Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Jurnal Embrio

PENGARUH PENAMBAHAN JERINGAU (Acorus calamus) KEDALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI RANSUM, PERTAMBAHAN BERAT BADAN, DAN KONVERSI RANSUM AYAM BROILER Veni Valentino; P.N Jefri; Fridarti Fridarti
Jurnal Embrio Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.111 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i1.524

Abstract

Meskipun penggunaan antibiotik diizinkan secara legal namun organisasi kesehatan mulai menentang penggunaannya. Untuk itu perlu dicari ransum alternative untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan menggunakan Jeringau.karena mengandung Minyak Atsiri yang bersifat antioksidan, anti-fungi, anti-virus, anti-protozoa, anti-bakteri, dan anti inflamasi. Saponin yang dikandungnya diketahui dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi ransum, serta meningkatkan kualitas daging ternak. Kandungan Flafonoid yang dimilikinya bersifat menambah nafsu makan, dan mengurangi asupan pakan. Ketiga zat kimia ini adalah zat yang tidak tercerna sehingga diharapkan dapat menggantikan penggunaan growth promotor komersil dalam ransum. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan Jeringau kedalam ransum berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, Pengaruh penambahan Jeringau ke dalam ransum terhadap pertambahan berat badan dan konversi ransum berpengaruh sangat nyata. Kecendrungan lebih baik terhadap peubah yang diamati pada pemberian 1% dan Diharapkan adanya penelitian lanjutan dengan level penambahan Jeringau yang sesuai.
PENGARUH ADITIF TEPUNG JAGUNG DAN FRAKSI HIJAUAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA SILASE TERHADAP KANDUNGAN (BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN KADAR AIR) syabruddin syabruddin; Fridarti Fridarti; sri mulyani
Jurnal Embrio Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.66 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v13i2.707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aditif tepung jagung dan fraksi hijauan jagung (Zea mays L.) pada silase terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan kadar air. Penelitian ini dilaksanakan di jalan kaliberantas No. 19, Alai Parak Kopi Padang, dan dianalisa di Laboratorium Nutrisi Ruminansia Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yang mana faktor A adalah hijauan jagung (a1 = fraksi atas dan a2 = fraksi bawah) dan faktor B adalah tepung jagung (b1 = 4%, b2 = 8 %, dan b3 = 12%). Peubah yang diukur adalah kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Kadar Air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif tepung jagung sampai 12% pada fraksi hijauan jagung berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan kadar air silase fraksi hijauan jagung. Sedangkan interaksi faktor A (a1 dan a2) dan faktor B (b1, b2, dan b3) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan organik silase fraksi hijauan jagung, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan bahan kering dan kadar air silase fraksi hijauan jagung.
Pengunaan Level Tepung Tapioka dalam Pembuatan Wafer Amoniasi Kulit buah Kakao terhadap Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, Protein Kasar fridarti fridarti; Nofriwan Nofriwan; Sri Mulyani
Jurnal Embrio Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.69 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v13i1.680

