Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal ORTOPEDAGOGIA

Pengetahuan Konten Pedagogis: Kompetensi Guru terhadap Peserta Didik Berkebutuhan Khusus dalam Pembelajaran Daring Hermawan, Budi; Hufad, Achmad; Rochyadi, Endang; Sunardi, Sunardi; Fatimatuzahra, Ana; Taboer, Mohammad Arif; Bahrudin, Bahrudin
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 9, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v9i22023p84-91

Abstract

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung telah berdampak luar biasa pada siswa, sekolah, dan guru. Pembelajaran bagi mahasiswa dilaksanakan secara terbatas melalui agenda: work from home, study from home dan ibadah di rumah sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus. Keterbatasan pembelajaran daring menimbulkan banyak tantangan, termasuk bagi guru yang masih harus meneruskan ilmunya kepada siswa. Oleh karena itu, sama pentingnya untuk menyoroti bagaimana kompetensi pedagogik guru dalam meningkatkan proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dilanjutkan dengan angket cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 623 guru frm 3 daerah di Jawa Barat yaitu, Bandung, Tasikmalaya, dan Bekasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam memberikan proses pembelajaran yang efektif untuk mengakomodasi beragam kebutuhan siswa, baik dari segi konten, metode, pendekatan, kurikulum, layanan pendidikan yang diberikan dalam proses pembelajaran maupun keterampilan dalam pemanfaatan teknologi informasi. di era digita
Mengajarkan “Perubahan Energi Listrik Menjadi Cahaya” pada Siswa dengan Disabilitas Intelektual di Sekolah Menengah Pertama Hermawan, Budi; Hufad, Achmad; Rochyadi, Endang; Sunardi, Sunardi; Fatimatuzahra, Ana; Taboer, Mohammad Arif; Bahrudin, Bahrudin
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 9, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v9i22023p118-125

Abstract

Pengajaran tentang mengubah energy listrik menjadi energi cahaya dalam rangkaian seri dan paralel adalah salah satu pembelajaran IPA yang diajarkan di sekolah. Proses mengubah energy listrik menjadi energi cahaya sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun terkadang kita tidak menyadarinya bahwa belajar perubahan energi listrik menjadi energi cahaya sangat penting, karena memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh pembelajaran IPA dalam kehidupan sehari-hari menjadi titik temu kebutuhan belajar bagi siswa dengan disabilitas intelektual. Pertanyaan yang muncul adalah apakah pembelajaran IPA mengenai perubahan lenergi listrik menjadi energi cahaya dapat diajarkan kepada siswa dengan disabilitas intelektual?. Penelitian ini dilakukan pada tiga siswa dengan disabilitas intelektual. Dengan menggunakan metode penelitian subjek tunggal penelitian ini dikembangkan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa siswa dengan disabilitas intelektual dapat diajarkan materi perubahan energi ini.
Identifikasi Siswa dengan Disabilitas Majemuk di Sekolah Luar Biasa Taboer, Mohammad Arif; Bahrudin, Bahrudin; Jaya, Indra; Zafalia, Eryka; Amalia, Vita; Hakim, Isra Al; Aisyah, Dwi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 10, No 1 (2024): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v10i12024p1-6

Abstract

Disabilitas majemuk merupakan fenomena yang hadir di dalam keberagaman manusia. Kondisi ini ditandai oleh adanya lebih dari satu kondisi impairment yang mendampingi individu dalam hidupnya. Keberadaan mereka terkadang tersamarkan sehingga masuk ke dalam kondisi disabilitas tunggal. Tujuan dari studi dilakukan dalam rangka melakukan identifikasi bagi para siswa dalam kategori disabilitas majemuk yang belajar di sekolah luar biasa untuk disabilitas tunggal. Pengumpulan data dilakukan pada 43 orang siswa dari 10 sekolah luar biasa yang berbeda. Hasil studi menemukan bahwa 43 orang siswa tersebut mengalami kondisi impairment lebih dari satu dan dilayani melalui layanan pendidikan bagi disabilitas tunggal. Dampak dari kondisi ini akan berdampak pada layanan pendidikan diberikan kepada siswa dan selanjutnya akan berdampak pada perkembangan siswa yang tidak maksimal.
Metode Membaca Permulaan bagi Siswa dengan Hambatan Intelektual Bahrudin, Bahrudin; Taboer, Mohammad Arif; Jaya, Indra; Hakim, Isra Al; Rosa, Vita Amalia
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p1-6

