Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Camellia

Studi Penggunaan Obat Asam Asetilsalisilat (ASA) Pada Ibu Hamil Dengan Hipertensi Di RSI Jemursari Surabaya Prasetya, Annisa Febria; Mukti, Asri Wido; Sari, Dewi Perwito
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 1 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i1.26794

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan menjadi penyebab utama kematian ibu (30,8%) di Surabaya berdasarkan data Profil Kesehatan Surabaya Tahun 2023, dengan risiko persalinan prematur dan IUGR. Berdasarkan ISSHP dan ACOG kategori hipertensi dalam kehamilan yaitu hipertensi kronis, hipertensi gestasional, preeklampsia, eklampsia dan hipertensi kronis disertai preeklampsia. Penanganan atau profilaksis yang diberikan adalah obat ASA, dapat dikombinasikan dengan antihipertensi pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat ASA pada pasien ibu hamil dengan hipertensi meliputi dosis obat, frekuensi obat, lama penggunaan, efektivitas obat dan DRP (Drug Related Problems) di RSI Jemursari Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode total sampling. Didapatkan sampel sebanyak 34 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Hasil pada penelitian ini adalah pemberian obat ASA dengan dosis 80mg dan 100mg yang diberikan satu kali sehari selama 30 tablet tiap bulan. Efektivitas obat ASA juga dapat dikatakan efektif dari data sebanyak 25 pasien (73,53%) mengalami penurunan tekanan darah. Dapat disimpulkan bahwa dosis obat, frekuensi obat, dan lama penggunaan sudah tepat dan sesuai. Potensi terjadinya DRP yaitu interaksi berdasarkan tingkat keparahan yaitu moderate sedangkan interaksi obat berdasarkan mekanisme yaitu farmakodinamik pada pemberian ASA dengan nifedipin (32,35%) sehingga pemberian kedua obat tersebut tidak boleh diminumkan secara bersamaan.
Studi Penggunaan Obat pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo Berliana, Firnanda; Praseytawan, Hanif Rifqi; Indriani, Novamei; Sari, Dewi Perwito
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 2 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i2.29275

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada populasi lansia dan perokok. Penatalaksanaan PPOK memerlukan terapi jangka panjang dengan regimen obat yang kompleks, seperti bronkodilator, antiinflamasi, mukolitik dan antibiotik, sehingga meningkatkan risiko terjadinya masalah terkait obat (Drug-Related Problems/DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola farmakoterapi pada pasien PPOK rawat inap di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif, melalui telaah rekam medis 84 pasien yang dirawat pada periode Januari-Desember 2024. Data yang dikumpulkan mencakup karakteristik demografi pasien, jenis dan pola penggunaan obat, dosis, rute pemberian, frekuensi, lama terapi, serta potensi DRPs. Hasil penelitian menunjukkan golongan bronkodilator yang paling banyak digunakan, yakni salbutamol (10,02%), dan kombinasi salbutamol+ipratropium (13,60%), golongan antiinflamasi paling banyak diberikan metilprednisolon (12,41%), golongan mukolitik paling banyak diberikan N-asetilsistein (9,79%), dan golongan antibiotik paling banyak diberikan levofloksasin (6,44%). Regimen dosis dan lama pemberian diberikan berdasarkan kondisi klinis pasien. Terdapat 32 pasien menerima pergantian antibiotik selama perawatan. DRPs paling dominan berupa interaksi dengan tingkat keparahan moderate pada metilprednisolon-aminofilin (32,7%) dan mayor pada levofloksasin-metilprednisolon (34,7%). Hasil ini menegaskan pentingnya pemantauan terapi untuk mencegah DRPs dan mengoptimalkan hasil klinis pada pasien PPOK.
Co-Authors , Fatmawati Adella Eka Berliyanti Agnis Pondineka Ria Aditama Amalia, Sri Hidayati Amanda Safirtri Sinulingga Amanda Safitri Sinulingga Andarwulan, Setiana Asri Wido Mukti Asti Rahayu Asti Rahayu Asti Rahayu asti rahayu asti asti, asti rahayu Ayuk Lawuningtyas Hariadini Begum Fauziyah Berliana, Firnanda Burhan Ma'arif Burhan Ma’arif Danang Prasetya Eka Saputra Destiya Argo Pamuji Fihuda Digdo Suryagama Digdo Suryagama Eka Fitria Eka Fitria Faisal Akhmal Muslikh Fatmawati Fatmawati Framono, Indra Dwi Gita Virgiyama Masrifany Hardani, Prisma Trida Hening Laswati Putra Hidayatunnikmah, Nina I.A.K Pramushinta IAK Pramushinta Imam Susilo Indria Nuraini Indriani, Novamei Intan Ayu Kusuma Pramushinta Ira Purbosari Irma Elfiyani Junaidi Khotib Laila M. I Suwarso Laila M.I. Suwarso Laila Magfiroh I Suwarso Laila Magfiroh Ikwias Suwarso M. Nushron Ali Mukhtar M. Nusron ali Mukhtar Mangestuti Agil Mar-atul Khoiroh Maulidia Maulidia Maulidiyah, Zahro Al Maulivia Idham Choliq Mufidah, Rofikatul Muhamad Handoyo Sahumena Mukti, Asri Wido Mukti, Ria Andriani Mukti, Ria Andriani Nadya Ambarwati Noer Febriyanti Nuril Ivada Layly Agustini Prasetya, Annisa Febria Praseytawan, Hanif Rifqi Prasmita Dian Wijayanti Prasmita Dian Wijayati Purbosari, Ira Rahayu, Asti Reza Widya Putri RIVANA ARDYANTI AULIA Rizal Adi Saputra Sadli Syarifuddin Sari, Margareta Nilam Setiana Andarwulan Sinulingga, Amanda Safithri Siti Anisa Solichatin Solichatin Suwarso, Laila M. I. Tamara Gusti Ebtavanny Tatang Sopandi TATANG SOPANDI Titasari, Fitrata Widya Masyitha Ukhtian Uula Cahyani Firdaus Yunita Widyastutik Yurika Sastyarina