Abstract

Ammonation Wafers of Cocoa pods on Dry Ingredients (BK), Organic Ingredients (BO), Crude Protein (PK). The feed ingredients used in making the Ammonation Wafer of Cocoa pods in this study consisted of: cocoa pods and Gamal Leaves. The feed ingredients are formulated according to the feed in the manufacture of Cocoa pods Ammonia Wafers (10%), (15%), (20%), (25%) and then discussed in the form of Cocoa pods Ammonia Wafers. (70% Cocoa Skin, 30% Gamal). The equipment used consists of equipment such as coals, pans, bowls, large spoons, small spoons and machetes for chopping and proximate testing. The experimental design used is a completely randomized design (CRD), consisting of 4 Wafers + 30% Gamal, P2 = Cacao Skin Ammonia Wafer 15% Tapioca + 30% Gamal P3 = Cacao pods Ammonia Wafer 20% Tapioca + 30% Gamal and P4 Wafer Cacao Ammonation Skin Wafer 25% Tapioca + 30% Gamal. The data obtained were analyzed by ANOVA. Ammonation Wafer of Cocoa pods, Data obtained were analyzed by variance analysis (ANOVA). The results showed that the Tapioca Flour Level Research in making the Amoniation Wafer Cocoa pods (P <0.05) was not real against Dry Ingredients (BK), (P <0.05) was completely unsuccessful against Organic Ingredients (BO), (P <0.05) assume no real Against Crude Protein (PK). Increase Tapioca Flour in the Making of Cocoa Skin Ammonia Wafers. Not significant effect on the value of Dry Ingredients, Organic Ingredients, and Crude Protein.
PEMBERIAN KONSENTRASI POC DARAH SAPI TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT RAJA (pennisetum purpuphoides) fridarti fridarti; Ridho Rahman; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.376 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC darah sapi terhadap produktivitas rumput raja (pennisetum purpuphoides). Metode penelitian ini adalah experimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Pada perlakuan P1 tanpa menggunakan POC darah sebagai kontrol / 10 kg tanah utisol, Perlakuan P2 menggunakan POC darah sebanyak 2 ml/ 10 kg tanah ultiisol, perlakuan P3 menggunkan POC darah sebanyak 4 ml/ 10 kg tanah ultisol, perlakuan P4 menggunakan POC darah sebanyak 6 ml/ 10 kg tanah ultisol. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian POC darah memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap panjang daun, lebar daun, jumlah anakan, produksi segar. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian POC darah memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap panjang daun, lebar daun, jumlah anakan, dan produksi segar. Hasil uji lanjut DMRT memberikan pengaruh nyata pada panjang daun tanaman perlakuan P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2, dan P3 (P<0.05). hasil uji lanjut dmrt memberikan pengaruh nyata pada lebar daun tanaman adalah P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2, dan P3 (P<0.05). hasil uji lanjut dmrt memberikan pengaruh nyata pada jumlah anakan tanaman, perlakuan P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2 dan P3 (P<0.05). hasil uji lanjut dmrt memberikan pengaruh nyata pada produksi segar adalah P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2 (P<0.05) dan sedangkan pada perlakuan P3 berpengaruh tidak nyata (P>0.05).
INTRODUKSI BEBERAPA JENIS LEGUMINOSA PERDU DAN PEMBERIAN PUPUK UREA TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT LAPANGAN oktera seventri; sri Mulyani; fridarti fridarti
Jurnal Embrio Vol 10 No 2 (2018): jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.281 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v10i2.335

