Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Rights Fulfillment of Children From Mixed Marriages to Obtain Indonesian Citizenship Based on Law Number 12 of 2006 Kukoh Iqbal; Siti Hasanah; Firzhal Arzhi Jiwantara; Nurjannah Septyanun
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 3: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i4.8160

Abstract

This research aims to analyze the regulation and implementation of fulfilling the rights of children from mixed marriages to obtain Indonesian citizenship based on Law Number 12 of 2006. Normative-empirical research with legislative, conceptual and sociological approaches in qualitative descriptive analysis. Data used are primary, secondary and literature research materials and field research. The conclusions are; First, Law Number 12 of 2006 grants limited dual citizenship status to children born from mixed marriages after its enactment on August 1, 2006. However, to ensure legal certainty, children born from mixed marriages before the law was enacted are required to register themselves. Second, the terminology 'child with dual citizenship' in the Law implies that if another country, based on its regulations, recognizes a child from a mixed marriage as its citizen, then they fall under this category. Meanwhile, there isn't any country that explicitly, based on its provisions, does not recognize children from mixed marriages as its citizens. Third, the process of fulfilling the citizenship rights of children born from mixed marriages is burdened upon the individual concerned. Consequently, any negligence in administrative processes, requirements, and procedures can lead to the loss of Indonesian citizenship. Fourth, the implications of losing Indonesian citizenship for children from mixed marriages can have legal and sociological impacts.
Al-Ijarah (Sewa) dan Al-Ariyah (Pinjam Meminjam) Serta Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari Hidayatul Azizati; Siti Hasanah; Muhammad Akmal Maulana; Ikhwan, Muhammad
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : Institut Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v8i1.101

Abstract

Hidup di muka bumi ini selalu melakukan yang namanya kegiatan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Bertransaksi (berakad) untuk menjalankan kehidupan, tanpa disadari bahwa dalam kehidupan selalu melakukan akad al-Ijarah dan al-Ariyah (pinjam-meminjam). Pinjam meminjam dilakukan, baik berupa barang, uang, ataupun lainnya. Terlebih pada saat ini banyak peristiwa, pertikaian, atau kerusuhan di masayarakat dikarenakan persoalan pinjam-meminjam. Tidak heran kalua hal ini muncul persoalan setiap masyarakat dan berakhir di pengadilan. Hal ini terjadi dikarenakan ketidak pahamannya akan hak dan kewajiban terhadap persoalan hal pinjam meminjam. Sedangkan al- Ijarah adalah suatu jenis akad untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian. Tujuan dari al-Ijarah sendiri adalah untuk memindahkan manfaat (hak guna) suatu barang selama periode masa berlaku akad ijarah, yaitu setelah pembayaran upah sewa, tanpa diikuti oleh pergantian kepemilikan atas barang tersebut
Strengthening Sharia Financial Literacy and Portable Marketing for the Tengger Tribe Community Bakhri, Saiful; I Nyoman Budiono; Sulistyowati; Siti Hasanah; Ahmad Fauzan Mubarok; Khotibul Umam; Nadia Azalia Putri; Ana Pratiwi; Hasnah Haron; Nur Aima Shafie; Siti Kadariah
Journal of Islamic Economic Studies Vol. 1 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Yayasan Darussalam Patalassang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to enhance the economic independence of the Tengger Tribe through strengthening Islamic financial literacy and portable digital marketing skills. The program was conducted as an international collaboration between Indonesian universities that are members of APSKPS and Malaysian universities, namely Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Universiti Teknologi MARA (UiTM), and Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). The study employed a Participatory Action Research (PAR) approach, involving the community actively in each stage of the program, from planning to implementation and evaluation. The results indicate an increased understanding among participants regarding Islamic financial principles, including contracts such as mudharabah, musyarakah, and murabahah, as well as the application of simple financial record-keeping in small enterprises. Moreover, the portable marketing training encouraged local entrepreneurs to utilize digital platforms such as WhatsApp Business and Instagram to promote Tengger’s local products to a broader market. This program successfully fostered cross-country academic collaboration and demonstrated that the synergy between education, Islamic values, and digital technology can serve as an effective strategy in developing an equitable and competitive indigenous economy.
THE EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) MODEL ON THE PROBLEM-SOLVING SKILLS IN SOCIAL SCIENCE IN ELEMENTARY SCHOOL Sinta Maria Dewi; Haerudin; Siti Hasanah; Danial Kusumah
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 10 No. 1 (2021): February
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/10.33578/jpfkip.v10i1.8052

Abstract

This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on the social science problem-solving abilities of elementary school students. The research employed a Pre-Experimental Design using a One-Group Pretest–Posttest design. The findings show that the average post-test score was higher than the average pretest score, indicating an improvement in students’ problem-solving abilities after the implementation of the PBL model. The average pretest score was 58.10, while the average post-test score increased to 75.40. Hypothesis testing using a paired sample t-test at a significance level of 0.05 yielded a significance value of 0.000. Since 0.000 < 0.05, H₀ was rejected. These results demonstrate that the Problem-Based Learning (PBL) model has a significant effect on improving elementary school students’ social science problem-solving abilities.
Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batu Bara Abdurrasyid; Siti Hasanah; Firzhal Arzhi Jiwantara
Unizar Law Review Vol. 5 No. 2 (2022): Unizar Law Review
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/ulr.v5i2.9

