Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengukuran Volume Overburden Menggunakan UAV di Pit 3HWE PT Indominco Mandiri: Measuring Overburden Volume Using UAV at Pit 3HWE PT Indominco Mandiri Sendana, Aprianto Aris; Magdalena, Henny; Devy, Shalaho Dina; Trides, Tommy; Respati, Lucia Litha
MINERAL Vol 10 No 1 (2025): MINERAL
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/vjs1rh30

Abstract

This study aims to measure the overburden volume at Pit 3HWE, PT. Indominco Mandiri using Unmanned Aerial Vehicle (UAV) technology. The use of UAV for volume measurement offers a more efficient and accurate alternative compared to conventional methods. In this research, aerial images were captured using a UAV and processed with photogrammetry software to generate a digital surface model (DSM) and 3D maps. The overburden volume calculations were analyzed and compared with manual measurement data as a reference. The results indicate that UAV usage provides accurate results with higher time efficiency, making it a viable method for mining operations. Factors affecting the measurement results, such as weather conditions and image resolution, were also analyzed in this study.
EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT BATUBARA PADA PT. TRUBAINDO COAL MINING, KAMPUNG BUNYUT, KECAMATAN MELAK, KABUPATEN KUTAI BARAT, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Yeriko, Kamril; Nugroho, Windhu; Magdalena, Henny; Jovensius Pontus, Albertus; Trides, Tommy
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat beberapa titik yang memiliki masalah atau masih belum ideal dan memenuhi standar yaitu pada lebar jalan lurus km 10+000 dari segmen C-D sampai segmen U-V masih belum ideal dan pada km 44+000 jalan lurus semua segmen masih belum ideal. Untuk cross slope sendiri pada km 10+000 hanya beberapa segmen yang masih belum memenuhi standar yaitu pada segmen G-H, K-L, L-M, T-U dan U-V. Dan untuk cross slope km 44+000 semua segmen masih belum ideal. Pada lebar jalan berbelok dan superelevasi tikungan 1 km 23+000 dan tikungan 2 km 42+000 semuanya masih belum ideal. Jari-jari tikungan pada tikungan 1 km 23+000 dan tikungan 2 km 42+000 semunya sudah memenuhi standar. Grade jalan pada km 42+000 masih belum memenuhi standar dari PT. Trubaindo Coal Mining. Setelah dilakukan perhitungan berdasarkan standar AASHTO dan mempertimbangkan alat terbesar yaitu Volvo FMX 480 maka didapat nilai lebar jalan ideal untuk jalan lurus adalah 18 m, untuk jalan berelok adalah 25 m, untuk jari ‒ jari tikungan adalah 135 m, untuk cross slope adalah 0,36 m, untuk superelevasi adalah 1,5 m dan untuk grade jalan berdasarkan standar dari PT. Trubaindo Coal Mining adalah 6 %.
Studi Kestabilan Lereng Highwall Berdasarkan Metode Kesetimbangan Batas Di Cv Gudang Hitam Prima Kecamatan Sanga Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara Wahyu Garini, Andini Dwi; Trides, Tommy; Hasan, Harjuni; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontus, Albertus
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i2.63

Abstract

Aktivitas penambangan yang berhubungan dengan penggalian pada lereng akan menghasilkan potensi bahaya, terutama pergerakan material dalam bentuk longsoran sehingga diperlukan mengetahui kondisi kestabilan lereng. Terdapat berbagai metode untuk menganalisis kestabilan lereng, salah satunya dengan metode kesetimbangan batas menggunakan metode Morgenstern-Price yang didasarkan pada nilai faktor keamanan (FK). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kestabilan lereng highwall berupa nilai keamanan dan nilai probabilitas kelongsoran, serta dapat mengetahui geometri optimal pada lereng. Metode yang digunakan dalam menentukan faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran yaitu metode kesetimbangan batas Morgenstern-Price dengan kriteria keruntuhan Generalized Hoek-Brown pada kondisi lereng statis dan dinamis. Parameter masukan yang digunakan dalam analisis yaitu bobot isi, nilai kuat tekan (UCS), geological srength index (GSI), disturbance factor (D), konstanta batuan utuh (mi), konstanta mb, konstanta s, dan a, nilai koefisien Hu, serta faktor kegempaan (seismic load). Kondisi lereng lereng highwall pada section C-C’ dan section F-F’ menunjukkan kondisi stabil. Sedangkan pada highwall section D-D’ menunjukkan kondisi kritis di mana nilai FK statis 1,27 dengan PK statis 2,76% dan FK dinamis 1,18 dengan PK dinamis 11,27% sehingga diperlukan perbaikan lereng. Geometri optimal perbaikan lereng highwall yaitu konfigurasi lereng highwall dengan tinggi 90 m dan sudut 34°, ditunjang dengan lereng tunggal dengan tinggi 12 m dan sudut 40°.
Analisis Kestabilan Lereng Penambangan Ex Disposal Cv Gudang Hitam Prima Kecamatan Sanga Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara Shalizam, Shalizam; Trides, Tommy; Juvensius Pontus, Albertus; Oktaviani, Revia; Winarno, Agus
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i2.66

