Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Bahasa Jepang Bagi Mahasiswa Prodi Keperawatan Stikes Syedza Saintika Padang Yani, Damai; Firza, Firza; Yuderna, Vivi
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v4i2.120555

Abstract

Pada tahun 2005, pemerintah Indonesia mengutarakan permintaan adanya kerjasama pengiriman perawat-perawat Indonesia ke Jepang. Permintaan ini dilatarbelakangi adanya surplus tenaga keperawatan dan defisit pada permintaan pekerjaan di Indonesia, terutama bagi mereka lulusan sekolah/akademi Keperawatan (akper) ataupun Perguruan Tinggi Keperawatan. Kemampuan berbahasa Jepang menjadi salah satu syarat bagi tenaga perawat Indonesia yang ingin bekerja di Jepang. Beberapa hal yang menjadi kendala dalam mempelajari bahasa Jepang diantaranya: aksara yang digunakan dan struktur kalimatnya.PKM ini memberikan pelatihan bahasa Jepang kepada mahasiswa prodi keperawatan Stikes Syedza Saintika Padang, Pelatihan ini bertujuan untuk: Memberikan pengetahuan tentang bahasa dan budaya Jepang, yang meliputi: memperkenalkan budaya kerja Jepang, Memperkenalkan bahasa Jepang dasar berupa aisatsu (salam) dan jikoushokai (perkenalan), Memberikan pengetahuan tentang istilah – istilah yang berhubungan dengan keperawatan dalam bahasa Jepang.
PELATIHAN DETEKSI DINI STROKE PADA KADER LANSIA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STROKE DI DESA PAUH BARAT KOTA PARIAMAN Asmaria, Mike; Hidayati, Hidayati; Sari, Dwi Happy Anggia; Yessi, Hilma; Marni, Linda; Yuderna, Vivi; Armaita, Armaita
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2154

Abstract

Data di Desa Pauh Barat menunjukkan sudah adanya posyandu Lansia tetapi belum maksimal dalam mengatasi permasalahan pencegahan stroke. Faktor eksternal yang menyebabkan kejadian stroke di Desa Pauh Barat selama ini belum terkontrolnya pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat. Kader lansia juga belum ada yang bisa melakukan pengkajian dini stroke secara langsung, kader mengatakan belum memiliki panduan yang baku dalam melakukan deteksi stroke.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu upaya penanggulangan stroke dengan memberdayakan para kader lansia Desa Pauh Barat. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan memberikan pelatihan deteksi dini stroke serta memberikan panduan deteksi dini stroke serta leaf let. Peserta pelatihan sebanyak 12 orang yang terdiri dari 10 orang kader lansia dan 2 orang tokoh masyarakat desa Pauh Barat. Hasil pre test menunjukkan bahwa dari 60% kader yang berpengetahuan kurang baik, setelah dilaksanakan pelatihan terjadi peningkatan menjadi baik 100%. Dari pelatihan yang sudah diberikan terjadi peningkatan pengetahuan para kader lansia tentang deteksi dini stroke  dan kegiatan pengabdian ini berkesinambungan secara berkala dengan pendampingan tim pengabdian masyarakat dan bidan desa Pauh Barat .
EDUKASI CARA MENYUSUI YANG BENAR PADA PASIEN DAN KELUARGA PASIEN DI RUMAH SAKIT AISYIYAH PARIAMAN Yuderna, Vivi; Asmaria, Mike; Ramaita, Ramaita; Ningrum, Hanifa Salsa
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2632

Abstract

Data Kementerian Kesehatan (2018) mencatat angka inisiasi menyusui dini (IMD) di Indonesia meningkat dari 51,8 persen pada 2016 menjadi 57,8 persen pada 2017. Walaupun meningkat tetapi angka tersebut masih jauh dari target 90 persen mengingat pentingnya peran ASI bagi kehidupan anak. ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi. Data yang ditemukan dari riset kesehatan. Agar bisa mengatasi permasalahan diatas maka diperlukan penyuluhan cara menyusui yang benar. Penyuluhan ini diharapkan dapat mengurangi masalah tumbuh kembang anak. Kegiatan yang dilakukan bertujuan mengedukasi pasien dan keluarga tentang cara menyusui yang benar sehingga bayi mendapatkan asi yang cukup pada proses tumbuh kembangnya. Metode edukasi ini dilakukan dengan cara penyuluhan melalui media SAP, modul, leaflet dan diskusi tanya jawab serta konsultasi. Saat dilakukan evaluasi hasil dari audience yang mengikuti kegiatan ini mulai paham dengan apa yang dijelaskan. Dari Hasil kegiatan penyuluhan ini dapat disimpulkan bahwa Edukasi mengenai cara menyusui yang benar pada pasien dan keluarga pasien di Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman sangat penting untuk memastikan bayi mendapatkan asupan gizi yang optimal. Dengan mengikuti teknik menyusui yang benar, ibu dapat memberikan ASI dengan nyaman dan bayi dapat tumbuh dengan sehat.Keywords :  ASI, Edukasi, Menyusui, Pasien, Keluarga
Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Tn. N Dengan Hipertens Hisbul Habib, Habib; Ramaita; Dewi, Sandra; Yuderna, Vivi
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i1.412

