Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMODELAN KESESUAIAN HABITAT IKAN PELAGIS BERBASIS KONDISI OSEANOGRAFI DI PERAIRAN PALABUHANRATU Pratama, Gilar Budi; Nurani, Tri Wiji; Mustaruddin, Mustaruddin; Herdiyeni, Yeni
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.3.2022.161-171

Abstract

Palabuhanratu merupakan pusat kegiatan potensial perikanan tangkap di Kabupaten Sukabumi. Salah satu tangkapan ikan yang dominan didaratkan di lokasi ini adalah kelompok jenis ikan pelagis. Kelompok jenis ikan pelagis memiliki sifat bergerombol (schooling) dalam bermigrasi. Sebaran dan kelimpahannya dipengaruhi oleh beberapa parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil- a, salinitas, arus hingga kedalaman perairan. Keberhasilan upaya penangkapan ikan sangat tergantung pada ketepatan dalam memprediksi daerah penangkapan. Pendugaan daerah penangkapan ikan, dapat dilakukan dengan pemahaman terhadap kondisi parameter oseanografi. Data parameter oseanografi selain berasal dari hasil pengukuran in-situ juga dapat memanfaatkan data hasil pantauan sensor satelit penginderaan jauh. Penelitian ini mengkaji kesesuaian habitat ikan pelagis berbasis kondisi oseanografi hasil pengukuran sensor satelit penginderaan jauh. Analisa kesesuaian habitat menggunakan pemodelan Maximum Entropy (Maxent).  Hasil analisa kemudian ditransformasikan untuk menduga zona potensial penangkapan ikan dalam bentuk model. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai uji kontribusi dan jackknife yang menyatakan salinitas sebagai parameter oseanografi yang memiliki tingkat informasi paling tinggi dalam pembangunan model. Response curve menunjukkan parameter klorofil-a yang optimal bagi ikan pelagis pada rentang 0,015 mg/m3 hingga 0,25 mg/m3, suhu optimal pada rentang 26,3 oC hingga 27,7oC, kecepatan arus yang optimal pada 0,37m/s, salinitas yang optimal berkisar 32,15 PSU hingga 32,5 PSU dan batimetri yang optimal pada kedalaman 200 hingga 5000 meter.Palabuhanratu is a potential activity for capture fisheries in Sukabumi Regency. One of the dominant fish catches landed at this location is the pelagic fish species. The pelagic fish species has a schooling characteristic in migrating. Their distribution and abundance are influenced by several oceanographic parameters such as sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, salinity, currents, and depth of the waters. The success of fishing efforts is very dependent on the accuracy in predicting the fishing area. Estimation of fishing areas can be done by understanding the condition of oceanographic parameters. Apart from in-situ measurement results, oceanographic parameter data can also utilize data from monitoring by remote sensing satellite sensors. This study examines the suitability of pelagic fish habitat based on oceanographic conditions measured by remote sensing satellite sensors. Habitat suitability analysis using Maximum Entropy (Maxent) modeling. The results of the analysis are then transformed to estimate potential fishing zones in the form of a model. The results obtained show the contribution and jackknife test values which state salinity as an oceanographic parameter that has the highest level of information in model development. The response curve shows the optimal chlorophyll-a parameters for pelagic fish in the range of 0.015 mg/m3 to 0.25 mg/m3, optimal temperature in the range of 26.3oC to 27.7oC, optimal current velocity of 0.37m/s, Optimal salinity ranges from 32.15 PSU to 32.5 PSU and optimal bathymetry at depths of 200 to 5000 meters.
PENGARUH VARIABILITAS OSEANOGRAFI TERHADAP CPUE IKAN TONGKOL (Euthynnus spp) MENGGUNAKAN GENERALIZED ADDITIVE MODEL DI PERAIRAN TERNATE Gilar Budi Pratama; Lady Ayu Sri Wijayanti; Mochhamad Ikhsan Cahya Utama; Nurani Khoerunnisa; Aisyah Aisyah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 18, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.18.1.2026.23-33

Abstract

Perairan Maluku merupakan salah satu wilayah perikanan strategis di Indonesia yang berperan sebagai habitat penting bagi ikan tongkol (Euthynnus spp.), komoditas pelagis bernilai ekonomi tinggi. Distribusi dan kelimpahan ikan tongkol di wilayah ini sangat dipengaruhi oleh dinamika oseanografi yang bersifat spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai parameter oseanografi terhadap variasi Catch Per Unit Effort (CPUE) ikan tongkol di perairan sekitar PPN Ternate selama periode 2021–2023. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Generalized Additive Model (GAM) untuk menangkap hubungan non-linear antara CPUE dan variabel lingkungan. Variabel prediktor yang digunakan meliputi suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a, kecepatan arus, salinitas, tinggi muka air laut, dan intensitas thermal front. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa kombinasi seluruh variabel menghasilkan model terbaik dengan nilai Akaike Information Criterion (AIC) sebesar 453,72, yang mengindikasikan bahwa variasi CPUE tongkol lebih akurat dijelaskan oleh interaksi multivariabel dibandingkan pengaruh variabel tunggal. Uji signifikansi menunjukkan bahwa klorofil-a (p = 0,0356), kecepatan arus (p = 0,0041), dan thermal front (p = 0,0483) berpengaruh nyata terhadap CPUE. Kurva respons mengindikasikan bahwa produktivitas primer, dinamika arus, dan keberadaan thermal front merupakan faktor utama yang mengendalikan pola agregasi ikan tongkol di perairan PPN Ternate.
Preliminary Study of Surface Water Quality Based on DO and BOD Parameters in Pangandaran Reservoir Lady Ayu Sri Wijayanti; Nurani Khoerunnisa; Helmalia Asri; Veronica Veronica; Irna Salwa Al Iksani; Mella Anggraeni; Gilar Budi Pratama; Sitty Ainsyah Habibie
Tomini Journal of Aquatic Science VOLUME 4 ISSUE 1, NOVEMBER 2025
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/tjas.v4i1.33138

Abstract

Pangandaran Reservoir, located in Pangandaran Regency, West Java, serves as a water conservation facility and supports aquaculture activities. Its water quality, particularly in terms of dissolved oxygen (DO) and biochemical oxygen demand (BOD₅), is a key indicator for maintaining the reservoir's ecological and socio-economic functions. This study aims to analyze DO and BOD₅ parameters in Pangandaran Reservoir and evaluate their compliance with applicable water quality standards. Sampling was conducted in May 2025 at four stations representing both the inflow area and the inner reservoir waters. DO levels were measured using the Winkler titration method, while BOD₅ was determined based on the difference in DO concentrations before and after a five-day incubation period. The results showed that water temperatures ranged from 32 to 32.5°C, slightly exceeding the water quality threshold, likely due to high solar radiation and limited vegetation cover. The pH ranged from 7 to 9, which is still within the safe range, with higher pH values observed in the inflow area, influenced by the dominance of limestone (karst) formations in the surrounding Pangandaran region. The highest DO concentration was recorded at Station 4 (4.32 mg. L-1), while the lowest was at Station 2 (3.40 mg. L-1). Conversely, the highest BOD₅ values were found at Station 2 (8.3 mg. L-1) and Station 1 (8 mg. L-1). The spatial distribution pattern indicates a negative relationship between DO and BOD₅, where high organic pollutant loads in the inflow area reduce dissolved oxygen levels. Overall, the water quality of Pangandaran Reservoir falls within Class 2 to Class 4 based on Government Regulation No. 82 of 2001, with signs of declining quality in the inflow area. Therefore, pollution source control and routine monitoring are essential to preserve the aquatic ecosystem of the reservoir.