Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran Sains Materi Lokasi Geografis Indonesia di Kelas V Sekolah Dasar Melalui Penggunaan Media Peta Interaktif Al Hasany, Moch Bahaauddin; Wardono, Mohammad Setyo
Nusantara Educational Review Vol 4 No 1 (2026): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/k1bcrn66

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman konsep letak geografis Indonesia pada siswa kelas V SD melalui pemanfaatan media peta interaktif. Penelitian dilaksanakan pada sebuah SD negeri dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa kelas V. Desain penelitian menggunakan model PTK Kemmis & McTaggart yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi aktivitas siswa, tes pemahaman (pretest-posttest), angket respons peserta didik, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif-deskriptif untuk tes dan angket, serta kualitatif untuk data observasi dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas belajar dari kategori rendah (rata‑rata skor 45%) menjadi sedang (siklus I: 68%) dan tinggi (siklus II: 85%). Pemahaman konsep siswa (tes) meningkat dari rata‑rata 55 (pra‑tindakan) menjadi 72 (siklus I) dan 86 (siklus II). Berdasarkan temuan tersebut, pemanfaatan media peta interaktif dinyatakan efektif dalam meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa pada pembelajaran IPAS materi letak geografis Indonesia. This classroom action research (CAR) aims to improve learning activities and understanding of the concept of Indonesia's geographical location in fifth-grade elementary school students through the use of interactive map media. The research was conducted at a public elementary school in [city name] with 28 fifth-grade students as research subjects. The research design used the Kemmis & McTaggart CAR model consisting of two cycles, each cycle covering planning, action implementation, observation, and reflection. Data collection instruments included student activity observation sheets, comprehension tests (pretest-posttest), student response questionnaires, and field notes. Data analysis was conducted quantitatively-descriptive for tests and questionnaires, and qualitatively for observation data and field notes. The results of the study showed an increase in learning activities from the low category (average score of 45%) to medium (cycle I: 68%) and high (cycle II: 85%). Students' conceptual understanding (test) increased from an average of 55 (pre-action) to 72 (cycle I) and 86 (cycle II). Based on these findings, the use of interactive maps was found to be effective in enhancing student engagement and understanding in science and science learning on Indonesia's geographic location.
Pengembangan Buku Ajar Tematik Integratif Bahasa Indonesia untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Wardono, Mohammad Setyo; Kartikasari, Hikmah Luqiyah
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 2: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i2.72617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar Bahasa Indonesia berbasis tematik integratif untuk siswa Sekolah Dasar Negeri Buduran kelas IV yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IV dan guru Sekolah Dasar. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respon siswa, angket kepraktisan guru, serta tes hasil belajar. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor rata-rata 92,4%. Uji kepraktisan memperoleh skor rata-rata 90,65%, menunjukkan buku ajar sangat praktis digunakan. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 68,25 menjadi 83,70, dengan nilai N-Gain sebesar 0,56 dan hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, buku ajar Bahasa Indonesia tematik integratif terbukti valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran kelas IV Sekolah Dasar Negeri Buduran.
Peran Guru Dalam Mengurangi Degradasi Moral Peserta Didik Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1 Sukodono Kabupaten Sidoarjo Eliza Salsabila; Mohammad Setyo Wardono
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.483

Abstract

Penurunan moral atau degradasi moral pada peserta didik sekolah dasar telah menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengurangi degradasi moral peserta didik melalui pendekatan pendidikan moral yang diterapkan di SDN Kebonagung 1 Sukodono. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi.  Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kebonagung 1 Sukodono Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 1 November 2024 dan 25 Februari 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu guru kelas III dan lima peserta didik kelas III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru terbagi dalam aspek internal dan eksternal, meliputi keteladanan, pembimbingan moral, dan keterlibatan dalam program sekolah. Degradasi moral yang teridentifikasi meliputi rendahnya kesopanan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap lingkungan. Sekolah telah mengimplementasikan delapan program pembiasaan moral, antara lain: shalat dhuha, berdoa bersama, program adiwiyata, istighosah, piket guru, infaq, Jumat sehat, dan classroom jobs. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah peran guru sangat signifikan dalam membentuk karakter moral peserta didik, baik melalui pendekatan langsung maupun melalui program sekolah yang terstruktur.