Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Model Project Based Learning Berbantuan Media Trudare Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa SDN 1 Sowan Lor Salmah; Hamidaturrohmah
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v9i1.1251

Abstract

Abstract. Pancasila education has a high urgency in shaping the character and identity of the Indonesian people, lack of understanding of these values can weaken social awareness in the younger generation, which has an impact on the decline in involvement in the application of national values in the future. This study aims to analyze the effectiveness of the Project Based Learning (PJBL) model assisted by Media Truth or Dare (Turdare) on the learning outcomes of Pancasila education in class V students in SDN 1 Sowan Lor. Quantitative research methods use non-Equivalent pretest-posttest designs with unequal control groups. The research sample consists of two classes, namely the experimental class that applies PJBL with Turdare media and control classes that use traditional lecture methods. Research tools in the form of multiple choice tests that have been tested for validity. The result of the normality test with a value of Sig 0.200 and homogeneity with a value of Sig 0.315 shows that data is normally distributed and homogeneous. The results of t-test in pairs of significance value of 0,000 indicate a significant difference between learning outcomes in the experimental class and the control class. The average post-test value in the experimental class of the difference of -27,400 experienced a more significant increase than the control class. This study indicates that the use of PJBL models with Turdare media has succeeded in improving student learning outcomes because it creates an active, fun, and meaningful learning environment. In this way, this model can be an option for teachers to improve learning outcomes, especially in learning Pancasila education in elementary schools. Keywords: Project-Based Learning, Truth or Dare Media, Pancasila Education, Learning Outcomes Abstrak. Pendidikan Pancasila memiliki urgensi tinggi dalam membentuk karakter dan identitas bangsa Indonesia, kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai ini dapat melemahkan kesadaran sosial pada generasi muda, yang berdampak menurunnya keterlibatan dalam penerapan nilai kebangsaan di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Project Based Learning (PjBL) yang dibantu media Truth or Dare (TRUDARE) terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V di SDN 1 Sowan Lor. Metode penelitian dengan kuantitatif menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent dengan kelompok kontrol yang tidak setara. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan PjBL dengan media TRUDARE dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah tradisional. Alat penelitian berupa tes pilihan ganda yang telah diuji validitasnya. Hasil dari uji normalitas dengan nilai sig 0,200 dan homogenitas dengan nilai sig 0,315 menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal dan homogen. Hasil uji-t berpasangan nilai signifikansi 0,000 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata nilai post-test pada kelas eksperimen selisih sebesar -27,400 mengalami peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol. Penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan model PjBL dengan media TRUDARE berhasil meningkatkan hasil belajar siswa karena menciptakan lingkungan belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Dengan cara ini, model ini bisa menjadi pilihan bagi pengajar untuk meningkatkan hasil belajar, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Kata Kunci: Project Based Learning, Media Truth or Dare, Hasil Belajar, Pendidikan Pancasila
Cybersecurity risk awareness in mobile banking: evidence from Sabah, Malaysia Mohidin, Rosle; Lajuni , Nelson; Lestari, Rahayu; Wastuti, Wahyu; Budin , Dg Safrina Ag; Ogunkoya, Olufemi Adewale; Dewi, Monica; Muharam, Hari; Salmah
Global Advances in Business Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Global Advances in Business Studies (GABS)
Publisher : Ifma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55584/Gabs.004.02.2

Abstract

This study investigates how Sabahan perceive and respond to cybersecurity risks when using mobile banking. This study employed partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) and focused on four main factors: user awareness and behavior (UAB), mobile device security (MDS), banking app security features (BASF), and perceived cybersecurity threats (CT). A total of 350 questionnaires were distributed, and 286 valid responses were analyzed. The results indicate that UAB, MDS, and BASF all play a significant role in shaping cybersecurity risk awareness (CRA), while CT showed little to no direct effect. These findings suggest that improving user education and promoting secure practices are just as important as technical safeguards. In particular, enhancing digital literacy among less tech-savvy users, ensuring that security features are simple to use, and strengthening device protections can all help reduce risks of cybersecurity. The study concludes that a combination of user-focused education and stronger security standards is necessary to improve the overall safety of mobile banking services.
Kekuatan Hukum Sertifikat Hak Milik Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah : (Studi Kasus PN Serang Nomor 124/PDT.G/2024/PN SRG) Salmah; Mohammad Hifni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan hukum sertifikat hak milik dalam menyelesaikan sengketa tanah, dengan menggunakan studi kasus Putusan Pengadilan Negeri Serang Nomor 124/Pdt.G/2024/PN SRG. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif dan empiris, di mana data primer diperoleh dari dokumen putusan pengadilan dan sertifikat hak atas tanah, sedangkan data sekunder berasal dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal hukum, serta hasil penelitian sebelumnya. Berdasarkan analisis yang dilakukan, sertifikat hak atas tanah memiliki kekuatan pembuktian yang tinggi sebagai alat bukti formal sesuai dengan ketentuan Pasal 34 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 dan UUPA No. 5 Tahun 1960. Namun, dalam praktiknya, keabsahan sertifikat dapat dipersoalkan apabila terdapat indikasi penerbitannya melanggar prosedur atau adanya klaim historis yang lebih tua dan dibuktikan dengan fakta penguasaan fisik secara turun-temurun. Dalam putusan dimaksud, majelis hakim tidak hanya mempertimbangkan dokumen formal seperti sertifikat, tetapi juga mengakomodasi bukti material berupa riwayat penguasaan tanah, kesaksian masyarakat, dan hubungan keluarga antarpihak. Hal ini menunjukkan upaya untuk menjaga keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantif dalam penyelesaian sengketa agraria. Meskipun sistem pendaftaran tanah di Indonesia telah memberikan perlindungan hukum bagi pemilik sertifikat, masih terdapat tantangan seperti tumpang tindih dokumen, inkonsistensi putusan, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya registrasi tanah secara benar. Oleh karena itu, disarankan perlunya peningkatan koordinasi antara instansi pertanahan dan lembaga peradilan, penguatan yurisprudensi, serta sosialisasi hukum agraria kepada masyarakat luas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memahami dinamika penyelesaian sengketa tanah serta kontribusi nyata dalam pengembangan hukum agraria nasional yang lebih adil dan efektif.