Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN E – CLIPSE PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN Badri Munawar
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 1, No 2 (2014): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v1i2.7910

Abstract

Mobile Learning dapat menciptakan variasi belajar sehingga tidak menimbulkan kebosanan terhadap mahasiswa. Manfaat Mobile learning ini diharapkan akan memotivasi mahasiswa untuk belajar mandiri, kreatif, efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah membuat sebuah media pembalajaran yaitu mobile learning berbasis android. Setelah dilakukan uji coba terhadap produk pengembangan media pembelajaran mobile learning berbasis android terdapat perbedaan skor rata – rata test kelompok yang menggunakan buku teks adalah 77,15 dan skor rata – rata test kelompok yang menggunakan media pembelajaran mobile learning berbasis android adalah 85,95. Hasil uji coba menggunakan uji t juga menunjukan  = 15,502  dengan tingkat signifikansi (P - Value) = 0,00. Sehingga diputuskan tolak  atau terima . Karena P - Value < α = 0,05 maka dapat diartikan bahwa nilai efektifitas pengunaan media mobile learning dengan buku teks secara signifikan berbeda. Sehingga media pembelajaran mobile learning ini efektif apabila digunakan sebagai pengayaan dalam pembelajaran. Kata kunci: Mobile Learning, E-Clipse, Efektifitas
Pelatihan Metode Repetitive Learning Dalam Mengembangkan Kecerdasan Kognitif Anak Usia Dini Hestiyanah Hestiyanah; Rihatul Jannah; Minhatul Ma’arif; Badri Munawar; Reni Suwenti
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): November : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v3i4.1776

Abstract

Education is a very important level for every individual, especially at the golden age, early childhood education is the first education for children before they enter a higher level of education such as elementary school. To prepare things and various intelligences possessed by children, especially cognitive intelligence, effective and interesting learning methods are held, one method that is suitable for early childhood learning is the repetitive or repetition method. This method is applied to early childhood in Citeureup Village, precisely in the Sumurjaya Village, for early childhood to be provisioned when they enter elementary school education. The purpose of applying this repetitive method is so that pre-school children in the Sumur Jaya village are more mature and ready to go to elementary school. The research method used in this research is qualitative. The result after this research was carried out, there was a significant change in the introduction of learning for early childhood
ONLINE LEARNING: EFFECTIVENESS AND PERSPECTIVE OF LECTURERS IN PROFESSIONAL ETHICS COURSES Puspito Rini, Puput; Anriani, Nurul; Munawar, Badri
Cakrawala Pedagogik Vol 8 No 1 (2024): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v8i1.642

Abstract

The Covid-19 pandemic has triggered a drastic transformation in the world of education, especially at the higher education level. Significant increases in the use of online learning media occur in response to the need for adaptation to changing situations. Although the critical times of the pandemic have passed, the practice of online learning continues to grow rapidly. Online learning in the Professional Ethics course has become one of the alternatives in some colleges, but the effectiveness of such learning methods still needs to be studied more deeply from the point of view of the lecturers. An instrument to measure the effectiveness of online learning is developed and tested for its validity and reliability. The instrument has four dimensions: level of effort, student contribution, faculty skills, and learning outcomes. The study uses research and development methods involving 30 respondents, lecturers at Bestari University. The validity analysis results show that the entire online learning effectiveness instrument item is valid and acceptable. Nevertheless, the reliability of the Student Contributions dimension showed less satisfactory results. Furthermore, in this study, validity and reliability tests were carried out on the ethics instruments of the profession. The results of the research concluded that the research instruments are valid and reliable in measuring the ethical variables of the occupation. With adequate validity and reliability, this research provides a solid basis for moving on to future trials, such as the Classical Assumption Test and the Regression Test.
PEMANFAATAN BAHAN AJAR DIGITAL BERUPA ANIMASI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Munawar, Badri
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2020): JPP PAUD Untirta
Publisher : Early Childhood Teacher Education Department UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpppaud.v7i2.9071