Abstract

Membaca permulaan merupakan bagian dari rangkaian perkembangan kemampuan komunikasi seseorang. Tahapan ini merupakan tahapan tertinggi dalam rangkaian perkembangan komunikasi sebelum kemampuan menulis. Pada sisi lain siswa dengan hambatan intelektual merupakan individu yang mengalami kondisi keterlambatan global sehingga terjadi pelambatan secara menyeluruh dan berdampak pada terjadinya kesenjangan antara usia kronologis dengan usia mental. Kondisi ini yang kemudian berdampak pada stigma pencapaian kemampuan bagi hambatan intelektual, salah satunya adalah membaca permulaan. seringkali keterampilan membaca permulaan menjadi tolok ukur persoalan hambatan intekektual. Namun demikian dalam kenyataannya ditemukan siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. hal ini menjadi kondisi berbanding terbalik. Studi ini dikembangkan dalam rangka menemukan cara guru mengajarkan siswa membaca permulaan. Guna kepentingan pengumpulan data dilakukan wawancara mendalam kepada dua orang guru yang telah berhasil mengembangkan keterampilan membaca permulaan pada siswa dengan hambatan intelektual. Hasil studi menunjukan bahwa guru mengajarkan siswa dengan metode membaca permulaan dengan menggunakan metode suku kata. Temuan lebih mendalam mengenai bagaimana guru mengajarkan membaca permulaan dengan menggunakan metode suku kata dapat dilihat dalam artikel ini.
Identifikasi Kemampuan Toilet Training pada Peserta Didik Tunagrahita Rahayu, Puji; Suprihatin, Suprihatin; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p34-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan toiletry pada peserta didik dengan hambatan intelektual dan mengidentifikasi tingkat kesenjangan antara keterampilan toiletry mereka dengan sebayanya. Studi ini dilakukan pada empat orang peserta didik dengan hambatan intelektual sedang. Keempat peserta didik tersebut miliki kesenjangan kemampuan toiletry dibanding sebayanya sehingga secara sosial dianggap memiliki kemampuan fungsi adaptif yang rendah. Metode yang dikembangkan dalam studi ini adalah studi kasus. Guna kem=pentingan pengumpulan data, instrumen yang digunakan dalam mengidentifikasi kemampuan toiletry adalah instrument informal yang terlebih dahulu divalidasi oleh para ahli. Adapun tim ahli yang bersangkutan adalah 1). Ahli dalam hambatan intelektual 2). Ahli dalam Pendidikan khusus, dan 3) ahli dalam evaluasi. Berdasarkan hasil studi ditemukan 3 orang atau 75% anak memerlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting sedangkan 1 orang anak atau 25% sudah baik dalam toileting. Tantangan yang banyak ditemui dan harus segera dilaksanakan intevensi adalah kemampuan buang air kecil. Masalah paling banyak dihadapi oleh peserta didik dalam keterampilan buang air kecil meliputi (1) peserta didik belum mampu menunjukkan tanda-tanda ketika ingin buang air kecil, (2) pergi ke toilet sendiri, (3) membuka celana, (4) membasuh kelamin dengan bersih dan (5) menyiram closet dengan baik dan benar. Beberapa hal tersebut diperlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting. Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus dapat menjawab tantangan mengenai metode dalam meningkatkan kemampuan toiletry khususnya dalam keterampilan buang air kecil.
Asesmen Kemampuan Membaca Peserta Didik dengan Autisme Maryawi, Ratna; Jaya, Indra; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p39-43

