Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MODERNISASI MARFIYANTI MARFIYANTI; Hilma Nafsiyanti
Mau'izhah Vol 9 No 2 (2019): Volume IX No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.479 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i2.32

Abstract

Pendidikan Islam merupakan hal perlu dicermati secara terus menerus sesuai dengan kemajuan zaman agar terpantaunya materi dari pendidikan islam itu bisa menemukan jalan keluar atas masalah-masalah yang muncul, dari berbagai permasalahan yang ada tentunya akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelaran pendidikan islam itu sendiri. Namun dalam kenyataanya seorang pendidik, memerlukan inovasi-inovasi untuk mengembangkan pendidikan islam itu sendiri, agar setiap tindakan yang akan diperbuat harus menyesuaikan dengan keadaan yang sedang dihadapi, terutama sekali masalah modernisasi. Kemajuan zaman akan sangat membutuhkan kekuatan ekstra dalam mengembangkan pendidikan islam, baik dari segi keimanan dan keilmuan untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama, kebutuhan pendidikan, tidak rahasia lagi, pendidikan islam merupakan pendidikan yang sangat menjadi sorotan untuk terus melakuakan perbaikan dan peningkatan agar tidak tergilas dan tertingggal oleh kemajuan zaman, pendidikan islam akan mampu bersaing di tengah kuatnya harus modernisasi, dan mengibarkan bendera keberhasilam dalam menggembleng anak bang menuju generi cerdas dan mampu menhadapi tantangan zaman.
PESANTREN DAN PEMBAHARUAN ARAH DAN IMPLIKASI Marfiyanti Marfiyanti; Zulmuqim Zulmuqim; Duski Samad
Mau'izhah Vol 11 No 2 (2021): Volume XI No. 2 Juli - Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.334 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i2.67

Abstract

Dalam sejarah pendidikan Islam Istilah pesantrenpertamakalinya muncul di Jawa, sedangkan pembelajaranyang sama juga telah ada di beberapa wilayah Indonesia,namun berbeda sebutan dan model pembelajaranya, sepertiyang ada di Aceh disana ada namanya Dayah, di SumateraBarat ada namanya istilah Surau. Namun dalamperkembangan sejarah, berangsur-angsur istilah ini akan dipengaruhi, maka istilah pesantren bisa terkenal di seluruhwilayah Indonesia, tidak terkecuali di Sumatera Barat, Istialahsurau berganti menjadi Pesantren, yang mana pada decadesebelumnya bernama surau, kemudian beralih kepadamadrasyah, dan perguruan tarbiyah Islamiah, dan terusmengalami perkembangan dan banyak dari lembaga tersebutmengalami transformasi ke pesantren.Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islamtertua di Indonesia yang memiliki hubungan fungsionalsimbiotik dengan ajaran Islam. Nilai-nilai Islam yang dianutdan kemudian disebarkan oleh pesantren akhirnya menjadibagian intrinsik dari budaya masyarakat Islam Indonesia.Dalam konteks ini, pesantren sangatlah menjadi pilihan utama dalam mengembangkan nilai-nilai Islam dan mengembangkantoleransi dengan budaya Indonesia. Ketika semua kekuatanyang dipunyai oleh pesantren ini mampu dikelola dengan baikmaka, pesantren akan menjadi kekuatan besar dan pusatperadaban muslim di Indonesia.Dengan demikian keberadaan Kiyai tentunyaperlu disinisebagai unsure pertama dalam sebuah pondok pesantrendengan demikian bisa memunculkan kekhasan tersendiri dalammelaksanakan pendidikan Islam. Yang kedua Santri,merupakan unsur penting dalam pesantren melihat kuantitasdan kualitas dari santri juga sebagi penentu maju danbermutunya pendidikan Islam, yang ketiga adalah Mesjid;merupakan sarana dalam melaksanakan ibadah dan praktekmateri keagamaan tentunya butuh tempat khusus dan sesuaidengan situasi dan kondisi masing-masing, jika yang demikianitu menentukan akan tingkatan dan status dari pesantren itusendiri dari mulai bentuk Mesjid yang sangat sederhanasampai kepada Mesjid yang Elit, yang keempat adalahMadrasyah hal ini merupaka sarana dan prasarana untukterselengaranya proses belajar mengajar, kelima adalah;Asrama atau pemondokan, yang dijadikan tempat berdiam,maka lima unsur ini wajib adanya
KINERJA KEPALA SEKOLAH PADA TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN SAAT INI MARFIYANTI MARFIYANTI
Mau'izhah Vol 8 No 2 (2018): Volume VIII No. 2 Juli - Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.658 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v8i2.11

