Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Arang Aktif dari Limbah Padat Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacg.) dalam Formulasi Sediaan Eyebrow Cream Surya, Sara; Kamal, Sefrianita; Putri, Lusia Eka; Hafidz, Legana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14507

Abstract

Merawat tubuh sekarang tidak hanya menjadi kebutuhan kaum wanita saja, akan tetapi hal tersebut sudah menjadi hal yang penting atau primer bagi kaum laki-laki. Limbah yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit salah satunya adalah cangkang sawit. Cangkang sawit ini memiliki senyawa berupa arang aktif yang memiliki banyak manfaat dalam penggunaannya. Eyebrow cream merupakan kosmetik yang memiliki fungsi dapat mempertegas bentuk alis dan mengisi bulu-bulu alis yang kosong. Tujuan penelitian untuk mengetahui arang aktif yang terkandung dalam cangkang sawit dapat di formulasikan menjadi eyebrow cream dan untuk mengetahui perbedaan konsentrasi mempengaruhi warna dalam pembuatan eyebrow cream. Formula dari sediaan eyebrow cream ini yaitu meliputi 1%, 3% dan 7%. Dalam pembuatan eyebrow cream peneliti mengelompokkan bahan menjadi dua. Fase minyak dan fase air yang kemudian dihomogenkan hingga membentuk eyebrow cream. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sediaan eyebrow cream stabil karena tidak adanya perubahan pada uji organoleptik, homogen, memiliki nilai pH 6,3-7,04, nilai viskositas 10798-14277 m.pa.s, nilai daya sebar 5,25-5,55 cm , nilai daya lekat 3,53-4,27 detik, tidak adanya efek iritasi pada kulit dan formula 3 paling disukai. Penelitian ini dapat disimpulkan arang aktif dari cangkang kelapa sawit dapat di formulasi menjadi eyebrow cream dan konsentrasi sebanyak 3% yang paling banyak disukai panelis.
Uji Aktivitas Inhibitor Enzim Xantin Oksidase Ekstrak Etil Asetat Jamur Endofit dari Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Dwinatrana, Khiky; Rustini, Rustini; Putri, Lusia Eka; Afriadi, Bayu; Surya, Sara; Usman, Hendrizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit asam urat atau hiperurisemia sering kali dikaitkan dengan aktivitas enzim xantin oksidase (XO) yang berlebihan, sehingga penghambatan XO menjadi salah satu pendekatan terapi yang potensial. Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan buah tropis dari Asia Tenggara yang dikenal kaya akan metabolit sekunder seperti B-karoten, linoleat. Selain itu, jamur endofit, yang hidup dalam hubungan simbiosis dengan tanaman inangnya, memiliki kemampuan untuk menghasilkan penghambat enzim XO, yang berpotensi lebih kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penghambatan XO dari ekstrak jamur endofit yang ditemukan pada kulit rambutan. Metode yang digunakan adalah uji in-vitro dengan microplate assay dengan enzim xantin oksidase. Xantin digunakan sebagai substrat dan allopurinol digunakan sebagai kontrol positif, sementara ekstrak etil asetat dari jamur endofit kulit rambutan diuji pada berbagai konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dari jamur endofit kulit rambutan memiliki aktivitas penghambatan XO dengan nilai IC50 sebesar 116 dibandingkan dengan allopurinol sebesar 2,57.
Masalah Kesehatan dan Data Dalam Teknologi Blockchain Kamaruddin, Ilham; Kraugusteeliana, Kraugusteeliana; Surya, Sara; Musiana, Musiana; Tawil, Muhamad Risal
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.19719

Abstract

Dalam era digital yang semakin maju, teknologi blockchain telah muncul sebagai salah satu inovasi yang potensial untuk mengubah berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Blockchain adalah sistem terdesentralisasi yang memungkinkan transparansi, keamanan, dan integritas data yang tinggi melalui penggunaan rantai blok yang terdistribusi di berbagai node atau komputer. Dalam artikel ini, kami akan menyelidiki lebih lanjut masalah-masalah kesehatan dan data yang terkait dengan penggunaan teknologi blockchain dalam industri kesehatan. Kami juga akan menjelajahi beberapa solusi yang telah diusulkan dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi tantangan tersebut. Adapun beberapa masalah yang dibahas adalah Pertama, privasi dan keamanan data kesehatan yang dapat ditingkatkan melalui penggunaan teknologi blockchain dalam sektor kesehatan. Kedua, tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mencapai interoperabilitas data antara berbagai platform dan sistem kesehatan dalam konteks penggunaan teknologi blockchain. Ketiga, teknologi blockchain dapat digunakan untuk meningkatkan manajemen riwayat medis pasien dan bagaimana tantangan implementasinya. Keempat, regulasi dan kepatuhan hukum harus diatur untuk memastikan penggunaan yang etis dan aman dari teknologi blockchain dalam kesehatan. Kelima, penggunaan teknologi blockchain dalam sektor kesehatan dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem kesehatan. Desain Penelitian yang digunakan dalam ini adalah Penelitian literatur. Penelitian ini melibatkan tinjauan, evaluasi, dan sintesis kritis terhadap literatur yang relevan dengan topik penelitian.
Penyuluhan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dalam Upaya Deteksi Dini Hipertensi Pada Masyarakat Dunggio, Abdul Rivai Saleh; Mahyuvi, Tata; Kurniawan, Hendra Dwi; Azizah, Fara Khansa; Surya, Sara; Wijayanti, Azmi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.912

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease (NCD) whose prevalence continues to increase in Indonesia and is a major risk factor for heart disease, stroke, and kidney failure. Lack of public knowledge about hypertension and low awareness of the need for regular health check-ups often results in hypertension going undetected early. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness about hypertension through health education and free blood pressure checks. The activity was conducted in the neighborhood unit (RW) 05, X Village, and involved 102 participants aged 25–70 years. The activities included interactive health education, blood pressure checks, short interviews, and healthy lifestyle education. The results showed an increase in public knowledge, and 28 participants (27.4%) had blood pressure above normal, most of whom had never had a routine check-up before. Participants expressed satisfaction and found this activity very helpful and hoped that similar activities would be conducted regularly. This activity demonstrates that free health education and check-ups are very beneficial in increasing public awareness of hypertension and have the potential to prevent complications through early detection.
Pengaruh Strategi Lean Management Terhadap Efisiensi Pengelolaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pramono, Edi; Fahamsya, Arifina; Awaluddin, Achmad Indra; Surya, Sara; Pannyiwi, Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1004

Abstract

Background: Efficient medication management is a critical factor in hospital pharmacy services. Many hospitals face challenges in controlling medication inventory, service times, and operational costs. Lean Management strategies offer an approach to increasing efficiency by eliminating waste, improving workflows, and optimizing resources. Objective: This study aims to analyze the effect of implementing a Lean Management strategy on medication management efficiency in a hospital pharmacy. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. The sample consisted of the pharmacy department of one hospital implementing Lean Management, with efficiency measurements taken before and after the strategy implementation. Data were analyzed using a paired t-test to compare average medication management time, dead stock levels, and operational costs. Results: The implementation of Lean Management was proven to reduce the average medication management time from 12.5 hours to 8.2 hours per batch (p < 0.05), reduce dead stock by 15%, and reduce operational costs by 10%. Conclusion: The Lean Management strategy significantly improved medication management efficiency in the hospital pharmacy. Recommendations for ongoing implementation and staff training are needed to maintain optimal results.