Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hepatoprotective Activity of Ethanol Extract of Notika Leaves (Archboldiodendron calosericeum (kobuski)) on Liver Function in Carbon Tetrachloride-induced Mice Nuralifah, Nuralifah; Parawansah, Parawansah; Sida, Nurramadhani A.; Malina, Rachma; Arfan, Arfan
Majalah Obat Tradisional Vol 28, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.84803

Abstract

Notika leaves are traditional medicinal plants used as antimalarial medications by the Papuans. Notika leaf is an endemic plant with many benefits but has not been scientifically proven. Plasmodium falciparum is a species of malaria that damages up to 50% of red blood cells, and its schizogony process mainly occurs in the liver. This study aims to confirm the activity of the ethanolic extract of notika leaf in improving liver function by using an experimental pre and post-test-only control group design with five treatment groups of Wistar strain mice. The normal group was treated with 0.5% NaCMC, the negative group was treated with 0.5% NaCMC and Carbon Tetrachloride (CCl4), and the third, fourth, and fifth groups received extract with doses of 125 mg/kgBW, 250 mg/kgBW, and 500 mg/kgBW, respectively. The extract was administered for seven days and, on the eighth day, was induced with CCl4 intraperitoneally. The SGOT and SGPT levels in mice were measured using a 5010v5+ photometer, and liver histopathology was examined using HE (Hematoxylin-Eosin) dye. The SGPT levels in the normal, negative, third, fourth, and fifth groups were 20.6 U/L, 52.08 U/L, 32.8 U/L, 19.8 U/L, and 7.8 U/L, respectively. Meanwhile, the SGOT levels were 18 U/L, 54.2 U/L, 28.2 U/L, 17.8 U/L, and 7.4 U/L in the normal, negative, third, fourth, and fifth groups, respectively. Based on ANOVA analysis, the SGPT and SGOT levels of the mice liver-treated group with notika leaf extract show significant values of < 0.05. The extract exhibits hepatoprotective activity and liver histological characteristics that do not induce necrosis at a dose of 500 mg/kgBW.
Docking and Dynamics Studies: Identifying the Binding Ability of Quercetin Analogs to the ADP-Ribose Phosphatase of SARS CoV-2 Arfan, Arfan; Muliadi, Rahmat; Malina, Rachma; Trinovitasari, Nita; Asnawi, Aiyi
Jurnal Kartika Kimia Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v5i2.143

Abstract

The SARS-CoV-2 coronavirus outbreak has resulted in severe pneumonia, even death (COVID-19). ADP-Ribose phosphatase (ADPR), a highly conserved macrodomain of this virus, was appropriate for viral RNA replication and transcription. According to studies, quercetin suppresses the main protease and 3-chymotrypsin and papain-like proteases, exhibiting antiviral efficacy against SARS CoV-2. However, quercetin analogs to ADPR have yet to be investigated. This study aims to obtain candidate compounds for ADPR based on binding energy, interaction mode, and binding stability using docking and molecular dynamics (MD) studies.The native ligand (AMP) has estimated binding energy based on docking results of -7.35 kcal/mol. Quercetin analogs, lig_C00013871 (Quercetin 3-(2''-galoylrutinoside), lig_C00006532 ([5',5']-Bisdihydroquercetin), and lig_C00013874 (Quercetin 3-(2G-(E)-p-coumaroylrutinoside) has more negative binding energy, with estimates of -9.43, -9.26, and -8.98 kcal/mol, respectively. These results align with binding energy estimates based on MM-GBSA of -14.76, -29.39, -34.90, and -42.79 kcal/mol for AMP, lig_C00006532, lig_C00013871, and lig_C00013874, respectively. According to the MD simulation, lig_C00006532 and lig_C00013874 will be more effective in stabilizing the ADPR complex. Finally, these two analogs are potential candidate compounds as ADPR inhibitors of SARS CoV-2.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Edukasi Kosmetik Berbasis Ponsel Pintar terhadap Peningkatan Pengetahuan Kosmetik di Universitas Halu Oleo Malina, Rachma; Firda, Andi; Ihsan, Sunandar; Anwar, Irvan; Aspadiah, Vica
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2024): Lansau: Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v2i1.23