Abstract

Kegiatan penambangan terbuka tidak lepas dari lereng tambang. Lereng tambang tidak lepas dari faktor keamanan. Untuk menentukan faktor keamanan digunakan metode kesetimbangan batas yaitu Morgenstern-Price dengan simulasi Monte-Carlo dengan dua kondisi, yaitu statis dan dinamis. Dari 3 section yang telah di analisis didapatkan 2 section yang tidak aman, yaitu pada section A-A’ dengan nilai FK pada kondisi statis untuk lereng utara sebesar 0,599 dengan PK 83,1% dan dalam kondisi dinamis FK sebesar 0,360 dengan nilai PK 93,1%, lereng selatan dengan nilai FK dalam kondisi statis sebesar 1,29 dengan PK 35,4% dan kondisi dinamis FK 0,662 dengan PK 76,5%. Section E-E’ pada lereng sisi utara didapatkan FK kondisi statis 1,3 dengan nilai PK 12,9% dan dalam kondisi dinamis dengan nilai FK 1,2 dan nilai PK 26,1%. Dari hasil analisis tersebut kemudian dilakukan redesign goemetri lereng agar mendapatkan lereng yang stabil. Hasil redesign geometri setelah dilakukan simulasi, didapatkan geometri lereng overall sisi selatan yang stabil dengan tinggi lereng overall 88 m, sudut overall 40° dengan FK statis 1,8 dengan PK 0,1% dan FK dinamis 1,8 dengan PK 0,0%. dan lereng sisi utara dengan tinggi overall 118 m dengan sudut overall 35° dengan FK statis 1,5 dengan PK 0,4% dan FK dinamis 2,0 dengan PK 0,3%.
Studi Tingkat Slaking Index pada Batulempung Formasi Balikpapan Daerah Samarinda dan Kutai Kartanegara Budi Utama, Yogi; Oktaviani, Revia; Nugroho, Windhu; D. Devy, Shalaho; Trides, Tommy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i9.575

Abstract

Batulempung merupakan batuan dialam yang dalam rekayasa geoteknik seringkali membuat permasalahan. Hal ini berkaitan dengan karakteristik batulempung yang mudah hancur dalam waktu singkat ketika tersingkap ke permukaan dan atau saat berinteraksi dengan air. Karena permasalahan tersebut, batulempung selalu mengalami penurunan durabilitas dari waktu ke waktu. Durabilitas batulempung dapat dihitung dengan menggunakan nilai indeks slaking. Indeks slaking merupakan persentase nilai tingkat daya tahan batuan yang dihitung berdasarkan berat material batuan yang terdegradasi. Slaking sendiri merupakan perilaku batuan yang apabila kontak langsung dengan air dan temperatur sering menyebabkan hancurnya partikel, retakan-retakan serta mengelupasnya lapisan permukaan batuan dalam waktu tertentu. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengamati reaksi pelapukan dan kehancurkan sampel batulempung yang direndam kedalam air. Sampel batulempung akan digolongkan pada masing-masing tingkat kehancuran sesuai dengan tingkatannya yang terbagi kedalam 6 kelas yaitu 0-5% very low, 5-10% low, 10-25% medium, 25-50% high, 50-75% very high, dan 75-100% extremely high. Dari hasil pengujian 12 sampel batulempung, diperoleh nilai indeks slaking dengan rentang nilai paling rendah sebesar 84,77% pada sampel JW CS2 dan paling tinggi sebesar 100% untuk sampel LD CS1 – LD CS3 dan BK CS1 – BK CS3. Dengan rentang nilai persentase indeks slaking seperti itu, sampel pengujian termasuk kedalam kelas 6 dengan klasifikasi indeks slaking extremely high yang berarti sampel batuan yang diuji mengalami tingkat disintegrasi atau kehancuran yang tinggi akibat proses perendaman air dan pengeringan.
Perilaku Slaking Statik dan Plastisitas pada Batulempung Formasi Pulaubalang (Slaking and Plasticity Behavior In Claystone In Pulaubalang Formation) W. S. Gumilang, W. S. Gumilang; Oktaviani, Revia; Nugroho, Windhu; D. Devy, Shalaho; Trides, Tommy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i9.702

