Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Dampak Dukungan Sosial dan Kesepian Terhadap Kualitas Hidup: Studi pada Lansia di Kota Makassar Daud, Muh.; Siswanti, Dian Novita
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dukungan sosial dan kesepian terhadap kualitas hidup pada lansia di kota Makassar. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah convinance sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang diberikan secara online via google formulir. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif dengan melakaukan analisis korelasi antara variabel yang diminati menggunakan metode korelasi Spearman-Rho seerta menguji hipotesis yang diajukan, peneliti menggunakan pemodelan mediasi dengan menggunakan menggunakan  bantuan software Jamovi 2.3.21. Jumlah partisipan 200 lansia di kota Makassar, laki-laki 67 (33,5%) dan perempuan 133 (66,5%), dan berasal dari berbagai suku yang berbeda, seperti Bugis (59; 29,5%), Makassar (60; 30,0%), Mandar (47; 23,5%), dan Toraja (34; 17,0%). Usia (M = 60,7; SD = 6,35). Analisis statistik deskriptif dan korelasi dengan skor rata-rata dukungan sosial sebesar 3,44, kesepian sebesar 3,08, dan kualitas hidup sebesar 3,33. Secara keseluruhan, statistik deskriptif menunjukkan bahwa lansia memiliki self-efficacay dukunagn sosial, kesepian, dan kualitas hidup yang lebih tinggi dari rata-rata. Analisis korelasi Spearman-Rho menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan positif dengan kualitas hidup (r = 0,269, p < 0,001) dan berhubungan negatif dengan kesepian (r = -0,296, p < 0,001). Sementara itu, kesepian juga berhubungan negatif dengan kualitas hidup (r = -0,286, p < 0,001). Selain itu, terdapat efek langsung dan tidak langsung dukungan sosial terhadap kualitas hidup yang dimediasi oleh kesepian. Penelitian di masa depan tentunya harus memeriksa keragaman yang lebih besar di antara individu, dengan melibatkan status kebudayaan yang lebih luas (diluar pulau Sulawesi), sehingga menghasilkan generalisasi yang lebih baik dari setiap temuannya.  Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kesepian, Kualitas Hidup, Lansia 
Kekerasan Seksual Di Perguruan Tinggi Dalam Perspektif Sosio-Yuridis Umar, Firman; Siswanti, Dian Novita; Heri, Ririn Nurfaathirany; Gani, Andika Wahyudi
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi terus mengalami peningkatan dan dalam kondisi yang memprihatinkan sehingga dibuat regulasi yang mengatur secara khusus hal tersebut. Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi hadir karena Semakin meningkatnya kekerasan seksual yang terjadi pada ranah komunitas termasuk perguruan tinggi secara langsung atau tidak langsung akan berdampak pada kurang optimalnya penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan menurunkan kualitas pendidikan tinggi. Penelitian ini bersifat Normatif yang berlokasi di Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan model/metode deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan dan mendeskripsikan data yang diperoleh dengan bentuk presentase. Tekhnik pengumpulan data yang di gunakan adalah studi pustaka. Sedangkan tekhnik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, yaitu menganalisis dan penafsiran data faktual dalam kaitannya dengan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Kekerasan seksual meliputi pemerkosaan, perbuatan cabul, hukuman yang bernuasa seksual, yang dimana memiliki dampak yang merusak bagi korban, termasuk psikologis, emosional dan fisik. Oleh karena itu, untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung, pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi menjadi sangat penting. Dalam hal ini, Kekerasan seksual terjadi karena kondisi, lingkungan dan relasi kuasa. Kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk kekerasan yang merusak, melibatkan tindakan yang melanggar batasan pribadi, seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, atau eksploitasi seksual. Dampak buruknya antara lain trauma fisik, emosional, dan psikologis terhadap korban. Mengatasi permasalahan kekerasan seksual memerlukan pemahaman yang   mendalam   dan upaya kolaboratif dari berbagai sektor. Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Relasi Kuasa.