Abstract

Penelitian ini akan dilaksanakan di Tampat nagari Surian kecamatan Pantai Cermin Kab. Solok dan laboratorium Nutrisi ternak Ruminansia Fakultas Peternakan pada bulan maret sampai bulan Juli 2015. Tujuan Penelitian :Untuk mengetahui pengaruh pemupukan urea dan introduksi legum perdu terhadap produksi dan kualitas rumput lapang. Metode Penelitian: yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap 4 x 4 , yaitu 4 perlakuan dan 4 ulangan. Alasan menggunakan RAL karena lahan padang rumput datar dan perlakuan pada petak yang yang diacak secara penuh. Perlakuan tersebut adalah:A=Rumput lapangan (kontrol),B=Rumput lapangan + 300 kg N/Ha atau 652,17 kg urea/Ha (.Rekomendasi hasil penelitian Hendarto dan Suwarno (2005) dan Manidol (1992), C=Rumput lapangan introduksi dengan legum Sesbania sesban, D=Rumput lapangan introduksi dengan legum Clotalaria juncea.Hasil Pembahanan: 1. Produksi dan kualitas rumput lapangan dapat ditingkatkan melalui pemupukan dan introduksi dengan leguminosa perdu. 2.Terdapat peningkatan produksi segar rumput lapangan setelah pemupukan urea pada pemotongan pertama (40 hari) sekitar 0,941 kg/m2 dan produksi BK 0,253 kg/m2. 3. Peningkatan produksi segar rumput lapangan setelah introduksi dengan legum Sesbania sesban adalah 0,084 kg/m2 dan produksi BK 0,032 kg/m2. Sedangkan peningkatan produksi rumput lapangan dengan introduksi legum Clotalaria juncea adalah 0,197 kg/m2 dan produksi BK 0,055 kg/m2. 4. Terdapat peningkatan kualitas BK rumput lapangan setelah pemupukan dengan urea pada pemotongan pertama (40 hari) adalah 1,974 % dan kualitas PK 3,214 %., serta penurunan kandungan SK 0,96 %. Introduksi dengan legum Sesbania sesban dapat meningkan kualitas BK 2,585 % dan kualitas PK 3,623 % serta penurunan kandungan SK 1,931 %, sedangkan introduksi dengan legum Clotalaria juncea dapat meningkatkan kualitas BK 1,356 % dan kualitas PK 3,1 % serta penurunan kandungan SK 3,272 %.
PENAMBAHAN URIN SAPI, TITHONIA ( Tithonia diversifolia) PADA POC TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT GAJAH KATE ( Pennisetum purpureum cv. Mott) Robby Firlyadi; Fridarti Fridarti; Sari Gando Hidayati
Jurnal Embrio Vol 11 No 01 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.882 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i01.423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) menggunakan POC urin sapi dan Tithonia diversifolia. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Pada perlakuan A tanpa menggunakan POC sebagai kontrol, Perlakuan B menggunakan POC sebanyak 1 ml, perlakuan C sebanyak 2 ml dan perlakuan D sebanyak 3 ml. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian POC urin sapi dan Tithonia diversifolia memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap panjang daun, lebar daun, jumlah anakan dan produksi segar. Hasil uji DMRT memberikan pengaruh yang sangat nyata pada panjang daun adalah perlakuan D terhadap A sedangkan antara perlakuan B dengan C memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0.05). Hasil uji DMRT memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) pada lebar daun adalah perlakuan D terhadap perlakuan C, sedangkan perlakuan A dan B memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0.05). Hasil uji DMRT memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) pada jumlah anakan adalah perlakuan D terhadap perlakuan A(kontrol), B dan C. Hasil uji DMRT memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) pada produksi segar adalah perlakuan D terhadap perlakuan A (kontrol), B dan C.
PENGARUH UMUR PEMOTONGAN TERHADAP PRODUKTIFITAS TANAMAN PADI (Oryza sativa L) SEBAGAI PAKAN TERNAK DALAM SISTEM MINA PADI Zulkarnaini Zulkarnaini; Hardiansyah Hardiansyah; Fridarti Fridarti
Jurnal Embrio Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.619 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v13i1.678

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur pemotongan daun padi terhadap produksi dan kualitas daun padi sebagai bahan pakan ternak. Penelitian ini dilakukan dengan metoda experiment yang disusun dalam rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 Perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuannya adalah umur pemotongan daun padi terdiri dari 4 taraf yaitu 30, 35, 40, 45 hari setelah tanam. Peubah yang diamati dalam percobaan ini adalah jumlah anakan, tinggi tanaman, panjang daun, dan produksi segar daun padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pemotongan berbeda sangat nyata (P<0,01) pada panjang daun, tinggi tanaman dan produksi segar daun, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) pada jumlah anakan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa umur pemotongan daun padi sangat berpengaruh terhadap produksi segar daun padi, produksi daun padi yang tertinggi diperoleh pada pemotongan daun padi pada umur 45 hari setelah tanam. Produksi segar daun didapatkan 6.6 ton/ha. Dengan adanya sistem mina padi petani mendapatkan banyak keuntungan (multi fungsi), yaitu daun padi segar, panen gabah, panen jerami dan panen ikan.
PRODUKTIVITAS RUMPUT LAPANGAN PADA LAHAN BERA YANG DITAMBAHKAN BEBERAPA MACAM FESES TERNAK Sri Mulyani; Fridarti fridarti; Desi Ratnasari
Jurnal Embrio Vol 11 No 02 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.599 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i02.474