Abstract

Tingginya keinginan untuk merubah penampilan secara berlebihan dan kurang pemahaman tentang fungsi kosmetik yang digunakan, kondisi kulit individu pengguna kosmetik, dan faktor lingkungan mengakibatkan timbulnya kesalahan dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik. Sehingga perlu dilakukan edukasi terkait penggunaan kosmetik yang benar dan aman kepada para pengguna kosmetik, dengan menggunakan aplikasi mobile health. Aplikasi ini merupakan salah satu perangkat yang dapat meningkatkan pemahaman karena menyediakan edukasi mengenai penggunaan kosmetik yang benar dan aman kepada para pengguna kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengguna kosmetik setelah menggunakan aplikasi edukasi kosmetik berbasis ponsel pintar pada Mahasiswa di Universitas Halu Oleo. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Data dianalisis menggunakan uji marginal homogeneity, dengan total sampel sebanyak 100 sampel, yang diukur pengetahuannya terkait kosmetik sebelum dan setelah penggunaan Cosme.apps. Dalam kelompok intervensi, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan hal ini terbukti dari hasil analisis data diperoleh nilai p=0,000 yang artinya bahwa penggunaan aplikasi edukasi kosmetik Cosme.apps dapat meningkatkan pengetahuan responden terkait penggunaan kosmetik secara signifikan yaitu dengan tingkat pengetahuan baik (68%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan cosme.apps dapat meningkatkan pengetahuan bagi para pengguna kosmetik.
SOSIALISASI DAN EVALUASI DAGUSIBU DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BIJAK UNTUK MENCEGAH RESISTENSI OBAT PADA MASYARAKAT NANGA-NANGA KOTA KENDARI Irnawati; Malina, Rachma; Jupri, Jakhir Setiawan; Fatimah, Mei Yana; Agnesia, Nesti; Rahmawati, Rahmawati; Rosdiana, Rosdiana
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i6.1364

Abstract

Antibiotik telah menjadi senjata utama dalam melawan penyakit bakteri, namun penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan. Resistensi antibiotik terjadi ketika obat tidak mampu untuk membunuh bakteri. resistensi antibiotik disebabkan oleh penggunaan antibiotik secara bebas tanpa resep dokter. Pemahaman dalam penggunaan antibiotik dangan benar melalui konsep DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan dan buang) merupakan salah satu upaya dalam pengelolaan obat yang baik dan benar. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk memberikan informasi tentang penggunaan obat antibiotik dengan bijak untuk mencegah resistensi obat. Metode penyampaian dilakukan secara ceramah dan media leafle. Berdasarkan Hasil dari kegiatan, diperoleh bahwa pemahaman terhadap penggunaan antibiotik yang bijak pada masyarakat Nanga-Nanga, Kecamatan Baruga Kota Kendari dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan memusnakan antibiotik dengan benar sangat baik, terlihat dari antusias masyarakat saat berdiskusi dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah diharapkan masyarakat dapat memahami dalam penggunaan antibiotik yang bijak sehingga tidak terjadi resistensi obat yang tidak diinginkan.
Uji Antiinflamasi Daun Maja (Aegle marmelos L.) Menggunakan Metode Penghambatan Denaturasi Protein Malina, Rachma; Yamin, Yamin; Anwar, Irvan; Nurul Jannah, Sitti Raodah; Sida, Nurramadhani A.; Nafiah, Afifatun
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.665