Abstract

Penggunaan bahan ajar digital merupakan bagian dari transformasi yang mesti dilakukan oleh pendidik pada era teknologi ke empat yang menjadi penanda kemajuan pendidikan yang menyesuaikan dengan keadaan zaman. Pendidikan Anak Usia Dini sebagai salah satu satuan pendidikan paling awal dengan karakteristik anak yang ingin serba tahu, dan memerlukan banyak media untuk belajar. Untuk karena itu perlu dikenalkan proses pembelajaran menggunakan teknologi digital, selain untuk merangsang perkembangan anak juga bertujuan untuk mengenalkan dengan bijak penggunaan teknologi sejak dini. Dengan demikian guru mesti mempersiapkan bahan ajar digital yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Animasi menjadi salah satu bahan ajar yang digunakan dalam bentuk digital, penggunaan yang cukup mudah serta  bisa menampilkan banyak warna atau gambar. Penggunaan bahan ajar dengan aplikasi seperti animasi dan media yang lainnya dapat membuat pembelajaran lebih beragam dan menarik perhatian. Penelitian ini mengupas secara deskriptif kualitatif tentang penggunaan bahan ajar digital berupa animasi di pendidikan anak usia dini, dengan melibatkan 10 Guru PAUD yang telah menjadi tempat uji coba pengembangan aplikasi Animaker. Kemudian didalami dengan proses wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian tersebut didapatkan penggunaan animasi sebagai bahan ajar menjadi sesuatu yang baru dan dapat mempermudah pengenalan objek-objek yang tidak bisa dikenalkan secara langsung.
Pengembangan Komik Digital Matematika sebagai Media Literasi Matematika Siswa Kelas IX SMP Undayah, Uun; Linda, Linda; Asyura, Ira; Munawar, Badri; Sulaiman, Yeni; Widyaningrum, Ismi
MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2024): MATH LOCUS: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/mathlocus.v5i1.4313

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berupa komik digital matematika sebagai media literasi matematika siswa kelas IX SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) dengan menggunakan model Plomp. Data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara tak terstruktur dengan guru dan siswa kelas IX, angket respon siswa dan guru, serta hasil tes siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran komik digital matematika sebagai media literasi yang telah divalidasi oleh validator ahli materi, media, dan bahasa sangat valid dengan rata-rata indeks validasi 85,68%. Praktikalitas media komik berdasarkan angket respon dengan rata-rata 88% dengan kategori sangat praktis, dan efektivitas media komik digital berdasarkan tes siswa mendapatkan hasil 94% dengan kategori efektif. Media pembelajaran komik digital matematika sebagai media literasi siswa yang telah valid dikembangkan melalui proses penilaian formatif yang mencakup penilaian diri sendiri, penilaian para ahli, penilaian satu-satu, dan penilaian kelompok kecil. Kemudian, tahapan terakhir penilaian (assessment phase), dilakukan penilaian untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan memenuhi harapan praktis dalam pembelajaran dengan menggunakan uji praktikalitas dan uji efektivitas. Penilaian dilakukan di kelas IX SMP dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil dari penilaian media yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Dengan demikian, media pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan.
The FINDING IDEAS FOR IMPROVING THE QUALITY OF EDUCATION IN THE PRESENT ERA IN THE VIEW OF JACOB BRONOWSKI : Kajian Bab 2: MUSIM Panen- BUKU The Ascent of Man Kanisius Komsiah, Dadi; Munawar, Badri
Cakrawala Pedagogik Vol 8 No 2 (2024): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v8i2.677

Abstract

Desain sistem pembelajaran merupakan hal yang penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan efisien. Berdasarkan definisi Teknologi Pendidikan yang dirumuskan pada tahun 1994 oleh Asosiasi Komunikasi dan Teknologi Pendidikan (AECT), teknologi pendidikan didefinisikan sebagai teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi proses dan sumber belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Artikel ini menyoroti penerapan desain sistem pembelajaran menurut definisi ini, dengan fokus pada bagaimana pendekatan yang sistematis dan berbasis bukti dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar. Melalui tinjauan pustaka, artikel ini menjelaskan pentingnya mengintegrasikan komponen teknologi pendidikan dalam setiap tahap desain pembelajaran, termasuk desain media, desain strategi pembelajaran, dan desain evaluasi keberhasilan pembelajaran. Desain pembelajaran yang terstruktur, berdasarkan prinsip-prinsip teknologi pendidikan, tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan siswa secara lebih efektif tetapi juga meningkatkan peran pendidik dalam menghadirkan lingkungan belajar yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
The educational philosophy Pengembangan Pembelajaran Sains Anak Usia Dini (Tinjauan Filsafat Pendidikan dalam Pendidikan Awal) : The educational philosophy Badri Munawar; Suyitno Muslim; Wisnu Djatmiko
Metakognisi Vol 7 No 1 (2025): Metakognisi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Babunnajah Pandeglang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57121/meta.v7i1.262

