatul Jannah; Hikmah Luqiyah Kartikasari; Rikke Kurniawati
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.14647

Abstract

The use of Artificial Intelligence (AI) in Indonesian language learning at the elementary school level is increasingly developing. However, its success depends not only on the availability of technology but also on teachers’ strategies for integrating AI into pedagogically appropriate learning activities. This study aims to describe teachers’ strategies for utilizing AI technology in Indonesian language learning at SD Islam Wachid Hasyim. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving the principal, teachers of grades II, III, and IV, and student representatives. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Data credibility was established through source and technique triangulation. The findings indicate that teachers’ AI utilization strategies consisted of five aspects: (1) AI-based learning planning using ChatGPT to develop teaching modules and selecting ChatGPT, Canva AI, and Grammarly according to students’ characteristics; (2) learning implementation integrating AI into reading, writing, discussion, and presentation activities while adapting to infrastructure constraints; (3) development of listening, speaking, reading, and writing skills using text-to-speech, voice chatbots, ChatGPT, and Grammarly; (4) learning evaluation using Google Forms, Quizizz, and Grammarly; and (5) supervision and cultivation of ethical AI use. The study concludes that AI can be systematically integrated into Indonesian language learning when guided by appropriate teacher strategies that consider learning objectives, student characteristics, available infrastructure, and responsible technology use. ABSTRAK Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar semakin berkembang, tetapi keberhasilannya tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, melainkan juga pada strategi guru dalam mengintegrasikannya secara pedagogis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam memanfaatkan teknologi AI pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Islam Wachid Hasyim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru kelas II, III, dan IV, serta perwakilan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam memanfaatkan AI mencakup lima aspek, yaitu: (1) perencanaan pembelajaran melalui pemanfaatan ChatGPT untuk menyusun modul ajar serta pemilihan ChatGPT, Canva AI, dan Grammarly sesuai karakteristik peserta didik; (2) pelaksanaan pembelajaran dengan mengintegrasikan AI dalam kegiatan membaca, menulis, diskusi, dan presentasi serta melakukan penyesuaian terhadap kendala infrastruktur; (3) pengembangan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis melalui text-to-speech, chatbot suara, ChatGPT, dan Grammarly; (4) evaluasi menggunakan Google Forms, Quizizz, dan Grammarly; serta (5) pengawasan dan penanaman etika penggunaan AI. Penelitian menyimpulkan bahwa pemanfaatan AI dapat diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia apabila diarahkan melalui strategi guru yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, kondisi sarana, dan prinsip penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.
Co-Authors Achmad Rafiansyah Wahyudi Aziz Achmad Wahyudi Achmad Wicaksono Adelia Putri Deviani Adiansah, Nikolas Adkha, Nisa’ul Magfiroh Ahmad Wildan, Ahmad Alvina Elistya Rachmad Anang Santoso Anggay Luri Pramana Anita, Rif’atul Arfaini Faaih Arie Widya Murni Atika Mar-Atush Sholihah Bagas Susilo Putra Boyas, Jeziano Rizkita Cahaya Gemilang Rahono Saputra Devi Nurrochmah Aprilia Dinar Mufidatus Sholiha Eliza Salsabila Fajar Nur Yasin Familia, Cindy Fathur Rahman Fauzani, Faishal Fajar Febianti, Priya Fiki Andrean Pratama Hidayah, Siti Ghoniatul Hikmah Luqiyah Kartikasari Imam Suyitno Intan Dwi Amelia Jihan Salsabila Maulidil Rohma Kartikasari, Hikmah Luqiyah Kartikasari, Maharani Khoirun Nisa Lestari, Gritias Dwi Listy, Afina Sufiana M. Amin Machfudzil Asror Manzilah Ar Rohmah Moch Bahaauddin Al Hasany Mochammad Ardian Wirayudha Mochammad Makful Amin Moh. Adi Firmansyah Muawwinatul Laili Mufidah, Rofiatul Adwiyah Muhammad Aris Izzudin Muhammad Faizin Muhammad Muharrom Al Haromainy Muhammad Saka Hasanul Ilmi Muhammad Saka Hasanul Ilmi Muhimmatur Rodhiyah Mumtazzah, Azmia Ni’mah, Nur Evika Kamiliyatun Novaria Lailatul Jannah Nur Asitah Nurul Aini Lailatul Nisaa Oktavianto, Rizqi Qilbi, Azharul Qolbi, Erlita Latifatul Rahma, Nafisah Hanifah Rahmah, Berliana Yulianti Ramadhan, Muhammad Fizqi Rikke Kurniawati Rofi'atul Isti'anah Rozy, Fakhrur Ruri Fadhilah Kurniati Ryan Purnomo Saifudin, Mochamad Zainal Sari, Dewi Vindy Aprillia Setiawan, Ahmad Feri Siti Li’anatuz Zuhro Siti Nur Aisyah Syaibatul Ayuni Umi mufida Janati Violita Atika Putri Wantoro, Briliantine Caesar Eka Zakiyah, Muslikha Irbah