Abstract

Ketidakmampuan membaca pada anak autisme dapat menghambat kemampuan komunikasi dan partisipasi sosial mereka, karena literasi berperan penting dalam membangun kosa kata, memahami konteks sosial, dan mengurangi perilaku repetitif atau frustrasi, terutama melalui interaksi berbasis cerita atau teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level kemampuan membaca peserta didik autisme kelas II SLB Negeri 11 Jakarta. Studi ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Studi kasus di SLB Negeri 11 Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui studi observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memahami interaksi peserta didik autisme dengan materi bacaan. Tes berfungsi untuk mengukur dan membantu mendapatkan data kemampuan membaca peserta didik autisme, dan dokumentasi melibatkan pengumpulan data dari arsip atau catatan yang sudah ada guna memberikan konteks tambahan dan memperkuat hasil yang diperoleh melalui observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan membaca tiga peserta didik kelas II Autisme di SLB Negeri 11 Jakarta berada pada level membaca permulaan dengan tahapan yang bervariasi. Peserta didik pertama berada pada level membaca suku kata, peserta didik kedua berada pada level membaca kata dan peserta didik ketiga berada pada level membaca kalimat. Variasi ini menunjukkan kebutuhan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Autis melalui Media pembelajaran Alita, Widiya; Erlani, Lalan; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p244-248

Abstract

Studi ini bertujuan menemukan prinsip dari berbagai media pembelajaran yang dapat memberikan dukungan pada berkembangnya kemampuan berhitung pada anak dengan autis. Studi ini diselenggarakan dengan menggunakan perspektif studi literatur. Dalam studi literatur ini dilakukan beberapa tahapan dalam mendeskripsikan data yaitu melalui pengumpulam-pengumpulan artikel penelitian terkait, melalui penelusuran google scholar yang berhubungan dengan meningkatkan kemampuan berhitung anak autis dengan media pembelajaran. Berdasarkan artikel yang ditemukan terdapat 100 artikel yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan berhitung namun demikian terdapat 6 artikel terkait dengan artikel bertemakan meningkatkan kemampuan berhitung anak autis dengan media pembelajaran. Hasil analisis studi ditemukan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada kemampuan berhitung setelah menggunakan media dalam belajar berhitung bagi anak dengan autis. Adapun prinsip-prinsip yang ditemukan adalah bahwa media tersebut 1) bersifat multisensoris, 2) memiliki instruksi yang jelas dalam penggunaan dan tugas-tugas yang harus dikerjakan, dan 3) memiliki daya tarik media berupa warna, dan bentuk.
Perkembangan Kemampuan Membaca Permulaan pada Siswa dengan Hambatan Intelektual Taboer, Mohammad Arif; Bahrudin, Bahrudin; Jaya, Indra; Amani, Dwi Aisyah; Balqis, Ratu; Irwan, Wafa Hafshah; Ramadhanti, Novia; Sahaja, Muhammad Lukman
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p8-14