Abstract

Tubuh merespon cedera atau kerusakan jaringan dengan inflamasi, yang menyebabkan berbagai sensasi seperti rasa sakit, kemerahan, pembengkakan, panas, dan penurunan fungsi di daerah yang terluka. Daun maja (Aegle marmelos L.) secara empiris telah digunakan sebagai obat radang. Diketahui daun maja memiliki kemampuan antioksidan yang sangat kuat sehingga berpotensi sebagai antiinflamasi yang kuat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi antiinflamasi serta menentukan kadar total fenolik dan flavonoid daun maja. Uji aktivitas antiinflamasi dilakukan menggunakan metode penghambatan denaturasi protein, dengan mengukur persentase penghambatan denaturasi albumin serum pada konsentrasi tertentu. Analisis kadar fenolik total dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu, dengan asam galat sebagai standar, sementara kadar flavonoid total dianalisis menggunakan metode kompleksasi aluminium, menggunakan kuersetin sebagai standar. Pengukuran dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang tertentu. Hasil skrining fitokimia daun maja mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Kadar fenolik dan flavonoid total tertinggi berturut-turut yaitu fraksi etil asetat sebanyak 374.17 mgEAG/g dan 394.07 mgEK/g sampel. Hasil uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode penghambatan denaturasi protein Bovin Serum Albumin (BSA) diperoleh nilai IC50 pada ekstrak metanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air berturut-turut adalah 32.088 µg/mL, 18.361 µg/mL, 14.243 µg/mL, dan 38.894 µg/mL. Pengujian antiinflamasi menemukan bahwa fraksi etil asetat memiliki nilai IC50 tertinggi yang menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun Aegle marmelos L. memiliki potensi aktivitas antiinflamasi yang baik dibandingkan dengan ekstrak dan fraksi lainnya. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa daun Aegle marmelos L. memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.
Penetrasi Sediaan Gel Transfersom Natrium Diklofenak pada Kulit Tikus Wistar Menggunakan Metode Sel Difusi Franz Jannah, Sitti Raodah Nurul; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Idrus, Loly Subhiaty; Malina, Rachma; Jaya, Muh. Rabil Jantani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.672

Abstract

Natrium diklofenak, sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II dengan sifat kelarutan rendah sehingga memiliki masalah bioavailabilitas rendah dan juga memberikan efek samping gastrointestinal ketika diberikan secara oral. Sediaan transdermal berbasis transfersom dapat menjadi solusi untuk meningkatkan penetrasi dan mengurangi efek samping tersebut. Transfersom adalah vesikel yang memiliki kemampuan deformasi tinggi, memungkinkan natrium diklofenak melewati penghalang kulit, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efikasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penetrasi gel transdermal berbasis Hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) yang mengandung transfersom natrium diklofenak, menggunakan metode sel difusi Franz. Transfersom natrium diklofenak diformulasikan menggunakan fosfatidilkolin dan natrium deoksilat hasil penelitian sebelumnya. Kemudian transfersom dimasukkan ke dalam basis gel HPMC dengan tiga variasi konsentrasi. Penelitian ini menggunakan uji penetrasi in vitro pada kulit tikus Wistar yang dianalisis dengan metode sel difusi Franz untuk mengukur jumlah kumulatif zat yang terpenetrasi. Hasil uji penetrasi menunjukkan bahwa formula dengan HPMC 4% memiliki jumlah kumulatif zat aktif tertinggi yang terpenetrasi (113,35 ?g/cm²) dibandingkan formula lainnya. Selain itu, formula ini juga menunjukkan fluks tertinggi (57,38 ?g/cm²/menit), menunjukkan kemampuan penetrasi yang lebih baik. Gel transdermal transfersom natrium diklofenak berbasis HPMC menunjukkan karakteristik fisik yang baik dan mampu meningkatkan penetrasi natrium diklofenak secara efektif, dengan formula HPMC 4% menunjukkan hasil yang optimal. Penelitian ini mendukung potensi sediaan transdermal sebagai alternatif terapi yang lebih aman dan efektif.
Measuring Compliance Therapy in Type 2 Diabetes Mellitus Patients using Proportion of Days Covered (PDC) Method and Its Effect on Clinical Outcomes Anwar, Irvan -; Sabarudin, Sabarudin; Malina, Rachma; Widaningsih, Ayu Dewi; Wijaya, Aurelia Arbaleta; Nurawaliah, Lilis
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/pbsj.v6i1.37761