Abstract

Rumput lapangan merupakan hijauan yang sudah umum digunakan oleh para peternak sebagai pakan utama ternak ruminansia untuk memenuhi kebutuhan serat kasar, pada lahan pertanian yang sudah ditinggalkan atau diistirahatkan(bera) juga terdapat rumput lapangan yang dapat dimanfaatkan oleh ternak ruminansia, untuk memperoleh produksi yang tinggi pada lahan yang tingkat kesuburannya rendah dapat dilakukan dengan penggunaaan pupuk organik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruhi produktivitas rumput lapangan pada lahan bera yang ditambahkan beberapa macam feses ternak dan untuk mengetahui jenis feses ternak yang terbaik diantara beberapa macam feses ternak tersebut yang dapat meningkatkan produktivitas rumput lapangan ( Segar, BK, BO dan PK ). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap 5 x 5, yaitu 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah A = Rumput Lapangan (Kontrol), B = Rumput Lapangan + Feses Kerbau, C = Rumput Lapangan + Feses Sapi, D = Rumput Lapangan + Feses Domba, E = Rumput Lapangan + Feses Kambing. Hasil pembahasan yaitu : Terdapat peningkatan produksi segar setelah pemotongan (50 hari ) sekitar 281,96 gram/m2. Sedangkan peningkatan produksi segar dengan feses kambing 636.47 gram/m2 produksi bahan kering sekitar 68.37 gram/m2 peningkatkan produksi dengan feses kambing 142.78 gram/m2 produksi bahan organik 59.60 gram/m2 sedangkan peningkatan produksi pada feses kambing produksi protein kasar 4.22 gram/m2sedangkan peningkatan produksi feses kambing 13.52 gram/m2. Kesimpulan penelitian, terdapat peningkatan produktivitas rumput lapangan pada lahan bera melalui
The Effect of Additives of Corn Flour and Corn Forage Fraction (Zea mays L.) in Making Silage on the Content NDF ADF Oktria Dinindra; Sr Mulyani; F Fridarti
Jurnal Embrio Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i1.804

Abstract

This study aims to determine the effect of additives of corn flour and corn forage fraction (Zea mays L.) in making silage on the content NDF ADF. This research was carried out on Street Kaliberantas No. 19 Alai Parak Kopi Padang and analyze in the Ruminant Nutrition Laboratory Faculty of Animal Science Andalas University Padang. This research was conducted by experiment method using a Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern with 2 factors namely factor A is Forage corn which consists of 2 fractions namely : a1= Upper Fraction, a2= Lower Fraction. Factor B is the content of corn flour additives which consists of 3 levels namely b1= 4%, b2= 8%, b3=12% with 4 replications. The measure Variable is Neutral Detergent Fiber (NDF) dan Acid Detergent Fiber (ADF). The result showed that the additives up to 12% to Silage using forage corn had a significant effect (P<0,05) on the NDF content, while the ADF content had no significant effect (P>0,05) on silage.
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN KELOR DAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI DAN UJI ORGANOLEPTIK TELUR ASIN (TELUR AYAM KAMPUNG) Sarmiati, Sarmiati; Hidayati, Sari Gando; Fridarti, Fridarti; Dianti, Devi; Kusuma, Rudi
Jurnal Embrio Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i2.926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor dan lama penyimpanan terhadap jumlah bakteri dan uji organoleptik telur asin. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang masing-masaing dilakukan tiga kali ulangan untuk uji jumlah total bakteri dan organoleptik. Percobaan ini terdiri dari dua faktor yaitu faktor A dan faktor B dengan perlakuan sebagai berikut: Faktor A level persentase jumlah daun Kelor yaitu a1(0%), a2(7%), a3(14%). Faktor B lama Penyimpanan yaitu b1( 6 ), b2 (8 ), b3(10) hari. Hasil sidik ragam, interaksi pemberian daun kelor dan lama penyimpanan pada proses pembuatan telur asin, memperlihatkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri dan uji organoleptik (aroma, warna kuning telur, tekstur kuning telur, tekstur putih telur, kesukaan), sedangkan untuk uji rasa telur asin memperlihatkan pengaruh nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pembuatan telur asin dapat di tambah daun kelor sampai level 14% dengan lama pemeraman 10 hari