Abstract

Hypertension is a chronic disease that is often found in the elderly and is the main cause of serious complications such as stroke and heart failure. Based on data from the Sabai Nan Aluih Sicincin Padang Pariaman Regency Social Home (PSTW), hypertension is one of the seven most common diseases, with a prevalence of 13 cases in 2022, decreasing to 7 cases in 2024. This study aims to provide a comprehensive picture of geriatric nursing care for the elderly with hypertension. The study was conducted at the Sabai Nan Aluih Sicincin PSTW, Regency Padang Pariaman Regency, in 23 May 2025. The method used was a case study with a nursing care approach that included assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The results showed that the elderly who received directed nursing care experienced improvements in blood pressure management, reduced symptoms such as headaches and insomnia, and increased understanding of the disease and its treatment. The evaluation showed an increase in compliance in taking medication and diet management. In conclusion, the provision of continuous nursing care and appropriate education play an important role in controlling hypertension in the elderly in social care. This study contributes to geriatric nursing practice in an effort to improve the quality of life of the elderly with hypertension.
Asuhan keperawatan jiwa pada Tn. M dengan Halusinasi Rafikto, Mayendro Rafikto; Ramaita; Yuderna, Vivi; Afnuhazi, Ridhyalla
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i1.426

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa yang ditandai dengan gangguan persepsi sensori, di mana individu merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penciuman. Berdasarkan pengambilan data yang didapatkan dari RSJ Prof. HB Saanin Padang masalah keperawatan terbanyak tahun 2024 adalah jumlah halusinasi dengan jumblah6.206 orang, dengan persentase mencapai 97,4%. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan Asuhan Keperawatan Jiwa pada pasien dengan halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang. Pasien yang ditangani berjumlah satu orang dengan inisial Tn. M. Diagnosa keperawatan utama yang muncul adalah halusinasi pendengaran. Penerapan Asuhan Keperawatan pada Tn. M dilakukan tanggal 24 Maret s/d 28 Maret 2025 dengan kunjungan sebanyak Lima hari pertemuan. Metode yang disusun berupa Studi Kasus. Dari hasil pengkajian Asuhan Keperawatan Jiwa menunjukan bahwa Tn. M mampu mengatasi masalah Perawatan diri, dan mampu mengontrol Halusinasi secara mandiri dengan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) yaitu SP 1 latihan menghardik, SP 2 minum obat dengan secara teratur, SP 3 bercakap-cakap dan SP 4 melakukan kegiatan harian terjadwal. Dalam penelitian ini diharapkan Tn. M memahami pemberian Asuhan Keperawatan Jiwa, serta peneliti, Rumah Sakit Jiwa Prof. Hb Saanin Padang, dan Institusi diharapkan dapat menambah pengetahuan sebagai panduan dalam memberikan Asuhan Keperawatan Jiwa yang optimal.
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn.R Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Yusran Hanif, Yusran Hanif; Ramaita; Yuderna, Vivi; Afnuhazi, Ridhyalla a
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i1.429

Abstract

Gangguan jiwa merupakan pola perilaku atau psikologis yang ditunjukan oleh pasien yang menyebabkan distress, disfungsi, dan menurunkan kualitas kehidupan. Data WHO tahun 2022, menunjukkan angka prevelensi gangguan jiwa di dunia sekitar 300 juta jiwa. Pada tahun 2024, Sumatra Barat mendapat urutan keenam dengan jumlah 4,8%. Berdasarkan pengkajian awal di RSJ Prof. HB Saanin Padang ditemukan Diagnosis keperawatan Resiko Perilaku Kekerasan pada tahun 2024 berada diurutan ke-2 terbanyak dengan jumlah 115 pasien. Tujuan dari studi kasus adalah menerapkan Asuhan Keperawatan Jiwa pada pasien Resiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang. Studi kasus dilakukan selama 5 hari dari tanggal 12 Maret s/d 17 Februari 2025. Pasien berinsial Tn. R keperawatan yang muncul yaitu Resiko Perilaku Kekerasan, halusinasi, dan defisit perawatan diri. Strategi pelaksana yang dilakukan kepada pasien adalah melatih cara mengontrol marah dengan latihan fisik 1 dan 2 (tarik nafas dalam dan pukul kasur dan bantal), minum obat, berbicara verbal, dan spiritual Pada diagnosa Defsit Perawatan Diri dilakukan strategi pelaksanaan melatih cara menjaga kebersihan diri (mandi, dan ganti pakaian, sikat gigi, cuci rambut, potong kuku),melatih cara berdandan (sisir rambut, cukuran), melatih cara makan dan minum dengan baik, melatih BAB dan BAK dengan baik.. Hasil evaluasi tindakan yaitu masalah resiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri sudah teratasi. Kesimpulan dari penerapan terapi ini didapatkan hasil bahwa pasien mampu mengontrol kemarahan secara mandiri dengan cara yang telah di ajarkan oleh perawat. Diharapkan manfaat bagi penulis adalah sebagai pedoman dalam asuhan keperawatan serta dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam melaksanakan asuhan keperawatan.