Abstract

Slaking merupakan interaksi batulempung dengan udara bebas dan cuaca yang dapat menyebabkan batulempung untuk mengalami penurunan durabilitas dan ketahanannya seiring waktu. Batulempung juga memiliki sifat elastis dan plastis, dan hal ini menyebabkan ia memiliki batas-batas pada keadaan elastis maupun plastis sebelum hancur dan menjadi tanah lepas. Untuk itu, perilaku slaking statik dan plastisitas yang dimiliki batulempung dapat berpengaruh terhadap tingkat ketahanan dari batulempung tersebut. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perilaku slaking statik dengan indeks plastisitas pada sampel batulempung di Kota Samarinda pada Formasi Pulaubalang. Dari hasil uji Indeks Plastisitas, Tingkat plastisitas pada sampel batulempung berada pada kategori plastisitas rendah dengan nilai Indeks Plastisitas terendah 5,84 sampai dengan kategori plastisitas sedang dengan nilai Indeks Plastisitas tertinggi 14,91. Daya slaking statik yang pada batulempung berada pada kategori tinggi sampai dengan ekstrim tinggi dengan nilai indeks 41,47% sampai dengan 70,22%, dan jumlah siklus berada pada dua sampai empat siklus. Antara indeks plastisitas dan indeks slaking statik menunjukkan tingkat korelasi yang lemah dengan angka koefisien korelasi 0,282 dengan arah positif, namun nilai R Tabel 0,666 lebih tinggidari nilai R Hitung menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel Indeks Plastisitas dengan nilai daya slaking statis pada batulempung. Hasil analisis model regresi linear sederhana yang dilakukan adalah didapatkan nilai Koefisien determinasi sebesar 0,0795, yang artinya 7,95% variasi indeks slaking statik yang dapat dijelaskan oleh faktor plastisitas, dan sisanya ditentukan oleh faktor lainnya.
Analisis Hubungan Nilai Drilling Rate Index Dengan Point Load Index Pada Batuan Formasi Balikpapan Dan Formasi Pulaubalang Gunawan Manullang, Ronal Edi; Trides, Tommy; Litha Respati, Lucia; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontus, Albertus
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 8 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i8.906

Abstract

Drilling rate index (DRI) merupakan ukuran dari kemudahan atau kesusahan dari pengeboran batuan, nilai DRI merupakan hasil kombinasi dari dua test yaitu brittleness test (S20) dan SJ value. Drilling rate index juga merupakan satuan yang sering digunakan untuk memprediksi kemampuan pengeboran dalam pembuatan suatu terowongan dan pengeboran pada proyek pertambangan. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengujian dan perhitungan yang telah dilakukan, didapatkan nilai S20 dan SJ Value sehingga didapatkan nilai DRI nya, setelah didapatkan nilai DRI nya kemudian dilakukan analisis dengan nilai Point load index (PLI) kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi R2 pada setiap sampel. Pada sampel batupasir formasi Balikpapan diperoleh nilai R2 sebesar 0.0149 dan pada sampel batupasir formasi Pulaubalang diperoleh nilai R2 sebesar 0.1776, pada sampel batulempung formasi Balikpapan diperoleh nilai R2 sebesar 0.2789 dan pada sampel batulempung formasi Pulaubalang diperoleh nilai R2 sebesar 0.2223. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai PLI tidak berpengaruh besar terhadap nilai DRI nya
Evaluasi Kinerja Unit Limestone Crusher VI Untuk Pencapaian Target Produksi Batugamping Pada Tambang Bukit Karang Putih Anggraini, Agnes; Nugroho, Windhu; Sakdillah, Sakdillah; Trides, Tommy; Litha Respati, Lucia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 12 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i12.1007

Abstract

Semen Padang merupakan salah satu perusahan pertambangan batugamping yang terletak di Bukit Karang Putih, sekitaran Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Provinsi Sumatera Barat dan melakukan pengolahan batugamping dengan proses pengecilan ukuran material menggunakan unit peremuk berupa hammer crusher. Dilakukannya pengamatan terhadap unit peremuk batugamping untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang terjadi selama proses produksi, sehingga didapatkan upaya untuk meningkatkan produktivitas dari unit peremuk tersebut. Hambatan-hambatan yang terjadi selama proses produksi berlangsung berupa kerusakan pada feeder, wobbler, crusher, dedusting, belt conveyor, dan electric. Oleh sebab itu perlu dilakukan perawatan dan pemantauan secara rutin terhadap alat sehingga kerusakan dapat diminimalisir. Target Produksi pada unit peremuk batugamping sebesar 1800 ton/jam, dan produktivitas unit peremuk pada bulan januari sebesar 1800 ton/jam dan pada bulan februari sebesar 1800 ton/jam. Setelah dilakukan pengamatan diperoleh produktivitas aktual unit peremuk pada bulan januari sebesar 1505,66 ton/jam dan pada bulan februari sebesar 1608,68 ton/jam.
Penentuan Faktor Keamanan Lereng Simpang Pasir di Kecamatan Palaran Dengan Metode Limit Equilibrium Yufita, Zaenul; Oktaviani, Revia; Hasan, Harjuni; Trides, Tommy; winarno, Agus
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v4i1.1127