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when blood glucose levels rise beyond normal limits because the body is unable to produce or use insulin effectively. Therapeutic adherence is one of the causes of normal blood glucose levels and the success of patient therapy. Measurement of therapeutic adherence of dm type 2 patients needs to be carried out to monitor the success of their therapy. This study aims to determine the adherence of antidiabetic therapy using the Proportion of Days Covered (PDC) method and its effect on the clinical outcomes of type 2 DM patients at Sulawesi Tenggara. The research method used is observational research with a descriptive design approach. The sample of this study was 186 people obtained using the Slovin formula. Patients are said to be adherence if their PDC value ≥ 80% and are said to be non-adherence if their PDC value < 80%. The data were analyzed using the chi square test. The results showed that patients adhering to treatment amounted to 130 people (69.9%), while patients who did not comply with treatment amounted to 56 people (30,1%) and there was a significant influence between adherence to antidiabetic therapy on the success of therapy  (clinical outcome) with p value = 0.000 in type 2 DM patients at Sulawesi Tenggara. It was be concluded that most of the patients in this study were adherent to the treatment and there was a significant influence between the adherence of antidiabetic therapy to the success of the therapy (clinical outcomes)
Edukasi Kesehatan tentang Tuberkulosis: Membangun Komitmen Masyarakat untuk Pengendalian TBC Kasmawati, Henny; Hikmah, Nurull; Trinovitasari, Nita; Jannah, Sitti Raodah Nurul; Malina, Rachma; Suryani, Suryani; Nuralifah, Nuralifah; Aswani, Aswani
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): November 2025 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is still a global health problem, caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, which is acid-resistant and mainly attacks the lungs, but can also attack other organs. This disease can affect people of all ages, including babies, children, adults, and the elderly. TB transmission occurs through the air from people who cough or sneeze, with the main factors affecting public health being environmental factors and behaviours, such as uncovered coughing and poor sanitation. TB cases in Southeast Sulawesi Province have shown a significant upward trend in recent years, with the incidence rate continuing to rise every year. The success of TB treatment is influenced by a variety of factors, including medication adherence, which is a major challenge to avoid the emergence of drug resistance, such as TB-MDR. The Government of Indonesia has issued policies and focuses on reducing TB incidence through education and socialisation to encourage active community involvement in TB control to achieve the national target by 2030.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI DAGUSIBU DI DESA WAWATU BERSAMA PUSKESMAS LALOWARU Elhamayasari, Elhamayasari; Malina, Rachma; Parawansah, Parawansah; Suryani, Suryani; Hapsari, Ayi Tri; Rufia, Dewi Rahmawati; Triana, Ance; Ramadani, Asna; Rizma, Alda; Prasti, Indar; Rizqyah, Dita
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i1.2149

Abstract

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) merupakan program edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan obat yang benar dan aman, yang dilaksanakan oleh tenaga kefarmasian khususnya apoteker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional berdasarkan konsep DAGUSIBU. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Delima Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara pada 27 November 2025. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui ceramah, pembagian leaflet, serta diskusi interaktif berupa tanya jawab. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum, terutama lansia dan ibu hamil. Hasil kegiatan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, meningkatkan kepatuhan terhadap terapi, serta menurunkan risiko efek samping obat. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi DAGUSIBU terbukti berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat.
DIGITAL SEHAT PUSKESMAS: PENGUATAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGELOLAAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS WUA-WUA Ruslin, Ruslin; Pascayantri, Asniar; Malina, Rachma; Jabbar, Asriullah; Sihani, Nur Aviarahma; Apriani, Rini; Hayati, Siti; Khasanah, Uswatun; Wally, Sumi; Mustikawati, Wa Ode Ifan; Putri, Anastasyah; Suria, Yuyun; Nasrudin, Nasrudin; Ilyas, Muhammad; Mubarak, Mubarak
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i1.2226

Abstract

Hypertension is a major public health problem that requires long-term management and high patient adherence, which remains a challenge at the primary health care level. This community service activity aimed to strengthen digital health literacy to improve hypertension management adherence among the community at Puskesmas Wua-Wua. The activity was conducted using a digital-based health education approach through direct counseling, distribution of educational leaflets equipped with QR codes, and evaluation using a comprehension questionnaire. The educational media contained information on hypertension management, medication adherence, and healthy lifestyle practices. The results showed that all participants positively accepted the digital literacy-based leaflet and perceived it as useful, easy to understand, and relevant to their needs. This activity indicates that integrating printed and digital educational media can effectively support hypertension management and strengthen promotive and preventive efforts in primary health care settings