Abstract

Perkembangan cara pandang terhadap siswa dengan hambatan intelektual memberikan kesempatan berkembangnya kemampuan akademik siswa dengan hambatan intelektual. Salah satu perkembangan akademik yang menjadi focus adalah pengembangan keterampilan membaca permulaan. Banyak studi yang membuktikan bahwa siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan namun demikian jika dihubungan dengan pemahaman global delayed maka seberapa jauh perbedaan berkembangnya keterampilan membaca permulaan siswa dengan hambatan intelektual dengan sebayanya. Studi ini dikembangkan dalam rangka mendapatkan deskripsi perkembangan kemampuan membaca permulaan yang terjadi pada siswa dengan hambatan intelektual yang kemudian dapat memberikan informasi mengenai prediksi siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. Studi ini dilakukan pada delapan belas orang siswa dengan hambatan intelektual yang belajar pada kelas IV sampai dengan VI jenjang sekolah dasar. Semua siswa diberikan tes perkembangan membaca permulaan. Hasil studi menunjukan bahwa pada tahap perkembangan kesadaran linguistic seluruh siswa memiliki kemampuan yang baik dalam memahami kosa kata dan kalimat sederhana.. Pada tahap perkembangan kesadaran fonologi ditemukan sebanyak 8 orang belum mencapai perkembangan kesadaran fonologi secara paripurna. Pada tahap perkembangan decoding ditemukan sebanyak 4 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf vocal, seabayak 7 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf konsonan, keseluruhan siswa mengalami kesulitan dalam membaca suku kata dan kata. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa selama tiga tahun siswa dengan hambatan intelektual mengembangkan kesadaran linguistic dan memasuki tahun ke empat sekolah, siswa mulai mengembangkan kesadaran fonologi dan beberapa siswa dapat mengembangkan keterampilan decoding pada tahun ke lima di sekolah.
Strategi Intervensi Membaca Permulaan melalui Pendekatan Scaffolding pada Siswa dengan Disabilitas Intelektual Bahrudin, Bahrudin; Rochyadi, Endang; Hufad, Achmad; Susetyo, Budi; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p428-437

Abstract

Studi ini bertujuan mengembangkan strategi pengajaran keterampilan membaca permulaan bagi siswa dengan disabilitas intelektual. studi ini dikembangkan dengan menggunakan singel subject research dengan disain A-B-A dalam rangka melihat perkembangan keterampilan membaca permulaan pada siswa dengan disabilitas intelektual sebagai efek dari penerapan strategi intervensi membaca permulaan berbasis schaffolidng. Subjek penelitian terdiri dari empat orang siswa dengan disabilitas intelektual. target prilaku yang ditergetkan adalah (1) menunjukan kartu suku kata yang diminta, (2) membaca kartu suku kata yang ditunjukan, (3) membaca kata pada kata dengan pola KVKV yang dikenal oleh siswa, dan (4) membaca kata dengan pola KV-KV yang tidak dikenal oleh siswa. Analisis yang digunakan dalam studi ini adalah analisis visual. Dengan demikian data-data perkembangan hasil belajar ditampilkan dalam bentuk grafik. Temuan menunjukan para siswa dapat meningkatkan keterampialan membaca kata baik kata yang dikenal ataupun yang tidak dikenal oleh siswa. Studi ini memberikan informasi bahwa tunagrahita dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan dan perlu dipertimbangkan sebagai salah satu rujukan dalam memandang disabilitas intelektual.
Analisis Asesmen Self Injurious Behavior pada Anak Autis di SLB Negeri 8 Jakarta Chaerani, Marisa; Suprihatin, Suprihatin; Nara, Hartini; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p342-346

Abstract

Self Injurious Behavior (SIB) merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berpotensi melukai diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara rinci terkait frekuensi dan durasi, pola perilaku ABC (Antecedent-Behavior-Consequence) serta fungsi perilaku pada Self Injurious Behavior (SIB) yang dimiliki oleh peserta didik dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di SLB Negeri 8 Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis self Injury yang ditemukan, yaitu memukul kepala sebagai perilaku utama, kemudian diikuti dengan menggigit tangan serta ruminasi dan muntah pada saat sesi makan bersama. Sementara fungsi perilaku yang dominan, yaitu berupa perhatian (attention), stimulasi sensorik (sensory) dan terhindar dari instruksi maupun tugas (escape), sedangkan mendapatkan sesuatu (tangible) menjadi fungsi perilaku dengan pengaruh yang relatif rendah. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan program intervensi yang komprehensif berupa modifikasi antecedent, pengajaran perilaku alternatif dan manajemen consequences yang cermat untuk menghindari penguatan terhadap Self Injurious Behavior (SIB).