Abstract

Kemantapan (stabilitas) lereng merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam pekerjaan yang berhubungan dengan penggalian dan penimbunan tanah, batuan dan bahan galian, karena menyangkut persoalan keselamatan manusia (pekerja), keamanan peralatan serta kelancaran produksi. Tujuan penelitian yang dilakukan ini adalah ntuk mengetahui nilai kekuatan batuan lereng. Untuk mengetahui nilai faktor keamanan lereng. Metode yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng adalah metode kesetimbangan batas (limit equilibrium). Analisis kestabilan lereng yang didasarkan pada konsep analisis kesetimbangan batas, yaitu dengan menghitung kesetimbangan statik dan mengabaikan adanya tegangan-regangan pada lereng. Dari Hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk sifat fisik batuan didapatkan nilai bobot isi asli rata-rata yaitu 1.67 gr/cc. Untuk pengujian sifat mekanik didapatkan nilai kekuatan batuan yaitu 3.778 MPa. Nilai GSI yang diperoleh yaitu 63. Untuk Kriteria Keruntuhan Hoek-Brown didapatkan nilai mb yaitu 4.534, nilai s yaitu 0.016, dan nilai a yaitu 0.5. Analisis Faktor keamanan lereng dilakukan pada 3 section yaitu A-A’, B-B’ dan C-C, untuk nilai FK statis berturut-turut yaitu 5.218, 4.3 dan 4.674. Nilai FK statis pada kondisi jenuh berturut-turut yaitu 3.08, 1.858, dan 3.143. Untuk nilai FK dinamis beturut-turut yaitu 3.021, 2.185, dan2.677. Nilai FK dinamis pada kondisi jenuh berturut-turut yaitu 0.97, 0.467, dan 0.96. Nilai faktor keamanan lereng dinamis pada kondisi jenuh termasuk tidak aman. Sehingga diberikan rekomendasi geometri lereng yaitu tinggi bemch 5 m, lebar berm 3 m dengan kemiringan 45°.
Studi Pencampuran Batubara Beda Kualitas Untuk Memenuhi Permintaan Konsumen Pt. Multi Harapan Utama Riyan Pradika, Muhamad; Winarno, Agus; Trides, Tommy; Nugroh, Windhu; Juvensius Pontus, Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i8.500

Abstract

Multi Harapan Utama adalah salah satu perusahaan yang melakukan kegiatan blending batubara guna memenuhi permintaan konsumen, agar batubara yang dikirim sesuai dengan permintaan konsumen. Karena PT. Multi Harapan utama memiliki banyak lapisan (multi seam) sehingga kualitas batubaranya berbeda-beda, untuk itu perlu dilakukan sistem pencampuran yang terencana melalui presentase atas proporsi yang tepat agar dapat menghasilkan produk batubara yang sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk mendapatkan hasil kuantitas masing-masing produk batubara dalam perencanaan blending, penulis menggunakan metode pemrograman linear dengan fitur solver yang ada di microsoft excel. Adapun rumus blending yang digunakan adalah menggunakan rumus Weighting Factor untuk mendapat hasil kualitas ketersediaan batubara pada masing-masing port dan hasil akhir blending. Untuk mengetahui ketidaksesuaian peneliti melakukan analisa data rencana dan aktual dan analisa kelapangan. Hasil penelitian didapatkan hasil akhir rencana untuk permintaan konsumen dari pemrograman linear pada solver yaitu, 71.800 ton dengan kualitas TS 0,78 % (ad) dan CV 5580 kcal/kg (ar). Untuk hasil aktual yaitu, 71.864 ton dengan kualitas TS 0,72 % (ad) dan CV 5503 kcal/kg (ar). Hasil dari analisa ketidaksesuaian kualitas batubara yaitu terdapatnya genangan air di ROM yang mengakibatkan kenaikan total moisture, terbawa nya material kedalam feeder yang mengakibatkan kenaikan ash, ketidaksengajaan tercampurnya produk lain di ROM yang mengakibatkan ketidaksesuaian terhadap kualiatas (TM, Ash, TS dan CV), dan kenaikan TM yang berpengaruh terhadap nilai kalori.