Abstract

Kinerja kepala sekolah untuk saat sekarang ini sangatlah berat dan penuh tantangan, ini terlihat dari perubahan undang-undang, dan juga perubahan kurikulum yang selalu berganti, hal ini dalam merealisasikannya disekolah terkadang akan mendapat hambatan ketika tidak ditangani secara bijak sana dan ilmu yang tepat sasaran. Dilihat dilapangan kepala sekolah sering menjadi bulanan-bulanan masyarakat dan guru disekolah kerena tidak menjlankan tugas dengan baik dan benar, bahkan ada juga yang jalan sendiri-sendiri, kalau ini yang terjadi tentunya akan berdampak kepada hasil belajar siswa, tidak ada kerjasama dan saling menhgingatkan. Perubahan terbaru harus tentang kebijakan, mengenai guru sertifikasi, local dikurangi, sementara yang srtifikasi bertambah, otomatis akan menimbulkan konflik di sekolah. Pesertadidik harus menanggung akibatnya, seperti : sedah menemukan tempat yang nyaman, tiba-tiba harus pindah local, dan harus menyesuaikan diri kembali. Dengan adanya memahami kinerja kepala sekolah dan tugas-tugas yang wajib dilaksanakan, diharapkan bisa meminimalkan masalah-masalah disekolah, baik dengan pihak dinas tidak bermasalah, dengan guru kompak, dan peserta didik belajar dengan bersemangat serta kelulusan peserta didik memuaskan dan diterima diperguruan tinggi yang diinginka oleh peserta didik, baik diskala nasional maupun internasional.
INOVASI PENDIDIK PAI DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI KABUPATEN PADANG PARIMAN MARFIYANTI MARFIYANTI; Saparia Fitriani; Lona Maulida
Mau'izhah Vol 10 No 2 (2020): Volume X No. 2 Juli – Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.642 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i2.40

Abstract

Pendidik merupakan orang yang akan melakukan proses pembelajaran kepada peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan merupakan suatu hal cukup pelik, karena ketepatan memilih model akan menjadikan meteri yang akan disampaikan itu sampai secara baik dan peserta didik mampu memahaminya sesara tepat.Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan adalah model pembelajaran advace organizer, di samping banyak model lain yang digunakan untuk menyampaikan materi ajar. Kecendrungan penggunaan model ini merupakan salah satu solusi untuk bisa mengkafer situasi dan kondisi peserta didik, terutama sekali sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga mengharuskan pendidik terus berinovasi untuk menggunakan model pembelajaran, pada kondisi saat ini peserta didik diharapkan lebih aktif dan bisa memahami materi ajar dalam waktu cepat. Untuk mencapai tuntutan kurikulum, agar bisa dilaksanakanya evaluasi hasil belajar sesuai waktu yang tersedia. Jadi model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Seorang guru dituntut dapat memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kognitif, psikomotorik salah satunya dengan menggunkan Model Pembelajaran Advance Organizer. Model pembelajaran Advance Organizer merupakan suatu cara belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajaran, yang artinya setiap pengetahuan mempunyai struktur konsep tertentu yang membentuk kerangka dari sistem pemprosesan informasi yang dikembangkan dalam pengetahuan (ilmu) itu. Bisa dikatakan Advance Organizer adalah membuat rancangan konsep atau prinsip yang umum, tetapi komperehensif dalam aktivitas belajar yang sudah terduga. Sehingga cocok sekali digunakan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakuakn oleh lona maulida di SMA 2 Sungai Limau Kabupaten Padang pariaman, tentang adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran Advace organizer terhadap keterampilan berfikir kritis Pendidikan Agama Islam peserta didik kelas XI IPA dan juga akan berpengaruh positif kepada hasil belajar peserta didik.
KREATIFITAS PENDIDIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN BACA TULIS ALQUR’AN PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA PANDEMI COVID-19 MARFIYANTI MARFIYANTI
Mau'izhah Vol 10 No 1 (2020): Volume X No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.076 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i1.51