Abstract

This research explores the development of early childhood science learning through an educational philosophy approach. This research discusses the development of early childhood science learning, including questions, viewpoint formation, rationality, information seeking, and analysis. This research uses the literature review method, namely data obtained through literature from journals, articles and book references to form a solid basis with the analysis techniques carried out, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research on ontological, epistemological and axiological aspects contribute to a deeper understanding of the role of educational philosophy in the development of early childhood science learning.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MEDIA QUIZIZ MODE KERTAS DI SDN MUNJUL 1 M. Ferdi, Ida Laela, Syifa Mutia, Linda, Badri Munawar, Asep Budi
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik Vol. 1 No. 1, Januari (2024): Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika pada materi pengukuran sudut bangun datar. Nilai rata-rata hasil evaluasi siswa pada materi pelajaran matematika masih rendah, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 57% atau 12 orang siswa yang tuntas dari jumlah siswa sebanyak 21 orang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika materi pengukuran sudut bangun datar di kelas IV SDN Munjul 1, hal ini tentunya memerlukan perbaikan dalam proses pembelajaran melalui penelitian kuantitatif dengan Pre-Eksperimental Design dengan bentuk penelitian One-Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Munjul 1. Sampel penelitian ini terdiri dari 21 siswa kelas IV. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penerapan media pembelajaran game interaktif quizizz dalam pelaksanaan pembelajarannya. Instrument yang digunakan untuk mengukur hasil belajar matematika siswa adalah tes pilihan ganda. Hasil analisis data penelitian menjawab hipotesis penelitian. Dengan nilai rata-rata kelas meningkat dari sebelum treatmen diberikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Pengukuran Sudut Bangun Datar Dengan Media Quizizz Mode Kertas Kelas IV SDN Munjul 1.
Pendampingan Berhitung Pada Anak Sekolah Dasar Menggunakan Media “Papan Pintar Berhitung” Siti Dian Mulyanti; Siti Nurhasanah; Dede Imtihanudin; Badri Munawar; Linda Linda
Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): SEPTEMBER: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jdan.v1i2.472

Abstract

The purpose of this mentoring activity is to teach the concept of counting to elementary school media. This training activity consisted of 3 stages, namely the first stage of observation, the second stage students in the base village of the base village by using the "smart counting board" learning of socialization and the third stage of mentoring. As for this mentoring activity, the subjects were elementary school students in the base village of the base village. The method used in this community service is mentoring carried out routinely. The result of this assistance is that children can understand the concept of counting by using media and to foster children's motivation to learn mathematics.
ANALYSIS OF EARLY MARRIAGE AND EDUCATIONAL BACKGROUND (CASE STUDY IN KP. CIATEUL LABUAN VILLAGE – PANDEGLANG) Mustakim, Usep Saepul; Muliasari, Ajeng; Sulaeman, Yeni; Munawar, Badri; Dewi, Ratna; Nurdiana, Septi; Yani, Inda; saminah, Mimin
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v4i2.687

Abstract

Looking from the background above, the problem problem that will be addressed in this study is: 1) how the problem descriptions of married by accident persons in the early marriage of youth in the Ciateul village labuan 2) how can nalisis result from the problem of married by accident people in the ciateul village. The objective of the study is to analyze the factor that causes a youth to get married early in the Ciateul Village Researchers use observation and interview methods by viewing and then locating the problem at hand to obtain data relating to an analysis of existing writing. A premature marriage not only brings negative but also positive effects, such as the benefit of those who have avoided promiscuity because of past history of pregnancy and in the economic sense of premature marriage. Because when it comes to having children, it's only when children need expenses that parents have the strength to make ends meet. Further negative effects are the result of premature marriage in the Ciateul Labuan also varies, such as getting bad labels from people, and then two miscarried research informants, an economic downturn and a psychological breakdown.