Abstract

Setelah adanya perubahan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan batu bara dan mineral menimbulkan banyak kontroversi salah satunya terkait penambahan Pasal 169A, dimana pasal tersebut menjelaskan terkait dengan jaminan perpanjangan melalui izin usaha pertambangan khusus (IUPK) bagi pemegang kontrak karya (KK) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) yang akan habis masa berlakunya. Selain itu, Pasal 169A melalui IUPK tidak serta merta diberikan tetapi ada juga pertimbangan-pertimbangan sesuai yang sudah dijelaskan dalam Undang-Undang. Adapun rumusan masalah yang diangkat melalui penelitian ini yaitu wilayah izin usaha pertambangan khusus berdasarkan undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batu bara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normative dimana penelitiannya melalui studi kepustakaan dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya tolak belakang antara Pasal 169A dan Pasal 169B dimana belum jelas kepastian hukum dari IUPK sebagai kelanjutan kontrak karya (KK) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) atas penolakan oleh mentri yang bersangkutan bagi pemohon perpanjangan kontak.
Evaluasi Regresi Terklaster Fuzzy Spasial Simultan dengan Pendekatan Simulasi Siti Hasanah; Muhammad Nur Aidi; Anik Djuraidah
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 22 No. 3 (2025): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 22 Nomor 3 Edisi No
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/limits.v22i3.5425

Abstract

Data spasial merupakan data yang memuat informasi yang berkaitan dengan karakteristik geografis suatu wilayah. Perkembangan data spasial yang mengarah pada data berskala besar membutuhkan metode analisis yang efisien dalam proses pengolahannya. Salah satu metode analisis yang dapat digunakan untuk mengolah data spasial berskala besar adalah spatial fuzzy clustering. Metode ini memungkinkan adanya penyesuaian bobot kelompok berdasarkan kemungkinan data, sehingga lebih mampu menangkap variasi lokal yang sebenarnya terjadi dalam data spasial. Metode spatial fuzzy clustering dengan penalti spasial, Spatial Fuzzy Clustered Regression (SFCR) dan tanpa penalti spasial, Fuzzy Geographically Weighted Clustering Regression (FGWCR) dievaluasi melalui simulasi pada penelitian ini. SFCR merupakan metode yang menggabungkan klasterisasi spasial dan pembentukan persamaan regresi secara simultan, sehingga waktu komputasi menjadi lebih efisien. FGWCR menghasilkan klaster yang mempertimbangkan kedekatan spasial dan kesamaan atribut sehingga efektif digunakan pada data spasial. Data dirancang sehingga terdapat 6 klaster dalam proses simulasi. Hasil simulasi menunjukkan metode SFCR lebih mampu mencerminkan keragaman data dan pembagian klaster dengan akurat. Nilai untuk metode SFCR pada derajat fuzziness 2 dan autokorelasi spasial lemah, sedang, dan kuat berturut-turut yaitu 99.7%, 99.6%, dan 99.5%, sedangkan untuk metode FGWCR yaitu 98.5%, 98.6%, dan 98.1%. Kebaikan persamaan dievaluasi oleh nilai RMSE. Semakin kecil nilai RMSE maka persamaan yang dihasilkan semakin baik. Nilai RMSE untuk metode SFCR pada derajat fuzziness 2 dan autokorelasi spasial lemah, sedang, dan kuat berturut-turut yaitu 0.30, 0.289, dan 0.298, sedangkan untuk metode FGWCR yaitu 0.659, 0.541, dan 0.551. Spatial data refers to data that contains information related to the geographical characteristics of a region. As spatial data evolves into large-scale datasets, efficient analytical methods are required for processing the data. One such method suitable for analyzing large-scale spatial data is spatial fuzzy clustering. This method allows for the adjustment of cluster weights based on data likelihood, making it more capable of capturing the actual local variations present in spatial data. In this study, two types of spatial fuzzy clustering methods were evaluated through simulation: the method with a spatial penalty, Spatial Fuzzy Clustered Regression (SFCR), and the method without a spatial penalty, Fuzzy Geographically Weighted Clustering Regression (FGWCR). SFCR is a method that combines spatial clustering and regression modeling simultaneously, resulting in more efficient computation time. FGWCR produces clusters by considering both spatial proximity and attribute similarity, making it effective for spatial data analysis. The data were designed to form six clusters during the simulation process. The simulation results showed that the SFCR method was more capable of accurately capturing data variation and cluster distribution. The R² values for SFCR at a fuzziness degree of 2 and under weak, moderate, and strong spatial autocorrelation were 99.7%, 99.6%, and 99.5%, respectively, while the R² values for FGWCR were 98.5%, 98.6%, and 98.1%. Model performance was evaluated using RMSE, where lower RMSE values indicate better performance. The RMSE values for the SFCR method at a fuzziness degree of 2 and under weak, moderate, and strong spatial autocorrelation were 0.30, 0.289, and 0.298, respectively, while the RMSE values for the FGWCR method were 0.659, 0.541, and 0.551.