Abstract

Strategi pembelajaran membaca Al-Qur’an, pendidikmenggunakan strategi perencanaan meliputi penyusunanperangkat pembelajaran secara baik dengan pemilihanpendekatan, strategi, teknik, metode, media, sumber belajar,evaluasi pembelajaran dan tindak lanjut. Dan juga memunculkansuatu semangat untuk belajar yang saling bersaing antara pesertadidik dengan peserta didik yang lain namun dengan persaingansehat yang nantinya dapat meningkatkan lancar membaca Al-Qur’an, walaupun dalam suasana pandemi Covid-19. Faktorpendukung dalam meningkatkan motivasi belajar membaca Al-Qur’an peserta didik apabila sarana dan prasaranasudahmemandai menjadi faktor utama prosespembelajaran membaca Al-Qur’an sehingga tidak ada kekuranggan ketika peserta didik dalambelajar. Faktor penghambat pada peserta didik kelas VII dalammeningkatkan lancar membaca Al-Qur’an di era Covid -19 yakniRencana Pelaksanaan Pembelajaran tidak sesuai dengan targetwaktu pembelajaran karena terdapat kegiatan sekolah, adanyarapat mendadak, dan libur sekolah sehingga mengurangi alokasiwaktu dalam perencanaan. Keterbatasan ruangan dan tatap mukamenjadikan, proses pembelajaran terhambat. Hal ini perludicarikan jalan keluarnya agar proses pembelajaran tetap berjalandengan sebaik-baiknya. Baca tulis Al-Quran tentunya sangatdibutuhkan oleh peserta didik untuk mendalami materi dalam matapelajaran Pendidikan Agama Islam, yang bersumber kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul SAW. Menjadi pendidik yang kreatif tentunya sangatlah di tuntut pada saat pandemic covi-9, karenapelaksanaan proses pembelajaran menggunakan media sosial,namun secara esensial tidak terlepas dari teori-teori yang sudahada dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini.
KOLABORASI PENDIDIK DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MASA NEW NORMAL COVID-19 DI SMPN 2 SUNGAI LIMAU Marfiyanti Marfiyanti; Hamdi Ibrahim Tanjuang
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mauizhah.v12i1.91

