Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Poc Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Yonny Arita Taher; Syamsuwirman; Reforkat Duha
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/xwtxrb54

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) limbah tahu cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) telah dilaksanakan di Kelurahan Korong Gadang, kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, dari bulan Februari 2020 sampai dengan Mei 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kosentrasi pupuk organik cair (POC) limbah cair tahu yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.)”. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 kelompok, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Satu satuan percobaan merupakan plot berukuran 1,8 x 1,2 m. Setiap satuan percobaan terdiri dari 12 tanaman dengan jarak tanam 30 x 60 cm, sehingga terdapat 288 tanaman. Dari setiap satuan percobaan diambil 5 tanaman sebagai tanaman sampel untuk pengamatan. Data hasil pengamatan yang diperoleh, dianalisis secara statistik dengan sidik Ragam (uji F). Jika F hitung ˃ F tabel, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5 %. Sebagai perlakuan yaitu: A = kontrol, B = Pupuk Organik Cair Limbah Tahu (6 ml/liter air = 0,6 %), C = Pupuk Organik Cair Limbah Tahu (12 ml/liter air = 1,2 %), D = Pupuk Organik Cair Limbah Tahu (18 ml/liter air = 1,8 %), E = Pupuk Organik Cair Limbah Tahu (24 ml/liter air = 2,4 %), F = Pupuk Organik Cair Limbah Tahu (30 ml/liter air = 3,0 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan beberapa kosentrasi pupuk organik cair (POC) limbah cair tahu tidak berbeda nyata terhadap semua parameter pengamatan. Dari perlakuan disarankan menggunakan POC limbah cair tahu pada tanaman jagung, dengan kosentrasi yang lebih tinggi
Uji Dosis Bokashi Kirinyuh (Chromolaena odorata) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) Siska Melsky Adlin; Syamsuwirman; Yonny Arita Taher
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/gd295r95

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada bulan Maret hingga Juni 2023. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh dan dosis bokashi kirinyuh yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terong ungu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 blok, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah beberapa dosis bokashi kirinyuh dengan uraian sebagai berikut: A = 0 g/tanaman, B = 200 g/tanaman, C = 400 g/tanaman, D = 600 g/tanaman, E = 800 g/tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (uji F), apabila F-hitung > F-tabel maka untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Uji dosis bokashi kirinyuh memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, panjang buah, diameter buah, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman, kemudian memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap jumlah bunga dan berat buah per petak, serta memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap umur berbunga dan umur panen. Perlakuan D (600 g/tanaman) memiliki kecenderungan berproduksi lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Disarankan untuk menggunakan bokashi kirinyuh dengan dosis 600 g/tanaman untuk mendapatkan produksi terong yang optimal.
Uji Dosis Poc Hijauan Tanaman Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Ningsih; Arita Taher, Yonny; Meriati
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/r714ns50

Abstract

Penelitian berjudul pemberian POC hijauan tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Phaseolus radiatus L) telah dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Ekasakti Padang, Pelaksanaan dari Desember 2022 sampai Februari 2023. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dosis POC hijauan tanaman terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Penelitian dalam bentuk percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 Perlakuan 5 Kelompok, sehingga berjumlah 25 satuan percobaan. Satuan percobaan terdiri dari 4 tanaman, sehingga seluruhnya 100 tanaman semua tanaman diamati. Perlakuan yang diberikan adalah beberapa dosis POC hijauan tanaman yaitu: A = 0 mℓ/tan.; B = 25 mℓ/ tan; C = 50 mℓ/ tan; D = 75 mℓ/ tan; E = 100 mℓ/ tan.  Data-data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan uji F dan bila berbeda nyata, pengujian dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa dosis POC hijauan tanaman tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang primer, umur panen pertama, jumlah polong per tanaman, dan berat 100 biji. Pemberian beberapa POC hijauan tanaman belum di dapatkan dosis yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasilkacang hijau (Phaseolus radiatus L). Disarankan untuk melakukan penelitian lanjut, dengan tanpa pemberian pupuk organik kompos jerami.
Dampak Pemberian  Bokashi Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Manao, Ifan Kristian; Yulfi Desi; Taher, Yonny Arita
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/yn1fnc31

Abstract

Penelitian tentang Pengaruh Dosis Bokashi Jerami Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.), telah dilaksanakan di daerah Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Dari bulan Februari sampai dengan Juni 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis bokashi jerami yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 25 tanaman, sehingga total terdapat 750 tanaman. Tanaman sampel dalam pengamatan ditetapkan 5 tanaman dalam satu petak. Perlakuan yang diberikan adalah beberapa dosis bokashi, yaitu: A = 0 t.ha-1 (tanpa bokashi jerami); B = 4 t.ha-1; C = 8 t.ha-1; D = 12 t.ha-1; E = 16 t.ha-1; F = 20 t.ha-1. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan sidik ragam (uji F) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan's New Multiple Range Test (DMNRT). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian bokashi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, dan pengaruhnya tidak berbeda nyata pada pengamatan umur berbunga, jumlah polong per tanaman, jumlah cabang primer per tanaman, persentase polong bernas per tanaman, bobot 100 biji saat panen kering dan bobot biji per petak saat panen kering.
PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DENGANTANAMAN PEKARANGAN “KUJARAI” DI LUBUK PANDAN Syamsuwirman; Yonny Arita Taher; Herda Gusvita
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2020): (EJPP) Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2020 - April 2021)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v1i1.210