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran disekolah berjalan kurang baik, dikarenakan situasi dan kondisi yang ada sekaran yaitu kondisi musibah covid-19, karna musibah ini telah mempengaruhi selurul aspek kehidupan manusia, seperti Agama, ekonomi, pendidikan dan budaya dan lain-lainya, dalam penelitian ini penulis menemukan dilapangan bahwa di SMPN 2 Sungai Limau banyak dari peserta didik yang mengalami kesulitan belajar sehingga hasil belajarnya kurang bagus, hal ini menjadikan penulis ingin mendalami persoalan ini, agar hasil belajar peserta didik meningkat tentu ada usaha-usaha salah satunya dalam bentuk kolaborasi pendidik dan orang tua.dalam tesis ini akan dibahas: Bentuk kolaboratif pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam peserta didik Pada Era Covid-19 di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Bentuk-bentuk pelaksanaan proses kolaborasi antara pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Output kolaborasi pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada masa pandemic covid-19 di SMPN 2 Sunagi LImau Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan penelitian dalam teiss ini adalah untuk mengetahui bagaimana Bentuk kolaboratif pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam peserta didik Pada Era Covid-19 di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Untuk mengetahui bagaimana Bentuk-bentuk pelaksanaan proses kolaborasi antara pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Untuk mengetahui bagaimana Output kolaborasi pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada masa pandemic covid-19 di SMPN 2 Sunagi LImau Kabupaten Padang Pariaman. Jenis Metodologi dalam penelitian tesis ini adalah lapangan (Fildl Research), metode lapangan yaitu : penelitian yang dilakukan di sebuah lokasi guna memberikan gambaran yang lengkap tentangsuatu keadaan, tepatnya di SMPN2 SungaiLImau, waktu penelitian 3 Bulan, sember data ada dua data primer adalah Pendidik Pendidikan Agama Islam dan peserta didik, sedangkan data sekunder adalah : orang tua dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data ialah dengan Observasi, wawancara dan Dokumentasi.Prosedur analisa data dan dikiri dengan keabsahan data. Hasil penelitian adalah, Bentuk kolaboratif pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam peserta didik Pada Era Covid-19 di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman sudah berjalan dengan baik dengadua bentuk formal dan non formal. Bentuk-bentuk pelaksanaan proses kolaborasi antara pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman telah dilakukan perlu keberlanjutan seperti kunjungan pendidik kerumah peserta didik dan pemangilan orang tua kesekolah dan keterbukaan komunikasi . Output kolaborasi pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada masa pandemic covid-19 di SMPN 2 Sunagi LImau Kabupaten Padang Pariaman ialah: pengawasan waktu oleh pendidik dan orang tua terhadap peserta didik, pengawasan sikap dan juga mendudung terhadap potensi yang dimiliki oleh peserta didik ketika ketiga hal ini dilaksanakan namun belum secara maksimal, kedepanya harapanya kolaborasi ini terus dijaga dan ditingkatkan.
Efektivitas Penerapan Media Gambar dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Patamuan Kabupaten Padang Pariaman Marfiyanti Marfiyanti; Leni Marlinda
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 13 No 1 (2023): Volume XIII No. 1 Januari - Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mau`izhah.v12i2.118

Abstract

Adapun permasalahan yang dalam penelitian ini adalah mengenai efektifitas media gambar, menpembelajaran Pendidikan agama islam yang menggunakan media gambar dapat memberikan perubahan pada proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas, pembelajaran pendidikan. agama islam di SDN 02 Patamuan Kabupaten Padang Pariaman terlihat bahwa Guru Pendidikan Agama Islam telah menggunakan media gambar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, namun masih ada yang belum memperoleh hasil belajar dibawah KKM. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut maka yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu: untuk mengetahui dan menganalisa hasil belajar sebelum mengunakan media gambar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Patamuan Kabupaten Padang Pariaman. untuk mengetahui dan menganalisahasil belajar sesudah menggunakan media gambar dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran, Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman. untuk, mengetahui dan menganalisa ,pengaruh penerapan media gambar terhadap hasil belajar, peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Patamuan Kabupaten Padang Pariaman. Metode penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian Exsperimen dengan menggunakan populasi dan sampel, Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu Guru Pendidikan Agama Islam dan sumber data sekunder yaitu Kepala sekolah SDN 02 Patamuan, guru kelas, serta siswa siswi SDN 02 Patamuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pembelajaran menggunakan media gambar dapat meningkatkan kualitas hasil belajar PAI, hasil temuan penelitian ditemukan bahwa penggunaan media berbasis gambar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu peningkatan dari hasil belajar, proses belajar, minat belajar, dan sikap siswa dalam belajar pendidikan agama Islam.
Model of Religious Education and Moral Development in Special Detention Center for Children Irawan, Feri; Marfiyanti, Marfiyanti; Arif, Armai; Zulherma, Zulherma
Khalifa Journal of Islamic Education Vol 5 No 1 (2021): March
Publisher : Islamic Studies and Development Center (ISDC) Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kjie.v5i1.121

Abstract

The Child Special Detention Center is a place for fostering imprisonment-sentenced children. Children in prison have the right to receive guidance, coaching, supervision, assistance, education and training, and other rights under the provisions of laws and regulations. This study aims to describe how the model of moral development in the Special Detention Center for Children. This study uses a qualitative approach with a case study design approach, including data collection through observation, interviews, and documentation. Data sources were taken from several informants through an in-depth interview process and selected using the purposive sampling technique. The informants were employees and three children at the Child Special Detention Center who were previously involved in the moral education process and activities. The model of moral development for children in the Child Special Detention Center is as follows: i) providing motivation, guiding, and assisting children in practicing their worship. ii) providing a religious understanding through recitations. iii) providing formal and non-formal education, iv) providing lifeskills training. v) provisioning facilities and infrastructure for children's morals development. This research suggests the vital involvement of experts in moral development education at the Child Special Detention Center for Children. Also, this research is fundamental for initial reference to examine moral issues.
Relevansi Penddikan Agama Islam dan Sistem Pendidikan Nasional M. Yusuf, M. Yusuf; Marfiyanti, Marfiyanti; handriadi, handriadi
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 13 No 2 (2023): Volume XIII No. 2 Juli - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam is a religion that is tsumul/perfect, several aspects are stated in it, including the educational aspect, while the foundation of the Indonesian state, Pancasila and the 1945 Constitution, in several articles also states the issue of education, for example in the first principle of Pancasila. This illustrates that there is relevance between the two, especially in Islamic religious education. The aim of this research is to determine the relevance between Islamic Religious Education and National Education Goals. This research examines how the Islamic education system positions and positions the Islamic Education system as a sub-system in the national education system, taking into account various aspects that surround it, as well as the reality of Islamic education/Islamic educational institutions (madrasah/Islamic boarding school) in Indonesia. So it will be seen, the relevance between Islamic Religious Education and the goals of National Education.
Analysis of the Values of Religious Moderation in Indonesian Local Wisdom Culture Sameto, Mayang Belia; Syahminal, Syahminal; Marfiyanti, Marfiyanti; Ahmad, Nurasiah; Yanti, Novia; Bahri, Muhammad Fahreza
International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education Vol 7 No 3 (2024): (July) Theme Education, Sciences, Engineering and Economic
Publisher : Islamic Studies and Development Center in Collaboration With Students' Research Center Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijmurhica.v7i3.231

Abstract

Local wisdom is an integral part of a community's cultural identity, passed down from generation to generation. These values ​​play an important role in maintaining social harmony and strengthening the spirituality and morality of individuals in society. This research aims to analyze the religious and social values ​​of local wisdom culture in Indonesia. Local wisdom is an integral part of a community's cultural identity, passed down from generation to generation. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach. this research examines how these values ​​are manifested in a series of rituals and celebrations of Tabuik, and how they support character and moral education in society. Data collection through observation, interviews with traditional leaders, religious leaders, and cultural actors Tabuik, as well as analysis of related documents. All data was analyzed using the Milles & Huberman interactive thematic analysis model technique. The research results show that culture Tabuik not only commemorates historical events in Islam but also functions as a medium for Islamic education that teaches the values ​​of patience, sacrifice, and brotherhood. Social values ​​such as cooperation and deliberation are also at the core of this cultural practice, strengthening family ties and encouraging active community participation in cultural preservation. This research confirms the importance of culture Tabuik as a culture of local wisdom in maintaining the religious and social identity of society in the modern era.