Abstract

Nagari Lubuk Pandanis an agricultural area tha has the potential for hay. This potential hasnot been exploited by farmers, even though hay can provide nutrients and soil organic matter.The farmers’ problem is the lack of access to production facilities such as in-organicfertilizers. Based on this problem, there has been activity that help farmers produce organicfertilizers and apply it to their home gardens, which can increase their income. The aim of theactivity in general is to increase farmers' income by producing organic fertilizers used for“kujarai” crops (turmeric, ginger, lemongrass). The activity is planned to be carried out byKKN students after the proposal is accepted by the Ministry of Research and Technology,dated January 28, 2020. However, due to the Covid-19 pandemic that occurred in 2020, thereis a ban on gathering which also has an impact on changing the KKN system. Therefore,students carry out activities around their home or origin. Furthermor, the activity wasexpanded from Nagari Lubuk Pandan to Padang Pariaman District. The technicalimplementation, first, record data on students who live in Padang Pariaman Regency, with 30students who carry out the activity. Each student fostered and planted "Kujarai" in the yard of10 families. From the activities that have been carried out, it is estimated that each farmerwill get an increase in income in the next 6-7 month. The target for this activity is thatfarmers are able to make organic fertilizer from agricultural waste and apply it to crops,maximizingtheir yards to increase community income.
STRATEGI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING: STUDI KASUS, PENDAMPINGAN AKSI CEGAH STUNTING DI KELURAHAN RAWANG Januardi; Fitriati; Yonny Arita Taher; Asnawilis; Silvia Millenia Afrila; Jefri Gusnedi; Finicho Yulandra; Supriadi
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2024): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (Mei 2024 - Oktober 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

From the result of the survey that we onduted and the data House Of KB Bukit Karan village loated in Rawang village, south Padang district, we found a health problem for hildren under the age five years (toddlers), namely the number of children who still economic factors, factors of law education levels that make human resaues law, the method in this study is qualitative and the implemention of activities with a learning approach in the from of training. The result of the training process are, first, to produk an Kampung KB Bukit Karan, Rawang Village, South Padang District, Seond, to increase public Kampung KB Bukit Karab, Rawang Village, South Padang.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN PEKARANGAN DENGAN PUPUK ORGANIK DARI SAMPAH RUMAH TANGGA Murnita, Murnita; Gusriati, Gusriati; Arita Taher, Yonny
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3191-3197

Abstract

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dapat menyelesaikan salah satu permasalahan pada masa Covid-19 saat ini di Majelis Taklim Surau Al-Ikhlas, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, melalui peningkatan produktivitas lahan pekarangan dengan pemanfaatan pupuk organik dari sampah rumah tangga. Kegiatan PKM ini bermaksud untuk: (1) Mendorong keinginan petani untuk menciptakan pupuk organik dari sampah rumah tangga, (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu majelis taklim tentang produksi pupuk organik bersumber sampah rumah tangga  dan  (3) Meningkatkan produktivitas lahan pekarangan. Metode pelaksanaan kegiatan PKM yakni: penyuluhan, praktik, monitoring, evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan PKM dapat disimpulkan bahwa: (1) Kegiatan PKM terlaksana dengan baik dan Majelis Taklim Surau Al-Ikhlas intens untuk ikut pelatihan serta memegang berkomitmen untuk meneruskan  kegiatan memproduksi pupuk organik dari sampah rumah tangga, (2) Pengetahuan majelis taklim meningkat perihal pengertian, keunggulan, kelemahan, serta fungsi dari pupuk organik, cekatan dalam membuat  dan mempergunakan pupuk organik  dari sampah rumah tangga ≥ 76%, dan (3) Produktivitas lahan pekarangan meningkat karena majelis taklim memakai pupuk organik berasal sampah rumah tangga untuk budidaya tanaman sayuran secara vertikultur.
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI SUMBER GIZI DAN EKONOMI RUMAH TANGGA DI MASA PANDEMI COVID-19 DI MAJELIS TAKLIM SURAU AL-IKHLAS KELURAHAN ANDURING Murnita, Murnita; Gusriati, Gusriati; Arita Taher, Yonny
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3471-3478

Abstract

Di Indonesia, ketahanan pangan akan menjadi permasalahan pokok karena pertambahan jumlah penduduk yang semakin besar. Salah satu upaya membangun ketahanan pangan keluarga adalah dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada seperti pemanfaatan lahan pekarangan. Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah: (1) Transfer ilmu pengetahuan tentang pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman sayuran dengan sumber pupuk berasal dari sampah rumah tangga, (2) Memberikan informasi adanya keterkaitan antara konsumsi sayuran dengan gizi dan  imun tubuh, (3) Memberikan motivasi, pengetahuan, dan keterampilan teknik budidaya tanaman sayuran menggunakan pupuk organik dari sampah rumah tangga di pekarangan (4) Meningkatkan  keterampilan dalam pengolahan sayur bayam menjadi produk yang memiliki nilai tambah (keripik bayam krispy), dan (5) Memberikan pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran, konsultasi gizi dan aneka olahan sayuran. Metode yang digunakan adalah: penyuluhan, pelatihan/praktek, pendampingan, dan monitoring. Selanjutnya dilakukan evaluasi dan tindak lanjut. Hasil dari PKM yaitu: (1) Sudah terlaksana  transfer ilmu  pengetahuan kepada mitra tentang pemanfaatan lahan pekarangan, budidaya  tanaman sayuran secara vertikultur, pembuatan pupuk dari sampah rumah tangga, serta pembuatan keripik bayam krispy  (≥ 71%), (2) Transfer  ilmu pengetahuan /informasi keterkaitan konsumsi sayuran, gizi dan imun tubuh, (3) Mitra termotivasi dalam melakukan  budidaya tanaman sayuran  secara vertikultur berkelanjutan (100%), (4) Mitra melakukan praktek pembuatan keripik bayam krispy (76%), dan (5) Pendampingan  oleh tim terhadap mitra dalam pelaksanaan program PKM.